Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:
Rahasia Menghadapi Tahun Kegelapan, Tahun
2023,
Ayat
Alkitab yang kita baca, adalah Amsal 14, ayat 23, yang berbunyi sebagai
berikut:
Dalam
tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan
kekurangan saja.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan apa pesan-Nya untuk kita?
Ada
prinsip yang berlaku, yaitu setiap kerja keras, setiap jerih payah, akan selalu
ada imbal hasilnya, baik dari dunia ini, termasuk dari Tuhan.
Kalaupun
tidak ada imbalan langsung dari pekerjaan kita, akan ada imbalan dari Tuhan,
setidaknya berupa pembentukan karakter, bertambahnya hikmat dan pengetahuan
kita.
Tuhan
menghargai kita, karena kita diciptakan khusus, untuk melakukan pekerjaan, dan
pekerjaan itu harus baik, dan berkenan kepada Tuhan.
Salomo
mengingatkan anak-anaknya, dan kita di sini, saat ini, untuk bekerja keras. Tuhan
tidak melarang kita untuk bekerja cerdas, tetapi harus dilandasi dengan bekerja
keras. Suka bekerja, sehingga tidak pernah merasa lelah dalam bekerja.
Efesus
2 ayat 10, mencatat:
Karena
kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di
dalamnya.
Ayat
Alkitab ini ingin menyatakan bahwa, kita adalah mahakarya-Nya Tuhan, karena
kita diciptakan dalam Kristus Yesus.
Kita
diciptakan, untuk sebuah misi yang dipersiapkan secara khusus oleh Tuhan, yaitu
melakukan perbuatan baik.
Salomo
juga memperingatkan bahwa omong kosong, atau Omdo, omong doang, tidak hanya
kontraproduktif, tetapi akan membawa kita pada kekurangan, atau kemiskinan.
Jika
bekerja membawa keuntungan, maka apapun yang mengalihkan perhatian kita dari bekerja,
misalnya obrolan iseng di Lapo Tuak, atau di kafe modern, tidak membuat kita
untung, melainkan buntung.
Bisa
dibayangkan jika sekelompok karyawan yang berkumpul bersama, hanya berbicara
omong kosong, atau hanya guyonan, tidak akan menghasilkan keuntungan apapun
bagi majikan mereka.
Kita
harus lebih takut pada omong kosong daripada kerja keras.
Pesan
Tuhan di sini, jangan hanya bicara, lakukan!
Pembicara
hebat tidak selalu sama dengan orang sukses dalam bisnis. Sebagian besar
waktunya untuk mempersiapkan apa yang akan disampaikan pada seminar berikutnya.
Amsal
hari ini ingin mengatakan bahwa bekerja dengan upah minimum lebih baik daripada
mendengar rencana bisnis lain untuk menghasilkan puluhan juta, bahkan miliaran
Rupiah.
Pemimpi
hanya berkhayal tentang sukses, sedangkan orang yang rajin dan jujur pergi ke
pekerjaan lamanya dengan hati yang bersyukur, dan menemukan kesuksesan melalui
kerja keras.
Jangan
buang waktu dengan para pemimpi, yang kerjanya membuat spreadsheet kekayaan
imajiner, dengan ide bisnisnya yang fantastis.
Lihat
Amsal lain yang mendukung renungan ini, yaitu dalam Amsal pasal 1 ayat 32,
pasal 12 ayat 11, pasal 13 ayat 4, pasal 13 ayat 11, pasal 13 ayat 23, pasal 14
ayat 4, pasal 14 ayat 15, dan 27 ayat 23.
Memasuki
tahun 2023, banyak orang akan menawarkan bisnis baru, atau investasi baru, yang
memiliki keuntungan menggiurkan.
Mereka
penuh dengan ide bagaimana menghasilkan uang, tetapi kesuksesan mereka sendiri masih
di depan mata, seperti wortel yang tergantung di depan keledai, yang tidak
pernah bisa diraih.
Salomo
memperingatkan kita terhadap gangguan dan delusi dari skema menghasilkan uang
ini. Dia tahu tentang "peluang bisnis" dan "rahasia
investasi" pada zamannya, yang berasal dari orang-orang bodoh yang malas,
dan promotor pembohong.
Ingat,
angan-angan hanya untuk pecundang. Hanya kerja yang konsisten yang akan
membuahkan hasil.
Berbicara
itu mudah, termasuk berbicara tentang menghasilkan uang dengan cara lain selain
bekerja keras di pekerjaan yang mungkin melelahkan.
Sangat
mudah untuk berbicara sepanjang hari tentang apa yang ingin kita capai, tetapi
jika kita tidak melakukan apa-apa selain berbicara, kita tidak akan mencapai
apa-apa.
Tahun
2023, justru saatnya kita bekerja lebih keras.
Buang
mentalitas lotere.
Hari-hari
ini adalah hak istimewa yang diberkati Tuhan, yang harus kita gunakan untuk
berbuat lebih banyak. Lakukan dengan lebih baik, dengan semangat yang lebih
ceria, dan dalam pekerjaan nyata, dibandingkan orang lain.
Tuhan
pasti akan membawa kita menuju kemenangan.
Saat
memasuki tahun 2024 nanti, kita akan berkata: "Tuhan itu Baik."
Inilah
kebijaksanaan finansial yang diilhami secara ilahi dari orang-orang terkaya dan
paling sukses yang hidup ribuan tahun yang lalu, yaitu Salomo.
Ia
mencontohkan etos kerja 4 hewan terkecil di bumi namun sangat lincah.
Ia
menuangkannya dalam Amsal 30 ayat 25 sampai ayat 28 yang berbunyi:
semut,
bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas,
pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu,
belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur,
cicak
yang dapat kautangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di istana-istana
raja.
Ada
rahasia di dalamnya.
Semut
mengajari kita untuk menyiapkan makanan kita sedini mungkin. Dalam hal ini kita
ingat ketika Yesus Kristus menyatakan diri-Nya sebagai roti hidup. Oleh karena
itu, terimalah Dia sebagai Juruselamat kita, untuk memasuki tahun 2023.
Pelanduk
mengajarkan kita untuk menemukan perlindungan kita di batu karang, dan kita
tahu bahwa, Yesus Kristus adalah batu karang yang kokoh.
Belalang
mengajarkan kita bahwa walau pun kita memiliki raja yang tidak terlihat, tetapi
akan memberkati kita jika kita melakukan pekerjaan kita dengan teratur dan
rapi. Raja itu adalah Raja segala raja, yaitu Yesus Kristus.
Dan,
cicak memberitahu kita bahwa dengan iman kita akan bisa masuk ke rumah Bapa,
yaitu Istana tempat "Tuhan tinggal", sebagai tempat kita berteduh di
masa sukar.
Pada
akhirnya, untuk mengatasi kegelapan tahun 2023, seseorang harus memahami
rahasia ini, harus ada tindakan dan bukan hanya ucapan.
Dan
setiap tindakan yang akan kita lakukan mulai sekarang, sebelum memasuki tahun
2023, harus diawali dengan tindakan untuk percaya dan menerima Yesus Kristus
sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, dan mengandalkan Dia sebagai 'Pengemudi Agung'
untuk mengendalikan hidup kita.
Inilah
rahasia sukses melewati tahun kelam 2023. Tentu saja itu hanya berlaku bagi
mereka yang percaya akan hal ini.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Kita
sering mendengar bahwa tahun 2023 adalah tahun yang gelap, tahun yang penuh
tantangan dengan krisis multidimensinya, dan sepertinya akan sangat buruk.
Lalu
apa yang harus kita lakukan, berdasarkan Amsal hari ini?
Pertama-tama
ucapkan terima kasih untuk Amsal hari ini. Mulailah bekerja, sekarang juga!
Jika perlu, cari pekerjaan sampingan.
Mungkin
Anda berkata, bahwa Anda sudah lama menganggur, atau baru saja di-PHK. Tetap
saja Anda harus mencari pekerjaan, dengan menganalisis, apa kekuatan atau kelebihan
Anda.
Jangan
terlalu pilih-pilih tentang pekerjaan yang Anda inginkan. Pekerjaan yang paling
sederhana sekalipun, akan sangat bermanfaat.
Ingat
pepatah yang mengatakan, "Cahaya bintang akan bersinar lebih terang di
malam yang paling gelap, atau cahaya lilin yang kecil, akan terlihat lebih
jelas di malam yang paling gelap."
Lakukan
pekerjaan itu, sekecil apa pun bayarannya, karena bagaimana pun, itu akan
sangat berharga di tahun yang gelap.
Bagi
kita yang masih memiliki pekerjaan, tidak peduli seberapa besar atau kecil
gajinya, bersyukurlah kepada Tuhan atas pekerjaan kita.
Syukuri
kemampuan yang Tuhan berikan, sehingga kita bisa melakukan pekerjaan dengan
sebaik-baiknya.
Syukuri
kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita untuk bisa bekerja keras.
Jika
kita harus bekerja di kantor, jadilah karyawan yang paling awal masuk kerja.
Jangan terlambat. Bekerjalah lebih dari yang diharapkan oleh atasan atau
pemilik perusahaan.
Tuhan
Yesus mengajarkan kita untuk berusaha memberi lebih. Baca Matius 5 ayat 40 dan
ayat 41, yang menyatakan:
Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena
mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.
Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah
bersama dia sejauh dua mil.
Bersikaplah
ceria. Hormati sesama pekerja. Bekerjalah dengan giat seperti untuk Tuhan, dan
bukan untuk manusia. Bekerjalah dengan sabar dengan pandangan kita lebih banyak
pada imbalan surgawi.
Percayalah
bahwa Tuhan akan membuat kita berhasil!
Apa
pun yang terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, cenderung tidak
seperti yang dikatakan!
Hati-hati
dengan fantasi yang menipu, yang hanya akan mencuri fokus Anda dari pekerjaan
nyata.
Kerjakan
apa yang menjadi bagian kita, dan tolak ilusi "rumput yang lebih hijau"
di tempat lain.
Ingatlah
Amsal 28 ayat 19 yang berbunyi:
“Siapa
mengerjakan tanahnya akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa mengejar barang
yang sia-sia akan kenyang dengan kemiskinan.”
Hindari
dan abaikan semua sumber “peluang bisnis” yang menjanjikan keuntungan jauh
lebih tinggi dari gaji di tempat kerja Anda. Jangan dengarkan mereka. Jangan
tertipu oleh kebohongan promosi mereka. Fokuskan diri Anda pada apa yang ada di
depan Anda.
Anda
juga harus menyadari bahwa berbicara tentang hubungan Anda dengan Tuhan tidak
sama dengan memiliki hubungan yang nyata dengan-Nya.
Alih-alih
berbicara tentang betapa Anda mengasihi Yesus atau mendengarkan mereka yang
ingin memberi tahu Anda tentang Tuhan, dan mulailah berusaha untuk mencari
wajah-Nya dan menaati perintah-perintah-Nya.
Rasul
Yohanes menulis, “Barangsiapa berkata aku mengenal Dia, tetapi tidak menuruti
perintah-Nya, ia adalah pendusta dan tidak ada kebenaran di dalam dia” (Baca 1
Yohanes 2 ayat 4).
Jadikan
agenda harian kita adalah, mengutamakan firman-Nya, berdoa, menyembah Dia, dan
bersekutu dengan umat-Nya.
Anda
akan mendapat manfaat darinya.
Doa Hari Ini...
Tuhan Yesus,
Kami bersyukur, karena Tuhan selalu
bersama kami, bahwa Tuhan ada di dalam kami.
Bukalah telinga kami terhadap Sabda yang
keluar dari mulut Tuhan, agar kami mendengar, ketika Engkau menyuruh kami berjalan
lurus, atau berbelok ke kanan atau ke kiri, atau berputar arah.
Beri kami keberanian untuk memulai
kembali, ketika kami mengalami kegagalan, dan mengabaikan kesulitan ketika
mengatasi rintangan, dan tetap terbuka pada setiap kesempatan untuk maju.
Tolong kami untuk memahami
bahwa perlu waktu untuk memulai kembali, dan cukup bijak untuk meminta bantuan
teman dan keluarga saat kami membutuhkannya.
Saat melihat ke masa depan, ajari kami
untuk mengevaluasi masa lalu dan menemukan pelajaran berharga dari kegagalan
kami.
Semoga kami dimampukan untuk
selalu memandang kepada Tuhan, untuk mendapat kekuatan dan tuntunan Tuhan.
Dalam nama Tuhan Yesus, kami naikkan
doa ini.
Amin.
Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih
Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar