Firman Tuhan untuk renungan hari ini, yang diambil dari 2 Samuel 15 ayat 24 sampai ayat 29,
dan tema renungan kita adalah:
Pemimpin yang Bergantung pada Kehendak
Tuhan.
Apa
yang kita baca dari Firman Tuhan hari ini?
Ternyata,
arak-arakan yang mengiringi Daud meninggalkan Yerusalem, ditutup oleh
sekelompok imam.
Daud
melihat imam Zadok, dan semua orang Lewi, juga mengikuti dia, bahkan membawa
tabut perjanjian Al lah.
Selain
Zadok, ada juga Abyatar, bersama mereka.
Orang
Lewi meletakkan tabut perjanjian Al lah di hadapan Daud.
Para
imam ini setia kepada Daud, meskipun itu mungkin berarti kematian bagi mereka,
jika pemberontakan Absalom berhasil.
Secara
rohani, mereka peka terhadap kebaikan Daud, dan tidak bisa mentolerir kejahatan
Absalom.
Setelah
semua orang yang mengikuti Daud, menyeberang keluar dari Yerusalem, Daud
berkata kepada Zadok:
"Bawalah
tabut Al lah itu kembali ke kota;
jika
aku mendapat kasih karunia di mata TUHAN,
maka Ia akan mengizinkan aku kembali, sehingga
aku akan melihatnya lagi, juga tempat kediamannya.
Tetapi
jika Ia berfirman, begini:
Aku
tidak berkenan kepadamu, maka aku bersedia, biarlah dilakukan-Nya kepadaku apa
yang baik di mata-Nya.
Di
sini, Daud menunjukkan kepercayaannya kepada Tuhan, bukan pada tabut
perjanjian.
Dia
rela membiarkan tabut perjanjian, kembali ke Yerusalem, dan menyerahkan
nasibnya, sepenuhnya, di tangan Tuhan.
Semangat
Daud yang rendah hati, dan bersedia dikoreksi oleh Tuhan, membuktikan bahwa dia
tahu, Tuhan akan memperlakukannya dengan benar.
Daud
tunduk kepada Tuhan, dalam ketundukan yang aktif, bukan pasif.
Kemudian
Daud berkata kepada imam Zadok, demikian:
"Jadi,
engkau dan Abyatar, pulanglah ke kota dengan selamat beserta anakmu
masing-masing, yakni Ahimaas anakmu dan Yonatan, anak Abyatar.
Ketahuilah,
aku akan menanti di dekat tempat-tempat penyeberangan ke padang
gurun, sampai ada kabar dari kamu untuk memberitahu aku."
Daud
memerintahkan imam Zadok dan Abyatar, dengan putra mereka masing-masing, untuk
kembali ke Yerusalem, dan mengembalikan Tabut Al lah, ke tempatnya.
Mereka
tidak boleh meninggalkan tugasnya dalam hal menjalankan ibadah kepada Tuhan,
karena ibadah itu untuk Tuhan dan bukan manusia, siapapun raja yang berkuasa.
Selain
itu, Daud berharap, Zadok dan Abyatar, sebagai imam, dapat melihat dan
mengumpulkan informasi penting, untuk disampaikan kepada Daud.
Apa
pesan Tuhan melalui Firman-Nya bagi kita?
Tuhan mengajarkan kita bahwa,
seperti Daud, kita seharusnya tidak mendewakan semua simbol agama, dan fokus
hanya pada belas kasihan dan keputusan Tuhan.
Tuhan ingin kita tunduk pada
Kedaulatan Tuhan, dan seperti doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus, kita
dimampukan untuk mengatakan: "Jadilah kehendak-Mu, ya Tuhan."
Meskipun kita sepenuhnya
bergantung pada keputusan Tuhan, Tuhan ingin kita juga terus berusaha, untuk
mengatasi masalah kita.
Dalam hal ini kita dapat
meminta bantuan, dari orang-orang yang akan dipakai Tuhan, untuk membantu kita.
Tuhan ingin hamba Tuhan tidak
meninggalkan tugasnya, karena ibadah kepada Tuhan harus tetap berjalan, dan
tidak ada hubungannya dengan siapa yang berkuasa.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan Dalam Kehidupan Kita?
Kita tidak boleh percaya pada
takdir, karena Kitab Suci kita tidak mengenal kata takdir dan pasrah.
Tapi, kita juga tidak boleh
memuji dan memuliakan diri kita sendiri, seolah-olah nasib kita ada di tangan
kita. Karena ini dianggap kebodohan di mata Tuhan. (Baca 2 Korintus 10 ayat
12).
Kita harus tunduk kepada
keputusan Tuhan, apa pun itu.
Sebagai pemimpin dalam keluarga,
di kantor, di masyarakat dan di gereja, kita harus menjalankan tugas kita untuk
menyenangkan Tuhan, dan bukan manusia.
Kolose 3 ayat 23 menyatakan:
Apapun juga yang kamu
perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu, seperti untuk Tuhan, dan
bukan untuk manusia.
Doa Hari Ini...
Tuhan Yesus, dengarkanlah permohonanku
secara adil; dengarkan tangisanku. Dengarkan doaku, yang tidak keluar dari
bibir yang menipu.
Biarkan pembenaranku hanya datang dari-Mu;
kiranya mata-Mu melihat apa yang benar.
Meskipun Engkau menyelidiki hatiku, dan
menguji aku, Engkau akan menemukan bahwa aku tidak merencanakan kejahatan;
mulutku tidak melanggar ketentuan-Mu.
Meskipun orang mencoba menyuapku, aku
telah menjaga diri dari cara-cara kekerasan melalui apa yang telah Engkau perintahkan.
Langkahku telah mengikuti jalanmu; kakiku
tidak tersandung.
Aku berseru kepada-Mu, ya Al lahku,
karena Engkau akan menjawab aku; arahkanlah telinga-Mu kepadaku dan
dengarkanlah doaku.
Tunjukkan padaku keajaiban cinta-Mu yang
besar, Engkau yang menyelamatkan dengan tangan kananmu, yaitu orang-orang yang
berlindung pada-Mu dari musuh kami.
Jagalah aku seperti biji mata-Mu;
sembunyikan aku dalam naungan sayapmu
dari orang fasik yang ingin membinasakan
aku, dari musuh bebuyutanku yang mengelilingi aku.
Amin.
Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih
Karunia Tuhan Yesus Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar