Langsung ke konten utama

Yesus Menjadikan Kita Berharga - 1 Petrus 2: 4-8 SBU GPIB

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, yang dibaca dari 1 Petrus 2, ayat 4 sampai ayat 8,

adalah:

 

Yesus, Menjadikan Kita Berharga.

 

 

Ayat Alkitab, yang kita baca hari ini, adalah dari 1 Petrus 2, ayat 4 sampai ayat 8, yang akan dibahas dalam 2 bagian.

 

 

 

Bagian pertama, adalah 1 Petrus 2, ayat 4 sampai ayat 5, yang berbunyi sebagai berikut:

 

Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah.

Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. 

 

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan apa pesan-Nya untuk kita?

 

Petrus menjelaskan bahwa, Tuhan sedang membangun sebuah bait atau rumah rohani, dengan menggunakan kita, orang Kristen, yang adalah batu-batu yang hidup, sebagai bahan bangunannya.

 

Agar kita sebagai orang Kristen dapat menjadi batu hidup dan berkenan kepada Tuhan, maka kita harus datang kepada Yesus, yang adalah batu hidup utama, sebagai pola yang diinginkan Allah.

 

Untuk pertama kalinya, Yesus disebut batu hidup, dan kita pun ikut disebut sebagai batu-batu yang hidup.

 

Kita dikatakan sebagai batu hidup, karena kita terhubung dengan Dia, yaitu Yesus yang adalah sumber kehidupan itu sendiri.

 

Dalam persatuan dengan Yesus inilah kita juga hidup. Kita menggenapi nubuat tentang satu imamat kudus.

 

Sama seperti bait suci orang Israel, demikian pula gereja, adalah bait rohani, di mana kita masing-masing, yang adalah bait rohani, bersama-sama digunakan untuk membangun rumah rohani, yaitu gereja, sebagai tubuh Kristus.

 

Kita tidak mungkin dapat membangun rumah rohani yang besar bagi Tuhan, jika kita sendirian yang digunakan oleh Tuhan.

 

Tuhan ingin membangun rumah rohani itu, dengan menggunakan kita semua bersama-sama. Itulah sebabnya, kita dipilih dan dipanggil, untuk saling mengasihi.

Dan sama seperti orang Israel di Perjanjian Lama, yang mempersembahkan korban di bait suci, demikian juga semua orang Kristen, mempersembahkan korban rohani yang dapat diterima oleh Allah, yaitu dirinya sendiri, yang sudah dikuduskan dengan darah Yesus.

 

Selain mempersembahkan tubuhnya sendiri, maka setiap orang percaya di Perjanjian Baru, adalah imamnya sendiri di hadapan Allah.

 

Jika dulu, ada imamat elit, yaitu suku Lewi, yang dikhususkan sebagai perantara, yang memiliki akses khusus kepada Tuhan, maka sekarang, kita tidak membutuhkan lagi imamat elit untuk menjadi perantara dalam mempersembahkan korban.

 

Bedanya, kita tidak memiliki otoritas imamat khusus, seperti Harun, dan suku Lewi lainnya di Perjanjian Lama.

 

Karena itu kita hanya bisa melayani sebagai imam, seperti yang kita diminta melakukannya, dengan melakukan melalui Yesus Kristus, dan sebagai duta-duta Kristus. Karena hanya Yesuslah yang memiliki otoritas imamat yang sejati dan kekal.

 

 

 

Bagian Kedua, adalah dari 1 Petrus 2, ayat 6 sampai ayat 8, yang berbunyi sebagai berikut:

 

Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."

 

Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan."

 

Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah; dan untuk itu mereka juga telah disediakan.

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan apa pesan-Nya untuk kita?

 

Dalam surat Petrus ini, mengutip Mazmur 118 ayat 22, dan Yesaya 28 ayat 16, untuk juga menggambarkan Yesus sebagai Batu Penjuru, dan Batu Sandungan.

 

Beberapa ayat Alkitab yang menggunakan istilah "batu" dalam bernubuat tentang Yesus, adalah sebagai berikut.

 

Batu Penjuru. baca Mazmur 118 ayat 22, dan Yesaya 28 ayat 16.

Batu sandungan. baca Yesaya 8 ayat 14.

Batu fondasi yang kokoh. baca Yesaya 28 ayat 16.

Batu supranatural. baca Daniel 2 ayat 34 dan 35.

Dan batu karang rohani, yang memberi Israel, air di padang gurun. (Baca 1 Korintus 10 ayat 4).

Dalam surat ini, Petrus mengutip Mazmur 118 ayat 22, dan Yesaya 28 ayat 16, untuk juga menggambarkan Yesus sebagai Batu Penjuru, yang sekaligus juga menjadi Batu sandungan.

 

Kutipan Petrus, selain menggambarkan penggenapan nubuatan Yesus, juga ingin menjelaskan bahwa, ketika kita dipakai Tuhan untuk membangun rumah rohani, akan ada Batu Penjuru, yang menyatukan semua batu hidup, yang sering berjalan menurut kehendak dan kemauannya sendiri.

 

Dan tidak diragukan lagi, siapa Landasan Utama kita. Yesus adalah Batu Penjuru Utama dalam pekerjaan membangun gereja Tuhan.

 

Meskipun batu penjuru utama ini ditolak oleh orang-orang yang tidak taat dan tidak percaya, tidak dapat disangkal bahwa keberhargaan Yesus Kristus tidak akan berubah, karena:

 

· Kristus secara intrinsik berharga.

 

· Kristus bernilai positif.

 

· Kristus berharga secara komparatif.

 

· Kristus sangat berharga dalam memenuhi kebutuhan orang percaya, sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing.

 

Yang membuat Kristus dikatakan berharga, dan terhormat, adalah sifat-sifat Kristus sendiri, yang hanya diberikan kepada mereka yang mau percaya.

 

Di sini rasul Petrus, ingin menjelaskan bagaimana Yesus membuka jalan bagi orang Yahudi dan bukan Yahudi, untuk dipersatukan menjadi satu rumah yang mulia bagi Allah.

 

Ini sendiri merupakan batu santuhan dan batu sandungan bagi orang-orang Yahudi pada waktu itu, yang berpikir bahwa orang-orang bukan Yahudi seharusnya tidak memiliki bagian yang sama dengan orang-orang Yahudi, di rumah Allah yang agung.

 

Dan, mereka yang menolak Yesus, atau Batu Penjuru itu, dan menolak untuk dibangun di atas Dia, maka Yesus akan menjadi batu karang yang kuat untuk membuat mereka tersandung, dan tidak mendapatkan keselamatan.

 

Ketika Yesus berbicara tentang diri-Nya sebagai batu penjuru, yang dikutip dari Mazmur 118 ayat 22, Yesus berkata:

 

Dan barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur, dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk."  (Baca Matius 21 ayat 44)

 

Jadi percaya saja, dan jangan menolak Yesus.

 

 

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

Kami percaya bahwa Batu Penjuru yang disebutkan oleh rasul Paulus, adalah Yesus, karena untuk menggenapi nubuatan, Yesus mengutip perikop dari Mazmur 118 ayat 22, untuk menunjuk diri-Nya sendiri. (Baca Matius 21 ayat 42).

 

Yesus juga adalah batu fondasi yang kokoh. Itu sebabnya kita bersedia dibangun di atas-Nya.

 

Kita tahu bahwa, batu penjuru berfungsi untuk menyatukan dan mengikat dua hal, yang letak sisi dan arahnya berbeda. Oleh karena itu kita harus rela bersatu dengan batu penjuru utama yang menjadi titik tolak sebuah bangunan, agar kita semua sebagai batu hidup dapat tersusun rapi, menurut hubungannya dengan batu penjuru utama.

 

Sebagai orang percaya, kita yang tahu betapa berharganya Kristus, tidak akan menyimpan berita itu untuk diri kita sendiri, tetapi akan membagikan kabar sukacita ini, juga kepada orang lain.

 

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

 

Ketika kami bangun dari tidur, kami berterima kasih, ya Tuhan.

Hanya karena kasih dan kesabaran Tuhan yang besar, Engkau yang membenci dosa, tidak menghukum kami, sebagai orang-orang yang berdosa, dan yang gagal dalam bertindak.

Bahkan Tuhan telah menunjukkan kepada kami, cinta kasih, secara terus menerus.

Saat kami terjatuh dalam keputusasaan, Engkau mengangkat dan menghibur kami pagi hari ini, dan memampukan kami, memuliakan Tuhan.

Sekarang bukalah mata batin kami, dan buka mulut kami untuk membaca Firman Tuhan dan memahami perintah Tuhan.

Tolong kami untuk melakukan kehendak Tuhan dan bernyanyi bagi Tuhan, dalam adorasi dan pujian sepenuh hati, bagi nama Tuhan yang paling suci, yaitu Allah Bapa, Allah Putra, dan Roh Kudus, sekarang dan selama-lamanya, sepanjang zaman.

 

 

Dalam nama Yesus, kami telah berdoa.

 

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...