Langsung ke konten utama

Yeremia 9: 17-22: Ngeri, Terawangannya Nabi Yeremia

Tema Renungan, untuk Firman Tuhan hari ini, adalah:

 

Ngeri. Terawangannya Nabi Yeremia.

 

 

Firman Tuhan, yang kita baca hari ini, dari Yeremia 9 ayat 17 dan ayat 22, yang berbunyi sebagai berikut:

 

Perhatikanlah! Panggillah perempuan-perempuan peratap, supaya mereka datang, dan suruhlah orang kepada perempuan-perempuan yang bijaksana, supaya mereka datang!

 

Biarlah mereka bersegera dan meratap karena kita, supaya mata kita mencucurkan air mata, dan kelopak mata kita melelehkan air!

 

Sebab terdengar ratapan dari Sion: Wahai binasalah kami! Kami sangat dipermalukan! Sebab kami harus meninggalkan negeri ini, karena rumah-rumah kediaman kami dirobohkan orang.

 

Maka dengarlah firman TUHAN, hai perempuan-perempuan, biarlah telingamu menerima firman dari mulut-Nya; ajarkanlah ratapan kepada anak-anakmu perempuan, dan oleh setiap perempuan nyanyian ratapan kepada temannya. 

 

"Maut telah menyusup ke jendela-jendela kita, masuk ke dalam istana-istana kita; ia melenyapkan kanak-kanak dari jalan, pemuda-pemuda dari lapangan;

 

mayat-mayat manusia berhantaran seperti pupuk di ladang, seperti berkas gandum di belakang orang-orang yang menuai tanpa ada yang mengumpulkan."

 

 

Apa pesan Tuhan, dan apa tujuan-Nya, melalui Firman-Nya Hari ini?

 

Nabi Yeremia, melalui penerawangannya, sekali lagi menggambarkan kengerian bencana, atau malapetaka, yang akan menimpa Yerusalem, dengan mengatakan:

 

"Maut telah menyusup ke jendela-jendela kita, masuk ke dalam istana-istana kita; ia melenyapkan kanak-kanak dari jalan, pemuda-pemuda dari lapangan;

 

mayat-mayat manusia berhantaran seperti pupuk di ladang, seperti berkas gandum di belakang orang-orang yang menuai tanpa ada yang mengumpulkan."

 

 

Nabi Yeremia, melihat dalam penglihatannya, bahwa Yerusalem akan diserang oleh Babel, dan banyak penduduk akan ditawan, dan dibawa ke pengasingan di Babel.

 

Namun, tidak semua akan begitu "beruntung" untuk dibawa ke pengasingan. Banyak yang akan mati selama invasi Babilonia. Ini termasuk orang muda, dan bahkan anak-anak.

 

Nabi Yeremia, menggambarkan bahwa, maut akan menyelinap ke istana, melalui jendela, dan kematian yang akan terjadi, dipersonifikasikan, sebagai berkas gandum yang dibawa oleh pemanen, yang jatuh, tetapi tidak ada yang akan memungutnya.

 

Merupakan kebiasaan bagi seorang penuai di Israel, yang setelah memanen gandum dengan sabitnya, akan menumpuknya di tanah. Dan di belakangnya, akan ada pekerja lain, yang kemudian akan mengumpulkannya, dan mengikatnya, menjadi satu bundel.

 

Yeremia ingin menjelaskan, bagaimana mayat anak-anak yang jatuh ke tanah, dan mayat pemuda-pemuda, yang berserakan seperti sampah di lapangan terbuka, tanpa ada yang menguburnya.

 

Jadi, kematian akan menutupi tanah dengan mayat, tetapi bangkai akan tergeletak di sana tanpa dikubur karena hanya sedikit yang selamat, dan terlalu banyak yang mati. Bahkan yang selamat, akan ditangkap dan dibawa langsung ke Babel.

 

Bagi bangsa Israel, kematian tanpa ada yang mengurus, dan menguburnya, merupakan aib ganda, karena dianggap sebagai kematian ganda.

 

Ketika membayangkan malapetaka besar yang akan menimpa Yehuda, yang tidak taat dan menyembah berhala ini, Yeremia secara kenabian, melakukan sesuatu yang logis.

 

Nabi Yeremia meminta orang Israel untuk mempertimbangkannya.

 

Dia juga meminta para Perempuan Peratap, untuk mempersiapkan diri mereka, untuk melakukan pekerjaan mereka, karena akan ada banyak acara perkabungan, yang harus dilakukan.

 

Perempuan Peratap, adalah profesi yang secara khusus dipanggil, untuk berkabung sambil menyanyikan lagu dan ratapan mereka, untuk orang yang meninggal.

 

Tujuannya, untuk membangkitkan emosi kesedihan bagi kerabat yang meninggal, dan orang lain, yang hadir di pemakaman.

 

Mereka akan menangis tersedu-sedu, mengayunkan tangan ke mayat, melemparkan debu ke kepala, dan mengacak-acak rambut mereka, seolah-olah mereka baru saja ditinggalkan oleh seseorang yang sangat mereka cintai.

 

Meskipun, mereka mungkin sama sekali tidak mengenal, orang yang meninggal itu.

 

(Baca 2 Tawarikh 35 ayat 25; Pengkhotbah 12 ayat 5; Amos 5 ayat 16; Matius 9 ayat 23).

 

 

Bahkan, para perempuan peratap profesional, diminta oleh Yeremia, untuk mengajarkan pengetahuannya kepada anak-anak perempuan mereka, karena kematian tragis dalam jumlah besar seperti yang akan terjadi itu, membutuhkan banyak sekali perempuan peratap.

 

Ratapan ini, juga ditujukan bagi mereka yang menjadi tawanan, yang sangat dipermalukan, karena harus meninggalkan Yerusalem, terusir dari tempat tinggal mereka.

 

Ini juga merupakan ratapan sedih dari mereka yang cukup beruntung untuk selamat dari teror invasi Babilonia. Mereka tidak hanya, kehilangan segalanya, tetapi juga akan dibawa sebagai tawanan paksa, ke negeri lain.

 

Dengan Firman-Nya, Tuhan ingin mengingatkan kita, agar kita tidak menganggap enteng, musibah yang bisa menimpa kita, jika kita mengabaikan perintah Tuhan.

 

Apalagi, jika sebagai bentuk pemberontakan kita, kita mempraktekkan penyembahan berhala.

 

Sebab, ketika musibah datang kepada kita, hanya akan ada kengerian, bahkan penyesalan yang paling besar, tidak akan bisa membatalkan hukuman, atau mengembalikan kita ke masa, di mana pertobatan masih mungkin untuk kita lakukan.

 

Di dunia ini, tidak ada, yang namanya obat, untuk penyesalan.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan Dalam Kehidupan Kita?

 

Kita harus percaya pada hukum tabur- tuai. Apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai.

 

Jika kita menabur hal-hal yang buruk, kita akan menuai hal-hal yang buruk, berlipat ganda, mengapa kita tidak mau, menabur hal-hal yang baik, dimana menurut hukum tabur-tuai, kita akan menuai hal-hal yang baik, puluhan, bahkan mungkin, ribuan kali lipat?

 

Oleh karena itu, kita perlu memiliki kebiasaan, untuk selalu memulai sesuatu, dengan memikirkan hasil akhir yang kita harapkan, yaitu, yang baik dan berkenan di hati Tuhan.

 

Baik itu untuk tugas-tugas di rumah, di kantor, atau pelayanan kita di gereja, maka kita perlu memulai dengan visi yang jelas, arah dan tujuan yang Tuhan inginkan, yang secara proaktif, akan membuat kita menggunakan seluruh keberadaan kita, dalam mewujudkan tujuan itu.

 

Kita perlu tahu, ke mana kita akan pergi, kemudian, memahami di mana kita sekarang, dan menetapkan langkah apa yang harus kita ambil, agar selalu berada di arah yang benar, menuju tujuan akhir hidup kita.

 

Namun, kita harus waspada, karena kita akan sangat mudah terjebak, terperangkap dalam aktivitas rutin kita, yaitu dalam kesibukan kehidupan kita sehari-hari.

 

Terkadang, untuk menaiki tangga kesuksesan dalam hidup, kita berusaha bekerja lebih keras, hanya untuk kemudian menyadari, bahwa kita telah mengambil jalur yang salah.

 

Oleh karena itu, jangan sampai, setelah kita bekerja lebih keras dari sebelumnya, hanya karena kita tidak memiliki visi yang jelas, kita malah semakin jauh dari tujuan yang Tuhan kehendaki.

 

Untuk itu, kita bisa bertanya pada diri sendiri:

 

Apa tujuan yang ingin saya capai, sesuai dengan koridor yang telah Tuhan tetapkan?

Hasil apa yang benar-benar ingin kita capai?

Mengapa hasil ini penting, atau berharga, di mata Tuhan?

 

Menjawab pertanyaan tersebut, merupakan dasar mutlak, agar tidak menyesal di kemudian hari.

 

Manusia pada umumnya, termotivasi oleh masa depan, bukan masa lalu. Oleh karena itu kita harus tahu, apa yang kita inginkan di masa depan, sebagai sumber motivasi yang kuat.

 

 

Doa Hari Ini...

Kami berdoa agar kami tidak mengikuti kebijaksanaan manusia alami kami sendiri, atau dipengaruhi oleh cara-cara dunia, tetapi lebih mendasarkan keputusan kami pada kehendak dan tujuan-Mu.

Sebagai gereja yang wajib memegang visi Tuhan bagi kami, kiranya kami dipimpin dan dibimbing untuk mengambil langkah iman kolektif ke arah yang Engkau ingin kami tuju.

Bapa Surgawi, berilah kami hikmat, agar kami mengetahui apa yang Engkau ingin, kami lakukan, dan hikmat untuk mengetahui apa yang diinginkan hati-Mu bagi hidup kami, sehingga kami dapat menyelaraskan pikiran kami dengan pikiran-Mu, dan kehendak kami dengan kehendak dan tujuan-Mu, yang sempurna.

Ingatkan kami, agar kami tidak mengikuti kebijaksanaan manusia alami kami sendiri, atau dipengaruhi oleh cara-cara dunia, tetapi lebih mendasarkan keputusan kami pada kehendak dan tujuan-Mu.

Sebagai gereja yang wajib memegang visi Tuhan bagi kami, kiranya Engkau pimpin dan bimbing kami untuk dimampukan, mengambil langkah iman kolektif, ke arah yang Engkau ingin, kami tuju.

Tolong kami, untuk memahami visi gereja-Mu, dan semoga kami peka terhadap tuntunan dan bimbingan-Mu dalam memenuhi visi-Mu.

Cegahlah kami dari, mencoba menerapkan gagasan-gagasan kami yang sangat terbatas, atau mengganti rencana dan tujuan-Mu, dengan gagasan-gagasan yang kami buat sendiri.

Dekatkan kami kepada-Mu, saat kami bersama-sama mencari wajah-Mu dalam doa. Semoga batin kami dikuatkan, dipersatukan dalam kesatuan iman, dan secara bersama-sama, didorong untuk melaksanakan rencana dan tujuan-Mu, demi kemuliaan Nama-Mu yang Agung.

Kami siap menerima, dan mengikuti bimbingan dan arahan dari-Mu.

Kami mohon, dalam nama Yesus.

Amin

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...