Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan
hari ini, adalah:
Allah Mesias Datang Sebagai Manusia.
Ayat
Alkitab yang kita baca hari ini adalah dari 2 Yohanes 1 ayat 9 sampai ayat 11,
yang akan kita bahas dalam dua bagian:
Firman
Tuhan dalam 2 Yohanes 1 ayat 9, berbunyi:
Setiap
orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah.
Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.
Apa
pesan Tuhan bagi kita?
Dalam
bacaan sebelumnya dikatakan:
Sebab
banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.
Dengan
kata lain, setiap orang yang tidak mengakui Allah dalam Yesus, yang menjalankan
fungsi sebagai Kristus harus menjadi manusia, adalah penyesat dan antikristus.
Karena
itu rasul Yohanes mengingatkan bahwa siapa saja yang melanggar dan tidak
menaati ajaran Kristus, dan keluar dari ajaran Kristus, sebenarnya mereka tidak
memiliki Allah.
Hanya
di dalam Yesus ada kemuliaan, ketulusan, keberanian, atau pujian. Di luar
Yesus, maka semuanya hanyalah palsu.
Menyangkal
Yesus yang alkitabiah juga berarti menolak Bapa dan Anak Bapa.
Di
sini Yohanes menarik garis kebenaran yang memiliki batas kritis, yang jika
batas ini dilanggar akan menjadi kesesatan.
Kata
melangkah keluar, memiliki arti "melampaui", atau melanggar batas.
Kita tidak boleh "melanggar" ajaran Yesus, tentang siapa Dia, dan apa
yang telah Dia lakukan untuk kita.
Firman
Tuhan dalam 2 Yohanes 1 ayat 10 dan ayat 11, berbunyi:
Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa
ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi
salam kepadanya. Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia
mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat.
Apa
pesan Tuhan bagi kita?
Rasul
Yohanes ingin mengingatkan kita bahwa jika seseorang datang dengan ajaran lain
yang berbeda dengan ajaran Yesus yang sebenarnya, bahkan menyebarkan ajaran
palsu tentang Yesus, kita tidak boleh menerima mereka di rumah kita. Tidak ada
toleransi bagi mereka yang mempromosikan ajaran mereka.
Bahkan
jika seseorang yang datang berkunjung mengaku sebagai misionaris Kristen,
seperti Saksi-Saksi Yehuwa, atau bahkan mengaku seorang nabi, seperti Mormon,
mengajarkan apa yang jelas merupakan ajaran palsu, kita tidak boleh menerima
mereka sebagai tamu.
Kita
memang harus ramah kepada semua orang, tetapi tidak kepada ajaran yang berbeda
dengan ajaran yang diajarkan oleh Tuhan sendiri.
Keramahtamahan
untuk menerima guru palsu sama dengan ikut menyebarkan ajaran palsu.
Dalam
budaya pada masa itu, ramah tamah juga berarti memberi pertolongan. Namun, bagi
orang percaya yang lemah atau tidak terampil, sebaiknya tidak berdialog atau
berdebat dengan orang yang mempromosikan bahwa Yesus bukanlah Tuhan.
Pesan
ini terdengar sangat keras dan tidak toleran, tetapi itu tidak berarti bahwa kita
tidak mencintai para penyesat itu.
Kita
harus mempertimbangkan tiga poin ini:
Pertama,
Yohanes tidak berbicara tentang semua ajaran yang berbeda dari ajaran Kristus,
tetapi hanya ajaran yang sengaja datang dengan kedok kekristenan sejati.
Kedua,
Yohanes tidak berbicara tentang semua orang dengan doktrin keliru yang menyamar
sebagai orang Kristen sejati, tetapi tentang mereka yang dengan sengaja dan
aktif mengajarkan kesalahan dengan berpura-pura sebagai orang Kristen sejati.
Ketiga,
Yohanes tidak berbicara tentang semua orang yang ajarannya berbeda dengan kita,
tetapi mereka yang secara aktif menyebarkan ajaran ini yang pada dasarnya
salah.
Jadi,
kita harus membedakan antara mereka yang dengan sengaja menyebarkan doktrin
penyangkalan Kristus ini secara terbuka, dan mereka yang hanya mempercayai
doktrin ini tanpa berusaha menyebarkannya.
Dalam
hal ini bukanlah keramahtamahan pribadi yang dilarang oleh Yohanes, tetapi
penyambutan resmi ke dalam rumah atau ke tengah-tengah jemaat, yang memberi
kesempatan kepada guru palsu itu untuk menyebarkan ajaran sesatnya.
Adalah
bijaksana untuk tetap berpikiran terbuka tentang banyak hal, tetapi kita tidak
akan pernah berpikiran terbuka tentang racun apa yang mungkin dicoba seseorang.
Kita
boleh mengatakan ya untuk semua hal yang benar, tetapi kita juga harus
mengatakan tidak pada apa yang salah dan jahat.
Kita
harus bijak untuk menolak apa yang seharusnya kita tolak.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Kita
yang hidup hari ini, akan dan selalu harus menghadapi penolakan modern terhadap
Yesus yang alkitabiah, dan harus mampu melawannya dengan semangat yang sama
seperti yang dilakukan Yohanes pada zamannya.
Kita
harus memperdalam pengetahuan kita tentang doktrin alkitabiah tentang Yesus,
agar dapat menangani penolakan "ilmiah" terhadap Yesus dan catatan
sejarah Injil.
Kita
harus mampu menterjemahkan ajaran Yesus melalui perkataan dan perbuatan kita,
agar dunia tahu siapa Yesus yang sebenarnya menurut Alkitab.
Kita
harus mengasihi dan melayani Yesus yang sejati.
Pada
akhir abad ke-19, munculnya liberalisme teologis melahirkan generasi pendeta,
pemimpin, dan teolog Kristen yang menolak sebagian dari dasar Kekristenan
Alkitabiah.
Oleh
karena itu, kita harus berhati-hati terhadap liberalisme teologis yang berakar
pada gagasan bahwa kekristenan harus mengevaluasi kembali semua doktrinnya
dalam terang ilmu pengetahuan, filsafat, dan pemikiran modern.
Para
teolog liberal ini menolak gagasan bahwa suatu doktrin itu benar hanya karena
Alkitab mengajarkannya.
Mereka
percaya bahwa Alkitab bukanlah pesan yang diilhami dari Tuhan yang nyata,
tetapi karya manusia yang dibatasi oleh ketidaktahuan dan takhayul pada zaman
mereka.
Bagi
mereka, Alkitab bukanlah inspirasi atau supernatural.
Sebagai
anak-anak Allah, kita harus menjadi seperti Bapa surgawi kita dalam pikiran,
perkataan, dan perbuatan.
Kita
yang lahir dari Roh harus baik dan penuh belas kasihan, harus mencerminkan
karakter dan sifat Bapa kita di surge, Yang berhati lembut, panjang sabar,
penuh kebaikan, dan kebaikan yang besar.
Kita
harus menunjukkan rasa hormat kepada orang lain, menunjukkan keramahtamahan,
dan bertumbuh dalam kasih karunia, tetapi kita juga harus menjauhi kejahatan
dan tidak boleh terintimidasi oleh mereka yang meninggikan diri dengan menindas
kita dan semua rekan seiman kita di dalam Kristus.
Doa Hari Ini...
Tuhan Yesus,
terima kasih atas kesaksian
orang-orang saleh seperti rasul Yohanes, yang berjalan dalam ketulusan dan
kebenaran yang dipimpin oleh Roh Tuhan. Kami berdoa agar kami dapat
mengikuti jejak mereka dan hanya melakukan hal-hal yang benar di mata
Tuhan. Bantu kami untuk menghindari kejahatan, dan jauhkan kami dari
pengaruh praktik dunia yang tidak saleh.
Kami berdoa agar kami dapat
mencerminkan keindahan dan kebaikan Tuhan dan Juruselamat kami Yesus Kristus,
sehingga nama-Nya dapat dimuliakan melalui hidup kami.
Dalam nama Tuhan Yesus, kami
telah berdoa.
Amin.
Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih
Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar