Bacaan Firman Tuhan Hari Ini Dari
Daniel
pasal 1 ayat 6 sampai dengan ayat 17 sebagai berikut:
Di antara mereka itu ada juga beberapa orang Yehuda, yakni Daniel,
Hananya, Misael dan Azarya.
Pemimpin pegawai istana itu memberi nama lain kepada mereka:
Daniel dinamainya Beltsazar, Hananya dinamainya Sadrakh, Misael
dinamainya Mesakh dan Azarya dinamainya Abednego.
Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa
diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak
usah menajiskan dirinya.
Maka Al lah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan saying dari pemimpin pegawai istana itu;
tetapi berkatalah pemimpin pegawai istana itu kepada Daniel:
"Aku takut, kalau-kalau tuanku raja, yang telah menetapkan makanan dan
minumanmu, berpendapat bahwa kamu kelihatan kurang sehat dari
pada orang-orang muda lain yang sebaya dengan kamu, sehingga karena kamu aku
dianggap bersalah oleh raja."
Kemudian berkatalah Daniel kepada penjenang yang telah diangkat
oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael dan
Azarya:
"Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk
diminum;
sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan
orang-orang muda yang makan dari santapan raja, kemudian perlakukanlah
hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu. "
Didengarkannyalah permintaan mereka itu, lalu diadakanlah percobaan dengan mereka selama sepuluh hari.
Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik
dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan
dari santapan raja.
Kemudian penjenang itu selalu mengambil makanan mereka dan anggur
yang harus mereka minum, lalu memberikan sayur kepada mereka.
Kepada keempat orang muda itu Al lah memberikan pengetahuan dan
kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai
penglihatan dan mimpi.
Tema
Renungan Hari Ini adalah:
BERPENGARUH POSITIF.
Latar
Belakang Renungan Hari ini
Penghukuman
atas bangsa Israel ini sudah dinubuatkan oleh beberapa orang nabi selama
beberapa dekade sebelumnya. Hukuman ini merupakan konsekuensi terhadap
dosa-dosa mereka yang telah memberontak terhadap Tuhan karena menyembah dewa
Baal. (Lihat Yesaya 39 ayat 6 dan 7. Bahkan nabi Yeremia mengingatkan bahwa
bangsa Israel akan dibuang selama 70 tahun, baca Yeremia 25 ayat 12).
Tujuan
hukuman ini agar bangsa Israel meninggalkan kefasikan mereka dan kembali
menyembah Tuhan.
Yang
menarik, Tuhan justru menggunakan bangsa Babel, yaitu bangsa yang tidak percaya
Tuhan, untuk menaklukkan Yerusalem, bahkan sampai sebanyak tiga kali.
Dalam
Daniel 1 kita membaca kisah penaklukan pertama atas Yerusalem. Ini terjadi pada
tahun 605 Sebelum Masehi. Selama penaklukan ini hanya sebagian kecil orang
Yahudi yang ditawan dan diasingkan ke Babel.
Yang
ditawan adalah para pemuda bangsawan terbaik dan tercerdas.
Kemudian
Yehuda melakukan pemberontakan sebanyak dua kali. Setiap kali mereka dikalahkan
dan lebih banyak orang ikut diasingkan sampai setelah itu, hanya tertinggal sedikit
orang yang paling miskin di negeri itu.
Inti
Firman Tuhan hari ini terbagi dua:
1.
Maksud dan strategi raja Nebukadnezar.
Rombongan
pertama yang diasingkan ke Babel adalah anak-anak muda. Mungkin Nebukadnezar pikir
akan lebih mudah mempengaruhi anak-anak muda. Selain itu sebagai keluarga
bangsawan, mereka memiliki fisik dan mental yang terbaik. Mereka tampan, bugar,
kuat, dengan postur yang baik dan sikap dengan etika yang baik. Mereka pandai
dalam semua jenis akademik serta kebijaksanaan untuk memecahkan masalah. Dan
mereka sangat baik secara sosial.
Mereka
tidak dijebloskan ke penjara karena tidak diperlakukan sebagai tahanan. Mereka
memiliki potensi besar. Tampaknya raja Nebukadnezar membutuhkan anak-anak muda sekualitas
mereka untuk membantu mengelola kerajaan Babilonia yang sangat luas. Mereka
dijadikan sub-penguasa atas rakyat dan wilayah mereka. Untuk itu mereka harus mengetahui
dua bahasa dan budaya, agar menjadi perantara antara Penguasa Babel dengan rakyat
Yahudi.
Proses
transformasi ini tidak dapat dicapai dalam semalam. Mereka akan menjalani
program asimilasi selama tiga tahun di “University of Babylon”. Mereka harus
belajar bahasa, sejarah, sastra, dan agama orang Kasdim. Dan mereka juga harus
mengembangkan gaya hidup dan kebiasaan. Rencana ini sangat cerdik.
Dari
Daniel pasal 1 ayat 5 sampai dengan 7, kita bisa mempelajari strategi raja
Nebukadnezar dalam merekrut anak-anak muda untuk kepentingan kerajaannya:
1.
Pilih anak-anak muda yang berperilaku baik dan
cerdas, karena mereka lebih mudah dibentuk.
2. Cabut dan
sisihkan mereka dari pengaruh lingkungan mereka sebelumnya.
3. Isolasikan
mereka di lingkungan khusus untuk waktu tertentu.
4. Beri
mereka pendidikan gratis, ajari mereka, latih mereka; buat mereka merasa
berhutang budi kepada kerajaan Babel.
5. Beri
mereka makanan enak dan goda mereka dengan kekayaan dan kekuasaan yang bisa
menjadi milik mereka.
6.
Hapus semua sisa kepercayaan dan praktik masa
lalu mereka dengan memberi mereka nama baru alias identitas baru.
Yang
luar biasa adalah, raja Nebukadnezar bukan hanya mau memanfaatkan sumber daya
alam dari negara lain, tetapi juga sumber daya manusia, dan perlahan-lahan
mengubah para pemimpin negara-negara tersebut menjadi penguasa boneka demi
kepentingan Babel.
Strategi
ini seharusnya patut mendapat perhatian gereja-gereja masa kini untuk merekrut
anak-anak muda agar menjadi pemimpin-pemimpin gereja masa depan, tentunya
dengan menghilangkan sisi negatif strategi tersebut.
2.
Strategi Daniel dalam mengatasi maksud raja
Nebukadnezar
Daniel
dan teman-temannya berada dalam situasi terasing jauh dari kampung halaman, dikelilingi
oleh budaya pagan dan tidak memiliki posisi tawar menawar dengan penguasa
Babel, yang saat itu paling berkuasa di dunia.
Bahkan anak-anak muda itu memiliki beberapa
alasan potensial untuk mematuhi perintah raja, seperti:
·
Bisa saja mereka memiliki kepahitan terhadap
Tuhan, karena menganggap Tuhan telah membiarkan mereka dibuang ke negara asing
ini.
·
Sebagai tawanan, mereka tidak punya pilihan. Kalau
mereka tidak memakannya, mereka mungkin saja akan dibunuh.
·
Jika anak-anak muda ini dibunuh, berarti suku
Yehuda tidak lagi memiliki penerus. Lalu bagaimana dengan janji Tuhan yang akan
menghadirkan Juru Selamat melalui keturunan Yehuda?
·
Atau mereka pun bisa berpikir, toh ini bukan
masalah besar. Ini hanya makanan. Tuhan tahu isi hatiku? Ini pembenaran
spiritual Namanya.
Daniel 1 ayat 8b sampai dengan ayat 14,
menjelaskan rencana Daniel untuk mengatasi maksud dari raja Nebukadnezar.
Pertama
dia berketatapan hati untuk tidak menajiskan dirinya dengan memakan makanan
dari meja raja. Tapi Daniel tidak secara arogan untuk menentang keputusan raja.
Daniel melakukan hal berikut:
1. Dengan kerendahan
hati, Daniel meminta izin. Dia berinisiatif mencari solusi. Dia berani dan
teguh dalam keyakinannya, tapi tanpa sikap sombong.
2. Dengan bijaksana
Daniel mengusulkan sebuah ujian, dengan catatan, jika gagal, mereka akan ikut
maunya raja. Dia tahu cara pandang dunia yang fokus pada hasil. Dia mengusulkan
solusi yang bisa diterima semua pihak alias win-win.
3. Dengan Iman,
Daniel yakin bahwa Tuhan akan membuat ujian itu berhasil.
4.
Dengan ketekunan, Daniel berusaha agar usulnya
diterima. Dia berprinsip, bahwa dengan melakuan yang terbaik, Tuhan akan turun
tangan menyelesaikan masalahnya.
Aplikasinya
bagi kita
1.
Sama seperti Daniel tinggal di tempat yang
tidak menghormati Tuhan, di lingkungan penuh godaan, dengan sistem pendidikan yang
akan mencuci otak kita agar percaya pada kebohongan kebohongan evolusi dan
ateisme, daripada kebenaran dari Tuhan. Ada tekanan besar untuk menyesuaikan
diri dengan masyarakat pagan dan menjadi orang seperti mereka.
2.
Sama seperti Daniel yang sadar bahwa dia punya
pilihan dan menggunakannya, kita pun punya pilihan saat menghadapi tekanan. Pada
dasarnya tidak ada tekanan yang kelewat batas. Dunia sesungguhnya membutuhkan
orang percaya dan punya prinsip seperti Daniel, orang percaya yang akan menolak
untuk menyerah pada tekanan dari luar. Kita harus memutuskan dalam hati kita
bahwa kita tidak akan melakukan hal berdosa yang sama seperti orang-orang di
sekitar kita.
3.
Kita juga belajar dari Daniel tentang
bagaimana memecahkan masalah. Ketika dunia terlalu sering menginginkan kita
melakukan kesalahan, kita bisa menghadapinya dengan menawarkan solusi yang
dapat diterima oleh kedua belah pihak, karena win-win.
Kesimpulan
Firman Tuhan hari ini...
1.
Kita harus berusaha untuk berdiri teguh pada
firman Tuhan tanpa menyinggung perasaan orang lain. Carilah cara kreatif untuk
menyelesaikan masalah. Kita bisa mengusulkan sebuah pengujian untuk
membandingkan solusi Anda dengan solusi lain? Tidak ada satu solusi akan
"berhasil" untuk semua masalah.
2.
Jika pihak lain tidak mau mendengarkan solusi
kita, kita tetap harus melakukan apa yang benar meskipun itu bisa menyinggung.
Tetapi jika kita melakukannya dengan rendah hati dan hormat, dan meminta izin untuk
mengusulkan solusi lain, biasanya banyak masalah akan terpecahkan. Percayalah
bahwa Tuhan akan membantu kita menemukan jalan keluar. Dalam 1 Korintus 10 ayat
13 ada tertulis: “Pencobaan-pencobaan yang kamu
alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia.
Sebab Al lah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai
melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu
jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”
3.
Sebagai seorang pegawai Kristen, kita tidak boleh
secara membabi buta mematuhi segala sesuatu, apalagi hal-hal berdosa yang
diminta untuk dilakukan. Akuntan Kristen seharusnya tidak mau mengubah angka.
Penjual Kristen seharusnya tidak mau melebih-lebihkan seberapa bagus produknya.
Karyawan yang cinta Tuhan Yesus, tidak boleh menjadi budak dari pekerjaannya
dan bekerja lembur berlebihan seperti orang lain. Atasan Anda akan melihat hal
ini sebagi sisi negatif, tapi juga akan melihat sisi positifnya juga. Seorang
karyawan yang mengikuti Yesus tentunya dapat dipercaya. Jika dia tidak mau
menipu pelanggan, dia juga pasti tidak akan menipu perusahaan. Jadi Anda harus
menunjukkan sisi positif yang ada pada Anda.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus, bimbinglah kami untuk yakin bahwa Tuhan ada dan selalu menyertai di
perjuangan kehidupan kami.
Amin.
Kiranya
Kasih Karunia Tuhan Yesus Menyertai Kita Semua.
Komentar
Posting Komentar