Bacaan Firman Tuhan Hari Ini Dari Titus pasal 3 ayat 11 sampai dengan ayat 14 sebagai berikut:
Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan
silsilah, percekcokan dan pertengkaran mengenai hukum Taurat, karena semua itu tidak berguna dan sia-sia belaka.
Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasihati,
hendaklah engkau jauhi.
Engkau tahu bahwa orang yang semacam itu benar-benar
sesat dan dengan dosanya menghukum dirinya sendiri.
Segera sesudah kukirim Artemas atau Tikhikus kepadamu, berusahalah datang kepadaku di Nikopolis, karena sudah
kuputuskan untuk tinggal di tempat itu selama musim dingin ini.
Tolonglah sebaik-baiknya Zenas, ahli Taurat itu, dan
Apolos, dalam perjalanan mereka, agar mereka jangan kekurangan
sesuatu apa.
Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang
baik untuk dapat memenuhi
keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.
Salam dari semua orang yang bersama aku di sini dan sampaikanlah salamku kepada mereka yang mengasihi kami di dalam iman. Kasih karunia menyertai kamu sekalian!
Tema Renungan Hari Ini adalah:
HINDARI PERSOALAN YANG DICARI-CARI.
Tujuan Firman Tuhan hari ini seperti berikut:
Hubungan antar jemaat dalam gereja itu sangatlah penting.
Itu sebabnya Rasul Paulus melalui pesannya kepada Titus, juga menekankan
bagaimana saling berinteraksi yang sehat antar sesama jemaat.
Dalam membangun interaksi di keluarga, dengan sesama jemaat
dan dengan pemerintah, kemurnian gereja harus dijaga. Tetapi interaksi dengan
orang-orang yang bebal dan suka berdebat atau bertengkar, perlu diatur secara
khusus.
Seperti ditulis diawal suratnya, Rasul Paulus menegaskan
bahwa alasan pertama pentingnya membangun hubungan yang sehat antar sesama saudara
seiman adalah untuk memelihara iman orang-orang
pilihan Allah (baca Titus 1 ayat 1).
Kristus mengasihi dan ikut memelihara gereja-Nya. Bagaimana kita berperilaku dalam kehidupan berjemaat di gereja sangat dianggap penting oleh Tuhan Yesus, karena ITU ADALAH TUBUH-NYA!
Inti Pesan Firman Tuhan Bagi Kita.
Titus 3 ayat 8 menegaskan bahwa interaksi yang sehat antar sesama
jemaat itu juga penting bagi hidup kita masing-masing. Relasi antar jemaat yang
sehat memungkinkan kita membuat hidup kita masing-masing berarti dengan kondisi
yang saling menguntungkan.
Sebagai umat yang telah menerima dan menikmati anugerah
dari Tuhan, patut menghindari dialog yang tidak berarti, yang bukan saja tanpa
makna, tetapi juga berpotensi menimbulkan perselisihan dan permusuhan serta
perpecahan dalam jemaat (ayat 9)
Jadi kita patut menghindar dari memperdebatkan hal-hal yang
tidak berguna dan sia-sia, seperti halnya silsilah dan hukum Taurat.
Memperdebatkan hal-hal itu merupakan sebuah kontroversi,
karena hanya berdasarkan akal dan imajinasi manusia, dan bukan Firman Tuhan,
sebab tidak ada hubungannya dengan iman pengharapan kita di dalam Yesus
Kristus.
Memperdebatkan sesuatu yang sia-sia,
yang tidak menguntungkan serta tidak ada nilai tambahnya, dan yang
menghabiskan waktu serta energi, adalah sesuatu kebodohan. Apalagi jika
perselisihan itu menghasilkan permusuhan.
Rasul Paulus mengingatkan bahwa hal itu tidak menguntungkan,
karena hal itu akan membuat kita keluar dari jalur misi kita. Kita harus fokus pada
misi kita, yaitu Berakar, bertumbuh dan berbuah di dalam Firman Tuhan!!!!
Kita diminta, secara bersama-sama sebagai umat Tuhan yang
telah menerima Anugerah Kasih Karunia Yesus Kristus, untuk menegur orang yang karena
pemahaman akan Iman Kristen yang salah bisa menghasilkan perpecahan jemaat.
Apabila setelah ditegur dan dinasihati sebanyak 2 kali atau
lebih, maka orang itu harus dianggap sebagai bidat, dan harus didisiplin,
bahkan dijauhi (lihat ayat 10 dan 11).
Pendisiplinan itu haruslah didasarkan pada tujuan:
1.
Untuk kebaikan orang itu sendiri,
2.
Untuk kemurnian gereja,
3.
Agar berkat Tuhan atas jemaat tidak terhalang,
termasuk orang yang didisiplin itu sendiri.
Pada dasarnya pendisiplinan itu, baik di jemaat maupun di keluarga, adalah untuk kesehatan hubungan dan efektifitas pertumbuhan iman anggota jemaat maupun anggota keluarga kita masing-masing.
Dalam Titus 3 ayat 12 dan 13, Rasul Paulus menyebutkan
orang-orang yang patut diteladani sebagai orang-orang yang telah dengan setia
hidup bagi Tuhan dan mengasihi gereja-Nya. Orang-orang seperti ini ada di
gereja kita. Kita patut mendengarkan dan belajar dari mereka, bahkan pergi
bersama mereka melayani pekerjaan Tuhan.
Sebagai anggota jemaat, kita perlu menjangkau orang lain dan saling mendorong satu sama lain untuk bergabung dengan jemaat lain, per sector atau per kelompok sel, dalam perjalanan menjalani kehidupan Kekristenan kita.
Dalam Titus 3 ayat 14 dan 15, sebagai penerima Kasih Karunia
Tuhan, kita diminta menjadi pembelajar seumur hidup, agar terus bertumbuh dan
berubah menjadi serupa dengan Kristus.
Kita diminta untuk mengabdi pada pekerjaan Tuhan dengan penuh
gairah dan cinta. Kita patut mencintai Tuhan Yesus dan juga hal-hal yang Tuhan
cintai, yaitu gereja-Nya.
Dalam hal ini, Rasul Paulus berulang-ulang mengingatkan kita
sebagai penerima Kasih Karunia untuk terus melakukan pekerjaan yang baik, yang
bermanfaat, demi kemuliaan Nama Tuhan.
Sebagaimana Rasul Paulus membuka dan menutup suratnya kepada Titus dengan ucapan salam, termasuk titipan salam buat orang-orang kudus yang ditemui Titus, kita juga diminta untuk selalu mengucapkan salam kepada sesama jemaat.
Kesimpulan Firman Tuhan hari ini...
Kita harus fokus pada misi yang kita emban, yaitu menyampaikan kabar baik, bahwa keselamatan setiap orang hanya bisa didapat melalui Kasih Karunia Yesus Kristus, dan bukan hasil usaha kita atau amal kita.
Anugerah yang diberikan secara gratis oleh Tuhan itu, bukanlah hadiah yang murahan, tetapi merupakan hadiah yang mahal, yaitu Darah Yesus yang harus ditumpahkan demi menebus dosa kita.
Darah adalah nyawa. Dengan darah Yesus itu, maka nyawa orang-orang yang mau percaya akan diselamatkan.
Anugerah itu memiliki kuasa untuk mengubah hidup setiap orang percaya. Untuk itu, kita diminta untuk ikut berproses dalam hal bertumbuh dan berubah menjadi seperti Yesus, melalui perbuatan atau pekerjaan baik, di keluarga, di gereja dan di masyarakat, serta bekerja sama dengan saudara-saudara seiman.
Anugerah Tuhan yang mampu membuat perubahan dalam hidup kita, bukan untuk disombongkan, tetapi justru membuat kita rendah hati, dan siap melayani anggota keluarga, anggota jemaat dan anggota masyarakat.
Tentunya sesuai tema Sabda Bina Umat hari ini, kita harus menghindari persoalan yang dicari-cari. Jangan buang waktu dan energi untuk melayani para bidat. Tetaplah fokus pada pekerjaan Tuhan.
Doa Hari Ini...
Tuhan
Yesus, terangi hati dan pikiran kami dengan roh-Mu, supaya kami tidak
terpengaruh oleh ajaran sesat, tetapi mau selalu hidup dalam tuntunan Firman
Tuhan yang benar.
Amin.
Kiranya
Kasih Karunia Tuhan Yesus Menyertai Kita Semua.
Komentar
Posting Komentar