Langsung ke konten utama

Pemimpin Yang Bersahabat Dengan Tuhan Yesus - 1 Samuel 23: 14-24

Firman Tuhan untuk renungan hari ini, yang diambil dari 1 Samuel 23 ayat 14 sampai ayat 24,

 

dan tema renungan kita adalah:

 

Pemimpin Yang Bersahabat Dengan Tuhan!

 

 

Apa yang kita baca dari Firman Tuhan Hari ini?

 

 

 

Untuk menghindari kejaran Raja Saul, Daud berlindung di Gurun Zif.

 

Gurun Zif terletak di ujung selatan Laut Mati, dengan bentang alam yang sangat bervariasi.

 

Gurun Zif disebut padang gurun, atau belantara, karena merupakan dataran yang relatif tidak berpohon, kering atau setengah gersang, terdiri dari dataran tinggi berbatu, atau lembah gersang terpencil, dikelilingi oleh pegunungan tinggi dan puncak tandus.

 

Jadi, Zif bukanlah tempat yang nyaman atau mudah, untuk ditinggali.

 

Tetapi untuk melindungi Daud, Tuhan malah menuntunnya ke tempat itu.

 

Inilah saat yang paling penting bagi Tuhan dalam memproses Daud, menjadi Pemimpin Israel.

 

 

Beginilah cara Tuhan membentuk Daud, seorang pemimpin yang berkenan di hati Tuhan.

 

Untuk menjadikannya gembala yang cekatan, Tuhan membawa Daud ke padang rumput dan lembah bayang maut.

 

Untuk menjadikannya raja yang hebat, Tuhan membawa Daud ke padang belantara.

 

 

Selain untuk membentuk Daud, padang pasir Zif, adalah tempat terbaik bagi Daud untuk melarikan diri dari kejaran Saul. Karena tempatnya berbukit-bukit, dengan semak belukar.

 

Saul mencari Daud setiap hari. Sebagai musuh bebuyutan Daud, Saul tidak pernah berhenti mengejar Daud.

 

Tetapi Saul lebih suka mencari Daud di lokasi yang mudah dijangkau.

 

Karena Saul sangat terobsesi untuk membunuh Daud, dia telah mengabaikan tugasnya sebagai raja.

 

Dalam hal ini, Saul adalah gambaran seorang pemimpin yang mengabaikan panggilan Tuhan, terhadap tugas yang seharusnya dia lakukan.

 

Sebagai raja, Saul dapat merencanakan dan mengerahkan semua sumber dayanya untuk menangkap Daud, tetapi sebagai manusia, ia tidak mengendalikan semua peristiwa yang terjadi di dunia.

 

Tuhanlah yang mengendalikan.

 

Manusia mungkin memiliki niat, rencana, dan melakukan segala macam kejahatan, tetapi Tuhanlah yang memiliki kuasa untuk menentukan hasilnya.

 

Dan Samuel mencatat bahwa, Tuhan tidak akan menyerahkan Daud ke tangan Saul.

 

Sementara itu, Yonatan, anaknya raja Saul, pergi menemui Daud di tempat persembunyiannya, dan menguatkan Daud di dalam Tuhan. Dia menyatakan imannya, bahwa Tuhan akan melindungi Daud, dan ayahnya tidak akan dapat menangkapnya. Jadi, Yonatan memperingatkan Daud untuk tidak takut.

 

Yonatan tidak bisa menyelamatkan Daud. Dia tidak bisa memberikan semua jawaban kepada Daud, tetapi Yonatan tahu bahwa Daud akan menjadi raja menggantikan ayahnya, yaitu Saul. Bahkan, Yonatan memberi tahu Daud bahwa ayahnya juga mengetahuinya.

 

Jadi, Saul adalah gambaran seseorang yang tahu bahwa Daud akan menjadi raja berikutnya, karena Tuhan telah menahbiskannya, tetapi masih ingin melawan kehendak Tuhan.

 

 

Daud memiliki alasan untuk menolak rasa takut karena Tuhan pada akhirnya akan melindunginya.

 

Pertama, karena Saul tidak akan menemukannya.

 

Kedua, karena janji Tuhan pasti akan terwujud yaitu Daud akan menjadi raja atas Israel.

 

Ketiga, karena Daud memiliki teman yang setia, seperti Yonatan, dan Yonatan ada di pihak Daud.

 

Persahabatan antara Daud dan Yonatan sangat luar biasa.

 

Yonatan, sebagai putra mahkota, menyatakan bahwa Daud-lah yang akan menjadi raja berikutnya, dan Yonatan akan mendukung dan mendampinginya, sebagai orang kedua.

 

Maka keduanya membuat perjanjian di hadapan Al lah.

 

Sebelumnya Daud dan Yonatan telah membuat perjanjian, (baca 1 Samuel 18 ayat 3, dan 1 Samuel 20 ayat 16). Pada saat kritis ini, keduanya menegaskan kembali kesepakatan mereka.

 

Memperbarui atau menegaskan kembali suatu perjanjian tidak membuat perjanjian sebelumnya menjadi kurang berharga, tetapi membuatnya lebih bernilai dan valid.

 

Daud tetap tinggal di hutan, dan Yonatan kembali ke rumahnya sendiri, karena dia tidak dapat tinggal bersama Daud.

 

Sayangnya, Yonatan meninggal sebelum Daud duduk di singgasana raja. Namun, dorongan Yonatan adalah bagian dari janji ilahi.

 

 

Jika di satu sisi ada orang yang setia seperti Yonatan, maka di sisi lain selalu ada orang yang ingin mengkhianati Daud, yaitu beberapa warga Zif. Mereka bilang, mereka tahu di mana Daud bersembunyi.

 

Mendengar laporan orang-orang Zif, Saul menyatakan bahwa mereka akan menerima berkat dari Tuhan, karena berpihak padanya.

 

Dari sini kita dapat melihat betapa rohaninya Saul terganggu.

 

Bagaimana mungkin Tuhan memberkati mereka yang mengkhianati orang yang diurapi-Nya, yaitu Daud.

 

Jadi, Tuhan membuat Saul curiga. Saul meminta warga Zif untuk kembali memeriksa semua tempat persembunyian Daud, karena menurutnya, Daud adalah orang yang licik.

 

Nanti, kalau sudah pasti di mana Daud bersembunyi, penduduk Zif diminta untuk kembali dengan laporan mereka, dan baru bersama-sama pergi menyerang Daud.

 

Setelah yakin di mana Daud bersembunyi, maka orang-orang Zif diminta datang kembali untuk melaporkannya, dan bersama-sama mereka menyerang Daud.

 

Di tempat persembunyian inilah Daud menulis mazmurnya, yaitu Mazmur 54, yang di awali dengan penjelasan:

 

Nyanyian pengajaran Daud, ketika orang Zifi datang mengatakan kepada Saul: "Daud bersembunyi kepada kami."

 

Inilah seruan doanya Daud:

 

“Ya Al lah, selamatkanlah aku karena nama-Mu, berilah keadilan kepadaku karena keperkasaan-Mu!

 

Ya Al lah, dengarkanlah doaku, berilah telinga kepada ucapan mulutku!”

 

 

Lalu dalam doanya, Daud menegaskan karakter musuh-musuhnya:

 

Sebab orang-orang yang angkuh bangkit menyerang aku, orang-orang yang sombong ingin mencabut nyawaku; mereka tidak mempedulikan Al lah.

 

 

Daud kemudian menyatakan keyakinan imannya:

 

Sesungguhnya, Al lah adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku. Biarlah kejahatan itu berbalik kepada seteru-seteruku; binasakanlah mereka karena kesetiaan-Mu!

 

Dan Daud menutup mazmurnya dengan pujian pengagungan serta ucapan syukur:

 

Dengan rela hati aku akan mempersembahkan korban kepada-Mu, bersyukur sebab nama-Mu baik, ya TUHAN. Sebab Ia melepaskan aku dari segala kesesakan, dan mataku memandangi musuhku.

 

 

Inilah salah satu pola doa Daud, dalam bentuk pujian Mazmur.

 

 

 

Apa pesan Tuhan melalui Firman-Nya bagi kita?

 

 

Akan ada saatnya kita merasa takut, ketika kita melihat betapa beratnya masalah yang kita hadapi.

 

Di saat seperti ini, kita membutuhkan seorang sahabat yang setia, yang dengan tulus menyatakan bahwa dia akan menemani dan mendukung kita, dalam segala keadaan.

 

 

Jika Yonatan memiliki keterbatasan, yaitu tidak bisa selalu menemani Daud, maka kita memiliki seorang Sahabat, yang akan selalu setia menemani kita, bahkan mampu menguatkan kita untuk mengatasi ketakutan dan masalah kita. Dia adalah Yesus Kristus, Tuhan dan Allah kita.

 

 

Untuk itu, Tuhan Yesus pernah berfirman dalam Yohanes 15 ayat 15:

 

“Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

 

Tuhan ingin kita mengatasi rasa takut, karena masalah tidak akan bisa mengalahkan kita, kecuali kita membiarkan masalah menguasai kita.

 

Tuhan akan menjadikan kita lebih daripada orang-orang yang menang, dan Tuhan ingin menjadi Sahabat setia kita, yang tidak akan pernah meninggalkan kita, kecuali kita yang meninggalkan-Nya, alias murtad.

 

Untuk ini, kita harus memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh Tuhan Yesus dalam Yohanes 15 ayat 14:

 

“Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.

 

 

Oleh karena itu, Tuhan tidak ingin kita menjadi seperti Raja Saul, yang dengan mudah mengatakan bahwa, seseorang akan diberkati Tuhan, ketika orang itu mendahulukan kepentingan pribadi kita, bukan kepentingan Tuhan.

 

Bahkan mengabaikan tugas utamanya, yaitu panggilan Tuhan, hanya karena dia menempatkan kepentingan pribadinya di atas panggilan Tuhan.

 

 

 

 

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan Dalam Kehidupan Kita?

                                                                                                              

 

Ketika kita mengalami atau menjalani hidup yang sulit, jangan mengeluh, apalagi menyerah, karena kita tahu bahwa Tuhan sedang membentuk kita.

 

Di sisi lain, ketika kita tahu bahwa teman atau saudara kita sedang mengalami masalah, kita harus seperti Yonatan, yang berusaha mencari dan menemui mereka, untuk memberi mereka kenyamanan dan kekuatan.

 

Baik sebagai Presbiter, atau sebagai anggota Gereja, kita harus mencerminkan posisi kita sebagai Pemimpin atau jemaat yang mengenal dan bahkan bersahabat dengan Tuhan.

 

Kita harus menjadi bayang-bayang Tuhan Yesus yang mau menjadi sahabat bagi saudara-saudara kita yang sedang dalam kesulitan. Biarkan mereka merasakan kehangatan kasih Kristus melalui pelayanan kita.

 

Sebagai sahabat Tuhan, kita wajib menjalankan tugas panggilan Tuhan dengan penuh tanggung jawab, dan tidak mendahulukan kepentingan pribadi di atas panggilan Tuhan.

 

 

Doa Hari Ini...

Tuhan Yesus, kami memiliki banyak rencana, dan banyak keinginan, tetapi kami sadar bahwa Tuhanlah yang menentukan hasilnya.

 

Oleh karena itu, tolonglah kami, agar kami selalu menyelaraskan semua rencana dan keinginan kami, dalam kehendak-Mu.

 

Kiranya, kehadiranku menjadi berkat bagi orang lain, dan mereka akan semakin mempercayai-Mu.

 

 

Amin.

 

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus Menyertai Kita.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...