Langsung ke konten utama

Jangan Jemu Untuk Berbuat Baik - 2 Tesalonika 3: 11-15

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

 

adalah:

 

 

Jangan Jemu Untuk Berbuat Baik.

 

Jangan Lelah bekerja di Ladanya Tuhan.

 

Firman Tuhan, yang kita baca hari ini, dari 2 Tesalonika 3, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:

 

 Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna.

 Orang-orang yang demikian kami peringati dan nasihati dalam Tuhan Yesus Kristus, supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian makan makanannya sendiri.

 Dan kamu, saudara-saudara, janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik.

 Jika ada orang yang tidak mau mendengarkan apa yang kami katakan dalam surat ini, tandailah dia dan jangan bergaul dengan dia, supaya ia menjadi malu,

 tetapi janganlah anggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah dia sebagai seorang saudara.

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan apa pesan-Nya untuk kita?

 

Di video sebelumnya sudah dijelaskan, ada beberapa jemaat Tesalonika, yang karena percaya dengan berita menyesatkan, yaitu tentang kedatangan Tuhan Yesus, langsung berhenti bekerja.

 

Namun ada juga kelompok jemaat Tesalonika yang malas bekerja. Ada kemungkinan bahwa kelompok kedua ini terpengaruh oleh kelompok pertama.

 

Masalahnya, bukan hanya karena mereka tidak bekerja, tetapi juga karena mereka membuang-buang waktu dan energi, dengan menyibukkan diri pada hal-hal yang tidak berguna.

 

Mereka telah menjadi Pengacara, sebagai singkatan dari, pengangguran, banyak acara. Sibuk, tapi tanpa hasil.

 

Paulus melihat kemalasan bekerja, disertai kesibukan yang tidak bernilai, sebagai sumber dosa.

 

 

Mungkin orang-orang sibuk ini berpikir bahwa jika Yesus segera datang, tidak ada gunanya bekerja. Tanpa sadar, mereka akan mengganggu kehidupan orang lain, dengan memanfaatkan kemurahan hati orang Kristen lainnya, yang harus memberi mereka makan.

 

Mereka hidup dari keringat orang lain, dan mereka sendiri tidak melakukan apa pun, demi kebaikan bersama.

 

Dengan otoritas, dalam nama Tuhan Yesus, Paulus memerintahkan para pengangguran yang sibuk ini, untuk bekerja, tidak menggantungkan diri pada belas kasihan orang lain dan memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

 

Gereja mula-mula memang memberikan bantuan kepada yang benar-benar membutuhkan, di antara mereka, tetapi hanya setelah diyakinkan bahwa, mereka benar-benar membutuhkannya. (Bandingkan dengan 1 Timotius 5 ayat 3 dengan ayat 16).

 

Seringkali, orang Kristen yang dermawan, yang suka membantu jemaat yang benar-benar membutuhkan bantuan, merasa bosan, karena melihat ada orang yang seharusnya masih bisa bekerja, tetapi selalu mau dibantu.

 

Untuk ini, rasul Paulus berkata kepada mereka:

 

janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik.

 

Ini adalah dorongan yang tepat, bagi mereka yang memang bekerja.

 

Tentu saja ada banyak alasan mengapa seorang dermawan Kristen mungkin lelah berbuat baik. Dalam beberapa hal, sangat melelahkan melihat orang lain hanya memanfaatkan kemurahan hati Kristen.

 

Tetapi pesan Tuhan hari ini , yaitu, semuanya itu harus kita lawan.

 

Kita tidak boleh membiarkan, hanya karena manipulasi segelintir orang, membuat kita lelah untuk berbuat baik, kepada mereka yang benar-benar membutuhkannya.

 

Banyak perbuatan baik di dunia ini yang bisa kita lakukan, selain memberikan bantuan materi. Misalnya, menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan bertanggung jawab, menasihati dengan baik, dan mengkritik dengan baik, juga bisa dilakukan.

 

Tetapi dalam segala hal berusahalah untuk melayani Tuhan.

 

Oleh karena itu, dibutuhkan begitu banyak usaha untuk terus berbuat baik. Dibutuhkan begitu banyak penyangkalan diri, bahkan sakit hati, untuk terus berbuat baik.

 

Imbalan yang jauh lebih besar, perlu kita pertimbangkan. Selain itu, semua pengorbanan itu, masih belum sebanding dengan apa yang telah diderita orang lain.

 

Jika, pahala untuk berbuat baik, tidak sebanding dengan pengorbanan kita, ingatlah bahwa itu tidak seberapa, dibandingkan dengan pengorbanan Yesus Kristus, untuk kita.

 

Selanjutnya rasul Paulus, kembali memperjelas apa yang dia sebutkan dalam 2 Tesalonika 3 ayat 6, tentang apa artinya menarik diri, dari saudara yang tidak mau mendengarkan pesan Paulus.

 

Menarik diri di sini berarti, memperhatikan orang tersebut, judtru dengan menghindarinya, dengan tujuan menyadarkannya.

 

Jadi, tujuannya bukan untuk menjadikannya musuh gereja, tetapi dengan menjauhkan dirinya dari persekutuan, memperingatkannya, dan menegurnya sebagai saudara, yang salah dalam menanggapi pesan rasul Paulus.

 

Sama seperti domba, tidak mungkin mengusir domba dari kawanan domba Tuhan, tetapi sementara memisahkannya, sehingga domba itu merasa tersesat, jauh dari persekutuan dan hidup tanpa Tuhan, sebagai gembala Agung kita. Ketika dia menyadari hal itu, kita harus membawanya kembali.

 

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

Kita harus saling memperhatikan antar jemaat. Jika ada jemaat yang sangat membutuhkan bantuan, setiap jemaah yang merasa terbeban, bisa langsung membantunya.

 

Namun jika kondisi jemaat secara umum, bukan jemaat yang mampu, sebaiknya bantuan tersebut disalurkan melalui gereja, untuk diberdayakan, sehingga lebih efisien dan akuntabel.

 

Jika ada jemaat yang meminta bantuan, tetapi ternyata jemaat itu masih bisa bekerja dan produktif, maka kita harus dengan kasih, mendorongnya untuk bekerja. Selain itu, arahkan mereka untuk hidup tertib, demi keutuhan kesaksian persekutuan kita bersama.

 

Karena bekerja adalah tanggung jawab yang Tuhan berikan kepada kita, jangan biarkan orang percaya yang tidak taat melanjutkan, cara-caranya yang tidak bertanggung jawab.

 

Gereja bertanggung jawab untuk mendisiplinkan orang percaya yang tidak taat, dan yang menolak untuk dikoreksi.

 

Kita juga tidak boleh lelah berbuat baik, jika memang ada jemaat yang malas dan tidak mau bekerja, yang selalu meminta bantuan saudara seiman.

 

Memang berurusan dengan orang malas dan nakal bisa melelahkan dan membuat kita frustrasi.

 

Akibatnya, kita mungkin berhenti membantu semua orang yang memang membutuhkan.

 

Tetapi Paulus memberitahu kita, untuk tidak berhenti membantu mereka yang memang memiliki kebutuhan yang sah.

 

Juga, kita bisa menjadi lelah dengan tugas yang sulit, untuk menasihati saudara yang tidak bertanggung jawab. Mereka sering manipulatif dan menipu. Mereka pandai bermain dengan emosi kita, dengan mengadu domba satu orang dengan orang lain, dalam upaya untuk mendapatkan keuntungan pribadi mereka sendiri.

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

 

Tuhan Yesus, terima kasih untuk keluarga kami, dan saudara-saudara kami dalam iman, yang telah Engkau berikan kepada kami.

Tak satu pun dari kami yang sempurna.

Masing-masing dari kami memiliki sisi baik dan buruk.

Namun, ketika salah satu dari kami membutuhkan bantuan, atau ketika salah satu dari kami mengalami masa sulit, seperti sakit atau hubungan yang bermasalah,

kiranya kami sebagai anggota keluarga, atau anggota gereja, Engkau mampukan untuk menanggapinya dengan dukungan, atau kata-kata baik, dan doa untuk menguatkan mereka yang membutuhkan.

Berkatilah kami semua pada hari ini. Ingatkan kami bagaimana, sebuah perbuatan yang sederhana pun, dapat membantu mendukung, atau meringankan beban anggota keluarga, teman, atau seseorang yang Engkau ijinkan hadir dalam hidup kami.

 

 

Dalam nama Tuhan Yesus, kami telah berdoa.

 

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...