Langsung ke konten utama

SUNAT KRISTUS - Bernilai Kekal

Sunat Kristus, Nilainya Tinggi ???

 

Ini adalah tema dari bacaan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, yang diambil dari Kolose 2 ayat 11 sampai dengan ayat 15.

 

Dari bacaan Firman Tuhan hari ini, kita belajar beberapa hal.

 

 

Dalam suratnya, Rasul Paulus menulis sebagai berikut:

 

Dalam Dia, (yaitu Yesus), kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa, karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.

 

 

 

 

Kebanyakan orang Kristen Kolose adalah non Yahudi, yang belum pernah disunat secara fisik.

 

Pada saat itu mereka sedang dipengaruhi oleh berbagai macam ajaran palsu.

 

Salah satunya adalah, pengajaran palsu, yang memberi nilai terlalu tinggi pada sunat lahiriah. Para pengajar palsu itu mendesak orang-orang Kolose, untuk disunat secara fisik, sebagai syarat selamat. Menurut mereka, sunat secara lahiriah, adalah pengajaran yang benar.

 

Akibatnya, jemaat Kolose, tidak hanya memiliki gagasan yang salah tentang Yesus, tetapi juga memiliki gagasan yang salah tentang banyak hal, khususnya sunat.

 

Paulus meyakinkan mereka, bahwa sesungguhnya mereka telah disunat dalam arti rohani, yang bahkan jauh lebih penting daripada sunat secara fisik, karena sunat rohani adalah penanggalan dosa kedagingan mereka.

 

Sunat rohani terjadi saat kita dibaptis, yang melambangkan penguburan manusia lama kita ikut dikuburkan bersama Yesus dalam baptisan, dan juga ikut dibangkitkan bersama Yesus, melalui iman dalam pekerjaan  Allah, yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati.

 

Paulus berkata bahwa, orang-orang Kristen Kolose ini justru mengalami sunat yang sejati, melalui baptisan mereka.

 

Dalam suratnya ini, Paulus seolah-olah mau mengatakan bahwa, Sunat secara fisik itu tidak penting.

 

Yang penting adalah pemotongan secara rohani, terhadap daging yang berdosa, yang dikerjakan oleh Tuhan Yesus, dalam kehidupan setiap orang percaya.

 

Sunat secara rohani ini disebut juga sebagai Sunat Kristus.

 

 

Jadi, perbedaan antara sunat secara fisik dengan sunat secara rohani, adalah sebagai berikut:

 

Sunat secara fisik, dilakukan oleh tangan manusia, sedangkan sunat rohani dilakukan oleh Yesus, melalui kematian dan penguburan-Nya.

 

Sunat secara fisik, yang dibuang adalah kulit khatan, sedangkan sunat rohani, atau Sunat Kristus, yang dibuang adalah tubuh kita yang berdosa.

 

Karena itu, sunat secara rohani, lebih tinggi nilainya dibandingkan sunat secara fisik. Karena yang disunat adalah hatinya.

 

Sunat secara rohani, adalah bentuk pertobatan orang Kristen. Ini adalah penyunatan hatinya, yang dengannya, mereka yang disunat secara rohani, berhak atas berkat-berkat dari Perjanjian Baru.

 

Bahkan Perjanjian Lama mengakui bahwa, ada dua jenis sunat:

 

satu di tubuh, dan satunya lagi di hati.

 

Baca Kitab Ulangan pasal 10 ayat 16, dan pasal 30 ayat 6;

Baca Kitab Yeremia pasal 4 ayat 4 dan pasal 9 ayat 25;

Baca juga Kitab Yehezkiel pasal 44 ayat 7 dan pasal 44 ayat 9).

 

Baptisan yang dilakukan secara tulus, menunjukkan bahwa, ”sunat hati lah” yang sebenarnya telah terjadi.

 

 

Paulus memahami bahwa, kuasa kelahiran kembali, bukan melalui tindakan baptisan, tetapi saat baptisan itu diterima dengan iman kepada karya penebusan Tuhan Yesus di kayu Salib. Karena itu, dia menuliskan seperti berikut:

 

Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu, dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, 

 

dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukan-nya pada kayu salib:

 

Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.

 

 

Sebelum kita memiliki kehidupan baru, kita harus lebih dulu mati karena dosa-dosa kita, dan karena tidak disunat secara lahiriah.

 

Baptisan melambangkan bahwa kita ikut mati bersama Yesus, dan ikut dikuburkan dan dibangkitkan bersama Yesus.

 

Kita bukan hanya dibangkitkan untuk memiliki hidup baru, tetapi juga diberi hak untuk hidup bersama-sama dengan Yesus, karena Yesus sudah mengampuni segala pelanggaran kita.

 

Bahkan surat hutang kita sudah dirobek dan dimusnahkan. Ancaman hukuman, telah ditiadakan, karena ikut dipaku di kayu salib, pada saat Yesus disalibkan.

 

Bahkan segala kuasa yang bisa menuntut kita, atau yang bisa menghukum dan membinasakan kita, telah dilucuti kuasanya, melalui kemenangan Kristus, saat kebangkitan-Nya.

 

Sejak menjalani baptisan kudus, hidup kita tidak akan bisa dipisahkan dari Yesus.

 

Sejak Yesus melucuti kuasa dari para pemerintah dan penguasa kegelapan, mereka tidak lagi memiliki senjata yang bisa digunakan untuk melawan orang Kristen.

 

Senjata dari kuasa kegelapan telah dilucuti, kecuali kemampuan mereka untuk menipu dan menciptakan ketakutan, yang masih ada. "Senjata" ini cukup efektif untuk menjatuhkan orang Kristen.

 

Iblis hanya bisa menguasai kita, ketika kita mempercayai kebohongan mereka. Karena itu, yang bisa memisahkan kita, justru diri kita sendiri, yang memutuskan untuk meninggalkan Yesus.

 

Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma, Baca Roma pasal 8 ayat 35, 38 dan ayat 39,

menuliskan: 

 

Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?

 

Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

 

Karena kita diidentifikasikan dengan Yesus dalam kematian-Nya di kayu salib (Roma 6:3-8), seolah-olah tulisan tangan tuntutan yang melawan kita juga dipakukan di kayu salib, sama seperti tuduhan terhadap Yesus.

 

 

Jadi, ketika seorang Kristen menjadi murtad, bukan berarti karena mereka dikalahkan oleh Iblis, tetapi karena mereka sendirilah yang telah mengalahkan dirinya, yang seringkali tanpa mereka sadari.

 

Itu sebabnya, Rasul Paulus mengingatkan kita agar, teguh di dalam iman kepada Yesus, sambil tetap waspada dan berhati-hati menghadapi tipu daya, dari pengajar-pengajar sesat.

 

 

 

 

 

 

Apa Pesan Tuhan Bagi Kita Hari Ini?

 

Firman Tuhan dari Kolose 2 ayat 11 sampai 15 ini, untuk melengkapi argumen dari penjelasan di ayat 9 dan 10, yang menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah sepenuhnya Allah, dan kita penuh di dalam Dia.

 

Kepenuhan di dalam Yesus, merupakan keselamatan penuh, pengampunan penuh, dan kemenangan mutlak. Kebangkitan adalah pernyataan kuasa bahwa Yesus adalah Anak Allah; itu adalah demonstrasi publik yang menegaskan bahwa kematiannya, efektif untuk pengampunan dosa.

 

Metafora yang Paulus pilih untuk menjelaskan keselamatan penuh kita, adalah sunat dan baptisan. Inti dari metafora ini adalah bahwa kita diselamatkan secara total dan eksklusif, melalui pekerjaan Tuhan, dan bukan melalui aktivitas manusia.

 

Tidak ada ritual keagamaan di luar Kristen, yang dapat membuat kita hidup bersama Kristus. Bahkan dengan kemajuan medis modern pun, tidak ada operasi atau prosedur yang dapat menghilangkan atau memotong sifat keberdosa-an kita, dan memberi kita kehidupan baru.

 

Ini adalah operasi yang hanya bisa dilakukan oleh Tuhan. Paulus memberitahu kita bahwa hal itu, tidak mungkin dilakukan oleh tangan manusia, seperti halnya sunat secara fisik.

 

Sunat lahiriah tidak bisa menghilangkan dosa yang sifatnya rohaniah. Karena itu, setiap orang Kristen harus menanggalkan manusia lamanya melalui sunat rohaniah, yaitu sunat Kristus.

 

Pelaksanaan sunat Kristus, harus dilakukan melalui pembaptisan, dan memercayai dengan iman, bahwa manusia lama kita telah ikut mati bersama kematian Kristus, dan manusia baru kita ikut dibangkitkan bersama kebangkitan Kristus.

 

Jadi, orang Kristen tidak perlu disunat secara fisik, mereka perlu dibaptis.

 

Dengan kehidupan baru, kita tidak boleh hanya sekedar hidup, karena hidup kita adalah hidup bersama Kristus, yang tidak dapat dipsahkan dari Kristus.

 

Segala tuntutan hukuman atas dosa kita telah dihapus oleh darah Yesus, dan semua penuntut telah dihukum.

 

Tetapi, Iblis masih memiliki kemampuan untuk menipu kita.

 

Karena itu, Tuhan mau, agar kita waspada dan berhati-hati menghadapi banyaknya pengajaran-pengajaran palsu, di sekitar kita.

 

Ada banyak apologet-apologet non Kristen yang selalu berusaha memutar balikkan Firman Tuhan, sama seperti Iblis yang memutar balik Firman Tuhan, saat menggoda Hawa di taman Eden, dan saat Iblis menguji Yesus, pada waktu Yesus sedang berpuasa, untuk memulai pelayanannya.

 

 

 

 

Yang Harus Kita Aplikasikan Dalam Hidup Kita adalah sebagai berikut:

1.      Kita harus menilai tinggi hal-hal yang rohani, lebih dari hal-hal yang lahiriah. Yohanes 6 ayat 63 mencatat:

Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu, adalah roh dan hidup.

 

2.      Kita harus menjalani baptisan dengan hati yang tulus dan murni, dan dengan iman yang memercayai bahwa, karya Kristus di kayu Salib lah, yang telah membangkitkan tubuh kita yang baru, dan memiliki hidup yang baru bersama Kristus.

 

3.      Kita harus berpegang teguh pada iman percaya kita kepada Yesus Kristus, yang telah menebus dosa-dosa kita, dan membebaskan kita dari tuntutan hukuman atas dosa kita.

 

4.      Kita harus tetap waspada dan berhati-hati terhadap pengajaran-pengajaran palsu dan filsafat dunia ini.

 

 

 

Doa Hari Ini...

Tuhan Yesus, kami sungguh berterima kasih atas kasih karunia Tuhan yang menghidupkan kami di dalam hidup ini. Karenanya tolong dan mampukan kami untuk membangkitkan sukacita dan damai sejahtera-Mu di dalam diri kami, di dalam rumah tangga kami dan di dalam persekutuan kami.

 

 

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus Menyertai Kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...