Firman Tuhan untuk renungan hari ini, yang diambil dari 2 Samuel 10 ayat 1 sampai ayat 5,
dan tema renungan kita adalah:
Pemimpin, Bersahabatlah dengan Musuhmu!
Firman
Tuhan hari ini menceritakan tentang Daud yang menerima kabar bahwa, Nahas, raja
orang Amon, meninggal.
Mendengar
kabar duka itu, Daud berkata kepada hamba-hambanya:
“Aku
akan menunjukkan kebaikan kepada Hanun, putra raja Nahas, karena aku mengingat
kebaikan Nahas, ayah Hanun.
Daud
kemudian mengirim anak buahnya untuk menyampaikan belasungkawa kepada Hanun.
Sama
seperti Daud menunjukkan kasih Tuhan kepada Mefiboset, putranya Yonatan, di
sini Daud ingin menunjukkan kebaikannya kepada Hanun, putra raja Amon.
Ternyata,
kebaikan Daud yang ditunjukkan kepada Mefiboset dalam pasal sebelumnya, tidak
mengakhiri perbuatan baik Daud.
Jika
kebaikan Daud kepada Mefiboset adalah kebaikan kepada rekan senegaranya, di
sini Daud menunjukkan kebaikan kepada raja kafir, karena Daud bersimpati dengan
Hanun, yang kehilangan ayahnya, yaitu raja Nahas.
Maka
Daud mengutus hamba-hambanya untuk menghibur Hanun, dengan menyampaikan
belasungkawa.
Namun
Hanun, raja baru orang Amon, memperlakukan utusan Israel itu dengan cara yang
meremehkan utusan Israel, sama saja dengan menantang Daud.
Orang
Amon mencukur setengah janggut utusan Daud, memotong pakaian mereka di tengah,
sehingga pantat mereka telanjang, dan mengusir mereka.
Ini
adalah penghinaan yang sangat memalukan bagi utusan dari Israel ini. Dalam
budaya saat itu, banyak pria, yang lebih baik mati daripada dicukur janggutnya.
Ini karena, wajah yang dicukur bersih, adalah tanda seorang budak.
Memotong
pakaian mereka di tengah juga merupakan penghinaan, yaitu agar aib
ketelanjangan mereka menjadi tontonan.
Hal
ini dilakukan oleh Hanun, setelah mendengar desakan penguasa Amon, yang
mengatakan bahwa, Daud tidak benar-benar menghormati ayahnya, dan sangat
mungkin bahwa David mengirim pelayannya hanya untuk menyelidiki kota ini, untuk
memata-matai, dan untuk kemudian, menggulingkannya.”
Ada
kemungkinan bahwa orang Amon ini memang curiga terhadap Daud, tetapi, mungkin
juga mereka menggunakan tuduhan ini sebagai cara untuk terlihat bijaksana dan
licik di hadapan Raja Hanun. Adalah umum bagi para pembesar yang ingin
mengambil hati raja yang baru, dengan menekankan hal-hal yang negatif, seperti mencurigai orang maksud
baik orang lain, yang kalau perlu dibumbui kebohongan.
Ketika
berita ini disampaikan kepada David, dia mengirim utusan untuk menemui
orang-orang yang telah dipermalukan oleh Hanun, dan disuruh menunggu di
Yerikho, sampai janggutmu tumbuh, barulah kamu bisa kembali.
Ada
kemungkinan bahwa orang Amon ini curiga terhadap Daud, tetapi mungkin juga
mereka menggunakan tuduhan ini sebagai cara untuk terlihat bijaksana dan licik
di hadapan Raja Hanun. Adalah umum bagi para pejabat yang ingin memenangkan
hati raja baru, dengan menekankan hal-hal negatif, seperti mencurigai niat baik
orang lain, yang jika perlu, dibumbui dengan kebohongan.
Ketika
berita ini disampaikan kepada Daud, dia mengirim utusan untuk menemui
orang-orang yang telah dipermalukan oleh Hanun, dan menyuruh mereka menunggu di
Yerikho, sampai janggut mereka tumbuh, barulah mereka bisa kembali ke Yerusalem.
Daud
sekali lagi menunjukkan kebijaksanaannya. Dia lebih mementingkan martabat dan
kehormatan utusannya, daripada martabatnya sebagai raja, yang jelas-jelas dihinakan
oleh orang Amon.
Karena,
menghina utusan raja, berarti juga menghina raja. Seolah-olah mereka telah
melakukan penghinaan ini pada Daud sendiri.
Daud
meminta mereka untuk memulihkan martabat mereka, dengan perintah untuk menunggu
di Yerikho, sampai janggut mereka tumbuh kembali, sebelum kembali ke Yerusalem.
Bahkan
di pasal berikutnya, sebelum Daud membalas penghinaan orang Amon, karena masih
menunggu janggut utusannya tumbuh kembali, orang Amon dengan bala bantuan
mereka, menyerang Daud terlebih dahulu.
Apa
pesan Tuhan melalui Firman-Nya bagi kita?
Tuhan
ingin kita meniru kebaikan Daud. Sebagaimana dijelaskan dalam Sabda Bina Umat
sebelumnya, seorang Pemimpin Kristen, baik di rumah, di kantor, di gereja,
maupun di masyarakat harus memancarkan Kasih Kristus.
Dalam
berbuat baik kepada orang lain, Tuhan ingin agar kita tidak membatasi diri kita
pada sesama seiman, tetapi juga kepada mereka yang tidak seagama dengan kita.
Ketika
niat baik kita tidak diterima oleh orang lain, baik secara halus, maupun secara
menghina, kita harus mengingat Firman Tuhan Yesus dalam Yohanes 15 ayat 18,
yang mengatakan:
"Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa
ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.”
Sasaran
utama penolakan atau penghinaan mereka, adalah Tuhan Yesus sendiri. Karena itu,
hanya Tuhan yang berhak membalas perbuatan mereka.
Dan,
kita tidak boleh tersinggung, tetapi berduka, mengetahui bahwa orang-orang ini
telah tersesat, dan karena hukuman kekal telah menanti mereka, yang akan
dihukum dalam api yang tak terpadamkan.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan Dalam Kehidupan Kita?
Teruslah berbuat baik, tidak
hanya kepada sesama seiman, tetapi juga kepada semua orang.
Tetaplah berbuat baik, meski
perbuatan baik kita dimaknai secara negatif, ditolak bahkan dihina.
Doa Hari Ini...
Tuhan Yesus, utuslah kami untuk
menyatakan cinta kasih-Mu, dimana pun dan kemana pun kami engkau tempatkan atau
utus. Khususnya di tengah-tengah dunia yang dilanda salin curiga dan permusuhan
ini
Tuhan Yesus, utuslah kami untuk memancarkan
kasih-Mu, dimanapun dan kemanapun Engkau menempatkan atau mengutus kami.
Apalagi di tengah dunia yang diliputi
rasa saling curiga dan permusuhan ini.
Oleh karena itu, mampukan kami berdoa
seperti doa Santo Fransiskus dari Assisi:
Tuhan,
jadikanlah aku pembawa damai.
Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih.
Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan.
Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan.
Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian.
Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran.
Bila terjadi kecemasan, jadikanlah aku pembawa harapan.
Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku sumber kegembiraan.
Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang.
Damai Sejahtera-Mu, yang melampaui segala
akal, kiranya memerintah di hati kami.
Amin.
Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih
Karunia Tuhan Yesus Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar