Bacaan Firman Tuhan Hari ini dari kitab Daniel pasal 5 ayat 1 sampai dengan ayat 16, dengan tema “YANG MENGHINA, DIHINA,” menyaksikan perbuatan Tuhan sebagai berikut:
Orang zaman dulu sering menggunakan istilah "ayah" untuk
kakeknya. Menurut catatan sejarah, Nebukadnezar adalah kakeknya Belsyazar. Orang-orang
Yahudi di zaman Tuhan Yesus, menyebut diri mereka sebagai anak Abraham. Yesus
pun sering disebut sebagai anak Daud.
Hal ini mirip dengan suku Batak, yang sering mengatakan untuk yang
satu Oppung, bahkan untuk Oppungnya Oppung dengan istilah satu Bapak.
Piala-pialanya digunakan sebagai alat untuk minum di pesta. Sedangkan peralatan lain yang terdiri dari emas, perak, tembaga, besi, dan kayu, dipajang untuk mengagungkan dewa mereka yang terdiri dari emas dan perak, tembaga, besi kayu dan batu.
Hal ini merupakan tindakan penistaan terhadap Tuhannya orang Israel dan sekaligus mau mengagungkan dirinya.
Sementara pesta pora ini berlangsung, tentara Media dan Persia dengan pimpinannya Jenderal Gobryas, sedang berkemah di luar Babel. Jadi, bukan waktunya bagi Raja Babel untuk mabuk-mabukan.
Belsyazar yang angkuh ini tidak terlalu memperhatikan bahwa kerajaannya sedang di ambang kehancuran. Dia hidup di dunia pesta pora, pemanjaan diri, dan secara tidak sadar merupakan pelarian dan sublimasi. Dia melanggar norma-norma yang layak dilakukan oleh seorang raja.
Saat dalam pesta itu Belsyazar memuji dewa-dewa mereka, Tuhan tidak tinggal diam. Secara tidak langsung Tuhan membuat Belsyazar pesta sampai mabuk, dan Tuhan menggerakkan raja Media dan Persia untuk menyerang Babel. Hal ini sesuai janjinya kepada nabi-nabi seperti Yesaya dan Yeremia, bahwa musuh-musuh Israel akan Tuhan hukum.
Secara langsung, Tuhan turun tangan tepat di tengah pestanya Belsyazar dengan para pembesarnya. Tuhan memperlihatkan jari-jari tangan manusia menulis di dinding istana, dan Tuhan membuat Belsyazar di tengah kemabukannya. melihat punggung tangan yang sedang menulis itu.
Raja pun panik. Wajah raja menjadi pucat, dan sendi-sendinya berbenturan karena kegelisahannya yang sangat.
Raja memanggil para cendekiawannya. Dia menawarkan hadiah berupa kehormatan, kekuasaan dan kekayaan, kepada siapa saja yang bisa menafsirkan tulisan di dinding.
Para ahli jampi, orang Kasdim dan para ahli nujumnya, tidak ada yang sanggup membaca tulisan itu, apalagi menafsirkannya. Hal ini membuat Belsyazar semakin cemas dan pucat pasi.
Tuhan menggerakkan Ratu yang mungkin
adalah ibu suri, salah satu istri Nebukadnezar, yang sangat mengenal Daniel,
untuk mengingatkan bahwa ada seorang yang penuh dengan roh para dewa yang
sangat dihormati oleh Nebukadnezar. Ibu suri menyarankan agar mereka membawa
Daniel untuk menafsirkan tulisan tersebut.
Dipenuhi oleh roh para dewa merupakan
frasa dari “di dalam Daniel ada Roh Allah yang Kudus.” Ibu Suri menggambarkan
tiga sikap Daniel, yaitu spirit yang luar biasa, pengetahuan, dan akal budi.
Sikap Daniel ini menggambarkan kondisi mental dan ketajaman pikirannya.
Pada bacaan Firman Tuhan berikutnya, Daniel
tampil untuk menafsirkan tulisan di dinding disertai rincian tentang nubuatan
akan jatuhnya Kekaisaran Babilonia.
Apa Pesan Tuhan
Bagi Kita Hari Ini?
Kita belajar bahwa orang paling bijak di dunia ini, tidak memiliki jawaban yang berhubungan dengan wahyu Tuhan. Para pemimpin dunia yang arogan, tidak akan mencari jawaban dari Tuhan, sampai kebangkrutan mereka menjadi nyata.
Dalam bab 5 ini, Daniel untuk ketiga kalinya tampil untuk menunjukkan bahwa hikmat manusia tidak memadai dan tidak mampu memecahkan masalah kehidupan yang paling dalam dan paling mendesak. Hanya hikmat Tuhan, sebagaimana diungkapkan melalui hamba-hamba-Nya, para nabi, yang memiliki firman kehidupan, yang dengannya manusia dapat diselamatkan dan terhindar dari murka abadi Tuhan.
Bab ini juga mengingatkan kita akan adanya hari penghakiman yang akan datang, ketika Tuhan Yesus akan datang kembali untuk menghakimi orang-orang dan bangsa-bangsa yang telah menolak wahyu atau Injil-Nya, dan yang telah menolak untuk memuliakan Dia.
Ini merupakan pengingat akan kepastian dan kecepatan penghakiman Tuhan, dan kondisi orang berdosa yang tidak menyadari penghakiman atas mereka sudah dekat.
Bab ini bersaksi bahwa tangan Tuhan selalu hadir dalam sejarah manusia. Sebuah kenyataan akan hadirnya Tuhan di sepanjang sejarah, harus selalu diingat oleh orang Kristen masa kini. Sejarah adalah perwujudan dari tujuan Tuhan melalui manusia dan berbagai bangsa, apakah mereka percaya kepada-Nya atau tidak.
Penghakiman Tuhan yang dijatuhkan atas Belsyazar dan Babel, disebabkan karena kesombongan manusia. Kesombongan yang membuat raja-raja Babel, mulai dari Nebukadnezar sampai Belsyazar, tidak mau belajar dari kenyatan mengenai kebesaran Tuhannya Israel, dan tidak mau menghargai apa yang telah Tuhan lakukan selama pemerintahan mereka, dan tidak memberi Tuhan kemuliaan yang hanya Tuhannya Israel yang layak mendapatkannya.
Saat membaca dan menafsirkan tulisan di dinding istana itu, Daniel
menyingkapkan dosa kesombongan yang memberatkan hukuman atas Babel.
Apa Yang Harus
Kita Aplikasikan Dalam Hidup Kita?
1. Kita harus belajar dari kisah raja Belsyazar, yang menyalahgunakan perkakas atau peralatan dari Bait Allah untuk kepentingan arogansinya, akhirnya mendapat hukuman Tuhan. Bukan saja dia mati dibunuh, tetapi kerajaannya pun dihancurkan dan kekuasaannya lenyap dalam sekejap.
2. Sama seperti itu, Tuhan mengingatkan kita bahwa tubuh kita ini adalah Bait Allah. (Baca 1 Korintus 3 ayat 16 dan 17). Jika kita menyalahgunakan organ-organ tubuh itu untuk kesenangan pribadi atau keinginan daging kita, dan bukan untuk kita persembahkan untuk memuliakan Tuhan, sesuai Roma 12 ayat 1 dan 2, maka cepat atau lambat, kita akan menerima konsekuensi yang tidak jauh berbeda dari yang dialami raja Belsyazar.
3. Di saat krisis dalam bentuk apa pun, kita tidak boleh menggantungkan diri pada kemampuan manusia, karena manusia tidak bisa memberikan jaminan apa pun. Mazmur 118 ayat 8, mengingatkan bahwa “Lebih baik percaya kepada Tuhan Daripada menaruh kepercayaan pada manusia.
4. Dalam Efesus 1 ayat 17, Rasul Paulus mengingatkan kita untuk meminta kepada Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepada kita Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar, karena hanya Tuhanlah yang berkuasa untuk menghukum atau membebaskan.
5. Hanya dengan wahyu ilahi yang menyatakan makna kedaulatan Tuhan dalam sejarah, kita bisa memahami dan mengimani bahwa Tuhan adalah Tuhannya sejarah. Tuhan itu berdaulat atas sejarah dan masa depan kita masing-masing, keluarga kita, gereja kita, masyarakat kita, dan bahkan bangsa-bangsa di dunia. Karena Tuhan memiliki otoritas atas setiap bangsa di dunia. Semua bangsa yang tidak menyelaraskan diri dengan kebenaran TUHAN, pasti akan jatuh. Tulisan tangan ada di dindingnya bangsa mana pun, yang tidak mengindahkan siapa dan apa Tuhan itu.
6. Tuhan akan menghancurkan babel-babel masa kini dan Babel terakhir, seperti yang tercatat dalam kitab Wahyu 17 dan 18. Babel itu akan dihidupkan kembali.
Doa Hari Ini...
Tuhan Yesus, sadarkan kami akan
dosa kesombongan kami yang Tuhan benci, dan menghargai apa yang Tuhan beri
untuk kami pakai hanya untuk Kemuliaan Nama-Mu.
Amin.
Kiranya Tuhan
Menguatkan Kita dan Kasih Karunia Tuhan Yesus Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar