Firman Tuhan untuk renungan hari ini, yang diambil dari 2 Samuel 10 ayat 6 sampai ayat 14,
dan tema renungan kita adalah:
Pemimpin Yang
Bertindak Dan Beriman!
Apa yang kita baca dari Firman Tuhan hari ini?
Setelah
Hanun, raja orang Amon, melecehkan utusan Daud yang bermaksud baik, dia
berpikir bahwa Daud pasti membencinya. Dalam hal ini, mereka sendiri yang
membuat diri mereka dibenci oleh Israel.
Jadi,
Hanun, raja Amon, mempersiapkan diri dengan menyewa tentara Suriah. Ini adalah
kebiasaan mereka. Dalam 1 Tawarikh 19 ayat 6 dikatakan bahwa orang Amon
membayar orang Siria sebesar 1.000 talenta.
Sementara
itu, Daud masih menunggu para utusannya, yang telah dipermalukan oleh orang
Amon, untuk memulihkan martabatnya terlebih dahulu.
Mendengar
bahwa orang Amon mulai mempersiapkan diri untuk memerangi Israel, Daud mengirim
Yoab dan pasukan pahlawan, untuk menghadapinya.
Beberapa
dari pasukan pahlawan ini, adalah pengikut Daud dalam pelariannya sebelumnya,
yaitu orang buangan, terikat hutang, dan terluka hatinya dalam masyarakat.
(Baca 1 Samuel 22 ayat 2).
Orang-orang
nekat ini, adalah bahan yang bagus untuk dilatih menjadi pejuang yang perkasa.
Setelah
menjadi raja, Daud membentuk kekuatan tempur yang kuat dan bermartabat. Mereka
disebut tentara pahlawan Daud.
Penting
untuk dipahami bahwa, Daud bukanlah apa-apa tanpa orang-orangnya yang perkasa,
dan sebaliknya, pasukan pahlawan ini bukanlah apa-apa, tanpa Daud.
Dalam
hal ini kita belajar bahwa, pemimpin membutuhkan pengikut yang hebat, dan
pengikut yang hebat, pastilah karena, mereka memiliki pemimpin yang hebat.
Salah
satu dari orang-orang perkasa ini adalah Isybaal. Ia terkenal karena membunuh
800 orang sekaligus, dengan tombaknya. (Baca 2 Samuel 23 ayat 8).
Yang
lainnya adalah Yasobeam, yang membunuh 300 orang sekaligus (Baca 1 Tawarikh 11
ayat 11).
Yang
lainnya lagi adalah, Benaya anak Joyada, yang membunuh dua tentara Mesir, yang
besar dan kuat, dengan tombak musuhnya sendiri (1 Tawarikh 11 ayat 22 dan ayat
23).
Kemudian
orang Amon keluar dan menempatkan diri dalam barisan pertempuran di depan pintu
gerbang. Dan orang Siria dari Zoba, Bet Rehob, Ish-Tob, dan Maakha ada di
belakang tentara Yoab.
Yoab
melihat bahwa garis pertempuran melawan dia ada di depan dan di belakang, orang
Amon di garis pertempuran di pintu gerbang depan, dan orang Siria di belakang
mereka.
Kemudian
Yoab memilih beberapa orang terbaik dari Israel, dan menempatkan mereka dalam
barisan pertempuran melawan orang Siria.
Dan
yang lainnya ia tempatkan di bawah komando Abisai, saudaranya, agar ia dapat
menempatkan mereka dalam barisan perang melawan orang Amon.
Yoab
hanya punya satu strategi, yaitu menyerang dengan semangat gotong royong, dengan
berkata kepada Abisai: “Jika Suriah terlalu kuat untukku, maka kamu harus
membantuku; tetapi jika orang Amon terlalu kuat bagimu, maka aku akan datang
dan membantumu.”
Selain
itu, Yoab juga memotivasi Abisai, saudaranya dan semua pasukannya, dengan
mengatakan
Kuatkanlah
hatimu dan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota
Al lah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mata-Nya.
Ini
adalah pidato yang luar biasa dari Yoab, sebelum mereka melakukan pertempuran.
Setidaknya ada tiga poin kuat dalam motivasinya.
Pertama.
Jadilah berani, dan jadilah kuat. Keberanian dan kekuatan bukanlah masalah
perasaan dan keadaan. Ini adalah masalah pilihan, terutama ketika Tuhan membuat
kekuatan-Nya tersedia bagi kita. Kita bisa kuat di dalam Tuhan dan di dalam kuat
kuasa kuasa-Nya. (Bandingkan dengan Efesus 6 ayat 10).
Kedua.
Marilah kita menjadi kuat untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Al lah kita:
Yoab mengingatkan bahwa, jika mereka kalah dalam pertempuran ini, mereka akan
kehilangan orang-orang dan kota mereka. Ini adalah pertempuran yang lebih besar
dari diri mereka sendiri, dan pasukan orang-orang perkasa harus mengingat itu.
Ketiga.
Dan semoga Tuhan melakukan apa yang baik di mata-Nya. Yoab dengan bijaksana
mempersiapkan pertempuran dengan kemampuan terbaiknya, dan bekerja keras, hanya
untuk satu tujuan, yaitu kemenangan. Pada saat yang sama, dia tahu bahwa hasil
akhir ada di tangan Tuhan.
Berani
saja tidak cukup. Dibutuhkan keyakinan yang teguh, bahwa Tuhan tidak akan
tinggal diam. Namun, iman saja tidak cukup, juga harus dibarengi dengan
perjuangan habis-habisan.
Terbukti
ketika Yoab dan pasukannya yang memiliki semangat juang tinggi, mampu
mengalahkan tentara Siria.
Orang-orang
Siria yang menjadi tentara bayaran, yang hanya dimotivasi oleh uang, tidak
cukup kuat untuk menghadapi tentara Israel yang heroik, yang dimotivasi oleh
prinsip, harus berperang sampai mati, disertai iman, bahwa, ada Tuhan Semesta
Alam, yang berperang bersama mereka.
Ini
mengingatkan janji Tuhan untuk memberkati Israel yang benar-benar taat. (Baca
Ulangan 28 ayat 7).
Apa
pesan Tuhan melalui Firman-Nya bagi kita?
Kita
belajar dari Firman Tuhan, bahwa sikap seperti orang Amon yang mencurigai niat
baik Daud, akan menimbulkan paranoia, bahwa orang yang kita curigai akan
semakin membenci dan memusuhi kita.
Paranoia
seperti ini, akan menghasilkan tindakan yang gegabah, dan yang akan merugikan
diri kita sendiri.
Firman
Tuhan hari ini juga mengajarkan kepada kita bahwa, motivasi yang didasarkan
pada hal-hal materi di dunia ini, bersifat sementara, dan sangat lemah,
sedangkan motivasi untuk gotong royong antar sesama seiman, di hadirat Tuhan,
akan bersifat permanen, kuat dan tak terkalahkan.
Tuhan
ingin kita menjadi seperti Daud, yang membangun tim yang kuat, tetapi
bermartabat, dan mempercayakan mereka dengan tugas-tugas penting.
Tuhan
juga ingin kita seperti Yoab, yang mampu memotivasi tim, sehingga tim yang
dipimpinnya akan berusaha sebaik mungkin, berdasarkan Iman kepada Tuhan,
Harapan untuk kemenangan, dan Cinta kasih untuk bangsa dan Tuhan.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan Dalam Kehidupan Kita?
Kita tidak boleh berprasangka
buruk terhadap niat baik orang lain. Sama halnya dengan mnghakimi orang lain,
yang dilarang oleh Tuhan.
Kita tidak boleh termotivasi
oleh materi, apalagi mengandalkan hal lain, selain Tuhan.
Sebagai pemimpin di rumah, di
kantor, di masyarakat, dan terutama di gereja, kita harus menyadari bahwa, kita
tidak dapat berhasil tanpa orang lain.
Oleh karena itu, kita harus
saling membangun, agar bisa bersama-sama melayani jemaat dan Tuhan, dengan
sebaik-baiknya.
Doa Hari Ini.
Tuhan Yesus, ajari kami untuk tidak
bergantung pada materi atau dukungan lain, selain Tuhan.
Mampukan kami untuk saling membangun,
sehingga kami, baik sebagai pemimpin, maupun sebagai jemaat, mampu bekerja di
bidang pelayanan Tuhan, dengan sebaik-baiknya, dan bahkan lebih baik dari hari
ke hari,
Amin.
Kiranya Tuhan menguatkan kita, dan
memampukan kita untuk melaksanakan Firman-Nya, dalam hidup kita sehari-hari.
Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kita.
Komentar
Posting Komentar