“HATI-HATI !!!”
“HARI TUHAN DI DEPAN MATA.”
Ini adalah tema dari bacaan Firman Tuhan
untuk renungan hari ini, yang diambil dari Zefanya 1 ayat 12 sampai ayat 18.
Kalimat yang bilang, Tuhan menggeledah Yerusalem dengan obor, mau mengartikan bahwa tidak seorang pun akan dapat bersembunyi dari penghakiman Tuhan.
Hari penghakiman itu pasti datang.
Dalam konteks ini, mata Tuhan tidak fokus pada kebenaran, tetapi kepada dosa, untuk dihukum dan dibasmi.
TUHAN berjanji akan menghukum mereka yang merasa bahwa, Tuhan itu jauh, atau Tuhan tidak melibatkan diri dari kehidupan mereka, dan dengan demikian mereka menjadi tenang dan berpuas diri. Mereka merasa aman, di zona nyaman mereka.
Beberapa orang percaya bahwa Tuhan yang hebat, yang menciptakan alam semesta ini, akan membiarkannya terus berputar, tanpa campur tangan lebih lanjut dari-Nya.
Mereka yang percaya bahwa Tuhan tidak ada, atau jika pun Tuhan ada, maka Tuhan itu netral, dan tidak ada hubungannya dengan manusia.
Mereka terperangkap oleh kebohongan yang mereka ciptakan sendiri, dengan mengatakan bahwa:
“Tuhan tidak ada. Kalau pun Tuhan ada, Dia tidak akan melakukan apa pun, apakah hal baik, atau hal buruk kepada kita.” “Buktinya, kita hidup sekian lama, tidak ada hal buruk yang terjadi.”
“Masa Depan kita, bergantung kepada Apa Yang Kita Buat hari ini. Masa depan ada di tangan kita”
“Karena itu, yang perlu adalah Percaya Diri. Kita harus mengandalkan diri kita sendiri”
Ini adalah kepercayaan yang sangat keliru, dan sangat-sangat tragis.
Edward Gibbon dalam bukunya, The Diclaine and Foll of the Roman Empire, menggambarkan sikap terhadap agama di hari-hari terakhir Kekaisaran Romawi, satu sikap yang sangat mirip dengan sikap kita saat ini, yaitu:
· Orang-orang, menganggap semua agama itu, sama benarnya.
· Para filsuf, menganggap semua agama, sama salahnya.
· Para politisi, menganggap semua agama,
sama-sama berguna untuk dimanfaatkan, dalam politik identitas mereka.
Istilah hari TUHAN di sini, mau menggambarkan hari kemurkaan Tuhan. Ini adalah hari murka, dan pemusnahan, karena manusia suka melawan atau memberontak.
Umat manusia akan menerima hukuman atas pemberontakannya melawan TUHAN.
Jika mereka tidak bertobat, maka Tuhan akan menyegerakan pelaksanaan penghakiman dan pemusnahan-Nya.
Manusia yang mengandalkan kekayaannya, yang dilambangkan sebagi perak dan emas, akan mengetahui bahwa hal itu tidak akan berguna pada hari penghakiman Allah.
Tuhan akan memiskinkan mereka. Kalau pun Tuhan membiarkan kekayaan itu ada pada mereka, maka Tuhan akan membuat mereka tidak akan bisa menikmatinya. Hidup mereka akan selalu merasa kurang, merasa hampa, dan tidak mengalami damai sejahtera.
Apa Pesan Tuhan Bagi Kita Hari Ini?
Tuhan memang men-cintai kebenaran, tapi Tuhan sangat sensitif akan dosa, dan mata-Nya lebih fokus pada dosa-dosa kita.
Tuhan itu tidak netral, karena itu, Tuhan bukan hanya tetap mengendalikan ciptaan-Nya, tetapi juga terus mengawasi semua tidak-tanduk kita.
Tuhan tidak menyukai orang yang cepat puas, dan merasa aman dari penghakiman Tuhan. Tuhan tidak akan membiarkan kita untuk terus tinggal di zona nyaman, apalagi karena merasa sudah terlindungi oleh kekayaan kita.
TUHAN tidak menyukai orang-orang yang mem-politisasi
agama, untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.
Yang Harus Kita Aplikasikan Dalam Hidup
Kita adalah sebagai berikut:
1.
Menyadari bahwa kita tidak
pernah bisa menyembunyikan dosa dihadapan Tuhan. Karena itu, kita harus segera
bertobat. Kita harus percaya bahwa, Tuhan serius dengan peringatan-Nya.
2.
Menyadari bahwa, di saat kita
sedang berada di zona nyaman, maka kebinasaan sedang menanti. Karena itu, kita
harus selalu berusaha keluar dari zona nyaman kita.
3.
Menyadari bahwa Tuhan tidak
pernah lalai untuk melaksanakan ancaman-Nya, yaitu untuk menghukum dan memusnahkan
dosa.
4.
Jangan mengandalkan diri
sendiri, atau bergantung kepada kekayaan kita, tetapi selalu mengandalkan
Tuhan, dalam setiap aspek hidup kita.
Doa Hari Ini...
Tuhan Yesus, Tolong kami yang tidak
berdaya ini. Tuntunlah kami agar di dalam pelayanan kami, kami melakukannya
dengan setia, taat, dan tulus.
Amin.
Kiranya Tuhan Menguatkan Kita dan Kasih
Karunia Tuhan Yesus Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar