Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:
Allah
Melanjutkan Kasih Kekal-Nya Kepada Kita.
Ayat Alkitab yang kita baca hari ini adalah dari Yeremia
31 ayat 1 sampai ayat 9, yang mencatat sebagai berikut:
"Pada waktu itu, demikianlah firman
TUHAN, Aku akan menjadi Allah segala kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi
umat-Ku.
Beginilah firman TUHAN: Ia mendapat kasih
karunia di padang gurun, yaitu bangsa yang terluput dari pedang itu! Israel berjalan mencari istirahat bagi dirinya!
Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku
mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku
melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.
Aku akan membangun engkau kembali, sehingga engkau dibangun, hai anak dara Israel! Engkau akan menghiasi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam tari-tarian orang yang bersukaria.
Engkau akan membuat kebun anggur kembali di gunung-gunung Samaria; ya, orang-orang yang membuatnya akan memetik hasilnya pula.
Sungguh, akan datang harinya bahwa
para penjaga akan berseru di gunung Efraim: Ayo, marilah kita naik
ke Sion, kepada TUHAN, Allah kita!
Sebab beginilah firman TUHAN:
Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah tentang
pemimpin bangsa-bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah:
TUHAN telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel!
Sesungguhnya, Aku akan membawa mereka
dari tanah utara dan akan mengumpulkan mereka dari ujung bumi; di antara mereka ada orang buta dan lumpuh, ada perempuan yang mengandung bersama-sama dengan
perhimpunan yang melahirkan; dalam kumpulan besar mereka akan kembali ke mari!
Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku
akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah
menjadi bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku.
Apa Yang Telah Kita Baca? Dan Tentang Apa dan Siapa?
Bacaan hari ini yang dibuka dengan kalimat, “pada
waktu itu..,” ingin mengacu pada ayat-ayat terakhir pasal sebelumnya, yang
menyatakan bahwa di hari-hari terakhir, kita akan mengerti apa yang Tuhan
rencanakan. Baca Yeremia 30 ayat 24.
Pada waktu itu Allah akan menjadi Tuhan atas semua
kaum Israel, dan bangsa itu akan menjadi umat Allah.
Yeremia menjelaskan akan ada pertobatan yang besar
kepada Tuhan dan Mesias-Nya, yang dinubuatkan di hari-hari terakhir. Seperti
yang Paulus tulis dalam Roma 11 ayat 26, maka seluruh Israel yang tersisa akan
diselamatkan.
Mereka yang selamat dari pedang, akan menemukan dan
mendapatkan rahmat di padang gurun. Penganiayaan besar terhadap orang-orang
Yahudi di masa lalu, akan menimpa banyak orang, dan tidak semuanya akan
selamat. Tetapi sebagian besar dari mereka yang selamat akan menerima kasih
karunia dan perhentian Allah, menemukannya di dalam Mesias mereka, yaitu Yesus
Kristus. (Baca Yeremia 30 ayat 7, Wahyu 12).
Tuhan telah menampakkan diri kepada bangsa ini, sejak
zaman dahulu, dan akan melanjutkan kasih setia-Nya yang abadi, yang telah
dijanjikan sejak Abraham, Ishak, dan Yakub.
Di sini, Yesermia ingin menyampaikan pesan besar dari
Tuhan kepada Israel, tentang kepastian cinta-Nya kepada bangsa itu, karena
Cinta-Nya adalah Cinta yang kekal.
Cintanya yang berlabuh di keabadian yang lalu, akan
berlanjut ke keabadian yang akan datang. Itu adalah Kasih Kekal, yang tidak
dapat diberikan oleh siapa pun kecuali oleh Tuhan.
Oleh karena itu, dengan cinta yang abadi ini, Tuhan
telah menarik bangsa yang tegar tengkuk dan tidak layak untuk dicintai ini,
untuk dibangun dan dihiasi.
Kasih setia Tuhan kepada Israel, dibuktikan dengan
Tuhan memulihkan dan membangunkan kembali mereka.
Pemulihan Israel ini akan disertai dengan sukacita,
tarian, dan kelimpahan. Penjaga Israel tidak perlu lagi memperingatkan akan
adanya musuh yang mendekat, tetapi mereka akan menyapa para peziarah dalam
perjalanan ke Sion, kepada Tuhan Allah kita.
Mereka akan bernyanyi dengan gembira untuk Yakub, dan
bersorak-sorai di antara para pemimpin bangsa. Ini adalah kabar baik yang tidak
boleh terdengar hanya di Israel. Seluruh bumi harus mendengar tentang
keselamatan Allah bagi Israel dan memuji-Nya.
Sisa Israel ini akan dikumpulkan dari seluruh bumi.
Akan ada pertemuan yang begitu lengkap, bahkan orang buta dan lumpuh pun akan
hadir. Akan ada kerumunan besar yang akan kembali ke sana. Tidak hanya kembali
kepada Tuhan Yahweh, tetapi juga kembali ke tanah perjanjian.
Akan ada pemulihan besar di akhir zaman ini, seperti
yang dinyatakan dalam Yeremia 30 ayat 24.
Dengan air mata dan permohonan pengampunan Tuhan,
bangsa Israel akan kembali kepada Tuhan dan Mesias-Nya. Dan Tuhan akan
menghibur mereka dan menuntun mereka di jalan mereka, sehingga mereka tidak
lagi tersandung dan jatuh.
Seperti yang ditulis oleh nabi Zakharia dalam kitab
Zakharia 12 ayat 10:
"Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan
mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak
sulung.
Dalam prosesi bangsa ini, Tuhan memilih Efraim untuk
mewakili Israel, mengatakan bahwa Efraim adalah anak sulung Tuhan.
Efraim bukanlah anak Yakub, melainkan anak kedua
Yusuf, atau cucu Yakub.
Tetapi Tuhan menganggapnya sebagai anak sulung. Hal
ini menunjukkan bahwa anak sulung tidak hanya mengacu pada urutan kelahiran,
tetapi ingin mengkomunikasikan perlunya konsep keunggulan.
Apa pesan Tuhan bagi kita?
Tuhan menghukum mereka yang tidak menaati
perintah-Nya, tetapi karena kasih-Nya yang kekal abadi, yang telah dijanjikan
sejak jauh hari, Tuhan akan melanjutkannya kepada kita, yang hidup di masa
sekarang.
Tuhan itu Kasih, yang artinya, Tuhan akan selalu
mencintai umat pilihan-Nya, dan kepada kita yang juga dipanggil menjadi
anak-anak-Nya.
Kasih Allah ini, akan berlanjut bagi setiap orang
yang percaya kepada-Nya di dalam Yesus Kristus, yang percaya bahwa Kasih Allah
ini melampaui kelahiran kita, melampaui Kalvari dan Betlehem, melampaui
kejatuhan manusia dan Taman Eden, dan ketika kita berdiri melihat ke luar, ke dalam
kekekalan yang tak terbatas, kita berani percaya bahwa kita dikasihi dan
dipilih di dalam Kristus, sebagai sasaran dari perhatian dan belas kasihan
Allah yang paling lembut.
Tuhan ingin kita percaya bahwa kita termasuk dalam
rencana penebusan Tuhan, sebagai orang yang mau dan mampu bertobat, untuk
ditarik kepada Kristus.
Tuhan ingin kita mempercayai janji-Nya kepada bangsa
Israel, bahwa akan ada pemulihan bagi orang Yahudi ke tanah mereka sendiri di
hari-hari terakhir.
Kita diminta untuk percaya pada penghimpunan kembali
orang-orang Yahudi di masa depan.
Sebelum Yesus Kristus datang ke bumi ini lagi,
orang-orang Yahudi akan diizinkan untuk kembali menjadi Umat-Nya yang sangat
Dia kasihi, dan kita terhisap di dalamnya.
Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Kita hanya bisa bersyukur atas kasih Allah yang abadi
bagi kita. Tuhan tidak menginginkan apa pun selain menerima kita dan menebus
kita untuk menjadi orang yang lebih baik. Oleh karena itu kita harus menjadi
orang yang lebih baik setiap harinya.
Kita harus meneladani kasih Allah yang abadi, yang
tidak terikat dan tak lekang oleh waktu, yang diberikan tanpa syarat.
Bagaimanapun kita mendefinisikan kasih Tuhan, kita tidak dapat mengabaikan
kualitasnya yang abadi.
Tidak ada lagi yang dapat kita lakukan, bahkan
dimanapun kita berada dalam perjalanan iman kita, hanya satu hal yang kita
tahu, yaitu Tuhan berkenan untuk mengasihi kita.
Tidak peduli apakah kita baru mulai percaya akan
Cinta Kekal Allah di dalam Yesus, ataukah kita masih meragukan-Nya, yang pasti
Tuhan siap menanti dan mau memeluk kita dengan kasih kekal abadi-Nya.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
terima
kasih, karena kami yang tidak layak untuk berdiri di hadapan Tuhan, telah Tuhan
terima oleh karena belas kasihan dan kasih Tuhan, dan Tuhan telah mengangkat
kami dari lumpur dosa, dan mengenakan jubah kebenaran Kristus kepada kami,
hanya untuk kemuliaan Nama-Nya.
Kami
memuji Tuhan atas cinta tanpa syarat Tuhan, yang Tuhan curahkan kepada kami
tanpa halangan, karena karakter Tuhan adalah cinta kekal abadi, yang tak
terukur dan tak ternilai.
Terima
kasih, Tuhan, atas kasih kekal Tuhan bagi kami, dan terima kasih bahwa dalam
cinta kasih Allah, Engkau telah menarik kami kepada Tuhan dan menjadikan kami
anak-anak Tuhan.
Dalam
nama Tuhan Yesus, kami telah berdoa.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar