Langsung ke konten utama

JANGAN MENCELA UMAT TUHAN - Zefanya 2: 8-15

 JANGAN MENCELA UMAT TUHAN !!!

Ini adalah tema dari bacaan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, yang diambil dari Zefanya 2 ayat 8 sampai ayat 15.

 

Dari bacaan Firman Tuhan hari ini, kita belajar beberapa hal:

Mendengar celaan orang Moab, dan hinaan orang Amon, atas umat-Nya, Tuhan melihat ke arah Timur Yerusalem, dan menyatakan bahwa Moab akan dihukum seperti Sodom, dan orang Amon akan dihukum seperti Gomora.

Pernyataan Tuhan ini, mengingatkan kita akan peristiwa Sodom dan Gomora.

Moab dan Amon adalah keturunan dari hasil hubungan inses, atau hubungan saudara sekandung, antara putri-putri Lot dengan ayah mereka.

Setelah melarikan diri dari Sodom dan Gomora, kedua anak perempuan itu sengaja membuat ayahnya mabuk, untuk melanjutkan keturunan Lot, ayahnya.”

Lalu Tuhan melihat ke barat dan melihat orang Filistin.

Tuhan juga melihat ke selatan, dan mengumumkan penghakiman-Nya terhadap orang Etiopia.

Setelah itu, Tuhan melihat ke utara. Dia juga akan mengulurkan tangan penghakiman-Nya ke utara.

Tuhan menyelesaikan putaran penghakiman terhadap tetangga Israel dengan melihat Asyur dengan ibu kotanya Niniwe, yang akan dijadikan-Nya sebagai kota terpencil, yang hanya cocok untuk tempat tinggal hewan dan burung.

Selama ini, sebagai kota besar yang aman, Niniwe merasa kuat dan percaya diri. Tetapi Tuhan tahu bagaimana menjatuhkannya. Di sini TUHAN menggenapi prinsip yang ditulis dalam Yakobus 4 ayat 6, yang menyatakan:

Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”


Tuhan menyatakan janji-Nya untuk menghakimi orang-orang ini, dan membawa mereka ke kehancuran abadi.

TUHAN akan menjadi ancaman besar bagi mereka, karena Tuhan akan meniadakan semua Allah di bumi. Agar semua orang, akan hanya menyembah Dia.

Tuhan akan menyatakan kemuliaan diri-Nya di antara bangsa-bangsa, dan salah satu cara Tuhan melakukannya, adalah dengan merendahkan berhala-berhala bangsa-bangsa. Semua orang akan melihat bahwa berhala-berhala mereka, sia-sia, dan bahwa hanya TUHAN saja lah Allah yang patut disembah dan dimuliakan.

Zefanya tidak pernah menyebutkan alasan mengapa semua bangsa-bangsa, tetangga orang Israel, itu siap untuk dihakimi.

Tetapi, yang pasti adalah, Tuhan memberikan perintah-Nya kepada nabi Zefanya, sama seperti Tuhan memberi perintah kepada nabi Amos dan nabi Yesaya, serta nabi Nahum, yang menggambarkan dosa-dosa bangsa-bangsa tetangga Yerusalem ini.

Tampaknya, Tuhan memiliki satu tujuan, yaitu agar kita melihat jauh ke depan. Satu nubuatan yang bukan hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga jangka panjang. Sebuah berkat jauh di depan, yang akan diberikan setelah penghakiman di jatuhkan.

Dari Zefanya pasal 1 kita memahami, bagaimana Tuhan melihat ke dalam terlebih dahulu, dengan menyatakan murka-Nya kepada Yehuda.

Lalu di pasal 2 ini, Tuhan melihat ke sekitar Yerusalem, dan menyatakan murka-Nya kepada semua bangsa di 4 penjuru mata angin.

Ke Barat dan Timur, kepada orang-orang Filistin, Moab, dan Amon (baca Zefanya 2 ayat 4 sampai 11).

Ke Selatan dan Utara, yaitu kepada orang-orang Etiopia dan Asyur (baca Zefanya 2 ayat 12 sampai 15)

Baru nanti di Zefanya 3 ayat 9 sampai 20, Tuhan melihat jauh ke depan, dimana akan terjadi pemulihan berupa:

pertobatan bangsa-bangsa kafir (baca Zefanya 3 ayat 9),

pemulihan Umat Perjanjian dan (baca Zefanya 3 ayat 10 sampai 15),

nubuatan akan Yerusalem Baru, saat Tuhan Yesus melakukan pembaharuan ciptaan-Nya (baca Zefanya 3 ayat 16 sampai 20).

 

Apa Pesan Tuhan Bagi Kita Hari Ini?

Tuhan tidak akan membiarkan orang-orang yang mencela, menghina dan menistakan kita, sebagai umat-Nya.

Tuhan pasti menghukum orang-orang itu.

Tetapi, cara Tuhan untuk menghukum para penista itu, selalu dimulai dengan memperingatkan umat-Nya terlebih dahulu, untuk melakukan pertobatan.

Jika kita, sebagai umat-Nya tidak bertobat, maka bangsa-bangsa kafir di sekitar kita, akan dipakai Tuhan untuk menghukum kita.

Tetapi jika kita bertobat, maka akan terjadi banyak pertobatan dari orang-orang kafir di sekitar kita, dan akan ikut menyembah Yesus Kristus, sebagai Tuhan dan Allah mereka pribadi.

Berkat sorgawi yang tersedia di Yerusalem baru, sudah tersedia bagi kita.

 

Yang Harus Kita Aplikasikan Dalam Hidup Kita adalah sebagai berikut:

Melakukan instrospeksi diri setiap hari, dan segera mohon ampun kepada Tuhan, dan bertobat. Kita tidak boleh menjadi batu sandungan bagi tetanga-tetangga kita, baik yang seiman, maupun tidak seiman.

Kita minta kepada Tuhan, agar roh dan pikiran kita dijadikan baru (baca Efesus 4 ayat 23).

Sebagai orang yang telah menanggalkan manusia lama serta kelakuan lamanya, dan setelah mengenakan manusia baru, kita harus terus-menerus diperbaharui, untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya; sehingga tidak ada lagi perbedaan antara suku maupun bangsa, antara orang bersunat atau orang tak bersunat, antara  orang fasik atau orang benar, budak atau orang merdeka, karena Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu. (Baca Kolose 3 ayat 9 sampai 11).

Kita juga diminta untuk berdoa dan memintakan berkat pengampunan bagi orang-orang yang mencela, menghina dan menistakan kita, karena sesungguhnya, Tuhan kita, Yesus Kristus-lah, yang mereka hina.

 

Doa Hari Ini...

Tuhan Yesus, ajar kami untuk selalu introspeksi diri dan bertobat, dan selanjutnya taat dan setia, sehingga tidak ada yang mencela-Mu, karena perbuatan kami.

 

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita dan Kasih Karunia Tuhan Yesus Menyertai Kita.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...