INJIL, ADALAH FIRMAN KEBENARAN !!!
Ini adalah tema dari bacaan Firman Tuhan
untuk renungan hari ini, yang diambil dari Kolose 1 ayat 1 sampai dengan ayat 23.
Dari bacaan Firman Tuhan hari ini, kita belajar beberapa hal.
Rasul Paulus menulis surat ke jemaat Kolose ini, sekitar tahun 63 Masehi, saat ia berada dalam tahanan Romawi. (baca Kolose 4 ayat 3, ayat 10, dan ayat 18).
Jika membaca Kolose pasal 1 ayat 7 dan pasal 2 ayat 1, sangat mungkin Paulus belum pernah mengunjungi kota Kolose, dan menulis surat itu, karena kunjungan Epafras.
Epafras adalah pelayan Kristus yang setia di jemaat Kolose.
Kota Kolose mungkin adalah kota terkecil dan paling tidak penting, yang pernah menerima surat penggembalaan dari Paulus.
Hal ini menunjukkan bahwa, sesibuk-sibuknya Paulus dalam mengatasi begitu banyak masalah, tampaknya dia menganggap situasi di Kolose cukup penting untuk mendapat perhatian apostolik.
Paulus menyadari akan adanya masalah doktrinal di jemaat Kolose, yang terkadang digambarkan sebagai “Bidat Kolose.”
Mungkin masalahnya terkait penyimpangan kekristenan di Kolose, sebagai akibat dari pengaruh unsur-unsur mistis dan legalistik Yudaisme, dan mungkin juga dibaurkan dengan Gnostisisme.
Lingkungan keagamaan abad pertama, sangat mirip dengan lingkungan kita masa kini. Ini adalah masalah pembauran ajaran agama, dimana orang-orang mengambil sedikit pengajaran dari agama yang satu dan sedikit dari agama yang lain.
Bedanya, pada abad pertama, pembauran itu dilakukan secara kelompok, sedangkan dalam budaya modern kita, dilakukan oleh orang per orang secara sendiri-sendiri.
Dalam surat ini, Paulus memikirkan solusinya, yaitu agar jemaat Kolose memiliki pemahaman yang lebih benar tentang Yesus.
Mengenal Yesus yang asli, akan membantu kita untuk menjauhi yang palsu, tidak peduli sebagus apa pun yang palsu itu dikemas.
Surat ini dibuka dengan doa. Ini menunjukkan bahwa, meskipun Paulus belum pernah bertemu sebagian besar dari mereka, orang-orang Kristen di Kolose juga ada dalam daftar doa Paulus. Dia selalu berdoa untuk mereka.
Doa ini, Paulus lakukan dengan penuh rasa syukur.
Ucapan syukur Paulus didasarkan pada iman jemaat Kolose kepada Kristus Yesus, dan juga karena kasih mereka kepada semua orang kudus.
Iman yang tulus kepada Yesus, akan selalu menghasilkan kasih sejati.
Paulus juga bersyukur untuk pengharapan yang telah disediakan bagi mereka di surga.
Surat Paulus ini mau mengajak kita memperhatikan tiga serangkai, yang berkaitan erat, yaitu iman, pengharapan, dan kasih.
Ini bukan sekedar ide-ide teologis bagi Paulus, tapi tiga serangkai ini, mendominasi pemikirannya, sebagai seorang Kristen.
Paulus juga bersyukur, bahwa tujuan kekal mereka, dipengaruhi oleh kebenaran Injil, dan bahkan Injil ini telah menghasilkan buah di seluruh dunia, yaitu seluruh wilayah jajahan Romawi pada waktu itu.
Dalam doanya, Paulus meminta agar mereka dipenuhi dengan pengetahuan tentang kehendak Tuhan. Dalam seluruh suratnya, Paulus sangat menekankan mengenai pengetahuan dan hikmat ini. Tampaknya, Paulus menyadari bahwa jemaat Kolose kurang dalam hal pengetahuan dan hikmat ini.
Selain itu, Paulus berdoa agar mereka hidup, berdasarkan pengetahuan yang benar tentang Tuhan, dan pemahaman yang sempurna akan kehendak Tuhan, agar hidup mereka layak di hadapan Tuhan.
Dengan pengetahuan yang benar, dan pemahaman yang sempurna itu, mereka akan dikuatkan untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar.
Paulus juga mengajak jemaat Kolose, untuk bersyukur kepada Bapa, yang sehubungan dengan rencana penebusan-Nya yang luas, telah membebaskan mereka dari kuasa kegelapan, dan melayakkan mereka untuk mendapat bagian dalam warisan orang-orang kudus, di dalam kerajaan terang.
Di sini terlihat bahwa, gagasan penyelamatan dari kuasa kegelapan itu, dilakukan oleh sebuah kekuatan yang jauh lebih besar dan berdaulat. Jadi bukan oleh kehebatan dari perbuatan amal baik kita.
Kekuatan besar dan berdaulat itu, telah memindahkan orang percaya ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih, menunjuk kepada Yesus, yang telah menebus dosa manusia dengan harga yang mahal, yaitu Darah-Nya yang kudus. Ini adalah sebuah tebusan yang sah.
Selanjutnya Rasul Paulus menggambarkan tentang, Yesus, Anak Al lah yang kekasih, sebagai manifestasi dari Al lah, yang tidak terlihat itu. Al lah yang bukan saja tidak dapat dilihat, tetapi juga tidak mungkin dapat diketahui atau dipahami oleh ciptaan-Nya, hanya bisa dilihat dan dipahami, melalui Yesus, Anak-Nya yang terkasih.
Dan, oleh karena Anak Terkasih inilah, segala sesuatu telah diciptakan. Artinya, Yesus sendiri, bukanlah makhluk ciptaan. Bahkan keajaiban alam semesta tanpa batas ini, terletak dan berpusat pada Kristus.
Dia ada sebelum segala sesuatu diciptakan. Dia lah yang memulai segala sesuatu, dan segala sesuatu ada di dalam Dia.
Dia, yaitu Yesus Kristus, adalah kepala dari seluruh tatanan jemaat, sebagai tubuh Kristus. Di sini Paulus mau menggambarkan hubungan saling ketergantungan antara Yesus dengan gereja, atau jemaat-Nya.
Kepala tubuh, merujuk pada peran Yesus sebagai sumber gereja, sama seperti kita merujuk pada sumber mata air dari sebuah sungai.
Sebagai kepala, Yesus memiliki keunggulan, karena seluruh kepenuhan Al lah berkenan diam dalam Dia. Ini menggambarkan bahwa Yesus, adalah benar-benar Tuhan Al lah, yang menunjukkan totalitas kekuatan dan atribut Ilahi.
Kelihatannya di sini, Paulus mau mengingatkan jemaat Kolose, bahwa konsep Injil, adalah kepenuhan semua atribut Al lah ada di dalam Yesus, dan bukan seperti pengajaran Gnostik, yang mendistribusikan kekuatan ilahi, di antara berbagai kalpa.
Kalpa, mengacu pada periode atau kurun waktu yang Panjang, antara penciptaan dan penciptaan kembali alam semesta.
Dan, oleh dan melalui Yesus, Al lah mendamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya sendiri. Pekerjaan penebusan Yesus ini, penuh dan luas.
Bukan kita yang membuat perdamaian dengan Tuhan, tetapi Yesus lah, yang membuat perdamaian itu dengan diri-Nya, melalui karya-Nya di kayu salib.
Sebagai keturunan Adam, kita dilahirkan terasing dari Tuhan. Dan di dalam Yesus, kita tidak lagi terasing. Perbedaan antara orang percaya dan orang yang tidak percaya, bukan hanya pada pengampunan, tetapi juga pada perubahan status, secara utuh.
Tadinya kita berdosa, sekarang menjadi kudus, tak bercela dan tak bercacat di hadapan Tuhan.
Sebagai orang yang telah diperdamaikan dengan Al lah, kita harus sungguh-sungguh bertekun dalam Iman, tetap teguh dan tidak goncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kita dengar.
Karena Injil, adalah Firman Kebenaran. Firman itu adalah Yesus, dan Yesuslah kebenaran itu.
Apa Pesan Tuhan Bagi Kita Hari Ini?
Tuhan tidak mau kita hidup dalam kebodohan spiritual, karena ketidaktahuan spiritual itu, adalah sumber kesalahan, ketidakstabilan, dan penyimpangan spiritual yang konstan.
Tuhan mau, agar kita memiliki pengetahuan akan Injil secara benar, dan memahami kehendak Allah dengan sempurna.
Dengan pengetahuan dan hikmat ini, kita akan bisa langsung melihat pengajaran mana yang palsu dan menyesatkan.
Melalui surat Paulus ini, Tuhan mau menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah Penebus.
Yang Sulung di antara semua ciptaan.
Yesus lah Sang Pencipta, dan Tuhan dari segala kesempurnaan ilahi, yang di dalam Dial ah, alam semesta dan isinya yang rusak, dan manusia yang berdosa, diperdamaikan dengan Al lah.
Melalui Darah Yesus, kita telah dilayakkan hidup di hadapan Tuhan, dan mampu menghasilkan buah dalam setiap pekerjaan yang baik, dan terus bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan.
Buah-buah rohani yang kita hasilkan ini lah, yang menyenangkan hati Tuhan.
Dalam Yohanes 15 ayat 7 dan 8, Tuhan Yesus mengatakan, Jikalau kita tinggal di dalam Dia, dan firman-Nya tinggal di dalam kita, kita bisa meminta apa yang diperlukan agar kita bisa menghasilkan buah-buah rohani, yang akan memuliakan Bapa di sorga.
Tuhan mau, agar kita ikut mengabarkan Injil, Firman Kebenaran itu, kepada orang lain, di mana pun mereka berada, di seluruh dunia, agar semua orang ikut diselamatkan.
Yang Harus Kita Aplikasikan Dalam Hidup
Kita adalah sebagai berikut:
1. Kita perlu meningkatkan pengetahuan kita akan Injil yang benar, dan pemahaman kita akan kehendak Al lah yang sempurna.
2. Kita harus mengimani kata-kata Tuhan Yesus dalam Yohanes 14 ayat 6 yang mengatakan bahwa Yesus adalah satu-satunya Jalan ke kerajaan terang, Yesus adalah Kebenaran yang berhak membenarkan kita, dan Yesus adalah Hidup yang memberi kita hidup yang kekal.
3. Kita tidak boleh terpengaruh oleh filosofi manusia, dan ajaran agama lain, yang mengklaim sebagai lebih benar, paling sempurna, tapi sesungguhnya pengajaran palsu.
4. Kita harus menjalani kehidupan yang berkemenangan sebagai orang Kristen, dengan bertekun dalam iman dan kasih, tetap teguh dan tidak goyah, dan tidak bergeser dari pengharapan Injil.
5. Terus berdoa dengan ucapan syukur, baik atas perbuatan Al lah kepada kita dan juga kepada saudara-saudara seiman kita, di seluruh dunia.
Doa Hari
Ini...
Tuhan Yesus, tolonglah kami agar memiliki pengetahuan yang benar akan Tuhan, dan pemahaman yang benar akan kehendak Tuhan.
Kuatkan kami agar kami mampu bertekun dalam iman dalam kasih, tetap teguh dan tidak goyah, atau pun bergeser dari pengharapan Injil.
Amin.
Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih
Karunia Tuhan Yesus Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar