Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:
Bodoh, Kalau Sampai Terpikat Ajaran Agama
Lain.
Firman
Tuhan, yang kita baca hari ini, dari Yeremia 10 ayat 1 dan ayat 7, yang
berbunyi sebagai berikut:
Dengarlah
firman yang disampaikan TUHAN kepadamu, hai kaum Israel!
Beginilah
firman TUHAN: "Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah
bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di
langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya.
Sebab
yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu
yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh
tangan tukang kayu?
Orang
memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan
paku dan palu, supaya jangan goyang.
Berhala
itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun, tidak dapat berbicara; orang
harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut
kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat
baikpun tidak dapat."
Tidak
ada yang sama seperti Engkau, ya TUHAN! Engkau besar dan
nama-Mu besar oleh keperkasaan.
Siapakah
yang tidak takut kepada-Mu, ya Raja bangsa-bangsa? Sungguh,
kepada-Mulah seharusnya sikap yang demikian; sebab di antara semua orang
bijaksana dari bangsa-bangsa dan di antara raja-raja mereka tidak ada yang sama
seperti Engkau!
Apa
pesan Tuhan, dan apa tujuan-Nya, lewat Firman-Nya, Hari ini?
Di
akhir Yeremia pasal 9, Tuhan menunjukkan bahwa umat-Nya, hidup sama seperti bangsa-bangsa
kafir yang tidak mengenal Tuhan, dengan perilakunya yang jahat.
Firman
hari ini, merupakan permintaan Yeremia, agar bangsa Israel tidak memperlajari
agama bangsa-bangsa lain, yang tidak mengenal Tuhan, dan mengikuti kebiasaan
bodoh mereka.
Yeremia
menyadari, alasan mengapa mereka tertarik dengan agama lain.
Agama
lain itu, memiliki daya tarik visual yang mengesankan, seperti ketakjuban
mereka akan tanda-tanda di langit, atau keajaiban alam, lebih dari ketakjuban
mereka, kepada Pencipta langit dan bumi itu sendiri.
Melalui
penggunaan astrologi, orang-orang kuno sering melihat tanda-tanda dan
peringatan dari langit, melihat hal-hal yang menakutkan dari tanda-tanda
surgawi.
Tanda-tanda
langit tersebut, dimaksudkan sebagai fenomena luar biasa seperti gerhana, komet,
dan meteor, yang seharusnya menandakan peristiwa luar biasa.
Karena
kebiasaan seperti itu sia-sia belaka.
Dalam
ayat 2, tersirat adanya kemungkinan akan ketertarikan dari Umat Tuhan, pada
godaan untuk mengikuti agama mayoritas.
Yeremia
menggambarkan kebiasaan kafir menebang pohon, meletakkannya di tempat khusus,
mendekorasinya dengan emas dan perak, dan menyembahnya.
Umat
Tuhan dingatkan agar tidak takut kepada berhala seperti itu, apalagi
menghormatinya, karena itu hanyalah berhala pagan.
Berhala
seperti itu, tidak bisa melakukan apa-apa.
Jangankan
melakukan kebaikan, melakukan kejahatan saja pun, tidak bisa. Untuk pindah
tempat pun, harus digotong orang. Itu sebabnya, Yeremia mengolok-olok umat
Tuhan, yang meniru penyembahan berhala bangsa-bangsa sekitarnya.
Betapa
bodohnya menyembah berhala sebagai benda mati itu.
Artinya,
instruksi yang diterima dari berhala itu, tidak lebih berharga dari pada
berhala itu sendiri, yang hanya sepotong kayu.
Betapa
kontras nya, jika membandingkan Tuhan dengan berhala-berhala bangsa-bangsa lain
itu. Patung berhala itu, adalah buatan tangan manusia, Sedangkan Tuhan, adalah
Pencipta dari pemilik tangan-tangan, yang membuat patung berhala itu.
Dewa-dewa
bangsa-bangsa lain, bukanlah apa-apa, jika dibandingkan den A llah Israel.
Ini
hanyalah sebuah proyeksi dari imajinasi manusia yang rusak. Yahweh, A llah
perjanjian Israel, adalah A llah yang hidup dan hadir, mau campur tangan atas
permasalahan manusia, tapi juga yang membawa penghakiman.
Atas
murka-Nya bumi akan gemetar, dan bangsa-bangsa, tidak akan mampu menahan
murka-Nya.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan Dalam Kehidupan Kita?
Dengan adanya, Perjanjian
Lama dan Perjanjian Baru, kita dapat melihat benang merah dari rencana
Penebusan Allah, bagi kita, orang-orang berdosa ini.
Dengan memahami hal ini,
tidak mungkin kita tertarik dengan ajaran agama lain, meskipun pengikutnya
adalah mayoritas, karena tidak ada rencana penebusan dari Tuhan, di dalamnya.
Tanpa rencana penebusan
Tuhan, tidak ada manusia yang bisa masuk ke dalam Kerajaan Surga.
Oleh karena itu, jika ada
orang Kristen yang murtad, dan meninggalkan Yesus, yang adalah tokoh pelaksana
rencana penebusan Tuhan itu, pastilah, karena mereka tertarik pada cara-cara
ibadah, yang terlihat menarik secara lahiriah, tetapi tidak mengenal Tuhan secara
intim.
Namun,
kita juga harus mewaspadai praktik penyembahan berhala, secara tidak langsung,
yaitu jika kita mengidolakan pohon Natal, saat merayakan Natal.
Sebagai
orang dewasa, mungkin kita memahami bahwa pohon natal ini, hanyalah simbol
keceriaan natal. Namun, anak-anak, boleh jadi mengidolakannya. Oleh karena itu,
kita harus mengajari anak-anak kita, bahwa pohon natal bukanlah untuk
diidolakan, karena kata idol, juga berarti berhala.
Doa Hari Ini...
Allah Bapa, Engkau begitu mulia dan
penyayang. Engkau menciptakan semuanya, baik. Namun, Engkau masih memilih untuk
menebus kami, dan menjadikan kami, harta kesayangan-Mu.
Tidak ada yang dapat kami lakukan untuk
mendapatkan rahmat-Mu ini, di dalam Kristus, tanpa Tuhan memberikannya kepada kami,
dengan cara yang terlalu besar untuk kami pahami sepenuhnya.
Namun hati kami yang sarat dosa,
terkadang membawa kami, menjauh dari-Mu, ke hal-hal lain di luar Tuhan.
Terkadang kami melakukannya
secara halus, dan terkadang dengan sengaja.
Di dunia kafir, penuh penyembah berhala
ini, dagingku yang lemah, dan musuh yang licik, dapat memikat hati kami, untuk
tertarik pada aspek ciptaan-Mu, alih-alih mencintai dan menghormati-Mu, sebagai
Sang Pencipta.
Janganlah biarkan kami memuja benda-benda
dari kayu, atau batu, atau logam, yang jelas-jelas tidak dapat berbicara, atau
menyembuhkan, atau merasakan, atau memahami, apalagi menyelamatkan kami.
Karena dosa-dosa kami, seringkali
membutakan mata hati kita, terhadap realitas rohani, dan membuat kita bodoh.
Tuhan, Engkau tahu bahwa, bahkan di
hari-hari terbaik kami, kami dapat berdosa terhadap-Mu.
Dari kekecewaan kami, arahkan
mata hati kami, terus-menerus kepada rahmat, yang Engkau curahkan di kayu
salib.
Semoga salib-Mu menghilangkan semua rasa
malu kami, dan membebaskan kami, untuk menyembah-Mu, dengan mendekat dalam
pertobatan penuh sukacita, dan sepenuhnya berharap pada pemulihan indah, yang
Engkau bawa dalam Kristus Yesus.
Lebih dari segalanya, ikat hatiku yang
suka mengembara ini, kepada-Mu, dalam penyembahan yang penuh sukacita,
mengetahui bahwa untuk alasan inilah, Engkau telah menciptakan kami.
Kami berdoa untuk semua hal
ini, dalam nama Tuhan Yesus yang mulia.
Amin
Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih
Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar