Langsung ke konten utama

Karakter Yesus, Bagi Umat Allah - Kolose 3: 12-17

 

Karakter Yesus, bagi Umat Tuhan!!!

 

Ini adalah tema dari bacaan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, yang diambil dari Kolose 3 ayat 12 sampai dengan ayat 17.

 

Dari bacaan Firman Tuhan hari ini, kita belajar beberapa hal.

 

 

 

Setelah kita dibaptis melalui karya penebusan Tuhan, yaitu melalui kematian dan kebangkitan Kristus, kita dijadikan baru oleh Tuhan.

 

 

Sebagai manusia baru, kita adalah orang-orang pilihan Tuhan,  yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, untuk satu tujuan suci di dunia ini.

 

 

Tuhan telah memilih orang-orang Kristen, untuk menjadi sesuatu yang istimewa, di dalam rencana penebusan-Nya.

 

 

Untuk itu, Rasul Paulus menuliskan:

 

Sebagai orang-orang pilihan Tuhan yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. 

 

 

 

 

Sikap hidup baru ini, yaitu belas kasihan, murah hati, rendah hati yang disertai kelemah lembutan dan kesabaran, adalah karakter Kristus.

 

 

Tuhan mau, agar karakter ini terefleksikan dalam hubungan antara kita, sebagai orang Kristen, dengan orang lain, baik itu saudara kita, atau tetangga kita.,

 

Dan, karakter ini, akan menjadi ukuran signifikan dari kehidupan Kekristenan kita, yang akan tampil dalam cara kita memperlakukan orang lain. Itu sebabnya diminta untuk dikenakan, sama seperti kita mengenakan pakaian kita, agar dilihat oleh orang lain.

 

Mungkin saja, kita lebih ingin terlihat sopan, cerdas dan kaya. Tetapi Tuhan lebih menginginkan agar kita terlihat berbelas kasihan, murah hati, rendah hati, lemah lembut, dan sabar atau tidak mudah marah.

 

 

Dengan sikap berbelas kasihan, kita akan sensitif dan bisa ikut merasakan kesengsaraan orang lain. Juga sebaliknya, kita harus mudah dijangkau  oleh mereka, yang sengsara, yang membutuhkan perhatian kita.

 

Dengan sikap kemurahan, kita ikut ikut senang ketika orang lain, senang. Kita tidak akan iri hati, ketika saudara atau tetangga kita, lebih sejahtera dari kita.

 

Sikap kerendahan hati, adalah induk atau sumber dari kelemahlembutan dan kesabaran.

 

Kelemahlembutan, akan membuat kita suka dan rela menolong orang lain, tanpa mendominasi, memanipulasi, atau memanfaatkannya untuk kepentingan kita, bahkan jika kita memiliki kemampuan untuk itu.

 

Kesabaran, akan membuat kita tidak mudah kesal atau marah, ketika melihat sesuatu yang tidak sesuai harapan atau ekspektasi kita.

 

 

Selain diminta untuk sabar terhadap yang lain, kita diminta untuk saling mengampuni, dan tidak saling mendendam, karena Tuhan telah terlebih dahulu mengampuni kita, melalui kematian-Nya di kayu salib.

 

 

Kita diminta untuk hidup saling memaafkan, mengikuti pola pengampunan Yesus terhadap kita. Memahami cara Yesus mengampuni kita, akan selalu membuat kita lebih murah hati, dengan berkelimpahan pengampunan.

 

 

Agar kita bisa mempraktekkan semua karakter di atas, kita diminta untuk mengenakan kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

 

Jika semua karakter Kristus harus kita kenakan seperti baju, maka kasih di ibaratkan seperti jas atau jubah, yang dikenakan di bagian luarnya, untuk melapisi semua sikap hidup orang Kristen yang baik.

 

Kasih merupakan ikatan yang menyempurnakan. Kasih adalah inti sari dari semua hal yang dijelaskan sebelumnya. Kasih, secara sempurna akan memenuhi apa yang Tuhan tuntut dari kita, dalam membangun hubungan dengan sesama kita.

 

Tanpa kasih, semua kebajikan atau sikap hidup yang baik itu, akan menjadi tidak seimbang dan bahkan terdistorsi satu sama lain.

 

 

Selain mengenakan kasih, Rasul Paulus juga meminta kita untuk membiarkan damai sejahtera Kristus, memerintah dalam hati kita, karena untuk itulah kita telah dipanggil menjadi satu tubuh.

 

Dan bersyukur, untuk damai yang berkelimpahan, yang Tuhan berikan di dalam hati dan pikiran kita. (baca juga Filipi 4 ayat 7). 

 

 

Sikap hidup untuk selalu berdamai, haruslah menjadi ciri komunitas umat Tuhan.

 

Perdamaian itu sendiri, adalah standar untuk memahami kehendak Tuhan.

 

Damai yang harus memerintah dalam hati kita, memiliki fungsi seperti arbitrase. Setiap kali ada masalah yang meragukan untuk diputuskan, atau terganggunya kedamaian di antara kita, kita wajib memilih hal-hal yang membuat perdamaian itu terjadi, baik untuk diri sendiri, atau pun untuk orang lain.

 

Biarkan kedamaian Tuhan bertindak sebagai wasitnya.

 

Biarlah kedamaian Kristus yang menghakimi, memutuskan, dan mengatur dalam hatimu.

 

 

Untuk itu Rasul Paulus meminta agar perkataan Kristus, diam dengan segala kekayaannya di antara kita, sehingga kita, dengan segala hikmat, bisa saling mengajar dan menegur.

 

Dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kita senantiasa mengucap syukur kepada Allah di dalam hati kita. 

 

Tuhan senang dengan penyembahan yang kreatif dan spontan.

 

Firman Tuhan atau perkataan Kristus yang kaya itu, memungkinkan kita menemukan ekspresi spontan dalam menyanyikan lagu-lagu rohani dalam ibadah-ibadah di gereja, di persekutuan atau di rumah kita.

 

Sebagai manusia baru, kita menjalani hidup ini, adalah untuk Yesus. Oleh karena itu, Rasul Paulus meminta, agar segala sesuatu yang kita lakukan dengan perkataan atau perbuatan, harus semuanya kita lakukan  dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

 

Nama Tuhan Yesus itu memiliki otoritas. Ibarat kata sandi Allah, kita dimungkinkan untuk meng-akses Sorga.

 

Karena itu semua yang kita pikirkan, lakukan, dan doakan, dimungkinkan untuk bisa sampai ke, dan diterima oleh, Bapa di Sorga.

 

 

 

 

Apa Pesan Tuhan Bagi Kita Hari Ini?

 

Sebagai manusia baru dan umat pilihan Tuhan, kita diminta untuk:

1.      Mengenakan karakter Kristus, yaitu belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Dengan karakter ini kita mampu untuk saling mengampuni. Semua karakter ini harus diikat dengan Kasih, agar tidak tercerai berai atau saling bertentangan.

 

2.      Memiliki damai sejahtera Tuhan, akan mengubah mind-set kita, agar kita memiliki pikiran Kristus, dan damai sejahtera Tuhan, akan juga memerintah dalam hati kita, agar damai Allah itu menjadi wasit di atas keraguan atau pertentangan yang terjadi, dalam diri kita, atau dengan sesama kita. 

 

3.      Mimiliki Firman Kristus yang kaya, yang memungkinkan kita memiliki hikmat untuk saling mengajar dan menegur, sesama kita.

 

4.      Memiliki Otoritas Kristus, yang ada di dalam Nama-Nya, yang membuat segala ciptaan tunduk kepada-Nya dan yang membuat Bapa di Sorga berkenan.

 

 

 

Yang Harus Kita Aplikasikan Dalam Hidup Kita adalah sebagai berikut:

1.      Rajin membaca Firman Tuhan yang kaya, agar kita memiliki pengetahuan yang benar tentang Allah, dan memahami kehendak Tuhan secara sempurna, sehingga kita bisa melakukan semua yang dikehendaki oleh Tuhan.

 

2.      Mengaplikasikan kasih dan semua karakter Yesus dalam hidup kita. Kita mengenakannya, seperti mengenakan baju, agar itu terlihat nyata oleh orang-orang lain, khususnya oleh orang-orang yang bukan Kristen.

 

3.      Dengan karakter Yesus, dan dengan damai sejahteranya yang memerintah di dalam hati dan pikiran kita, kita harus selalu berusaha untuk mengampuni, dan hidup damai dengan orang lain.

 

4.      Memuji dan memuliakan Allah dengan mazmur dan puji-pujian, dan nyanyian rohani, karena kita sudah dipilih menjadi umat Allah, dikuduskan dan dipisahkan untuk satu tujuan yang suci, dikasihi Tuhan, dan telah diampuni oleh Tuhan.

 

 

Doa Hari Ini...

Tuhan Yesus, mampukan kami menyatakan Sikap Hidup yang benar, di atas dasar Karakter dan Kasih-Mu, ya Tuhan, agar kami mampu untuk saling mengasihi dan hidup damai bersama orang lain.

 

Kiranya, damai sejahtera-Mu yang melampaui segala akal, memerintah di dalam hati kami.

 

 

Amin.

 

 

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus Menyertai Kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...