Langsung ke konten utama

Memohon Petunjuk Allah Daniel 2: 13-18

BACAAN FIRMAN TUHAN HARI INI DARI 

Daniel pasal 2 ayat 13 sampai dengan ayat 18 sebagai berikut:

Ketika titah dikeluarkan supaya orang-orang bijaksana dibunuh, maka Daniel dan teman-temannyapun terancam akan dibunuh.

Lalu berkatalah Daniel dengan cerdik dan bijaksana kepada Ariokh, pemimpin pengawal raja yang telah pergi untuk membunuh orang-orang bijaksana di Babel itu,

katanya kepada Ariokh, pembesar raja itu: "Mengapa titah yang begitu keras ini dikeluarkan oleh raja?" Lalu Ariokh memberitahukan hal itu kepada Daniel.

Maka Daniel menghadap raja dan meminta kepadanya, supaya ia diberi waktu untuk memberitahukan makna itu kepada raja.

Kemudian pulanglah Daniel dan memberitahukan hal itu kepada Hananya, Misael dan Azarya, teman-temannya, 

dengan maksud supaya mereka memohon kasih saying kepada Al lah semesta langit mengenai rahasia i  itu, supaya Daniel dan teman-temannya jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain di Babel.

TEMA RENUNGAN HARI INI ADALAH:

MEMOHON PETUNJUK TUHAN.

PENGANTAR KITAB DANIEL.

Kitab Daniel merupakan salah satu buku yang paling menarik di Alkitab. 

Enam bab pertama berisi kisah-kisah iman yang menginspirasi baik tua maupun muda, dan enam bab terakhir dipenuhi dengan visi apokaliptik yang menantang bahkan yang paling mutakhir di zamannya.

Nama "Daniel" itu sendiri berarti "Tuhan adalah hakimku." Nama itu sesuai dengan sikap dan perilaku Daniel, dimana Daniel menunjukkan bahwa dia adalah orang yang memiliki iman yang dalam dan pendirian yang teguh, tetapi juga bijaksana.


LATAR BELAKANG RENUNGAN HARI INI.

Sebagai seorang yang masih sangat muda, Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya sendiri – (baca Daniel 1 ayat 8).

Di awal kitab Daniel pasal 2, kita membaca tentang mimpi Nebukadnezar yang menggelisahkan hatinya. Bahkan Nebukadnezar lupa seperti apa mimpinya. Karena itu dipercaya bahwa mimpi itu terdiri dari bagian-bagian yang berbeda, atau yang memenuhi kepalanya seolah-olah itu adalah banyak mimpi, sehingga Nebukadnezar lupa seperti apa mimpinya itu. 

Lalu Nebukadnezar mengundang semua orang-orang berilmu, ahli jampi, ahli sihir dan para Kasdim, untuk memberitahu apa mimpinya dan juga apa makna dari mimpi itu. 

Karena Nebukadnezar yakin akan pentingnya mimpi itu berikut maknanya, maka para ahli sihir itu diancam akan dibunuh dan rumah mereka akan dihancurkan, jika tidak bisa menebak apa mimpinya itu, berikut maknanya. 

Tentu saja tidak seorang pun dari mereka mampu menebak apa mimpi Nebukadnezar, apalagi maknanya. 

Mereka hanya bisa menebak apa makna sebuah mimpi setelah mimpi itu diceritakan. Karena itu mereka semua, termasuk Daniel dan teman-temannya terancam dihukum mati (baca Daniel 2 ayat 1 sampai dengan ayat 13).


INTI FIRMAN TUHAN HARI INI ADALAH SEBAGAI BERIKUT:

Ketika raja mengundang orang-orang bijaknya untuk menceritakan mimpinya, berikut maknanya (ayat 2), Daniel tidak ikut dipanggil.

Tampaknya Raja yang mengagumi Daniel sepuluh kali lebih bijaksana daripada orang bijak lainnya, lupa untuk juga mengundang Daniel.

Sangat mungkin Tuhan membuat raja lupa akan Daniel, supaya Daniel tampil terakhir secara cemerlang. Dan juga agar Daniel tampil sebagai penyelamat dari semua orang yang dianggap pintar dan bijak di kerajaan Babelonia. Tetapi yang terpenting adalah agar Al lah-nya Daniel akan dimuliakan tinggi. 

Daniel baru tahu akan keputusan raja untuk membunuh seluruh orang pandai di Babel, karena saat eksekusi akan dilaksanakan, dimana Daniel dan teman-temannya ikut terdaftar sebagai orang-orang yang akan dieksekusi.

Daniel dengan bijaksana berbicara kepada Arioch, Pimpinan Pengawal, yang ditunjuk untuk membunuh semua orang bijak di Babel (ayat 14).

Dia tidak emosional dan tidak mencela raja sebagai tidak adil dan biadab dalam keputusannya, tapi secara lemah lembut mengajukan pertanyaan, “Mengapa keputusan raja yang begitu keras itu, diputuskan secara tergesa-gesa? (baca ayat 15). Permintaan untuk menghadap raja, juga bertujuan untuk membuat raja menyadari kesalahannya karena lupa mengundang Daniel sejak awal.

Saat menghadap raja, Daniel minta waktu untuk bisa memberikan jawaban yang akan memuaskan keinginan raja, yaitu memahami mimpi dan maknanya (baca ayat 16).

Melalui peristiwa Daniel ini Tuhan ingin kita belajar cara yang paling mungkin untuk mengusir kemarahan seorang Penguasa yang sewenang-wenang seperti raja Nebukadnezar, yaitu dengan memberi jawaban yang lemah lembut. 

Sifat mengalah tapi disertai tawaran solusi win-win, akan mampu meredakan kemarahan raja, yang keputusan tidak boleh ditolak, bisa dicabut.

Dari Daniel ayat 17 dan 18 kita belajar dari Daniel, bahwa sebuah peristiwa terburuk pun tidak ada yang tidak berada di bawah rancangan dan kendali Tuhan. Oleh karena itu Daniel datang menghadap Tuhan dan memohon petunjuk Tuhan tentang mimpi raja, serta memohon belas kasihan-Nya atas orang-orang pandai di Babel, yang notabene adalah orang-orang atheis.

Daniel tidak hanya berdoa sendirian, tetapi dia juga mengajak teman-temannya untuk berdoa. Dia memberitahukan masalahnya kepada mereka yang selama ini menjadi sahabat dan rekan-rekannya, meminta agar mereka ikut memohonkan belas kasihan Al lah mengenai rahasia ini.

Selanjutnya kita membaca di ayat 19 bahwa rahasia itu diungkapkan oleh Tuhan kepada Daniel dalam sebuah penglihatan malam, sama seperti yang yang Nebukadnezar impikan. Bahkan bukan hanya mimpi itu sendiri, tetapi juga interpretasinya.


APLIKASINYA BAGI KITA

1. Kita hidup di dunia yang gelap dan kafir seperti Daniel. Kebenaran Tuhan telah ditukar dengan kebohongan. Dunia di sekitar kita mencoba menekan kita ke dalam cetakannya seperti yang terjadi pada Daniel. 

2. Kasus Daniel yang akan ikut dieksekusi ini menggambarkan kondisi Orang-orang Percaya yang hidup di bawah pemerintahan yang sewenang-wenang, yang ikut menjadi korban karena kelalaian atau kegagalan orang lain.

3. Kita juga terus-menerus ditekan untuk marah menghadapi ketidak adilan itu. Tetapi dari Daniel kita belajar untuk menghadapi tekanan atau masalah itu secara lemah lembut dan bijaksana (Lihat 2 Timotius 2 ayat 24 sampai 25).

4. Kita diminta oleh Tuhan untuk menjadi seperti Daniel yang bertekad untuk melakukan apa yang benar, apa pun yang terjadi? Sebagaimana dalam Filipi 2 ayat 15 yang mengatakan, “… supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Al lah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia”

5. Seperti Daniel, doa kita pun memiliki kekuatan saat berhadapan dengan Tuhan, dan dengan kehati-hatian dalam menimbang sesuatu dan dalam bertindak, kita memiliki kekuatan menghadapi orang lain.

6. Seperti Daniel, doa kita akan memiliki kekuatan saat dinaikkan bersama teman-teman seiman yang juga memiliki persekutuan dengan Al lah disertai minat pada takhta kasih karunia. Bahkan Rasul Petrus atau Paulus sering memohon teman-temannya untuk berdoa baginya (Baca Kisah Para Rasul 12 ayat 5).


KESIMPULAN FIRMAN TUHAN HARI INI... 

1. Kitab Daniel merupakan salah satu kitab yang bermanfaat untuk kita pelajari (baca 2 Timotius 3 ayat 16 dan 17).

2. Dari Daniel dan ketiga temannya, kita juga belajar akan kekuatan iman, komitmen, kerendahan hati serta kebijaksanaannya dalam menghadapi tantangan.

3. Terkadang satu kondisi terburuk bisa saja menghadang di depan kita. Kondisi itu tidak saja diijinkan terjadi, tetapi terkadang memang sengaja dirancang oleh Tuhan, agar kita tampil di hadapan orang lain secara cemerlang, tentunya dengan tujuan akhir yaitu kemuliaan bagi Nama Tuhan kita Yesus Kristus.

4. Kita harus menghadapinya dengan kerendahan hati dan keterbukaan. Kita harus melibatkan saudara-saudara seiman kita untuk berdoa memohon kemurahan Tuhan agar kita bisa mengatasinya.

5. Kita harus percaya akan adanya misteri dan rahasia melalui doa kita. Firman Tuhan Yesus dalam Matius 7 ayat 7 yang berbunyi: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu, maka kita akan menerima kunci untuk membuka lemari-lemari yang ada di Sorga.


Doa Hari Ini...

Tuhan Yesus, bimbinglah kami untuk yakin bahwa Tuhan ada dan selalu menyertai di perjuangan kehidupan kami.

Amin.


Kiranya Kasih Karunia Tuhan Yesus Menyertai Kita Semua.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...