Langsung ke konten utama

Tanpa Kasih, Kita Hanya Bisa Membenci. 2 Petrus 1: 3-8.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:

 

Tanpa Kasih, Kita Hanya Bisa Membenci.

 

 

Ayat Alkitab, yang kita baca hari ini, adalah dari 2 Petrus 1, ayat 3 sampai ayat 8, yang akan dibahas dalam 3 bagian.

 

Bagian pertama dari ayat Alkitab yang akan kita baca, adalah 2 Petrus 1, ayat 3 sampai ayat 4, yang berbunyi sebagai berikut:

 

 Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. 

 Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan apa pesan-Nya untuk kita?

 

Umat ​​Kristiani yang mengenal Tuhan, karena menerima panggilan untuk percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, akan menerima dua hal yang berharga, yaitu kasih karunia dan damai sejahtera.

 

Kita percaya bahwa kemuliaan dan kebaikan Yesuslah yang memotivasi Dia untuk memanggil kita, dan kemuliaan dan kebaikan-Nya jugalah yang menarik kita kepada-Nya.

 

Keduanya, yaitu kasih karunia dan damai sejahtera, merupakan landasan penting bagi keselamatan dan kehidupan kita.

 

Dan bukan hanya rahmat dan damai sejahtera saja yang kita terima, tetapi juga segala sesuatu yang berguna untuk hidup saleh, melalui pengenalan akan Tuhan dan Yesus itu.

 

Jadi, mengenal Tuhan, adalah kunci dari segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan dan kesalehan kita. Tidak seorang pun dapat menjalani kehidupan yang saleh, tanpa menerima panggilan Tuhan, mengenal Dia, dan memperoleh kasih karunia dan damai sejahtera.

 

Kata mengenal Tuhan di sini, adalah mengenal Tuhan dengan pengetahuan yang tepat dan lengkap, serta menyeluruh. Bukan sepotong-sepotong.

 

Kita memperoleh pengetahuan tentang Tuhan, ketika kita belajar tentang Dia melalui Firman-Nya, melalui doa, dan melalui komunitas umat Tuhan, yang selalu bersekutu bersama.

 

Memang benar bahwa kita masing-masing membutuhkan Tuhan, tetapi Tuhan akan menemui kita, tidak hanya dalam kesendirian kita, tetapi juga dalam komunitas umat-Nya.

 

Semua ini bukan karena kekuatan kita, tetapi karena kekuatan ilahi, yang setara dengan, kekuatan ilahi yang meletakkan dasar bumi dan laut, yang memandu bintang-bintang agar tidak bertabrakan, yang menopang pilar-pilar alam semesta, dan yang juga, suatu hari akan mengguncang alam semesta ini, dan mempercepat semuanya kembali ke ketiadaan aslinya.

 

Tuhan juga telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan sangat besar, sehingga melaluinya kita dapat mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan melepaskan diri dari nafsu duniawi yang membinasakan dunia.

 

Ini menjelaskan nilai kemuliaan dan keutamaan Tuhan yang memanggil kita. Dengan ini Dia memberi kita janji yang sangat besar dan berharga. Ini berarti bahwa janji-janji Allah didasarkan pada kemuliaan dan kebaikan-Nya, dan karena itu dapat diandalkan sepenuhnya, karena Tuhan tidak dapat mempertaruhkan kemuliaan dan kebaikan-Nya.

 

Banyak hal besar yang tidak berharga, dan sebaliknya, banyak hal berharga yang tidak besar.

 

Dan anehnya, kita yang kecil dan tidak berharga ini, memiliki janji yang begitu besar dan berharga, yang tidak kalah berharganya, dan besarnya, dari Tuhan sendiri.

 

Janji-janji ini pun diberikan kepada kita yang bukan Yahudi, karena keselamatan bukan semata-mata untuk orang Yahudi.

 

Oleh karena itu, kita tidak perlu meragukan setiap janji Tuhan.

 

Melalui janji-janji Tuhan ini, kita dimungkinkan ikut mengambil bagian dalam kodrat Ilahi. Ini menunjukkan nilai dari janji-janji yang besar dan berharga ini.

 

Gagasan Petrus ini serupa dengan gagasan Paulus, tentang status kita yang mulia, sebagai anak angkat Allah, (Baca Galatia 4 ayat 5 sampai ayat 7). Ini juga membuktikan kerasulan Paulus, yang sama seperti Petrus, dalam memberitakan Yesus Kristus.

 

Dengan kuasa-Nya, Allah seharusnya bisa menyelamatkan kita dari neraka, tanpa harus mengorbankan Yesus di kayu salib dan mengundang kita untuk percaya, dan mendapat bagian dari kodrat ilahi.

 

Ini menunjukkan betapa dalamnya Tuhan mengasihi kita, dan ingin berbagi hidup-Nya, bahkan sifat ilahi-Nya, dengan kita, sebagai umat-Nya.

 

 

Bagian kedua dari ayat Alkitab yang akan kita baca, adalah 2 Petrus 1, ayat 5 sampai ayat 7, yang berbunyi sebagai berikut:

 

 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,

 dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan,

 dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan apa pesan-Nya untuk kita?

 

Sebagai respon kita terhadap Anugerah Tuhan ini, kita harus mengalami pertumbuhan rohani dalam kehidupan Kristiani kita.

 

Iman percaya kita harus terus bertumbuh, dengan menambahkan kebajikan, yaitu perbuatan baik. Di sini kita belajar bahwa amal atau perbuatan baik kita bukanlah syarat untuk diselamatkan, melainkan sebagai respon positif dan aktif atas segala kebaikan Tuhan kepada kita.

 

Tetapi kebajikan atau perbuatan baik saja tidak cukup, kita harus menambahkan pengetahuan, pengendalian diri, ketekunan, kesalehan, cinta untuk saudara dan saudari, dan cinta untuk semua.

 

Kita memulai hidup percaya kepada Tuhan dengan iman, dan harus terus bertumbuh hingga kita memiliki kasih kepada semua orang, termasuk musuh kita, karena kasih ini adalah landasan dari semua karya Tuhan dalam hidup kita.

 

Ada pergeseran nyata dari iman ke kasih. (Bandingkan dengan Galatia 5 ayat 6).

 

Cakupan daftar ini menunjukkan bahwa Tuhan ingin kita memiliki kehidupan Kristen yang utuh, lengkap dalam segala hal. Kita tidak boleh puas dengan kehidupan Kristen yang tidak lengkap atau utuh.

 

Kualitas atau sifat indah ini bukanlah hal-hal yang Tuhan tuangkan ke dalam kita untuk kita terima secara pasif, tetapi kita dipanggil untuk secara aktif dan bersungguh-sungguh untuk hal-hal ini, bekerja dalam kemitraan dengan Tuhan untuk menyempurnakan iman kita.

 

Kita harus melakukan upaya ini seumur hidup kita, karena iman kita menjadi sempurna, ketika kita bertemu Yesus, muka dengan muka, di Surga nanti. Baca 1 Korintus 13 ayat 12.

 

 

Bagian ketiga dari ayat Alkitab yang akan kita baca, adalah 1 Petrus 3, ayat 5 sampai ayat 6, yang berbunyi sebagai berikut:

 

 Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan apa pesan-Nya untuk kita?

 

Pertumbuhan rohani orang Kristen yang berhasil, seperti pohon yang tumbuh dengan baik, dan menghasilkan buah yang baik. Baca Matius 7 ayat 16 sampai ayat 20.

 

Untuk dikatakan berhasil, kita harus memiliki hal-hal yang telah disebutkan sebelumnya, iman, kebajikan, pengetahuan, pengendalian diri, ketekunan, kesalehan, kasih kepada saudara seiman, dan kasih untuk semua orang, dan memilikinya secara berkelimpahan.

 

Hal ini akan membuat kita lebih giat dan semakin berhasil dalam pengenalan kita, akan Yesus Kristus, Tuhan kita.

 

Tanpa hal-hal ini, kita tidak mungkin mengenal Yesus Kristus. Tanpa mengenal Yesus dengan baik, akan memungkinkan kita murtad dan menghujat Dia.

Orang-orang murtad ini cenderung memiliki mentalitas pasif, hanya mau menerima dan bukan memberi. Mereka tidak mau secara aktif menambahkan kepada imannya, kebajikan, pengetahuan, pengendalian diri, ketekunan, kesalehan, kasih kepada saudara seiman, dan kasih kepada semua orang.

 

Bagaimana mereka bisa mengasihi musuh mereka? Bahkan saudara dan semua orang yang dulunya adalah teman mereka, bisa dijadikan musuhnya, untuk dibenci. Mereka gagal untuk melihat hal-hal kekal, seperti kasih karunia dan janji-janji Tuhan.

 

Mereka hanya melihat diri mereka sendiri dan orang lain, tetapi tidak melihat Tuhan dengan janji-janji-Nya.

 

Ketika mereka disakiti oleh seorang yang mengaku Kristen, mereka akan membenci Yesus.

 

Ketika mereka melihat kelompok Kristen yang eksklusif, mereka juga mengatakan bahwa kekristenan tidak benar, dan Yesus bukanlah Tuhan.

 

Jika kita tidak memiliki cinta, maka yang kita miliki hanyalah kebencian. Kita akan mudah tertarik dengan pengajaran dari orang yang memiliki resonansi kebencian yang sama.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

Kita harus menjadi orang Kristen yang benar-benar mengenal Tuhan. Hal ini harus dibuktikan dengan kemampuan untuk mencintai semua orang, tanpa kecuali, dan lebih giat dalam mengenal Tuhan.

 

Sama seperti Tuhan membenci dosa, tetapi mencintai orang berdosa, kita juga bisa membenci perilaku buruk seseorang, tanpa harus membenci orang itu, dan malah harus lebih mengasihinya.

 

Untuk melakukannya, kita harus menumbuhkan iman kita, secara aktif dan sungguh-sungguh, dan melengkapinya dengan kebajikan, pengetahuan, pengendalian diri, ketekunan, kesalehan, kasih kepada saudara-saudara seiman kita, dan kasih kepada semua orang, termasuk musuh-musuh kita.

 

Kita harus memiliki iman dan yang lainnya itu secara kelimpahan, bukan setengah-setengah.

 

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

 

Betapa kami memuji dan berterima kasih kepada Tuhan, karena Engkau telah memanggil kami keluar dari kegelapan menuju terang Tuhan yang mulia.

 

Dengan kuasa ilahi, kami telah dipanggil, dipilih, ditebus, diterima, dan diperlengkapi untuk menjalani kehidupan saleh yang Engkau inginkan dari kami.

 

Kami telah diperhitungkan dalam kebenaran Kristus, didiami oleh Roh Kudus, diidentifikasi dengan segala kebaikan dan kasih karunia-Nya, dan diterima oleh Bapa, dalam Kasih.

 

Kiranya kami dimampukan untuk menjalani kehidupan yang layak untuk panggilan tertinggi kami, dan dalam segala hal memberi Tuhan segala hormat dan kemuliaan.

 

Dalam nama Yesus, kami telah berdoa.

 

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...