Langsung ke konten utama

Jangan Heran, Kalau Banyak Yang Murtad - 2 Tesalonika 2: 3-4

Tema Renungan Firman Tuhan, untuk renungan hari ini, adalah:

 

Jangan Heran, Kalau Banyak Yang Murtad.

 

 

Firman Tuhan, yang kita baca hari ini, dari 2 Tesalonika 2, ayat 3 dan ayat 4, yang berbunyi sebagai berikut:

 

Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, 

 

yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.

 

 

Apa Maksud, dan Pesan Tuhan, dari 2 Tesalonika 2, ayat 3 dan 4 ini?

 

Sebelumnya, dari 2 Tesalonika pasal 1, kita membaca, bagaimana Paulus memuji jemaat Tesalonika, karena iman dan kasih mereka terus bertumbuh, bahkan di tengah aniaya dan penindasan yang mereka alami.

 

Paulus juga, bahwa, mereka yang tidak mengenal Yesus, dan menolak Injil Kristus, akan menerima hukuman yang mengerikan, berupa kebinasaan abadi. (Lihat 2 Tesalonika 1 ayat 8 dan 9).

 

Dalam 2 Tesalonika pasal 2, ayat 1, Paulus berbicara tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus, dan berkumpulnya kita dengan Dia.

 

Kata "datang," di sini, adalah kata yang sama yang digunakan Paulus dalam 1 Tesalonika 4 ayat 15, di mana Paulus menggambarkan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.

 

Namun, sejak surat pertama ditulis, ada orang-orang yang mengatakan, bahwa hari Tuhan itu telah tiba.

 

Masalahnya, setelah menerima pesan yang menyesatkan ini, ada beberapa orang Tesalonika yang berhenti bekerja, dan menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak berguna. (Baca 2 Tesalonika 3 ayat 6 sampai ayat 15).

 

Jadi, Paulus menjelaskan kepada orang Tesalonika, tentang kapan dan bagaimana hari Tuhan datang, mereka tidak boleh tertipu oleh orang-orang yang mengaku mendapat pesan dari ilham roh, atau dari surat yang mengaku dari rasul Paulus. (Baca 2 Tesalonika 2 ayat 2).

 

Paulus mengatakan kepada mereka bahwa, dua peristiwa harus terjadi, sebelum hari Tuhan datang.

 

Pertama, kemurtadan harus terjadi terlebih dahulu. Kedua, manusia durhaka harus muncul, mengungkapkan dirinya.

 

Memang Tuhan bisa datang kapan saja, namun tanda-tanda yang mendahuluinya harus terjadi terlebih dahulu.

Sama seperti Yesus menubuatkan beberapa tanda yang akan datang sebelum kehancuran terjadi (Lukas 21 ayat 5 sampai ayat 19; Matius 24 ayat 1 sampai ayat 14), Paulus mengatakan bahwa, peristiwa yang harus terjadi sebelum kedatangan Kristus yang kedua, harus lebih dahulu terjadi.

 

Dengan kata lain, jika peristiwa-peristiwa ini belum menjadi nyata, maka orang Tesalonika dapat mengetahui bahwa hari Tuhan, atau kesusahan besar, belum tiba.

 

Paulus berbicara tentang kerajaan yang akan direbut oleh Setan dengan tujuan mendirikan takhta kekejian di tengah-tengah bait Allah. Penguasa itu akan disebut manusia durhaka dan putra kebinasaan.

 

Daniel menggambarkan Antikristus sebagai seorang individu, menyebutnya sebagai Pangeran yang akan datang, (Baca Daniel 9 ayat 26), seorang raja dengan wajah garang, (Baca Daniel 8 ayat 23), dan sebagai seorang raja yang keras kepala. (Baca Daniel 11 ayat 36 sampai ayat 45).

 

Yesus juga menggambarkan antikristus itu sebagai pribadi, yang datang atas namanya sendiri. (Baca Yohanes 5 ayat 43).

 

Gagasan tentang kemurtadan besar akhir zaman, juga akan disertai kebangkitan rohani besar, di akhir zaman.

 

Selalu ada arus yang berlawanan. Di saat semakin banyak yang murtad, semakin banyak yang menerima Yesus, sebagai Tuhan dan Juruselamat nya, pribadi.

 

Antikristus akan meninggikan dirinya di atas semua otoritas ilahi, dan di atas setiap objek pemujaan, dan setiap institusi yang terkait dengan pemujaan ilahi.

 

Nabi Daniel memberitahu kita bahwa Antikristus akan melanggar perjanjiannya dengan orang-orang Yahudi, dan mengakhiri pengorbanan dan persembahan, bahwa Antikristus akan menajiskan bait suci, dengan menetapkan sesuatu yang keji di sana. (Baca Daniel pasal 9 ayat 27, pasal 11 ayat 31, dan pasal 12 ayat 11).

 

Iblis merancang Antikristus, yang disebut si pendurhaka, untuk meniru cara pelayanan Yesus.

 

Sama seperti Yesus, Antikristus juga, ada kedatangannya. (2 Tesalonika 2:1 dan 2:9).

 

Sama seperti Yesus, Antikristus juga akan dinyatakan. (2 Tesalonika 1:7 dan 2:3).

 

Sama seperti Yesus, Antikristus juga melakukan mujizat, tanda dan mujizat, tetapi palsu. (2 Tesalonika 2 ayat 9).

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

Kita tidak perlu heran, ketika dihadapkan dengan berbagai berita, terutama berita yang bisa membuat kita bingung dan ragu. Untuk itu kita harus berpegang teguh pada Firman Tuhan, tentang hari kedatangan Yesus yang kedua kali.

 

Atas segala peristiwa yang menimpa gereja Tuhan saat ini, kita harus tetap percaya bahwa Tuhan masih berdaulat. Dia maha kuasa.

 

Bahkan ketika hal terburuk terjadi pada gereja Tuhan, yaitu ketika Antikristus atau si pendurhaka itu mengungkapkan dirinya, kita tahu bahwa, Tuhan Yesus akan segera muncul, dan hanya dengan nafas-Nya, maka si pendurhaka itu akan dimusnahkan. (Baca 2 Tesalonika 2 ayat 8).

 

Kita juga tidak perlu heran, apalagi merasa bahwa agama lain lebih benar, ketika banyak orang Kristen yang murtad, karena semua ini sudah dinubuatkan.

 

Kita hanya perlu bersyukur, bahwa Tuhan kita yang berdaulat, yang begitu berkuasa dan penuh kasih, telah menyelamatkan kita.

 

Tuhan telah memanggil kita melalui Injil-Nya, yang kita dengar, agar kita memperoleh kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus. (Baca 2 Tesalonika 2 ayat 13 dan 14).

 

Karena Tuhan, yang memegang kita teguh dalam cengkeraman kasih karunia-Nya, memampukan kita untuk berdiri teguh dan berpegang pada Firman-Nya, yang telah Dia berikan kepada kita melalui para rasul-Nya, (baca 2 Tesalonika 2 ayat 15).

 

Untuk membalas Kasih-Nya, kita harus menunjukkan cinta kasih secara berkelimpahan, dalam setiap pekerjaan dan perkataan yang baik. (2 Tesalonika 2 ayat 17).

 

Itulah kabar baik dari 2 Tesalonika pasal 2, yaitu Allah di atas takhta-Nya, dan kita ada di tangan-Nya.

 

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

Bebaskan kami dari pencobaan antikristus yang akan datang, dari kelicikan dan kejahatannya, dan dari semua jeratnya.

Lindungi kami, dan semua orang percaya kami, dari bujukannya yang licik.

Jaga dan sembunyikan kami dalam perlindungan Anda.

 

Beri kami hikmat, ya Tuhan, agar ketakutan kami terhadap iblis tidak lebih besar dari ketakutan kami kepada-Mu, dan agar kami tidak berpaling dari-Mu dan Gereja-Mu yang kudus.

Beri kami kekuatan, ya Tuhan, untuk dapat menghadapi penderitaan dan penghujatan, demi Nama Kudus-Mu, dan tidak pernah menyangkali Engkau, apalagi menerima tanda antikristus terkutuk.

 

 

Dalam nama Yesus, kami telah berdoa.

 

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...