Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:
Semakin Banyak Penghujat, Semakin Kuat
Iman Kita.
Ayat
Alkitab, yang kita baca hari ini, adalah dari 2 Petrus 3, ayat 1 sampai ayat 7,
yang akan dibahas dalam 3 bagian.
Sebelum
masuk ke dalam renungan kita pagi ini, perlu kita ketahui bahwa :
Petrus
berjalan bersama Yesus, berbicara dengan-Nya, dan menghabiskan tiga tahun yang
indah bersama Tuhan Yesus yang baik, yang akhirnya dia akui dan percayai
sebagai Kristus Anak Allah yang hidup.
Petrus
adalah salah satu dari dua belas murid yang diutus Kristus untuk melayani
domba-domba yang hilang dari umat Israel, memberitakan Injil kerajaan,
menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, mentahirkan penderita
kusta, dan mengusir setan.
Rasul
Petrus tidak asing dengan kuasa ilahi dan karya ajaib Tuhan Yesus. Dia telah
mengabdikan sisa hidupnya untuk mengingat kuasa ilahi Kristus, kata-kata
ramah-Nya, dan ajaran-ajaran yang luar biasa.
Sebagai
seorang rasul yang diberi kunci kerajaan dan kuasa ilahi dari Tuhan Yesus,
Petrus dapat membuat nama untuk dirinya sendiri. Tetapi Petrus lebih suka
membagikan kabar baik tentang Injil kasih karunia, tidak peduli berapa pun
harganya, dan mewartakan keajaiban, demi kemuliaan Kristus Yesus, Tuhannya.
Dia
mengajar orang lain untuk siap mati bagi diri sendiri dan hidup bagi Kristus.
Dia memperingatkan orang lain tentang guru palsu, doktrin setan, dan
penganiayaan yang tak terhindarkan yang akan diderita orang Kristen di dunia
ini.
Ia
mendorong orang percaya untuk bertumbuh dalam kasih karunia, mengenal Kristus
lebih dalam, dewasa dalam iman, mengembangkan belas kasih dengan hati nurani
yang bersih, dan mengembangkan sikap seperti Kristus dalam pikiran, perkataan,
dan perbuatan.
Dan
melalui surat-suratnya, Petrus mewartakan Injil kasih karunia Allah kepada kita,
dimana pun kita berada.
Roh
Kudus telah memberitahu Petrus bahwa saat kematiannya sudah dekat, dan saat
menutup surat terakhirnya, yang menjadi renungan kita hari ini, Petrus kembali menulis
sebuah pesan sebagai pengingat, berisi instruksi dan dorongan, untuk selalu menyegarkan
pikiran murni kita.
Bagian
pertama dari ayat Alkitab yang akan kita baca, adalah 2 Petrus 3, ayat 1 sampai
ayat 2, yang berbunyi sebagai berikut:
Saudara-saudara yang kekasih, ini sudah surat yang kedua, yang kutulis kepadamu. Di
dalam kedua surat itu aku berusaha menghidupkan pengertian yang murni oleh
peringatan-peringatan,
supaya
kamu mengingat akan perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus dan mengingat akan perintah Tuhan dan Juruselamat yang telah
disampaikan oleh rasul-rasulmu kepadamu.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan apa pesan-Nya untuk kita?
Dalam
renungan sebelumnya, kita tahu bahwa Petrus pernah menulis tentang pentingnya
selalu diingatkan. (Baca 2 Petrus 1 ayat 12 dan 13).
Oleh
karena itu, di bagian penutup suratnya ini, Petrus sekali lagi menekankan apa
yang harus diketahui tentang kedatangan Yesus dan nubuatan-nubuatan seputar
kedatangan-Nya.
Para
rasul sangat menyadari bahwa pengulangan peringatan itu sangat penting,
terutama untuk membangkitkan pikiran yang murni, dan bukan yang tidak murni.
Karena
itu, Petrus kembali mengingatkan para pembacanya tentang pesan-pesan Kitab Suci
yang disampaikan oleh para nabi Tuhan di Perjanjian Lama, serta
perintah-perintah Allah Juru Selamat kita yang disampaikan oleh rasul-rasul Tuhan
di Perjanjian Baru.
Di
sini Petrus menekankan pentingnya percaya bahwa kata-kata Kitab Suci, baik secara
literal, maupun makna di balik kata-kata itu.
Petrus
percaya bahwa melalui Firman Tuhan, baik tertulis maupun tersirat, keduanya
akan memberi kita inspirasi yang lengkap tentang kedatangan Tuhan.
Dalam
suratnya yang kedua ini, rasul Petrus menempatkan para utusan perjanjian baru
pada tingkat yang sama dengan para utusan perjanjian lama, yang berarti Petrus sangat
memahami otoritas Perjanjian Baru.
Petrus
memahami bahwa Yesus memberi para rasul-Nya otoritas untuk menyampaikan pesan
Allah kepada umat perjanjian yang baru.
Dia
memahami hal ini dari perikop dalam Matius 16 ayat 19, di mana Tuhan Yesus
memberi para rasul wewenang untuk mengikat dan melepaskan, sama seperti wewenang
para nabi pada zaman mereka.
Dalam
Matius 16 ayat 19, Tuhan Yesus berkata kepada para murid-Nya:
Kepadamu
akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kau ikat di dunia ini
akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di
sorga.
Berdasarkan
perkataan Tuhan Yesus ini, rasul Petrus menyadari bahwa otoritas para rasul
Perjanjian Baru sama dengan para nabi Perjanjian Lama.
Secara
signifikan, Petrus melihat otoritas ini ditanamkan pada semua rasul, bukan
hanya pada dirinya sendiri. Dia akan merasa aneh jika otoritas kepausan
dianggap sebagai miliknya saja.
Bagian
kedua dari ayat Alkitab yang akan kita baca, adalah 1 Petrus 3, ayat 3 sampai
ayat 4, yang berbunyi sebagai berikut:
Yang
terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu
orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya.
Kata
mereka: "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak
bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada
waktu dunia diciptakan."
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan apa pesan-Nya untuk kita?
Lebih
lanjut rasul Petrus memperingatkan agar umat Kristiani tidak perlu heran
menemukan bahwa ada orang yang akan mencemooh gagasan kedatangan Yesus yang
kedua kalinya.
Pemberitahuan
tentang banyaknya pencemooh ini adalah hal pertama dan terpenting yang perlu
kita ketahui.
Setiap
kali seorang penghujat membuka mulutnya untuk menyangkal kebenaran wahyu
kedatangan Yesus yang kedua kali, justru akan membantu meneguhkan kita dalam
keyakinan kita akan kebenaran yang mereka sangkal itu.
Roh
Kudus memberi tahu kita, melalui pena Petrus, bahwa itu akan terjadi, dan kita
tahu bahwa Petrus benar-benar adalah rasul Tuhan.
Kita
juga percaya bahwa para pengejek, tidak hanya memiliki masalah intelektual
dengan Tuhan dan firman-Nya. Mereka juga memiliki masalah moral yang menyangkal
Ketuhanan Yesus Kristus atas hidup mereka.
Bagaimana
mungkin, para pencemooh yang hidup menuruti keinginan dagingnya, dapat menerima
dan menyatu dengan kekudusan Tuhan Yesus?
Selain
itu, di benak para pengejek ini, orang Kristen telah berbicara tentang
kedatangan Yesus selama dua ribu tahun, dan Dia masih belum kembali, lalu berapa
lama lagi kita harus menunggu?
Para
pengejek mendasarkan ejekan mereka pada bukti bahwa segala sesuatunya masih
sama seperti saat dunia dimulai, dan bahwa Tuhan belum dan tidak akan melakukan
sesuatu yang baru dalam rencana ciptaan-Nya.
Argumen
para pencemooh dan guru palsu pada dasarnya adalah argumen naturalistik yang
mengesampingkan intervensi ilahi dalam sejarah penebusan-Nya.
Bagian
ketiga dari ayat Alkitab yang akan kita baca, adalah 1 Petrus 3, ayat 5 sampai
ayat 6, yang berbunyi sebagai berikut:
Mereka
sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang
berasal dari air dan oleh air,
dan
bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah.
Tetapi
oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan apa pesan-Nya untuk kita?
Para
pengejek ini telah menyalahgunakan belas kasihan dan kesabaran Tuhan. Mereka
bersikeras bahwa karena mereka belum pernah melihat penghakiman Tuhan yang
meluas, tidak akan pernah ada perubahan apapun. Namun mereka dengan sengaja
melupakan ciptaan Tuhan sebelum air bah dan penghakiman yang Tuhan curahkan ke
bumi pada zaman Nuh.
Iman
kita akan Penciptaan, termasuk Adam dan Hawa, serta Air Bah Nuh, sangat penting
untuk pemahaman yang benar tentang pekerjaan Tuhan di masa lalu dan sekarang.
Menyangkali
hal-hal ini akan menggerogoti fondasi iman kita.
Sayangnya,
saat ini banyak orang Kristen dengan sengaja melupakan sejarah penebusan ini,
sehingga menjadikan diri mereka sebagai salah satu pencemooh, setidaknya di
dalam hati mereka.
Alkitab
dengan jelas mengajarkan bahwa pelaku aktif dalam penciptaan adalah firman
Allah. Tuhan berfirman dan ciptaan menjadi ada.
Dengan
menyebut peristiwa air bah tersebut, Petrus ingin mengingatkan kita bahwa
keadaan di bumi ini tidak selalu berjalan seperti semulanya.
Bumi
berbeda ketika Tuhan pertama kali menciptakannya dan kemudian berbeda lagi
setelah air bah. Jika sebelum banjir manusia hanya makan biji-bijian dan
buah-buahan, buktinya, setelah banjir manusia mulai makan sayur dan daging
hewan.
Oleh
karena itu, tidak seorang pun boleh mencemooh janji Tuhan bahwa Dia tidak akan
mengubah bumi ini sekali lagi.
Firman
Tuhan yang sama yang menciptakan semua materi dan menghakimi dunia dalam
banjir, suatu hari akan membawa penghakiman, bukan lagi dengan air, tetapi dengan
api ke atas bumi ini.
Perhatikan
perkataan Tuhan Yesus dalam Matius 24 ayat 37 sampai dengan ayat 39 yang
berbunyi:
"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian
pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.
Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah
itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh
masuk ke dalam bahtera dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air
bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada
kedatangan Anak Manusia.
Pelajaran
yang diajarkan air bah ini adalah, bahwa dosa tidak akan selamanya luput dari
hukuman.
Bukankah
keadaan sebelum air bah pada zaman Nuh, dan kondisi sebelum penghakiman Tuhan
atas Sodom dan Gomora pada zaman Lot, sama dengan kondisi kita sekarang ini?
Jika
banyak orang telah memilih untuk mengabaikan tentang hukuman ini, semoga kita
tidak masuk ke dalam golongan ini, dan menyadari bahwa hari penghukuman Tuhan telah
semakin dekat.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Kita
harus menyadari bahwa pikiran kita harus selalu diingatkan dan disegarkan.
Untuk
itu kita harus lebih rajin membaca Alkitab atau mendengarkan Firman Tuhan, yang
akan menyegarkan pikiran kita yang murni tentang kedatangan Tuhan Yesus yang
kedua kalinya.
Kita
harus membaca Firman Tuhan secara lengkap, yaitu merenungkan Firman, baik yang
tertulis maupun yang tersirat, sesuai konteksnya, untuk memiliki inspirasi dan
pengetahuan yang sempurna tentang Tuhan dan semua maksud Tuhan.
Ketika
semakin banyak orang yang mencemooh ketuhanan Yesus dan juga tentang kedatangan-Nya
sebagai raja, kita tidak perlu heran atau marah, tetapi itu justru meperkuat
iman kita, karena apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus sendiri dan juga para
rasul-Nya adalah benar.
Kita
tahu bahwa akan ada saatnya Tuhan Yesus datang kembali, namun hal itu tidak
boleh membuat kita terlena sehingga kita tidak menjalankan tugas kita sebagai
pemberita Injil, tetapi semakin giat melakukan tugas-tugas kita selama kita
hidup di dunia ini.
Yang
penting, kita memiliki iman bahwa kedatangan Tuhan Yesus justru semakin dekat,
dan kita semakin memperkuat iman kita dengan berdiri teguh di atas Firman
Tuhan.
Doa Hari Ini...
Tuhan Yesus,
terima kasih atas hikmat dan bimbingan
dalam memahami Firman Tuhan, yang telah menjadi Perisai dan menjadi Batu
Karangku, serta Jangkar bagi jiwaku, yang di atasnya kami mengamankan iman kami.
Terima kasih karena Engkau telah
menggerakkan orang-orang kudus Tuhan, seperti rasul Petrus, untuk mengajar dan
membimbing, serta memperingatkan kami.
Kami berdoa agar, Engkau selalu
mengingatkanku tentang hal-hal yang telah kupelajari dari tulisan para rasul
dan nabi Tuhan, dan membimbing kami ke dalam seluruh kebenaran Allah, melalui
Kristus Yesus.
Dalam nama Tuhan Yesus, kami
telah berdoa.
Amin.
Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih
Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar