Langsung ke konten utama

Serahkan Perbuatanmu kepada Tuhan. Maka Segala Rencana Terlaksana. Amsal 16:1-3.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

 

adalah:

 

 

Serahkan Perbuatanmu kepada Tuhan. Maka Segala Rencana Terlaksana.

 

 

Ayat Alkitab, yang kita baca hari ini, adalah dari Amsal 16, ayat 1 sampai ayat 3, yang akan dibahas dalam 3 bagian.

 

 

 

Bagian pertama dari ayat Alkitab yang akan kita baca, adalah 1 Petrus 3, ayat 1 sampai ayat 2, yang berbunyi sebagai berikut:

 

Manusia dapat menimbang-nimbang dalam hati, tetapi jawaban lidah berasal dari pada TUHAN. 

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan apa pesan-Nya untuk kita?

 

Sebagai manusia, bagian kita adalah mempersiapkan hati kita. Dengan akal yang diberikan oleh Tuhan, kita dimampukan untuk menimbang apa yang baik atau buruk untuk kita lakukan.

 

Pada dasarnya Tuhanlah yang merencanakan dan juga mempersiapkan apa yang harus kita lakukan. Karena kita sebagai manusia, diciptakan menurut gambar Allah, (baca Kejadian 1 ayat 27), sudah seharusnya sifat alami kita untuk mempersiapkan hati, sesuai dengan kehendak Allah.

 

Terlebih lagi, Tuhan telah memberi kita panduan melalui sebuah buku, yang disebut Alkitab. Kita hanya perlu memahami rencana Tuhan, dengan menggali kehendak Tuhan di dalamnya.

 

Karena hikmat-Nya, Tuhan membuat kita bisa bersuara. Karena itu perkataan kita akan datang dari Tuhan.

 

Namun itu berlaku, bagi orang-orang yang hatinya melekat pada Tuhan.

 

Masalahnya, karena Tuhan juga memberi kita kehendak bebas, maka seringkali, bahkan hampir selalu, kita merancang apa yang akan kita lakukan, menurut kehendak kita sendiri.

 

Kita bisa berbicara, di luar persiapan hati kami.

 

 

 

Bagian kedua dari ayat Alkitab yang akan kita baca, adalah 1 Petrus 3, ayat 3 sampai ayat 4, yang berbunyi sebagai berikut:

 

Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati. 

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan apa pesan-Nya untuk kita?

 

Secara naluriah, sebagai manusia yang pada dasarnya berdosa, kita akan cenderung untuk membenarkan diri kita sendiri, dan melihat bahwa, apa yang kita lakukan sebagai sesuatu yang bersih.

 

Bahkan penjahat paling kejam sekalipun, menganggap diri mereka sebagai manusia yang baik dan bersih.

 

Tentunya ini menurut pandangan mereka sendiri.

 

Karena itulah, ada kepercayaan yang meyakini bahwa seorang bayi dilahirkan, seperti kertas putih dan polos. Mereka tidak percaya pada kepercayaan akan adanya dosa asal.

 

Mereka mengabaikan fakta bahwa anak kecil yang tidak diajari berbohong, secara naluriah, misalnya karena takut, akan bisa berbohong.

 

Terlepas dari pembenaran diri yang selalu kita lakukan, Tuhan, secara adil dan akurat, akan menguji hati kita dengan menimbang roh kita semua.

 

Allah yang Maha Tahu, akan menguji hati kita. Hasil ujian bukan untuk kepentingan Tuhan, tapi untuk kita, agar kita sadar siapa diri kita di hadapan Tuhan.

 

Kesimpulannya adalah, kita begitu mudah menipu diri kita sendiri, dan karena itu tidak mampu mengevaluasi diri kita sepenuhnya, dan Tuhan, melalui Roh-Nya dan melalui Firman-Nya, akan melakukan evaluasi yang mendalam.

 

 

 

Bagian ketiga dari ayat Alkitab yang akan kita baca, adalah 1 Petrus 3, ayat 5 sampai ayat 6, yang berbunyi sebagai berikut:

 

Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan apa pesan-Nya untuk kita?

 

Ada yang menarik dari ayat Alkitab ini.

 

Kita berpikir, jika yang kita serahkan kepada Tuhan adalah pikiran atau rencana kita kepada Tuhan, maka kita akan melakukannya sesuai dengan rencana yang Tuhan perkenan. Bukankah Tuhan mengatakan di ayat sebelumnya bahwa kita sering membenarkan apa yang kita pikirkan dan rencanakan?

 

Tetapi Salomo menegaskan bahwa kita melakukan pekerjaan kita terlebih dahulu, kemudian kita percaya bahwa pikiran dan rencana kita akan menjadi kenyataan.

 

Benar bahwa kita harus bergantung pada Tuhan dalam merencanakan dan melaksanakan pekerjaan kita, dan kita harus melakukan pekerjaan seperti untuk Tuhan.

 

Bandingkan dengan Kolose 3 ayat 23, yang mencatat:

 

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

 

Dengan konsep berpikir bahwa, apa yang kita rencanakan dan kerjakan, bukanlah milik kita atau untuk kepentingan kita, tetapi menjadi milik Tuhan, dan hanya untuk kemuliaan Tuhan, maka, sejak awal apa yang kita rencanakan dan kerjakannya, haruslah sesuai sengan spesifikasi yang Tuhan tetapkan.

 

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

 

Kita harus menyadari sifat berdosa kita, yang ingin menguasai hati kita sesuka hati.

 

Oleh karena itu kita harus memiliki hikmat Tuhan, yang sangat kita perlukan untuk membuat rencana, dan pengertian dan pertimbangan untuk apa yang kita katakan dan lakukan, sesuai apa yang kita rencanakan.

 

Jika kita merasa kekurangan hikmat, maka menurut Yakobus 1 ayat 5, kita harus memintanya kepada Tuhan, maka Tuhan akan memberikannya kepada kita, karena Tuhan akan memberikannya kepada siapa saja yang meminta, dengan murah hati dan tanpa mengungkitnya.

 

Selain itu, kita harus memiliki motivasi yang benar, yaitu bahwa segala sesuatu yang kita lakukan, termasuk untuk menopang hidup kita, seperti bekerja untuk mencari nafkah, bukanlah untuk kepentingan kita sendiri, tetapi untuk kemuliaan Tuhan.

 

Oleh karena itu, pertama-tama kita harus memusatkan perhatian kita kepada Tuhan, baik melalui Firman-Nya di dalam Alkitab, dan semua peristiwa yang Tuhan izinkan terjadi pada kita, untuk kita pelajari dan fahami, membuat rencana dan mengerjakannya, hanya untuk Tuhan dan untuk kemuliaan Nama-Nya.

 

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

 

terima kasih banyak telah melatih kami dalam hikmat, dengan petunjuk dari Firman Tuhan.

Bimbing kami sewaktu kami mempelajari ayat-ayat Alkitab, dan arahkan kami pada kehendak Bapa kami di Surga.

Semoga Roh Kudus, memberi kami kedamaian yang kami butuhkan untuk mengungkapkan kebenaran kitab suci, khususnya yang sulit kita pahami.

Kami mengandalkan Tuhan untuk menunjukkan kepada kami cara terbaik untuk menjalani hidup kami di hari-hari mendatang.

 

Dalam nama Yesus, kami telah berdoa.

 

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...