Firman Tuhan untuk renungan hari ini, diambil dari Yeremia 8, ayat 4 sampai dengan ayat 17,
Dengan tema:
Andalkan Hikmat Yang Dari Tuhan!
Apa
yang kita baca dari Firman Tuhan hari ini?
Dari
Yeremia 8 ayat 4 sampai ayat 7 kita baca sebagai berikut:
Engkau
harus mengatakan kepada mereka: "Beginilah firman TUHAN: Apabila orang
jatuh, masakan ia tidak bangun kembali? Apabila orang berpaling, masakan ia tidak kembali? Mengapakah bangsa ini
berpaling, berpaling terus-menerus? Mereka berpegang pada tipu, mereka menolak untuk kembali. Aku telah memperhatikan dan
mendengarkan: mereka tidak berkata dengan jujur! Tidak ada yang
menyesal karena kejahatannya dengan mengatakan: Apakah yang
telah kulakukan ini! Sambil berlari semua mereka berpaling, seperti kuda yang menceburkan diri ke dalam pertempuran. Bahkan
burung ranggung di udara mengetahui musimnya, burung tekukur, burung layang-layang
dan burung bangau berpegang pada waktu kembalinya, tetapi umat-Ku tidak
mengetahui hukum TUHAN.
Apa
isi pesan dan tujuan Tuhan, melalui Firman-Nya?
Melalui
nabi-Nya, Yeremia, Tuhan mengungkapkan suatu peristiwa yang menakjubkan.
Ketika
seseorang jatuh, dia akan bangkit lagi. Bahkan, bayi yang baru belajar
berjalan, ketika dia jatuh, dia akan mencoba untuk bangkit kembali.
Seseorang
yang memalingkan muka, jika dipanggil, apalagi ditegur, pasti akan memalingkan
muka.
Tetapi
Yehuda, yang telah diperingatkan oleh Tuhan, berkali-kali, tetap tidak
bertobat, bahkan mereka, semakin mengeraskan hatinya, dan bertekad untuk
menempuh jalannya sendiri, seperti kecepatan seekor kuda, yang bergegas ke
medan perang.
Faktanya,
mereka telah terperangkap dalam kemerosotan spiritual yang konstan.
Sungguh
menakjubkan bahwa burung bangau, tekukur, burung layang-layang, dan burung
pipit semuanya memahami musim dalam setahun, dan tahu, bagaimana mereka harus
menanggapinya.
Betapa
bodohnya umat Tuhan. Mereka tidak menyadari bahwa, penghakiman Tuhan sudah
dekat. Mereka lebih buruk daripada burung, yang hanya mengandalkan nalurinya,
untuk bertahan hidup.
Untuk
menggambarkan hal ini, Spurgeon, dalam khotbahnya yang berjudul, Migratory
Birds, menyatakan empat poin berikut:
Burung
yang bermigrasi tahu kapan harus datang dan pergi.
Burung
yang bermigrasi tahu ke mana harus pergi.
Burung
yang bermigrasi, dengan insting yang aneh, juga tahu jalan yang harus ditempuh.
Burung
yang bermigrasi menunjukkan kebijaksanaan mereka dengan benar-benar pergi ke
tanah yang cerah.
Sebuah
kebenaran, kita lihat di sini. Jika semua ciptaan Tuhan tunduk pada hukum alam
yang telah Tuhan pasang di alam semesta, tetapi manusia, sebagai ciptaan Tuhan
yang tertinggi, dengan kecerdasan yang luar biasa, dan dengan kehendak bebasnya,
justru memilih apa yang mereka inginkan, dan bukan apa yang Tuhan inginkan.
Sebagai
ciptaan Tuhan, manusia telah membangun kebenarannya sendiri.
Dari
Yeremia 8 ayat 8 sampai ayat 9 kita baca sebagai berikut:
Bagaimanakah
kamu berani berkata: Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat TUHAN? Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi
bohong. Orang-orang bijaksana akan menjadi malu, akan terkejut dan tertangkap. Sesungguhnya, mereka telah menolak firman TUHAN, maka kebijaksanaan apakah yang masih ada pada mereka?
Apa
isi pesan dan tujuan Tuhan, melalui Firman-Nya?
Dalam
keadaan terpuruk, dalam banyak aspek kehidupan, terutama dalam kehidupan
spiritual, orang-orang Yehuda ini semakin menipu diri mereka sendiri, sehingga
mereka benar-benar percaya bahwa mereka bijaksana, dan merasa, bahwa mereka telah
berjalan sesuai dengan hukum Tuhan.
Dengan
istilah pena palsu dari ahli Taurat, Tuhan mengingatkan bahwa, tidak semua
orang yang mempelajari dan mengajarkan firman Tuhan, melakukannya dengan jujur.
Ada beberapa hamba Tuhan, yang menggunakan pena mereka, untuk menawarkan kepalsuan,
bukan kebenaran.
Meskipun
mereka mengklaim memiliki hikmat dan kebenaran Alkitab, mereka tidak memiliki
keduanya. Dengan menolak firman Tuhan, mereka menolak hikmat. Mereka tidak
memilikinya.
Yakobus
3 ayat 15, mengingatkan, bahwa hikmat seperti itu, bukanlah hikmat yang datang
dari atas, tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dan dari setan.
Dari
Yeremia 8, ayat 10 sampai ayat 13, kita baca sebagai berikut:
Sebab
itu Aku akan memberikan isteri-isteri mereka kepada orang lain, ladang-ladang
mereka kepada penjajah. Sesungguhnya, dari yang kecil sampai yang besar,
semuanya mengejar untung; baik nabi maupun imam, semuanya melakukan tipu.
Mereka
mengobati luka puteri umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai
sejahtera! Damai sejahtera, tetapi tidak ada damai sejahtera.
Seharusnya
mereka merasa malu, sebab mereka melakukan kejijikan; tetapi mereka sama
sekali tidak merasa malu dan tidak kenal noda mereka. Sebab itu mereka akan
rebah di antara orang-orang yang rebah, mereka akan tersandung jatuh pada waktu
mereka dihukum, firman TUHAN.
Aku
mau memungut hasil mereka, demikianlah firman TUHAN, tetapi tidak ada buah
anggur pada pohon anggur, tidak ada buah ara pada pohon ara, dan daun-daunan sudah layu; sebab itu Aku akan menetapkan bagi mereka orang-orang yang akan
melindas mereka."
Apa
isi pesan dan tujuan Tuhan, melalui Firman-Nya?
Karena
umat Tuhan tidak berpegang teguh pada firman Tuhan, maka Tuhan akan mengambil
apa yang paling disukai atau dicintai orang Yehuda, dan memberikannya kepada
orang lain.
Tindakan
mereka sudah menyimpang terlalu jauh.
Para
nabi mereka, bahkan para imam mereka, semuanya melakukan hal-hal yang bejat. Di
sini nabi Yeremia mengulangi kata-katanya dalam Yeremia 6 ayat 13 hingga ayat
15, di mana, korupsi yang mementingkan diri sendiri telah begitu mempengaruhi
kehidupan di Yehuda, sehingga dapat dikatakan bahwa setiap orang melakukan
penipuan, tanpa rasa malu.
Pengulangan
peringatan akan perbuatan buruk ini, dilakukan oleh Yeremia dengan sengaja,
karena Yehuda perlu mendengar pesan ini berulang-ulang.
Mereka
akan menerima akibatnya, yaitu dicampakkan oleh Tuhan, seperti orang yang
jatuh, tertimpa tangga pula.
Di
sini kita belajar bahwa, perbuatan munafik, seperti mengajarkan kejujuran,
tetapi melakukan korupsi, mengucapkan perdamaian, tetapi hanya di bibir, pasti
akan selalu mengalami kekurangan, dan tidak akan mengalami kedamaian.
Dari
Yeremia 8, ayat 14, kita baca sebagai berikut:
Mengapakah
kita duduk-duduk saja? Berkumpullah dan marilah kita pergi ke kota-kota yang berkubu dan binasa di sana! Sebab TUHAN, A llah kita,
membinasakan kita, memberi kita minum racun, sebab kita telah berdosa kepada TUHAN.
Apa
isi pesan dan tujuan Tuhan, melalui Firman-Nya?
Ketika
hukuman Tuhan datang kemudian, yaitu ketika Tuhan mengirim Babel untuk
menghancurkan Yerusalem, nabi Yeremia membayangkan, bagaimana umat Tuhan akan
melarikan diri ke kota-kota berbenteng dalam keadaan ketakutan, karena mereka
tahu bahwa mereka telah mengabaikan peringatan dan ajakan Tuhan untuk bertobat.
Mereka
merasa bahwa, Tuhan A llah mereka, telah memberi mereka racun untuk diminum,
sebagai akibat dari dosa mereka terhadap Tuhan.
Jika,
ketika bencana datang, kemudian kita menyadari bahwa itu ada hubungannya dengan
dosa-dosa kita, itu sudah terlambat untuk bertobat.
Sayangnya,
tidak ada obat untuk penyesalan, karena pada saat itu, semuanya sudah
terlambat. Hukuman Tuhan telah dijatuhkan.
Dari
Yeremia 8 ayat 15 sampai ayat 17, kita baca sebagai berikut:
Kita
mengharapkan damai, tetapi tidak datang sesuatu yang baik, mengharapkan
waktu kesembuhan, tetapi yang ada hanya kengerian!
"Dengus
kuda musuh terdengar dari Dan; karena bunyi ringkik kuda jantan mereka gemetarlah seluruh negeri. Mereka datang dan memakan habis negeri dengan isinya, kota dengan penduduknya.
Lihatlah,
Aku melepaskan ke antaramu ular-ular beludak, yang tidak dapat dimanterai, yang akan memagut kamu, demikianlah firman TUHAN."
Apa
isi pesan dan tujuan Tuhan, melalui Firman-Nya?
Dalam
nubuatnya, Yeremia menggambarkan bahwa, orang Yehuda, yang mendengar dan
percaya ucapan para nabi palsu, tentang pesan perdamaian, akan menyadari bahwa,
mereka telah tertipu, karena bukan perdamaian yang hadir, tetapi bencana. Baca
Yeremia 8 ayat 11.
Para
penyerbu Babilonia, akan datang dengan kuda dan tentara yang begitu besar
sehingga seluruh negeri akan gemetar.
Mereka
yang percaya omongan nabi dan imam palsu, bahwa mereka akan dapat menghindari
penghakiman yang akan datang, akan kecewa, karena selain diserang dari luar,
mereka juga akan bertemu ular, yang tidak dapat diusir dengan mantra sihir, dan
yang racunnya tidak bisa disembuhkan.
Bagi
kita yang telah diperingatkan oleh Tuhan berulang kali, tetapi tidak mau
bertobat, dan kembali kepada Tuhan, akan mengalami hukuman Tuhan.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan Dalam Kehidupan Kita?
Jika kita merasa ditegur atau
diperingatkan oleh Tuhan, ketika kita mendengar Firman Tuhan, kita harus
merendahkan diri, dan mengingat apa yang dikatakan Amsal 3 ayat 7, yaitu, tidak
menganggap diri kita ini bijak, melainkan takut akan TUHAN, dan berusaha
menjauhi kejahatan.
Kita harus menyadari bahwa di
sekitar kita, banyak sekali orang-orang yang akan menyesatkan kita, baik pengkhotbah
dari kalangan non-Kristen, maupun dari kalangan umat Kristiani sendiri.
Kita harus berhati-hati
dengan khotbah yang bisa membuai kita, dengan khotbah yang menyenangkan, misalnya,
teologi kemakmuran, agama yang ini, adalah agama yang sempurna dan benar, atau
tentang Tuhan itu Maha Pengasih dan Penyayang, tanpa diimbangi dengan
pemberitaan, bahwa Tuhan itu, juga Maha Adil.
Doa Hari Ini...
Tuhan Yesus, berilah aku kepekaan untuk
mendengarkan suara-Mu, serta ketaatan untuk melakukan perintah-Mu, sesuai dengan
isi hati-Mu.
Terimalah pertobatan kami, agar kehadiran
kami sebagai umat-Mu, sebagai sebuah persekutuan, menjadi berkat bagi sesama.
Amin.
Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih
Karunia Tuhan Yesus Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar