Firman Tuhan untuk renungan hari ini, yang diambil dari 1 Samuel 8 ayat 19 sampai ayat 22, dan tema renungan kita adalah:
Pemimpin Berbasis Risiko.
Apa yang kita baca dari 1 Samuel 8 ayat 19 sampai
ayat 22 ini?
Bacaan Firman Tuhan hari ini, tentang bagaimana
setelah mendengar peringatan Tuhan melalui nabi Samuel, orang Israel tetap
dengan permintaan mereka, untuk memiliki seorang raja.
Mereka tidak peduli dengan resiko yang akan timbul,
jika seorang raja selain Allah, yang memerintah atas mereka, yang bisa
sewenang-wenang dalam menjalankan kekuasaannya.
Mereka bersikeras untuk memiliki seorang raja, yang
juga akan menjadi hakim mereka.
Mereka menolak putra-putra Samuel yang mencari
keuntungan dengan memutarbalikkan keadilan, tetapi memilih sendiri seorang raja,
yang juga bisa menjadi hakim yang tidak adil.
Alasan mereka memilih raja pilihan mereka sendiri,
dan bukan pilihan Tuhan, adalah untuk menjadi seperti bangsa lain, yang
sebenarnya adalah bangsa kafir.
Mereka tahu bahwa, Allah memiliki rencana untuk
mendirikan kerajaan imam bagi bangsa Israel, dan menjadikan mereka bangsa yang
kudus.
Bangsa Israel akan menjadi harta kesayangan Tuhan.
Tentu saja, Tuhan akan memilih raja itu sendiri.
Semua ini tercatat dalam Kitab Keluaran 19 ayat 5 dan
6, tidak lama setelah bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir.
Syaratnya, bangsa Israel harus benar-benar
mendengarkan firman Tuhan, dan berpegang teguh pada perjanjian Tuhan.
Tuhan ingin membuat bangsa Israel, lebih istimewa,
jauh di atas bangsa lain, tetapi mereka ingin menjadi seperti bangsa lain.
Padahal, belum lama berselang, mereka baru saja
memenangkan pertempuran spektakuler, ketika Tuhanlah yang memerintah sebagai
raja, melalui Samuel sebagai wakilnya yang menjadi hakim atas Israel. Baca 1
Samuel 7.
Tapi bangsa ini menginginkan citra seorang raja,
seperti yang mereka lihat di bangsa lain. Sedangkan bangsa-bangsa lain takluk
kepada Tuhan, Raja Israel.
Mendengar semua perkataan tua-tua Israel itu, Samuel
kembali menghadap Tuhan untuk meminta pendapat TUHAN.
Maka firman TUHAN kepada Samuel, dengarkanlah suara
mereka, dan berikanlah mereka seorang raja.
Kemudian Samuel meminta para tua-tua Israel untuk
kembali ke kota masing-masing, sebagai tanda bahwa Tuhan setuju.
Apa pesan Tuhan melalui Firman-Nya bagi kita?
Tuhan memiliki rencana yang indah bagi kita, yaitu mendirikan
satu kerajaan imam dan menjadikan kita bangsa yang kudus.
Karena itu, kita dipilih dan dipisahkan dari dunia
yang berdosa ini, untuk dikuduskan dan menjadi harta kesayangan Tuhan.
Tuhan menginginkan kita menjadi umat yang istimewa.
Tetapi, kita seringkali menjadi sama seperti bangsa
Israel yang malah memilih untuk menjadi sama dengan umat lain yang kafir.
Tuhan mengingatkan bahwa, sebagai umat pilihan Allah,
maka segala risiko yang muncul di dunia ini, akan menjadi risikonya Tuhan, dan
akan diselesaikan oleh Tuhan.
Syaratnya,
kita harus sungguh-sungguh mendengarkan firman Tuhan, dan berpegang
pada perjanjian Tuhan.
Tetapi, jika kita mau hidup menurut pikiran dan
kemauan kita sendiri, maka segala risiko yang ada akan menjadi tanggungan kita
sendiri.
Apa Yang Harus Kita Terapkan Dalam Kehidupan
Kita?
Sebagai gereja yang hadir di tengah
keberagaman suku, Bahasa dan agama, kita wajib mengikuti rencana Tuhan bagi
gereja-Nya.
Sebagai anggota tubuh
Kristus, kita harus membangun umat yang imamat dan kudus di hadapan Tuhan, agar
layak ikut dalam membangun Tubuh Kristus di dunia ini.
Sebagai presbiter yang akan
memulai tahun pelayanan selama lima tahun ke depan, kita harus berpegang pada
Firman Tuhan, dan semua peraturan gereja yang telah disusun berdasarkan Firman
Tuhan.
Baik presbiter maupun jemaat,
harus menyadari bahwa, kita tidak boleh mengambil risiko, hanya karena kita
memutuskan dan melakukan, hal-hal yang baik menurut pendapat kita sendiri, dan
bukan menurut pendapat Tuhan.
Kita semua dipanggil untuk
menjadi pemimpin berbasis risiko.
Doa Hari Ini...
Tuhan Yesus, ampunilah kami, jika kami
lebih tertarik pada konsep manusia, hanya karena kebanyakan orang di sekitar
kami melakukannya, dan kami menolak konsep Tuhan, yang jauh lebih unggul.
Ajar kami untuk teguh berpegang pada
Firman Tuhan dengan janji-janji di dalamnya yang selalu Tuhan penuhi.
Amin.
Kiranya, damai Sejahtera-Mu, yang
melampaui segala akal, memerintah di hati kami.
Amin.
Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih
Karunia Tuhan Yesus Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar