Berdoa Ke Atas, Bersaksi Ke Luar!!!
Ini adalah tema dari bacaan Firman Tuhan
untuk renungan hari ini, yang diambil dari Kolose 4 ayat 2 sampai dengan ayat 6.
Dari pembacaan Firman Tuhan hari ini,
kita belajar dan memahami beberapa pesan Tuhan untuk kita.
Dalam
suratnya, Rasul Paulus meminta jemaat Kolose untuk bertekun, dan
bersungguh-sungguh dalam berdoa, sambil berjaga-jaga dengan mengucap syukur
kepada Tuhan.
Dan
juga mendoakan Rasul Paulus dan para Penginjil di mana pun berada, agar Tuhan
membukakan pintu bagi pemberitaan Injil Tuhan, khususnya dalam memberitakan misteri,
yaitu rahasia Kristus.
Selain
itu, agar Paulus bisa mewujudkannya, sebagaimana mestinya, meskipun demi
pemberitaan Injil itu, Paulus telah dan sedang di penjara.
Kata
yang Rasul Paulus pakai untuk bertekun di sini, sama seperti pohon yang berakar
ke dalam tanah, dan menjadi kuat. Kata ini menyiratkan kegigihan dan semangat
kita, dalam doa.
Doa
yang sungguh-sungguh seperti ini penting, tetapi tidak mudah.
Bersungguh-sungguh dalam berdoa berbicara tentang upaya besar yang terus
diterapkan.
Doa
itu ibarat senjata, berupa ratusan, ribuan atau jutaan tangan, yang
mengelilingi takhta Tuhan, ditemani ratusan, ribuan atau jutaan mata, yang
melihat dan menunggu janji Tuhan digenapi.
Diminta
berjaga-jaga dalam doa, disertai ucapan syukur, artinya kita tidak melakukannya
sebagai sesuatu yang rutin, tetapi secara sadar, untuk melihat hal-hal besar
yang akan Tuhan lakukan.
Dalam
Markus 11 ayat 24 dikatakan bahwa “apa saja yang kita minta dan doakan, kita
harus percaya, bahwa kita telah menerimanya, meskipun pada kenyataannya belum
kita terima, dan masih akan Tuhan berikan kepada kita.”
Seperti
yang Tuhan Yesus katakan dalam Yohanes 20 ayat 29, kita dikatakan sebagai orang
yang bahagia, jika kita belum melihat jawaban Tuhan, tetapi percaya bahwa Tuhan
telah memberikannya, dan kita seolah-olah telah menerimanya.
Oleh
karena itu kita berdoa dengan ucapan syukur, percaya bahwa kita telah menerima,
atas sesuatu yang baru akan kita terima.
Ketika
jemaat diminta untuk berdoa bagi pelayanan Paulus, Paulus tidak meminta mereka berdoa
untuk kebutuhan pribadi Paulus, tetapi agar Tuhan membuka pintu untuk
pemberitaan Injil.
Meskipun
Paulus dipenjarakan, doa-doa jemaat telah menyebabkan Injil terus menyebar, dan
sampai ke ujung bumi.
Inilah
kekuatan doa kristen yang tulus, dan yang bertekun dalam doa, disertai ucapan
syukur.
Rasul Paulus lebih lanjut meminta agar
jemaat Kolose, hidup bijaksana dan penuh hikmat dalam berurusan dengan
non-Kristen di luar, dan memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya.
Selain berdoa, di sini, kita juga diminta
untuk menjalani kehidupan yang praktis, dan berurusan dengan non-Kristen yang
berada di luar, dengan penuh hikmat.
Kata-kata jemaat harus selalu diucapkan
dengan kasih. Kata-kata harus bernilai tinggi, seolah-olah dibumbui agar tidak
hambar. Dengan demikian, jemaat akan mampu menjawab semua keraguan atau
keberatan orang luar, yang non-Kristen.
Cara kita berbicara berkaitan erat dengan
penerimaan Injil oleh non-Kristen. Jadi kita harus membiarkan ucapan kita
selalu anggun. Kata-kata kita harus sesuai dengan cara hidup kita yang anggun,
agar dapat menampilkan keunggulan manusia.
Kata-kata kita harus selalu penuh dengan
pesona keanggunan, dibumbui dengan garam kecerdasan, agar jawaban kita tidak
hambar, dan ditolak orang, tetapi mampu menjawab dengan baik setiap pertanyaan
keraguan dan sanggahan yang muncul.
Oleh karena itu, kita harus berusaha
untuk mengembangkan teknik berbicara yang baik dan menyenangkan, penuh
kebijaksanaan, sehingga kita dapat berbicara dengan benar kepada setiap
individu, yang tidak memahami rahasia Injil.
Kolose 4 ayat 2 sampai 6 ini, mau menunjukkan
bahwa, Allah memperhatikan kehidupan doa pribadi kita, dan interaksi kita dengan
dunia luar.
Dia peduli dengan waktu teduh kita bersama
Tuhan, dan kesaksian kita kepada dunia luar, dan Tuhan ingin kita peduli akan
kedua-duanya.
Apa Yang Harus Kita Aplikasikan Dalam
Hidup Kita?
1. Bersungguh-sunguh dan tekun dalam doa,
terutama untuk pemberitaan Injil di dunia.
2. Berdoalah dengan sadar dan penuh syukur,
tidak secara rutin, agar kita tidak melakukannya secara otomatis oleh alam
bawah sadar kita.
3.
Berdoa untuk para penginjil
yang sedang dan akan bekerja di ladang Tuhan.
4.
Bersaksi dengan kata-kata
bijak dan kasih. Kata-kata ini harus sesuai dengan sikap kehidupan kita
sehari-hari.
5.
Jalani hidup yang penuh
dengan kebijaksanaan, agar menjadi saksi hidup bagi orang-orang di luar.
6.
Kata-kata kita harus anggun, mampu
menampilkan kasih karunia Injil.
7.
Kita harus tahu dan mampu menjawab
keraguan dan keberatan dari mereka yang non-kristen di luaran sana.
Doa Hari Ini...
Tuhan Yesus, teguhkan hati kami, agar
kami terus mampu bertekun dalam doa, dan hidup seturut dengan kehendak-Mu.
Tuntun kami dengan hikmat dari-Mu, agar
hidup kami menjadi suatu kesaksian yang hidup, dan memuliakan nama-Mu.
Amin.
Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih
Karunia Tuhan Yesus Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar