Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Ajaran Guru Palsu, Seperti Sumur Tanpa
Air.
Ayat Alkitab yang kita baca hari ini
adalah dari 2 Petrus 2 ayat 12 sampai ayat 15 yang akan dibahas dalam 2 bagian.
Namun sebelumnya kita perlu memahami
dasar pemikiran dari surat rasul Paulus yang kedua ini.
Seperti dalam suratnya yang pertama,
elemen penting dari 2 Petrus ini adalah untuk mengingatkan kita akan dasar iman
kita, untuk meneguhkan orang-orang percaya dalam kebenaran, dan untuk
menyediakan santapan rohani bagi para Pengikut Kristus, sambil membahas
masalah-masalah seperti penderitaan, ajaran palsu, dan berdiri teguh dalam iman,
dan kecukupan kasih karunia Allah.
Meskipun
ada banyak kesamaan antara kedua surat tersebut, kita melihat urgensi yang
lebih besar dalam surat Petrus yang kedua, berdasarkan peringatannya terhadap
guru-guru palsu, agar kita sungguh-sungguh berakar dan berpijak pada Kitab
Suci.
Selain
itu, Petrus memperingatkan akan banyaknya bahaya yang akan dihadapi Gereja,
yang harus diantisipasi dan diatasi dalam di hari-hari mendatang.
Jika
surat pertama dari rasul Petrus, berkonsentrasi pada kasih karunia Allah dan
keselamatan kita yang agung, panggilan kita untuk menjadi imam, menjalani
kehidupan yang kudus, dan melaksanakan tanggung jawab Kristiani kita,
maka,
dalam suratnya yang kedua, Petrus memperingatkan tentang pengaruh yang
menghancurkan dari ajaran guru palsu, terhadap kita yang tertarik pada
ajarannya.
Kita
diminta untuk berhati-hati terhadap ajaran sesat mereka yang merusak, sambil
mendorong kita untuk bertumbuh dalam kasih karunia, dan mengembangkan
pengetahuan yang baik tentang Tuhan Yesus saat kita maju menuju kedewasaan
rohani.
Bagian
pertama dari ayat Alkitab yang akan kita baca, adalah 2 Petrus 2, ayat 12
sampai ayat 13a, yang berbunyi sebagai berikut:
Tetapi
mereka itu sama dengan hewan yang tidak berakal, sama dengan binatang yang
hanya dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan. Mereka menghujat apa yang
tidak mereka ketahui, sehingga oleh perbuatan mereka yang jahat mereka sendiri
akan binasa seperti binatang liar,
dan
akan mengalami nasib yang buruk sebagai upah kejahatan mereka. Berfoya-foya
pada siang hari, mereka anggap kenikmatan.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan apa pesan-Nya untuk kita?
Kita
tahu bahwa kelebihan manusia dibandingkan hewan, selain memiliki tubuh, manusia
juga memiliki jiwa dan pikiran. Sedangkan hewan hanya memiliki tubuh dan
naluri.
Dalam
renungan hari ini, Petrus berkata bahwa, guru-guru palsu dan para pengikutnya
sama seperti binatang, yang hidupnya dikendalikan oleh keinginan dagingnya,
tanpa memfungsikan akal dan rohnya.
Dalam
ayat 10 dan 11, Paulus menyatakan bahwa mereka hanya menuruti keinginannya
sendiri, karena ingin mencemarkan diri dan menghina pemerintahan Allah.
Petrus
berkata bahwa mereka begitu berani dan sombong, sehingga mereka tidak
segan-segan menghujat kemuliaan, meskipun para malaikat itu sendiri, yang lebih
kuat dan lebih berkuasa dari mereka, tidak berani menggunakan kata-kata hujatan
di hadapan Tuhan, ketika para malaikat menuntut hukuman terhadap mereka.
Sama
seperti binatang buas, yang jika tidak bisa dijinakkan, akan ditangkap dan
dibunuh, demikian pula guru-guru palsu dan para pengikutnya, yang tidak mau
bertobat.
Satu-satunya
perbedaan adalah, jika hewan liar ditangkap dengan menggunakan perangkap,
sedangkan orang jahat, akan membuat jebakan untuk dirinya sendiri. Dan mereka
akan menerima balasan atas ketidakbenaran mereka.
Dalam
Mazmur 34 ayat 21 disebutkan bahwa:
Kemalangan
akan mematikan orang fasik, dan siapa yang membenci orang benar akan menanggung
hukuman.
Menurut
mazmur ini mereka akan dihukum karena mereka akan mempengaruhi orang benar
untuk menjadi pengikut mereka, dan membenci orang benar yang tidak mau
mengikuti mereka.
Bagian
kedua dari ayat Alkitab yang akan kita baca, adalah 2 Petrus 2, ayat 13b sampai
ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:
Mereka
adalah kotoran dan noda, yang mabuk dalam hawa nafsu mereka kalau mereka duduk
makan minum bersama-sama dengan kamu.
Mata
mereka penuh nafsu zinah dan mereka tidak pernah jemu berbuat dosa. Mereka
memikat orang-orang yang lemah. Hati mereka telah
terlatih dalam keserakahan. Mereka adalah orang-orang yang terkutuk!
Oleh
karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka,
lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah
untuk perbuatan-perbuatan yang jahat.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan apa pesan-Nya untuk kita?
Paulus
mengatakan bahwa guru-guru palsu ini terlibat dalam penipuan mereka sendiri.
Orang-orang fasik ini, adalah keberadaan yang berbahaya dan merusak dalam tubuh
Kristus, karena mereka tidak hanya menipu orang lain tetapi juga menipu diri
mereka sendiri.
Kata
yang digunakan oleh rasul Petrus untuk sebuah ajaran yang akan memabukkan kita,
berasal dari akar kata yang berarti menghancurkan. Karena tidak ada yang
menghancurkan dan mengebiri pikiran manusia sebagai kesenangan dan pesta pora.
Kemewahan dan kesenangan akan mengabaikan fungsi atau peran ruh manusia, dan
hanya membangkitkan nafsu kedagingan kita.
Hati
mereka terikat oleh keinginan daging, dan mata mereka dipenuhi dengan
perzinahan, baik secara rohani maupun seksual.
Mereka
memangsa yang lemah dengan membujuk yang tidak stabil, untuk bergabung dengan
mereka di jalan mereka, yang penuh keserakahan.
Mereka
bernafsu, jika melihat gadis yang bening. Mereka memandang setiap wanita
sebagai calon pezina.
Sebagai
guru, mereka diperlengkapi, tetapi bukan untuk pelayanan, tetapi hanya untuk
keuntungan mereka sendiri.
Sebagai
manusia, kita bisa melatih hati kita, dengan sebuah pilihan, melatih hati kita
dengan keserakahan dan nafsu, atau dengan kesalehan.
Di
sini Petrus menggunakan metafora, diambil dari agonistas dalam permainan
Yunani, yang melatih diri mereka sendiri dalam prestasi seperti gulat, tinju,
lari, dan lain-lain.
Orang-orang
ini mendidik hatinya dengan praktek jahat. Mereka telah melatih diri mereka
sendiri sampai mereka mahir dalam semua seni rayuan, dan segala jenis penipuan.
Petrus
berkata bahwa mereka, guru-guru palsu itu, benar-benar terkutuk.
Mereka
seperti nabi Bileam, yang dosanya berat, karena dia membawa orang lain ke dalam
dosa, dan dia melakukannya untuk keuntungannya sendiri.
Bahkan
Bileam harus ditahan oleh seekor keledai bodoh, karena dia tidak mau
mendengarkan Tuhan.
Guru-guru
palsu yang jahat ini tidak berguna, seperti sumur tanpa air, dan seperti awan
yang hanya membawa kegelapan, dan tidak mengandung tetesan air hujan yang berguna
untuk menyegarkan dan memelihara bumi.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Kita
harus berhati-hati terhadap ajaran palsu, yang mengatakan bahwa mereka mengasihi
dan melayani Kristus, tetapi hal-hal yang mereka ajarkan dan lakukan adalah
penyangkalan sepenuhnya terhadap Kristus.
Seperti
katak direbus, yang awalnya dengan air dingin, tanpa mereka sadari suatu saat
airnya mulai mendidih dan mematikan, demikianlah ajaran sesat, yang akan
membuat kita terlambat menyadarinya.
Kita
harus memeriksa diri kita sendiri, apakah kita tertarik pada ajaran yang
membawa kita pada kesenangan daging, yaitu dengan memeriksa pikiran dan hati
kita, apakah kita lebih menikmati hal-hal yang dapat dilihat dan mudah dicicipi,
seperti makan dan minum, pesta pora, dan hasrat seksual? Ataukah lebih menikmati
hadirat Tuhan, walau pun tidak bisa dilihat dan tidak mudah dirasakan.
Jika
kecenderungan untuk menikmati daging jauh lebih besar, kita harus menjaga diri
kita sendiri. Kita harus lebih sering membaca Alkitab dan hidup dengan berpijak
pada Firman Tuhan saja.
Doa Hari Ini...
Tuhan Yesus,
terima kasih karena selalu mengingatkan
kami, bahwa selalu ada guru-guru palsu yang dapat menyebabkan kehancuran di
Gereja.
Terima kasih atas Injil sejati yang
terkandung dalam Alkitab, dan kami berdoa semoga dalam kasih karunia Allah,
kami akan diperlengkapi sepenuhnya untuk mengidentifikasi ajaran palsu dan
penipuan lainnya di Gereja.
Bantu kami untuk siap memberikan jawaban
yang jelas dan akurat atas harapan yang kami miliki di dalam diri kami, untuk
melindungi hati dan pikiran kami sebagai umat Tuhan, dari tipu daya dunia.
Kami berdoa agar keberadaan dan
pengajaran guru-guru palsu disingkapkan, dan kiranya pelayanan penipuan mereka,
Engkau bawa ke pengadilan Tuhan.
Dalam nama Tuhan Yesus, kami
telah berdoa.
Amin.
Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih
Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar