Langsung ke konten utama

Hak Istimewa, Bisa Masuk Sorga - SBU GPIB - 2 Tesalonika 1: 10-11

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

 

adalah:

 

 

Hak Istimewa, Bisa Masuk Sorga.

 

 

Firman Tuhan, yang kita baca hari ini, dari 2 Tesalonika 1, ayat 11 sampai ayat 12, yang berbunyi sebagai berikut:

 

Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya, dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik, dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu,

 

sehingga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu, dan kamu di dalam Dia, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus.

 

 

Pesan Tuhan dari 2 Tesalonika 1, ayat 11 sampai ayat 12, adalah sebagai berikut:

 

Dalam renungan SBU GPIB, sebelumnya, telah diceritakan bagaimana orang-orang Kristen di Tesalonika mengalami penganiayaan dan penindasan.

 

Bagi umat Kristiani Tesalonika, yang sedang mengalami berbagai kesulitan, mereka membutuhkan dukungan doa, dari saudara seiman lainnya.

 

Dalam surat ini, Paulus meyakinkan jemaat Tesalonika bahwa mereka tidak sendirian. Rasul Paulus dan rekan-rekannya selalu mendoakan mereka.

 

Isi doanya adalah, Tuhan akan memberikan panggilan tertinggi kepada orang Kristen Tesalonika, berupa kelayakan untuk menjadi umat-Nya, sebagai warga Kerajaan Allah. Ini adalah hak istimewa.

 

Kita tahu bahwa tidak ada seorang pun yang layak untuk menghadap Allah, kecuali Allah membuatnya layak.

 

Ketika Allah memanggil kita, itu berarti bahwa Allah telah menjadikan kita layak di mata-Nya.

 

Tujuan akhir dari panggilan itu adalah agar Allah dimuliakan, melalui orang-orang Kristen yang taat, yang dapat bertahan sampai akhir, sebelum kedatangan Yesus Kristus.

 

Seperti yang Tuhan Yesus sendiri katakan dalam Matius 10 ayat 22:

 

Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

 

Oleh karena itu, Rasul Paulus berdoa dengan sungguh-sungguh, agar jemaat Tesalonika dapat dianggap layak, karena panggilan dari Allah ini.

Dia juga menunjukkan bagaimana memenuhi panggilan ini, yaitu:

 

Kita hidup layak akan panggilan-Nya, ketika kita menikmati kebaikan Tuhan, dan menjalani kehidupan yang dipengaruhi oleh kebaikan-Nya, dan menularkan kebaikan-Nya, kepada orang lain.

 

Kita hidup layak akan panggilan-Nya, ketika kita memenuhi pekerjaan iman kita dengan kuasa, percaya kepada Yesus, dan melihat dengan iman pekerjaan-Nya dilakukan di sekitar kita.

 

Kita hidup layak akan panggilan-Nya, ketika nama Tuhan kita Yesus Kristus dimuliakan di dalam kita. Harus dipahami bahwa ini berarti lebih dari sekedar nama Tuhan kita Yesus, tetapi juga sebagai representasi dari karakter Yesus, di dunia.

 

Kita hidup layak akan panggilan-Nya, ketika kita dimuliakan di dalam Dia, ketika Dia sendiri adalah sumber kemuliaan dan pemuliaan kita, dan siapa diri kita di dalam Yesus, lebih penting daripada siapa diri kita sebenarnya.

 

Dan kehidupan kita yang dijadikan layak, sesuai dengan panggilan-Nya, hanya dapat terjadi menurut kasih karunia Tuhan.

 

Itu terjadi karena kuasa, perkenanan, dan penerimaan Tuhan, bekerja di dalam kita, bergerak di sepanjang kehendak kita, dan kerja sama kita.

 

Jika kita cermati surat Rasul Paulus ini, kita akan melihat polanya, yang mengikuti pola Doa Bapa Kami yang diajarkan oleh Tuhan Yesus, yaitu memuji dan memuliakan Tuhan terlebih dahulu, sebelum berdoa untuk kebutuhan jemaat Tesalonika.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

Pada dasarnya kita tidak layak, atau pantas, untuk menerima pengampunan Kristus. Seperti yang dikatakan dalam Yesaya 64 ayat 6, kita semua seperti orang yang najis, dan semua kesalehan atau perbuatan baik kita, dinilai seperti kain kotor. Kita semua layu seperti daun, dan kita binasa oleh kejahatan kita, seperti daun tertiup angin.

 

Karena itu, ketika kita menerima panggilan Tuhan, jangan pernah menolaknya. Karena itu artinya, kita dikualifikasi oleh Tuhan, sebagai layak untuk menjadi umat-Nya, dan juga untuk hidup bersama-Nya, baik di dunia sekarang ini, maupun di Surga, kelak.

 

Itu sebabnya, Efesus 2 ayat 8, mengatakan bahwa, hanya karena kasih karunia, kita diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil dari usaha kita, atau upah kita, tetapi, hanyalah pemberian Tuhan. Itu bukan pekerjaan kita. Jangan sampai ada orang yang memegahkan diri.

 

Tidak seperti ajaran lain, orang Kristen melakukan perbuatan baik, atau yang dikenal sebagai pahala, bukan untuk mendapatkan keselamatan, karena keselamatan telah diberikan kepada kita sebagai hadiah, tetapi, kita melakukan perbuatan baik, untuk membalas kebaikan Tuhan, yang telah memindahkan kita dari kematian ke kematian. kehidupan abadi di Surga.

 

Panggilan itu berlaku buat semua orang, segala suku, segala bangsa, dan segala abad. Tetapi, hanya, yang mau percaya akan panggilan itu, dan menerimanya, yang akan layak mendapatkan hak istimewa, masuk Sorga.

 

Kita memenuhi panggilan Tuhan Yesus, dan memuliakan nama-Nya, yaitu dengan:

 

Pertama. Kita hidup dengan cinta kasih yang tulus.

 

Ini berarti, kita memperlakukan orang lain, dengan nilai dan rasa hormat, bahkan ketika mereka tidak melakukan hal yang sama kepada kita. Salah satu ciri orang percaya sejati, adalah hidup yang bercirikan kasih.

 

Rasul Yohanes memberitahu kita bahwa, orang Kristen mengasihi orang lain, karena kita telah mengalami kasih Kristus untuk kita terlebih dahulu.

 

Itu berarti memilih, untuk melihat yang terbaik pada diri orang lain, daripada terpaku pada apa yang kita anggap sebagai kekurangan mereka.

 

Itu berarti, mencoba memaafkan pelanggaran, daripada terus-menerus memendam dan mengingat-ingat luka lama.

 

Ini berarti memberikan pandangan positif terhadap orang lain, dengan mencoba mengasumsikan motif terbaik dalam diri mereka, bukan yang terburuk.

 

Kedua. Jalani Hidup Dengan Iman yang Tak Tergoyahkan.

 

Jika orang lain menghabiskan energi dan waktunya, untuk mengkhawatirkan hal-hal kecil, kita sebagai orang Kristen, harus menjadi orang yang dapat menghadapi situasi terburuk dalam hidup, mengetahui bahwa Tuhan masih memegang kendali.

 

Kita tidak akan mudah putus asa, karena kita bersandar pada kebenaran, bahwa Tuhan mempunyai rencana yang indah untuk kita.

 

Orang-orang yang hidup dengan iman seperti ini, memiliki kedamaian, dan kesabaran, yang menyegarkan dunia di sekitar kita, dan yang akan memuliakan Tuhan kita.

 

Ketiga. Hidup Dengan Disiplin Diri yang Tinggi.

 

Langkah pertama dari Injil adalah, mengakui bahwa kita adalah orang berdosa yang membutuhkan Juruselamat.

 

Tapi itu tidak cukup. Mengakui dosa-dosa kita, tidak melakukan apa-apa, sama sekali tidak menghormati Tuhan.

 

Orang percaya sejati, berupaya untuk menghentikan dosa, ketika mereka melihatnya dalam kehidupan mereka sendiri, bukan dalam kehidupan orang lain.

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

 

Buka hati kami, untuk memahami betapa berharganya kami di hadapan-Mu,

dan betapa kami Engkau cintai.

 

Bukalah mata jiwa kami,

untuk melihat hadiah yang telah Engkau berikan kepada kami hari ini.

Beri aku rahmat untuk mengenali Engkau lebih intim.

Ajari aku untuk menanggapi dengan rasa syukur, dan terus bertumbuh dalam rasa syukur.

Ajari aku untuk bermurah hati, sebagaimana Engkau telah bermurah hati kepadaku,

dan bekerjasama dengan-Mu dalam melayani orang lain,

untuk kemuliaan-Mu yang lebih besar.

 

Saat ini kami mengungkapkan rasa terima kasih kami kepada-Mu dalam doa, semoga itu menyenangkan hati-Mu.

 

Terima kasih, Tuhan, atas kasih-Mu, karena itu memberi kami merasa diterima secara signifikan.

Terima kasih, Tuhan, atas kebenaran-Mu, karena itu memberi kami bimbingan dan arahan.

Terima kasih, Tuhan, atas belas kasihan-Mu, karena ini memberi kami bantuan dan kenyamanan.

Terima kasih, Tuhan, atas kesetiaan-Mu, karena ini memberi kami kestabilitan dan kekuatan.

Terima kasih, Tuhan, atas keindahan-Mu yang ditampilkan di bumi, karena ini memberi kami kegembiraan dan sukacita.

Terima kasih, Tuhan, atas karya penebusan-Mu, karena itu memberi kami keselamatan dan hidup baru.

 

Dalam nama Yesus, kami telah berdoa.

 

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...