Langsung ke konten utama

Kenapa Persembahanmu Tidak Diterima Oleh Tuhan? Yeremia 7: 21-28

Firman Tuhan untuk renungan hari ini, diambil dari Yeremia 7 ayat 21 sampai dengan ayat 28,

 

Tema renungan hari ini:

 

Kenapa Persembahanmu Tidak Diterima Tuhan?

 

 

 

Apa yang kita baca dari Firman Tuhan hari ini?

 

 

Yeremia 7 ayat 21 sampai dengan ayat 23, berbunyi demikian:

 

 

Beginilah firman TUHAN semesta alam, A llah Israel: "Tambah sajalah korban bakaranmu kepada korban sembelihanmu dan nikmatilah dagingnya!”

 

“Sungguh, pada waktu Aku membawa nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir Aku tidak mengatakan atau memerintahkan kepada mereka, sesuatu tentang korban bakaran dan korban sembelihan.”

 

“hanya yang berikut inilah, yang telah Kuperintahkan kepada mereka:

 

Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi A llahmu, dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!

 

 

Korban bakaran, adalah, daging korban yang harus dibakar seluruhnya, di hadapan Tuhan.

 

Korban bakaran ini, akan dilalap api sampai habis (Baca Imamat 1 ayat 9, dan ayat 13).

 

Namun, karena selama ini bangsa Israel tidak menaati perintah Tuhan, maka Tuhan tidak berkenan dengan persembahan-persembahan tersebut.

 

 

Adapun kurban sembelihan, tidak seperti kurban bakaran, yang harus dibakar habis sampai ke tulangnya, sebagiannya, boleh dibagikan kepada para imam atau para penyembah, untuk dimakan.

 

Karena itu, Tuhan memerintahkan untuk menambahkan korban bakaran itu, kepada persembahan sembelihan, untuk mereka makan.

 

Ketika di Gunung Sinai, Tuhan memberikan Sepuluh Perintah-Nya, kepada nabi Musa, dan Tuhan, tidak hanya tidak memasukkan aturan tentang korban bakaran dan pengorbanan ke dalam Sepuluh Perintah itu, tetapi juga tidak menambahkannya kepada Musa.

 

Hal ini baru dilakukan kemudian, oleh Musa dan orang Israel, yaitu dalam upacara pengikatan perjanjian, antara TUHAN dan orang Israel, setelah Israel menyatakan, bahwa mereka akan menerima dan memelihara perjanjian itu.

 

Baca Keluaran 24 ayat 1 sampai ayat 8.

 

 

 

Intinya jelas. Prioritas pertama A llah bagi Israel, adalah ketaatan mereka pada perjanjian mereka dengan A llah, sedangkan persembahan korban bakaran maupun sembelihan, adalah prioritas kedua.

 

Jadi, kurban bakaran dan kurban sembelihan, merupakan tanda penerimaan Israel, terhadap perjanjian yang ditetapkan oleh A llah.

 

Ketika bangsa Israel melanggar perjanjian atau ketetapan Tuhan, lalu, apa gunanya persembahan bagi Tuhan?

 

Tuhan senang dengan persembahan korban kita, tetapi persembahan itu sia-sia, jika kita tidak menaati Firman-Nya, dan tidak mengejar kekudusan.

 

 

Hal yang disampaikan oleh nabi Yeremia ini, mirip dengan yang disampaikan oleh nabi Samuel, dalam 1 Samuel 15 ayat 22, yang berbunyi:

 

Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan, sama seperti, kepada mendengarkan suara TUHAN?

 

Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik, dari pada korban sembelihan,

 

memperhatikan lebih baik, dari pada lemak domba-domba jantan.

 

 

 

Selanjutnya, Yeremia 7 ayat 24 sampai ayat 26, berbunyi demikian:

 

Tetapi mereka tidak mau mendengarkan, dan tidak mau memberi perhatian, melainkan mereka mengikuti rancangan-rancangan dan kedegilan hatinya yang jahat, dan mereka memperlihatkan belakangnya dan bukan mukanya.

 

 

Dari sejak waktu nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir, sampai waktu ini, Aku mengutus kepada mereka hamba-hamba-Ku, para nabi, hari demi hari, terus-menerus,

 

tetapi mereka, tidak mau mendengarkan kepada-Ku, dan tidak mau memberi perhatian, bahkan mereka menegarkan tengkuknya, berbuat lebih jahat dari pada nenek moyang mereka.

 

 

Upacara persembahan korban, memang berlanjut. Tetapi, ketaatan kepada Firman Tuhan berhenti. Alih-alih mengikuti kehendak Tuhan, mereka mengikuti nasihat dan perintah hati mereka yang penuh dosa.

 

Mentalitas, "ikuti kata hatimu," telah membuat orang Israel, merasa bahwa mereka telah hidup dengan benar.

 

Tetapi itu tidak membawa berkat, dan kemajuan sejati bagi mereka.

 

Padahal, hati manusia, belum tentu menjadi pedoman yang baik, terutama untuk hal-hal yang berkaitan dengan perilaku yang diperkenan A llah.

 

Bahkan mereka mengalami kemerosotan moral dan spiritual. Itu membuat mereka, lebih buruk dari nenek moyang mereka.

 

 

Sebab, sejak nenek moyang mereka keluar dari Masir, A llah selalu mengutus para utusan-Nya, untuk mengingatkan mereka, akan perjanjian mereka dengan A llah.

 

Sebagai generasi penerus yang mengetahui hal ini, tetapi tidak mau bertobat dan memperbaiki diri, dosa mereka, jauh lebih besar, dibandingkan nenek moyang mereka.

 

 

Yeremia 7 ayat 27 dan ayat 28, berbunyi demikian:

 

Sekalipun engkau mengatakan kepada mereka segala perkara ini, mereka tidak akan mendengarkan perkataanmu, dan sekalipun engkau berseru kepada mereka, mereka tidak akan menjawab engkau.

 

Sebab itu, katakanlah kepada mereka.

 

Inilah bangsa yang tidak mau mendengarkan suara TUHAN, A llah mereka,

 

dan yang tidak mau menerima penghajaran!

 

Ketulusan mereka sudah lenyap, sudah hapus dari mulut mereka."

 

 

Nabi Yeremia, diminta untuk menyampaikan semua firman dan teguran Tuhan, kepada orang-orang Yerusalem dan Yehuda. Tetapi Tuhan juga menjelaskan bahwa, mereka tidak mau mendengarkannya.

 

Yeremia bisa saja frustrasi, tetapi sebagai nabi, Yeremia tetap menuliskannya untuk orang Yehuda.

 

Artinya, isi kitab Yeremia, ditulis bukan karena ambisi Yeremia, tetapi benar-benar Suara Tuhan.

 

 

Mengingat penolakan keras mereka terhadap Tuhan dan firman-Nya, Yeremia harus menyampaikan pesan berikutnya kepada mereka, yaitu:

 

TUHAN telah menolak dan menghukum umat-Nya.

 

 

Ada beberapa alasan mengapa Tuhan menghukum Yehuda secara radikal.

 

 

Mereka adalah bangsa yang tidak mendengarkan suara TUHAN.

 

Mereka melanjutkan ritualnya, tetapi secara rutinitas saja.

 

Mereka mempersembahkan hewan kurban, tanpa dibarengi dengan ketaatan kepada Firman Tuhan.

 

Mereka tidak mau menerima koreksi. Ketidaktaatan mereka, diperburuk oleh ketidakmampuan mereka untuk dikoreksi.

Tidak ada pertolongan, bagi mereka yang tidak mau dikoreksi.

 

Kebenaran telah pergi dari mulut mereka. Dalam menolak kebenaran Tuhan, mereka menyerahkan diri pada kebohongan, dalam bentuk kepalsuan.

 

 

 

Apa pesan Tuhan melalui Firman-Nya bagi kita?

 

Tuhan menyukai orang yang menyadari bahwa, sebagai balasan atas kasih Tuhan kepada kita, kita mengembalikannya, dalam bentuk persembahan.

 

Namun, jika persembahan kita tidak disertai dengan sikap adil, belas kasihan, dan kesetiaan kepada hukum Tuhan, maka persembahan kita tidak akan diterima Tuhan.

 

Dalam Matius 23 ayat 23, Tuhan Yesus berkata:

 

Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat, kamu abaikan, yaitu: keadilan, dan belas kasihan, dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

 

Persepuluhan harus dilakukan, tetapi tanpa keadilan, belas kasihan, dan kesetiaan, persepuluhan kita tidak akan diterima oleh Tuhan.

 

 

Dalam hal menaati Firman Tuhan, kita tidak boleh melakukannya sesuka hati, karena menurut kita, itu adalah hal yang benar. Juga tidak harus tergantung pada suasana hati kita.

 

Apalagi jika itu, terkait dengan kehendak Tuhan.

 

Oleh karena itu, kita tidak boleh menafsirkan Firman Tuhan secara sembarangan. Kita tidak hanya harus membaca apa yang tersurat, tetapi juga yang tersirat.

 

Pemahaman tentang Kehendak Tuhan, tidak boleh lepas dari konteksnya, dan harus selaras dengan Rencana Penebusan Tuhan, yang sejak kejatuhan manusia pertama ke dalam dosa, telah dinyatakan.

 

Baca Kejadian 3 ayat 15.

 

Untuk itu, kita semua terpanggil untuk saling mengingatkan, yaitu, mengutamakan ketaatan kepada Firman Tuhan, kemudian memberikan persembahan dengan motivasi yang benar.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan Dalam Kehidupan Kita?

 

 

Dalam memberikan persembahan, baik persembahan persepuluhan, persembahan syukur, maupun persembahan lainnya, maka motivasi kita harus tepat, yaitu:

 

Mewujudkan keadilan dalam pemerataan kesejahteraan masyarakat, sehingga tidak timbul ketimpangan sosial yang semakin melebar.

 

Melakukannya karena belas kasih bagi mereka yang berada di bawah garis kemiskinan, dan yang sangat membutuhkan.

 

 

Dan, sebelumnya, kita telah menaati semua Firman Tuhan, bukan menurut suara hati kita, tetapi menurut suara hati Tuhan.

 

Bacalah Firman Tuhan. Jangan sepotong-sepotong, tetapi harus lengkap dan menyeluruh.

 

Sangat disarankan untuk mempelajari Firman Tuhan dalam kelompok, dipimpin oleh Hamba Tuhan, yang mengerti Alkitab dengan baik.

 

Doa Hari Ini...

Tuhan Yesus, berilah aku kepekaan untuk mendengarkan suara-Mu, serta ketaatan untuk melakukan perintah-Mu, sesuai denga nisi hati-Mu.

Amin.

 

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus Menyertai Kita.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...