Langsung ke konten utama

Pemimpin Yang Menegaskan Kesetiaannya - 2 Samuel 16: 19-23

Firman Tuhan untuk renungan hari ini, yang diambil dari 2 Samuel 15 ayat 19 sampai ayat 23,

 

 

dan tema renungan kita adalah:

 

 

 

Pemimpin Yang Menegaskan Kesetiaannya!

 

 

 

 

 

Apa yang kita baca dari Firman Tuhan hari ini?

 

 

Sebelumnya, kita perlu mengingat kembali, peristiwa yang telah terjadi.

 

Dalam pembacaan Firman Tuhan sebelumnya, kita mengetahui bahwa, Daud memilih untuk mengalah kepada Absalom, dan membawa hamba-hamba dan pengikutnya untuk melarikan diri dari Yerusalem.

 

Selain pengawal pribadi Daud, yaitu orang Kreti dan orang Pleti, di antara mereka yang mengikuti Daud adalah orang Gat, yang telah mengikuti Daud sejak Daud masih dalam pelarian dari Raja Saul.

 

Ketika iring-iringan Daud dan pengikutnya sampai di pinggiran kota Yerusalem, Daud yang berjalan di depan berhenti, dan meminta semua pengikutnya untuk lewat.

 

Daud memperhatikan, siapa saja yang mau mengikutinya.

 

Saat itu, Daud terharu melihat pegawai dan pengikutnya yang notabene adalah orang asing, rela mengikutinya untuk buron, yang belum tahu harus pergi kemana.

 

Selain terharu, Daud juga merasa sedih, karena yang mengikutinya adalah orang asing, dan bukan keluarga dekat atau orang sesuku-nya.

 

Dalam bacaan hari ini, ketika Daud sedang menyaksikan arak-arakan pendukungnya, ia terkejut melihat rombongan yang dipimpin oleh Itai.

 

Daud tidak mengerti mengapa orang asing yang baru saja bergabung dengannya ini, mau mengambil risiko dengan mengikutinya, yang nasibnya belum jelas.

 

Bagi Daud, yang pernah mengalami kehidupan yang sulit, ketika dia lari dari Saul, dan dibentuk oleh Tuhan di padang belantara, harus mengalami kehidupan yang sulit sekali lagi, tidak jadi masalah.

 

Namun, dia tidak ingin Itai dan kelompoknya, menderita bersama dia.

 

Jadi Daud berkata kepada Itai:

 

 

"Mengapa pula engkau berjalan beserta kami?

 

Pulanglah dan tinggallah bersama-sama raja, sebab engkau orang asing, lagipula engkau orang buangan dari tempat asalmu.

 

Baru kemarin engkau datang, masakan pada hari ini aku akan membawa engkau mengembara bersama-sama kami, padahal aku harus pergi entah ke mana.

 

Pulanglah dan bawalah juga saudara-saudaramu pulang; mudah-mudahan TUHAN menunjukkan kasih dan setia kepadamu!" 

 

Dengan kata-kata ini, yang dimaksud Daud sebagai raja, adalah Absalom.

 

Di sini terlihat karakter Daud yang tidak ngotot mengangkangi posisinya. Daud tidak melihat tahtanya sebagai sesuatu yang berharga untuk dipertahankan.

 

 

Menjawab perkataan Daud, Itai berkata:

 

"Demi TUHAN yang hidup, dan demi hidup tuanku raja.”

 

 

Jika Daud mengartikan Absalom sebagai raja, maka yang dimaksud oleh Itai sebagai raja, tetaplah Daud, bukan Absalom.

 

Di mata Itai, Daud tetaplah raja yang sah.

 

Bahkan kata-kata Itai selanjutnya, yang menunjukkan kesetiaannya kepada Daud, sangat luar biasa. Itai berkata:

 

 

“di mana tuanku raja ada, baik hidup atau mati, di situ hambamu juga ada.”

 

Pernyataan Itai sangat heroik. Di mana pun Daud berada, baik dalam kematian atau kehidupan, Itai akan hidup atau mati, bersama Daud.

 

Tekad dan kesetiaan Itai ini, mirip dengan tekad dan kesetiaan Rut kepada Naomi, ibu mertuanya, ketika Rut berkata:

 

"Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku.

 

Itai menyatakan kesetiaannya kepada Daud, bahkan ketika tampaknya, keputusannya dapat merugikannya.

 

Itai mengajarkan kesetiaan sejati, yang tidak hanya ditunjukkan, ketika ada imbalan atas kesetiaan itu.

 

 

Jadi:

 

Tetaplah setia ketika pemimpin sedang down, bukan hanya ketika dia sukses.

 

Kesetiaan, harus dinyatakan secara eksplisit, dan ditunjukkan di depan umum.

 

Loyalitas diberikan, atas dasar sukarela.

 

Tetap setia, bahkan jika kita baru saja bergabung dengan pemimpin kita.

 

 

Demonstrasi kesetiaan Itai, mengingatkan kita sebuah prinsip kesetiaan, yaitu bahwa "semakin banyak yang memberontak terhadap pemimpin kita, semakin kita harus setia kepada pemimpin kita."

 

 

 

 

Apa pesan Tuhan melalui Firman-Nya bagi kita?

 

 

Tuhan mengingatkan kita akan Pemimpin Agung kita, yaitu Yesus Kristus, yang adalah Kepala Gereja.

 

Terlepas dari apakah kita pengikut Tuhan sejak lahir, atau baru, Tuhan inginkan, kesetiaan kita kepada Yesus Kristus, adalah bulat dan utuh.

 

Tuhan menginginkan kesetiaan kita, tidak hanya di saat suka, tetapi juga di saat duka.

 

Oleh karena itu, Tuhan ingin, ketika ada banyak orang yang murtad dan meninggalkan Yesus, kita menjadi lebih setia, kepada Tuhan Yesus.

 

Tuhan juga ingin kita seperti Daud, yang memiliki sifat dan sikap mengalah, dan tidak mempertahankan hak yang bersifat duniawi.

 

Kualitas ini didasarkan pada cinta kasih kepada semua orang, menempatkan kepentingan orang banyak di atas kepentingan diri sendiri.

 

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan Dalam Kehidupan Kita?

 

 

Sebagai penatua yang telah dikukuhkan di hadapan Tuhan dan jemaat-Nya, dan yang telah mengaku akan melaksanakan tugasnya dengan segenap hati, ia harus menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi.

 

Sebagai anggota gereja, kita berkewajiban untuk mematuhi pemimpin kita, yang telah menyatakan kesetiaan mereka, di hadapan Tuhan dan jemaat-Nya.

 

 

 

Doa Hari Ini.

Tuhan Yesus, ajari kami, dan kuatkan serta mampukan kami, untuk memenuhi janji kesetiaan kami, yang telah kami ucapkan di hadapan-Mu dan di depan Jemaat-Mu.

Ketika kepentingan pribadi kami berbenturan dengan kepentingan melayani pekerjaan Tuhan, tuntunlah kami, untuk menjadi bijaksana, dalam memilih dan melakukan yang terbaik, dan berkenan kepada-Mu.

Amin.

Kiranya Tuhan menguatkan kita, dan memampukan kita untuk melaksanakan Firman-Nya, dalam hidup kita sehari-hari.

Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...