Langsung ke konten utama

TUHAN BENCI KEMUNAFIKAN

 TUHAN BENCI KEMUNAFIKAN!!!

Itulah tema renungan Sabda Bina Umat hari ini.

Bacaan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah dari Zefanya 1 ayat 7 sampai ayat 11, yang tertulis seperti berikut:

Berdiam dirilah di hadapan Tuhan AL LAH! Sebab hari TUHAN sudah dekat. Sungguh TUHAN telah menyediakan perjamuan korban, dan telah menguduskan para undangan-Nya. "Pada hari perjamuan korban TUHAN itu, Aku akan menghukum para pemuka, para anak-anak raja, dan semua orang yang memakai pakaian asing. Aku akan menghukum pada hari itu, semua orang yang melompati ambang pintu, dan memenuhi istana tuan mereka dengan kekerasan dan penipuan. Maka pada hari itu, demikianlah firman TUHAN, akan terdengar teriakan dari Pintu Gerbang Ikan, dan ratapan dari perkampungan baru, dan bunyi keruntuhan hebat dari bukit-bukit. Merataplah, hai penduduk perkampungan Lumpang! Sebab telah habis segenap kaum pedagang, telah lenyap segenap penimbang perak.

 

Dalam renungan sebelumnya, Zefanya telah menguraikan akan penghakiman, baik secara universal terhadap seluruh bumi (Zefanya 1 ayat 1 sampai 3), dan lebih dikhususkan kepada Yehuda dan Yerusalem (Zefanya 1 ayat 4 sampai 6), maka di ayat 7, Zefanya berseru:

“Berdiam dirilah,”, “hari TUHAN sudah dekat, karena TUHAN telah menyiapkan pesta, dan memanggil tamu-tamu-Nya”

Tampaknya, sama seperti Ishak yang kebingungan di gunung Moria, yang tidak melihat domba yang mau dikorbankan, (baca Kejadian 22 ayat 7), suku Yehuda pun tidak memahami bahwa, merekalah korban yang dimaksudkan!

Dalam renungan hari ini, Tuhan berbicara kepada bangsawan Yehuda, dengan cara yang tidak biasa, dan belum pernah mereka dengar.

Tuhan mengatakan kepada mereka untuk “diam,” dan mendengarkan pernyataan penghakiman-Nya, yaitu pengorbanan penghakiman yang akan dilakukan terhadap bangsa yang jahat.

Selanjutnya Tuhan berkata: “Aku akan menghukum para pangeran dan anak-anak raja:

Peringatan ini datang kepada seorang raja yang saleh selama masa reformasi. Tuhan memperingatkan Yosia dan seluruh komunitas kerajaan, tentang apa yang akan terjadi, jika mereka yang telah menyatakan akan berbalik kepada Tuhan, tapi tidak diikuti dengan pembersihan berhala, sebagaimana seharusnya.

Tuhan menegur para imam dan pemimpin Yehuda, yang karena malu dengan identitas nasional mereka, masih dengan bangga mengenakan pakaian imam pagan. Mereka ingin menjadi sama seperti manusia-manusia duniawi, di sekitar mereka.

Tuhan juga menegur semua orang yang masih membawa adat dan takhayul kafir ke dalam rumah Tuhan, dengan cara yang sama seperti para penyembah Dagon, menghormati takhayul konyol dan ofensif (1 Samuel 5 ayat 5). Mereka merasa sudah berbalik kepada Tuhan dengan cara-cara kafir dalam ibadah ritual dan ibadah karya sehari-hari mereka.

Selain menegur keluarga kerajaan, para imam, Tuhan juga menegur para pedagang dengan menyatakan bahwa semua pedagang ditebang.

Para pedagang, dan mereka yang memiliki uang, masih mengandalkan dan percaya pada kekayaan mereka. Tuhan menyatakan akan menebang mereka, yang walau pun sudah meninggalkan patung-patung berhala, tapi tenggelam dalam penyembahan berhala model baru, yaitu mengandalkan uang mereka, dan bukan mengandalkan Tuhan.

 

Apa Pesan Tuhan Bagi Kita Hari Ini?

Tuhan benci kemunafikan.

Menyatakan diri akan ikut dan mentaati Tuhan, tapi tingkah laku, atau gaya hidupnya, masih seperti orang duniawi dan tidak menunjukkan sebagai anak-anak Tuhan.

Tuhan membenci penyembah-penyembah berhala. Termasuk mereka yang berjanji setia kepada Tuhan, tetapi juga masih mengandalkan hal-hal lain di luar Tuhan.

Dalam Kolose 3 ayat 5 sampai 6, kita memahami bahwa Tuhan mau kita mematikan segala sesuatu yang duniawi di dalam diri kita, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, karena semua itu, sama dengan penyembahan berhala.

Semuanya itu mendatangkan murka Allah.

 

Tuhan membenci dan akan menghukum, orang-orang yang menyembah berhala model baru, yang menunjukkan bahwa hatinya mendua, yang menyatakan akan berbalik meninggalkan Tuhan, dan mencari Tuhan serta berjanji akan meminta petunjuk Tuhan, tapi masih melakukan dan mengandalkan hal-hal yang men dua kan Tuhan.

Seakan-akan Tuhan itu hanya ban cadangan.

Kemarahan Tuhan ini, bukan didasarkan pada kebencian-Nya pada kita, tetapi karena Kasih-Nya, yang tidak menginginkan seorang pun binasa.

Memang Tuhan benci perbuatan kita, Tuhan akan menghukum tubuh kita, tetapi Tuhan menyayangi roh kita.

 

Yang Harus Kita Aplikasikan Dalam Hidup Kita adalah sebagai berikut:

Mematikan hal-hal duniawi dalam daging kita dengan menyangkal diri dan memikul salib, agar kita tidak lagi melakukan bentuk baru dari penyembahan berhala, yaitu:


1.      Hal-hal yang cabul dan najis

 

2.      Segala bentuk nafsu kedagingan

 

3.      Keserakahan dan menumpuk kekayaan, karena lebih percaya kepada uangnya daripada kepada Tuhan.

 

Doa Hari Ini...

Tuhan Yesus, Tolong kami yang tidak berdaya ini, agar kami tetap berkenan di hadapan-mu. Kiranya Tuhan mengampuni dan memulihkan kami.

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita dan Kasih Karunia Tuhan Yesus Menyertai Kita.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...