Langsung ke konten utama

Hak Istimewa Untuk Masuk Surga - 2 Petrus 1: 12-14.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

 

adalah:

 

 

Hak Penuh Untuk Masuk Sorga.

 

 

Ayat Alkitab, yang kita baca hari ini, adalah dari 2 Petrus 1, ayat 12 sampai ayat 14, yang akan dibahas dalam 2 bagian.

 

 

 

Bagian pertama dari ayat Alkitab yang akan kita baca, adalah 1 Petrus 3, ayat 1 sampai ayat 2, yang berbunyi sebagai berikut:

 

  Karena itu aku senantiasa bermaksud mengingatkan kamu akan semuanya itu, sekalipun kamu telah mengetahuinya dan telah teguh dalam kebenaran yang telah kamu terima. 

 

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan apa pesan-Nya untuk kita?

 

 

Sebelumnya, Petrus menulis tentang janji masuk ke dalam kerajaan Allah yang kekal.

 

 

Dalam 2 Petrus 1 ayat 11, dia menulis:

 

Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus

 

Karena hak untuk masuk ke dalam kerajaan Allah yang kekal itu sangat penting, Petrus merasa perlu untuk selalu mengingatkan kita akan dasar-dasar kehidupan Kristen.

 

Meskipun sebagai orang Kristen kita mengetahui kebenaran, yang adalah kodrat kekal kita, Petrus merasa berkewajiban untuk membahas ide yang sangat penting ini, lagi dan lagi.

 

Sama seperti seorang guru, yang ingin murid-muridnya sukses, akan mempraktekkan prinsip yang sama, yaitu berulang kali mengingatkan pelajaran yang paling penting.

 

Mereka melakukan ini, karena mereka ingin kesuksesan untuk semua pihak.

 

Karena itu, orang Kristen tidak boleh bosan mendengarkan dasar-dasar kehidupan Kristen. Kita harus bersukacita setiap kali Yesus Kristus dan Injil dan rencana hidup kita, diberitakan.

 

Dalam hal ini, rasul Petrus melaksanakan perintah Tuhan Yesus kepadanya untuk selalu menguatkan saudara-saudari Kristen.

 

Dalam Lukas 22 ayat 32, Tuhan Yesus mengingatkan Petrus, dengan mengatakan:

 

“tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu.” 

 

Di sini, Petrus memenuhi perintah Tuhan. Dia akan menegakkan dan menguatkan semua saudara-saudaranya, serta kita semua melalui suratnya, dengan mengingatkan kita akan dasar-dasar kehidupan Kristen.

 

 

Bagian kedua dari ayat Alkitab yang akan kita baca, adalah 1 Petrus 3, ayat 3 sampai ayat 4, yang berbunyi sebagai berikut:

 

 Aku menganggap sebagai kewajibanku untuk tetap mengingatkan kamu akan semuanya itu selama aku belum menanggalkan kemah tubuhku ini.

 Sebab aku tahu, bahwa aku akan segera menanggalkan kemah tubuhku ini, sebagaimana yang telah diberitahukan kepadaku oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

 

 

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan apa pesan-Nya untuk kita?

 

Sementara menjalankan tugasnya untuk terus-menerus mengingatkan dan menguatkan semua orang, untuk menjaga hak memasuki kerajaan abadi Tuhan Yesus, Petrus tahu benar bahwa hari-harinya di bumi akan segera berakhir.

 

Petrus menganggap tubuhnya tidak memiliki nilai atau fungsi lebih dari sebuah tenda. Tenda adalah tempat tinggal sementara. Tenda memang harus dirawat, tetapi kita tidak akan menginvestasikan sumber daya yang besar untuk memperbaiki tenda, ketimbang menjalankan tugas yang Tuhan perintahkan untuk kita lakukan.

 

Kita harus fokus dan menghemat sumber daya kita untuk mendapatkan tempat tinggal yang nyata dan lebih permanen.

 

Tempat tinggal kita yang lebih permanen adalah surga, dan kita harus berinvestasi lebih banyak untuk tempat tinggal di surga daripada di tenda sementara ini, yaitu tubuh jasmani kita yang fana.

 

Bagaimana Petrus tahu bahwa dia harus segera menanggalkan kemahnya? Mungkin karena usia Petrus yang semakin tua. Dan mungkin juga karena api penganiayaan di sekitarnya, semakin panas.

 

Sejarah gereja memberi tahu kita bahwa Petrus memang mati sebagai martir, seperti yang dikatakan oleh Tuhan kita Yesus Kristus kepadanya. (Baca Yohanes 21 ayat 18 dan 19).

 

Ini menunjukkan bahwa Petrus percaya bahwa kata-kata kenabian Yesus harus digenapi secara harfiah.

 

Yesus mengatakan kepada Petrus bahwa dia akan mati sebagai martir, dan dia mempercayainya, bahkan jika dia berharap itu hanya simbolis.

 

 

 

 

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

Selama masih ada kesempatan, kita harus memiliki kerinduan seperti Petrus untuk terus meneguhkan orang-orang untuk percaya Injil Kristus, sehingga kita terus menambahkan kebajikan pada iman kita dan memperlengkapi kebajikan kita dengan karakter moral, yaitu ketekunan, kesalehan, kebaikan. dan cinta persaudaraan.

 

Kita sendiri juga harus bertekad untuk selalu mengingatkan diri akan kebenaran Injil Kasih Karunia yang mulia, dan yang mendewasakan perjalanan rohani kita, yang berpijak kuat pada Sabda kebenaran.

 

Kita harus berusaha agar baik diri kita, maupun saudara seiman kita, tidak pernah tersandung atau jatuh, tetapi menjadi lebih kokoh dalam Firman kebenaran yang telah kita terima.

 

Pada kesempatan ini, kita hendaknya mencamkan kembali kata-kata hikmat dalam ayat 12, untuk memantapkan diri kita dalam kebenaran mulia Injil Kristus dan tidak mengabaikan pertumbuhan Kristen atau kedewasaan rohani kita.

 

 

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

 

Kami berdoa agar di dalam Kristus, kami bertumbuh dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Dia. Kami berdoa agar kami dengan rajin menambahkan kebajikan pada iman kami dan melengkapinya dengan karakter moral, yaitu ketekunan, kesalehan, kebaikan dan kasih persaudaraan, bagi pujian dan kemuliaan Allah.

 

Ketika kami membaca Firman Tuhan, kami memuji dan berterima kasih atas kebenaran indah yang terkandung di dalamnya. Terima kasih telah diingatkan tentang siapa diri kami di dalam Kristus Yesus, dan tentang perilaku yang seharusnya menjadi milik kami, dan karakter yang harus dikembangkan dalam diri kami masing-masing, terutama dalam menjalani hidup dalam tubuh yang sementara ini. Bangkitkan ingatan kami bahwa Tuhan Yesus adalah untuk kami, dan berilah kami rahmat untuk menunjukkan kasih Kristus dalam kata dan perbuatan, kepada semua orang yang mungkin kami temui. Pakailah kami untuk mengingatkan mereka akan keajaiban nama-Mu, agar Kristus dimuliakan dalam segala hal.

 

Sungguh dorongan yang luar biasa ketika, melalui suratnya, Petrus mengingatkan kami untuk bertumbuh dalam pengetahuan dan pemahaman tentang Engkau, dan bahwa kami menikmati janji-janji berharga yang semuanya adalah 'ya' dan 'amin.' Semoga kami dengan rajin mengembangkan karakter Kristen yang kuat, keunggulan moral, hikmat rohani, doktrin yang sehat, dan pengendalian diri, karena kami juga berdiri teguh di atas Injil kasih karunia. Semoga kami juga siap untuk bertemu Tuhan, ketika kami menanggalkan tenda kami. Kami menyadari bahwa kembalinya Kristus bagi Gereja-Nya sudah semakin dekat. Terima kasih bahwa kami tidak hanya dipersatukan dengan Kristus dalam kematian-Nya, untuk pengampunan dosa, tetapi juga dengan kebangkitan-Nya, untuk hidup yang kekal.

 

 

Dalam nama Yesus, kami telah berdoa.

 

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...