Langsung ke konten utama

Apa Yang Harus Kita Lakukan DI Zamn Akhir ini? - 1 Petrus 4: 7-11

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Apa Yang Harus Kita Lakukan, di Zaman Akhir ini?

 

 

Ayat Alkitab, yang kita baca hari ini, adalah dari 1 Petrus 4, ayat 7 sampai ayat 11, yang akan dibahas dalam 2 bagian.

 

 

Bagian pertama dari ayat Alkitab yang akan kita baca, adalah 1 Petrus 4, ayat 7, yang berbunyi sebagai berikut:

 

 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. 

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan apa pesan-Nya untuk kita?

 

Saat menjalani kehidupan sebagai musafir di dunia ini, kita sering lupa bahwa kita hanyalah tamu di dunia ini.

 

Padahal, dengan berjalannya waktu, akhir dari segala sesuatu, sudah dekat. Bahkan bisa terjadi kapan saja.

 

Banyak orang Kristen yang percaya bahwa Yesus akan segera datang berdasarkan bagan nubuatan dan peristiwa politik gagal menerapkan kepercayaan itu dengan cara yang benar. Mereka gagal menerapkan diri mereka pada doa yang lebih rajin.

 

 

Jika kita benar-benar percaya bahwa kita hidup di hari-hari terakhir, adalah lebih tepat jika kita memberikan diri kita untuk berdoa.

 

Kita harus memberikan diri kita pada doa yang sungguh-sungguh. Ketika kita melihat beban kekekalan mengalir ke arah kita, kita tidak berani menganggap enteng kebutuhan akan doa.

 

Selain menjalani kehidupan doa kita secara serius, juga kita lakukan dengan penuh kesadaran.

 

Kita harus berdoa dengan waspada, terutama hati dan pikiran kita berjaga-jaga dan siap untuk kedatangan kembali Yesus Kristus. Tetapi ini juga berarti mengawasi diri kita sendiri dan mengawasi dunia ini, mengukur kesiapan kita untuk kedatangan Yesus.

 

Kita tidak boleh hidup serampangan, apalagi sampai terlena oleh kenikmatan dunia ini.

 

 

Bagian kedua dari ayat Alkitab yang akan kita baca, adalah 1 Petrus 4, ayat 8 sampai ayat 11, yang berbunyi sebagai berikut:

 

 Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.

 Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungut-sungut.

 Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. 

 Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

 

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan apa pesan-Nya untuk kita?

 

Selain menjalani kehidupan doa yang bersungguh-sungguh, adalah penting bagi kita untuk hidup saling mengasihi, terutama mengasihi mereka yang akan menjalani kehidupan bersama dalam kekekalan, yaitu pasangan, keluarga, dan saudara-saudara seiman kita.

 

Karena dalam terang kekekalan, kita akan memiliki kasih yang sungguh-sungguh, satu sama lain, maka selama masih berada di dunia, kehidupan saling mengasihi harus sudah ditanamkan dalam diri kita.

 

Dan kasih mampu menutupi banyak sekali dosa, baik dosa orang yang mengasihi, maupun dosa orang yang dikasihi.

 

 

Di mana kasih berlimpah dalam persekutuan orang Kristen, banyak pelanggaran kecil, dan bahkan beberapa pelanggaran besar, dengan mudah diabaikan dan dilupakan.

 

Tetapi di mana tidak ada kasih, setiap kata bisa saja diterima dengan kecurigaan, setiap tindakan dapat menyebabkan kesalahpahaman, dan konflik berlimpah, kesemuanya hanya untuk kesenangan setan jahat.

 

Oleh karena itu, jangan heran jika ada orang yang membenci dan memusuhi kita, karena mereka tidak memiliki kasih.

 

Kasih akan menunjukkan dirinya dalam bentuk keramahan satu sama lain, bahkan terhadap musuhnya.

 

Orang Kristen harus sering membuka rumah mereka untuk orang lain dan melakukan segala sesuatu tanpa menggerutu, dan tanpa menghitung untung dan rugi.

 

Petrus meminta kita melakukannya 'tanpa bersungut-sungut', karena praktik silaturahmi semakin mahal, memberatkan dan menyebalkan, apalagi di era hedonistik ini.

 

Istilah Yunani menunjukkan bahwa menggerutu sebagai gumaman atau berbicara rendah, sebagai tanda ketidaksenangan. Ini menggambarkan semangat yang bertentangan dengan keceriaan.

 

Hospitality atau keramahan, ternyata berkaitan erat dengan penatalayanan atau stewardship.

 

 

Kasih akan muncul dengan sendirinya, ketika kita memberikan kepada keluarga-keluarga Kristen, apa yang telah Tuhan berikan kepada kita sebagai hadiah.

 

Masing-masing dari kita telah menerima anugerah Tuhan yang berbeda, sehingga kita dapat saling melengkapi dengan melayani satu sama lain.

 

Ketika kita melakukannya, kita adalah penatalayan yang baik dari banyak sisi, atau berbagai macam kasih karunia Allah yang diberikan kepada kita.

 

Penatalayanan yang ramah ini, harus kita lakukan sesuai dengan karunia yang telah kita terima dari kasih karunia Tuhan.

 

Setiap bagian adalah penting. Masing-masing memiliki tugas yang harus dilakukan. Bahkan bagian terkecil, yang tampaknya paling tidak penting dari tubuh Kristus adalah penting.

 

Petrus juga meminta kita bahwa ketika kita berbicara, jangan mengatakan hal-hal yang tidak berguna, tetapi berbicaralah sebagai orang yang menyampaikan firman Tuhan.

 

Ketika kita saling melayani, kita melakukannya dengan kekuatan yang Tuhan berikan, kemampuan yang Tuhan berikan, agar hanya bagi Tuhan saja segala kemuliaan dan kuasa, untuk selama-lamanya.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

Kita harus selalu sadar akan posisi kita di dunia ini, yaitu seorang musafir. Kita juga menyadari bahwa ada saatnya kita harus kembali ke tempat Tuhan Yesus berada, untuk bersama-sama Yesus, dan menikmati hadirat-Nya.

 

Kita juga dapat kembali bersama-sama, jika Tuhan memberikan kita anugerah, untuk melihat kedatangan Kristus yang kedua kali, sebelum semua ciptaan dihancurkan.

 

Untuk menghadapi kemungkinan itu kita harus bisa mengendalikan diri, dan menjalani kehidupan doa yang tenang.

 

Selain berdoa, kita juga harus menjalani hidup yang saling melayani, dan atas dasar saling mengasihi, serta melakukannya tanpa bersungut-sungut.

 

Segala sesuatu yang kita lakukan selama hidup ini, kita lakukan agar Tuhan dimuliakan dalam segala hal, karena Yesuslah yang memiliki kemuliaan dan kuasa untuk selama-lamanya.

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

Kami memohon untuk persatuan dalam keluarga kami, di gereja kami dan di negara kami.

Kami mengandalkan damai sejahtera Allah, yang melampaui semua pemahaman manusia.

Satukan kami sehingga kami bisa saling mengasihi, dan saling melayani, berdasarkan kasih karunia Tuhan bagi kita masing-masing.

Kiranya Roh Kudus membimbing dan menasihati kita, dalam cara hidup Kristen, yang mempromosikan perdamaian dan harmoni di antara kita.

Bimbing kami dalam segala hal yang kami lakukan, katakan dan pikirkan, sehingga hanya membawa kemuliaan bagi nama Tuhan.

Permalukan Iblis yang selalu berusaha memecah belah keluarga kami, jemaat gereja kami, dan bangsa kami.

 

 

Dalam nama Yesus, kami telah berdoa.

 

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...