Langsung ke konten utama

Allah itu keselamatanku, kekuatanku dan mazmurku. Yesaya 12: 1-3.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:

 

Allah itu keselamatanku, kekuatanku dan mazmurku.

 

 

Ayat Alkitab yang kita baca hari ini adalah dari Yesaya 12 ayat 1 sampai ayat 3, yang mencatat sebagai berikut:


Pada waktu itu engkau akan berkata: "Aku mau bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, karena sungguhpun Engkau telah murka terhadap aku: tetapi murka-Mu telah surut dan Engkau menghibur aku. 

 Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gementar, sebab TUHAN ALLAH itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku." 

 Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.

 

 

Apa Yang Telah Kita Baca? Dan Tentang Apa dan Siapa

 

Nabi Yesaya pada pasal sebelumnya, yaitu pasal 11, berbicara dengan penuh kuasa, tentang pemerintahan Mesias sebagai raja atas seluruh bumi.

 

Dan Bab 12 ini, Yesaya mencatat akan ada pujian singkat, yang datang dari hati seseorang yang telah tunduk kepada Mesias sebagai raja, dan telah menikmati keuntungan dari kekuasaan-Nya.

 

Para penyembah ini memutuskan untuk memuji Tuhan, meskipun mereka sedang merasakan murka Tuhan terhadap mereka.

 

Alangkah indahnya ketika murka Allah telah reda. Dalam arti yang lebih luas, kemarahan-Nya mereda karena apa yang Yesus lakukan di kayu salib. Yesus menempatkan diri-Nya di antara manusia dan murka Allah, dan menerima amarah itu di dalam diri-Nya, untuk menenangkan murka Allah.

 

Ketika Tuhan mendisiplin mereka, mereka tahu Tuhan melakukannya, seperti orang tua yang bijak, yang tahu betul bagaimana menghibur mereka setelah mereka dipukuli. Kadang-kadang, seperti anak-anak yang masih suka memberontak, mereka menolak penghiburan Tuhan setelah disiplin, tanpa menyadari bahwa, disiplin itu selalu karena kesalahan manusia, bukan kesalahan Tuhan.

 

Dengan pujian ini, para penyembah ingin orang lain melihat bahwa apa yang mereka katakan itu benar. Akhirnya mereka menyadari, dan merasa senang dengan apa yang Tuhan kerjakan dalam hidup mereka, dan mengajak semua orang untuk melihat bagaimana karya Tuhan, sangat baik dan luar biasa.

 

Ketika mereka mengatakan bahwa Tuhan adalah keselamatan mereka, itu sama saja dengan mengatakan: “Keselamatan itu bukan karena diri kami. Perbuatan baik kami, niat baik kami, pikiran baik kami tidak akan bisa menyelamatkan kami. Tuhanlah penyelamat kami satu-satunya.”

 

Oleh karena itu, mereka terus berkata: "Kami hanya akan percaya kepada Tuhan, dan tidak akan takut lagi, karena Tuhan adalah kekuatan kami dan pujian kami."

 

Ada rasa aman dan damai, yang datang dari pengetahuan bahwa Tuhanlah keselamatan mereka.

Ketika seseorang merasa dirinya adalah penyelamat dirinya sendiri, tidak akan mungkin baginya untuk memercayainya, dan pasti masih ada rasa takut.

Tetapi ketika Tuhan adalah keselamatan mereka, maka mereka dapat percaya dan tidak takut lagi.

 

Tuhan bukan hanya keselamatan mereka, tetapi juga adalah kekuatan dan pujian mereka.

 

Ketika Tyhan menjadi kekuatan mereka, itu berarti Tuhan adalah satu-satunya sumber daya mereka. Tuhan adalah perlindungan mereka.

 

Ketika Tuhan menjadi nyanyian pujian mereka, itu berarti bahwa Tuhan adalah satu-satunya sumber sukacita mereka. Tuhan adalah sumber kebahagiaan mereka.

Mereka menemukan tujuan hidup mereka di dalam Tuhan, dan Tuhan tidak pernah mengecewakan mereka.

 

Ketika selanjutnya Yesaya berkata:

 

“Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan,”

 

Ini mengacu pada apa yang Yesus janjikan, kepada setiap orang yang mau percaya kepada-Nya, ketika Dia berkata dalam Yohanes 4 ayat 14, sebagai berikut:

 

“tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal. 

 

Ketika keselamatan terasa jauh, ketika bangsa Israel dihukum Tuhan dan ditawan oleh bangsa lain, maka anugerah keselamatan dari Tuhan, menjadi sangat berharga.

 

Ada banyak sumber air yang menawarkan keselamatan, namun bukan berarti banyak cara untuk diselamatkan. Hanya ada satu sumber air keselamatan, yang tidak akan pernah habis, yaitu sumber air dari Allah di dalam Yesus Kristus.

 

Yesaya memperingatkan bahwa mereka harus menimba air itu, karena Tuhan tidak menyediakannya bagi mereka yang secara pasif duduk diam. Tuhan hanya menyediakan dan menawarkannya kepada siapa saja yang merasa haus dan membutuhkan air yang akan membuatnya tidak haus lagi.

 

Orang yang menyadari anugerah dari Tuhan ini, akan menimbanya dengan penuh sukacita.

 

Sukacita adalah jatah orang benar, dan Kristus adalah sumber mata air abadi, yang hanya dengan iman yang hidup, dapat ditimba oleh mereka yang percaya, dengan penuh sukacita.

 

 

Apa pesan Tuhan bagi kita?

 

Sebagai orang berdosa kita menyadari bahwa kita semua pantas untuk dihukum. Tapi syukur kepada Tuhan, bahwa Yesus telah mengambil hukuman itu, menggantikan posisi kita.

 

Tuhan ingin kita memuji Tuhan dengan menyenandungkan lagu pujian dengan penuh sukacita, yang kita nyanyikan dengan selaras, ketika kita diselamatkan, karena telah menerima hak untuk menjadi anak-anak Tuhan, dan memiliki hak untuk masuk bersama Dia, ke dalam kerajaan kekal-Nya.

 

Ini adalah mazmur ucapan syukur dan sukacita, yang akan kita nyanyikan saat Yesus datang kembali untuk kedua kalinya.

 

Kita berkewajiban untuk mewartakan kasih Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus, yang adalah, 'Tuhan kebenaran kita.'

 

Kita yang telah dilahirkan kembali dapat berkata dengan pasti, "Tuhan, Allahku, adalah Yesus Kristus, dan Dia adalah Tuhan atas kebenaranku."

 

Kita dapat berseru dalam roh dan kebenaran dan berkata, "Aku percaya kepada-Nya dan aku tidak takut, karena tidak ada yang dapat memisahkan aku dari kasih Allah yang ada dalam Kristus Yesus."

 

Kita telah dapat memproklamasikan Mempelai Laki-laki surgawi kita sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Dia adalah Tuhan Yehova dan kita dapat berkata dengan yakin, "Dia adalah Kekuatanku dan Nyanyianku, dan Dia menjadi Penebusku di Kalvari."

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

Tidak ada yang lain yang bisa kita ucapkan, kecuali”

 

Tuhan itu adalah penyelamatku.

Tuhan itu adalah kekuatanku.

Tuhan itu adalah penghiburanku.

Tuhan itu adalah sukacita dan pujianku.

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

 

Kami berterima kasih, karena ketika Engkau marah, tetapi kemarahan itu tidak untuk selamanya. Terima kasih karena Engkau telah menanggung kemarahan itu di kayu salib, sehingga kemarahan Bapa di Sorga menjadi reda, dan itu sangat menghibur kami.

Teruma kasih karena Engkau menjadi penyelamat kami, sehingga kami tidak lagi merasa takut.

Tuhan Yesus, Engkau adalah kekuatan dan nyanyian kami, yang terbaik dari semuanya.

Terima kasih, untuk keselamatan yang luar biasa, yang Engkau berikan kepada kami.

 

Terimalah pujian dari jiwa kami, karena Engkau adalah Allah yang besar dan perkasa.

 

Jadikan kami duta-duta Tuhan yang setia, dan beri kami keberanian yang lebih besar, untuk berbicara dalam nama Yesus. Semoga hidup kami mencerminkan kasih karunia dan kebaikan Tuhan, untuk pujian dan kemuliaan bagi Tuhan.

 

 

Dalam nama Tuhan Yesus, kami telah berdoa.

 

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...