Langsung ke konten utama

HINDARI PERSOALAN YANG DICARI-CARI - Titus 3: 9-15

Bacaan Firman Tuhan Hari Ini Dari Titus pasal 3 ayat 11 sampai dengan ayat 14 sebagai berikut:

Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan dan pertengkaran mengenai hukum Taurat, karena semua itu tidak berguna dan sia-sia belaka.

Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasihati, hendaklah engkau jauhi.

Engkau tahu bahwa orang yang semacam itu benar-benar sesat dan dengan dosanya menghukum dirinya sendiri. 

Segera sesudah kukirim Artemas atau Tikhikus kepadamu, berusahalah datang kepadaku di Nikopolis, karena sudah kuputuskan untuk tinggal di tempat itu selama musim dingin ini. 

Tolonglah sebaik-baiknya Zenas, ahli Taurat itu, dan Apolos, dalam perjalanan mereka, agar mereka jangan kekurangan sesuatu apa. 

Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.

 

Salam dari semua orang yang bersama aku di sini dan sampaikanlah salamku kepada mereka yang mengasihi kami di dalam iman.  Kasih karunia menyertai kamu sekalian!


 

Tema Renungan Hari Ini adalah:

HINDARI PERSOALAN YANG DICARI-CARI.

 

Tujuan Firman Tuhan hari ini seperti berikut:

Hubungan antar jemaat dalam gereja itu sangatlah penting. Itu sebabnya Rasul Paulus melalui pesannya kepada Titus, juga menekankan bagaimana saling berinteraksi yang sehat antar sesama jemaat.

Dalam membangun interaksi di keluarga, dengan sesama jemaat dan dengan pemerintah, kemurnian gereja harus dijaga. Tetapi interaksi dengan orang-orang yang bebal dan suka berdebat atau bertengkar, perlu diatur secara khusus.

Seperti ditulis diawal suratnya, Rasul Paulus menegaskan bahwa alasan pertama pentingnya membangun hubungan yang sehat antar sesama saudara seiman adalah untuk memelihara iman orang-orang pilihan Allah (baca Titus 1 ayat 1).

Kristus mengasihi dan ikut memelihara gereja-Nya. Bagaimana kita berperilaku dalam kehidupan berjemaat di gereja sangat dianggap penting oleh Tuhan Yesus, karena ITU ADALAH TUBUH-NYA!


Inti Pesan Firman Tuhan Bagi Kita.

Titus 3 ayat 8 menegaskan bahwa interaksi yang sehat antar sesama jemaat itu juga penting bagi hidup kita masing-masing. Relasi antar jemaat yang sehat memungkinkan kita membuat hidup kita masing-masing berarti dengan kondisi yang saling menguntungkan.

Sebagai umat yang telah menerima dan menikmati ​​anugerah dari Tuhan, patut menghindari dialog yang tidak berarti, yang bukan saja tanpa makna, tetapi juga berpotensi menimbulkan perselisihan dan permusuhan serta perpecahan dalam jemaat (ayat 9)

Jadi kita patut menghindar dari memperdebatkan hal-hal yang tidak berguna dan sia-sia, seperti halnya silsilah dan hukum Taurat.

Memperdebatkan hal-hal itu merupakan sebuah kontroversi, karena hanya berdasarkan akal dan imajinasi manusia, dan bukan Firman Tuhan, sebab tidak ada hubungannya dengan iman pengharapan kita di dalam Yesus Kristus.

Memperdebatkan sesuatu yang sia-sia, yang tidak menguntungkan serta tidak ada nilai tambahnya, dan yang menghabiskan waktu serta energi, adalah sesuatu kebodohan. Apalagi jika perselisihan itu menghasilkan permusuhan.

Rasul Paulus mengingatkan bahwa hal itu tidak menguntungkan, karena hal itu akan membuat kita keluar dari jalur misi kita. Kita harus fokus pada misi kita, yaitu Berakar, bertumbuh dan berbuah di dalam Firman Tuhan!!!!

Kita diminta, secara bersama-sama sebagai umat Tuhan yang telah menerima Anugerah Kasih Karunia Yesus Kristus, untuk menegur orang yang karena pemahaman akan Iman Kristen yang salah bisa menghasilkan perpecahan jemaat.

Apabila setelah ditegur dan dinasihati sebanyak 2 kali atau lebih, maka orang itu harus dianggap sebagai bidat, dan harus didisiplin, bahkan dijauhi (lihat ayat 10 dan 11).

Pendisiplinan itu haruslah didasarkan pada tujuan:

1.      Untuk kebaikan orang itu sendiri,

2.      Untuk kemurnian gereja,

3.      Agar berkat Tuhan atas jemaat tidak terhalang, termasuk orang yang didisiplin itu sendiri.

Pada dasarnya pendisiplinan itu, baik di jemaat maupun di keluarga, adalah untuk kesehatan hubungan dan efektifitas pertumbuhan iman anggota jemaat maupun anggota keluarga kita masing-masing.

Dalam Titus 3 ayat 12 dan 13, Rasul Paulus menyebutkan orang-orang yang patut diteladani sebagai orang-orang yang telah dengan setia hidup bagi Tuhan dan mengasihi gereja-Nya. Orang-orang seperti ini ada di gereja kita. Kita patut mendengarkan dan belajar dari mereka, bahkan pergi bersama mereka melayani pekerjaan Tuhan.

Sebagai anggota jemaat, kita perlu menjangkau orang lain dan saling mendorong satu sama lain untuk bergabung dengan jemaat lain, per sector atau per kelompok sel, dalam perjalanan menjalani kehidupan Kekristenan kita.

Dalam Titus 3 ayat 14 dan 15, sebagai penerima Kasih Karunia Tuhan, kita diminta menjadi pembelajar seumur hidup, agar terus bertumbuh dan berubah menjadi serupa dengan Kristus.

Kita diminta untuk mengabdi pada pekerjaan Tuhan dengan penuh gairah dan cinta. Kita patut mencintai Tuhan Yesus dan juga hal-hal yang Tuhan cintai, yaitu gereja-Nya.

Dalam hal ini, Rasul Paulus berulang-ulang mengingatkan kita sebagai penerima Kasih Karunia untuk terus melakukan pekerjaan yang baik, yang bermanfaat, demi kemuliaan Nama Tuhan.

Sebagaimana Rasul Paulus membuka dan menutup suratnya kepada Titus dengan ucapan salam, termasuk titipan salam buat orang-orang kudus yang ditemui Titus, kita juga diminta untuk selalu mengucapkan salam kepada sesama jemaat.

 

Kesimpulan Firman Tuhan hari ini...

Kita harus fokus pada misi yang kita emban, yaitu menyampaikan kabar baik, bahwa keselamatan setiap orang hanya bisa didapat melalui Kasih Karunia Yesus Kristus, dan bukan hasil usaha kita atau amal kita. 

Anugerah yang diberikan secara gratis oleh Tuhan itu, bukanlah hadiah yang murahan, tetapi merupakan hadiah yang mahal, yaitu Darah Yesus yang harus ditumpahkan demi menebus dosa kita.

Darah adalah nyawa. Dengan darah Yesus itu, maka nyawa orang-orang yang mau percaya akan diselamatkan.

Anugerah itu memiliki kuasa untuk mengubah hidup setiap orang percaya. Untuk itu, kita diminta untuk ikut berproses dalam hal bertumbuh dan berubah menjadi seperti Yesus, melalui perbuatan atau pekerjaan baik, di keluarga, di gereja dan di masyarakat, serta bekerja sama dengan saudara-saudara seiman.

Anugerah Tuhan yang mampu membuat perubahan dalam hidup kita, bukan untuk disombongkan, tetapi justru membuat kita rendah hati, dan siap melayani anggota keluarga, anggota jemaat dan anggota masyarakat.

Tentunya sesuai tema Sabda Bina Umat hari ini, kita harus menghindari persoalan yang dicari-cari. Jangan buang waktu dan energi untuk melayani para bidat. Tetaplah fokus pada pekerjaan Tuhan.


Doa Hari Ini... 

Tuhan Yesus, terangi hati dan pikiran kami dengan roh-Mu, supaya kami tidak terpengaruh oleh ajaran sesat, tetapi mau selalu hidup dalam tuntunan Firman Tuhan yang benar.

Amin.

 

Kiranya Kasih Karunia Tuhan Yesus Menyertai Kita Semua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...