Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:
Harapan
Itu Masih ada. Jangan Berputus Asa.
Ayat Alkitab yang kita baca hari ini adalah dari Yeremia
31 ayat 15 sampai ayat 17, yang mencatat sebagai berikut:
Beginilah firman TUHAN: Dengar! Di Rama
terdengar ratapan, tangisan yang pahit pedih: Rahel menangisi anak-anaknya,
ia tidak mau dihibur karena anak-anaknya, sebab mereka tidak ada
lagi.
Beginilah firman TUHAN: Cegahlah suaramu dari
menangis, dan matamu dari mencucurkan air mata, sebab untuk jerih
payahmu ada ganjaran, demikianlah firman TUHAN; mereka akan kembali
dari negeri musuh.
Masih ada harapan untuk hari
depanmu, demikianlah firman TUHAN: anak-anak akan kembali ke daerah
mereka.
Apa Yang Telah Kita Baca? Dan Tentang Apa dan Siapa
Yeremia mulai melayani di awal pemerintahan raja
Yosia yang baik, yang berusaha membersihkan rumah Yehuda dari tahun-tahun
penyembahan berhala yang kotor, memulihkan Hukum Musa, dan mengembalikan bangsa
itu ke akarnya yang saleh.
Namun, setelah kematian raja Yosia yang dini, puluhan
tahun kebobrokan sebelumnya, dalam bentuk penyembahan berhala, telah membuat
dosa itu menembus begitu dalam, ke dalam inti bangsa, sehingga upaya reformasi
Yosia yang berumur pendek dengan cepat dihapuskan.
Nabi Yeremia dipanggil oleh Tuhan untuk mengungkap
dosa-dosa bangsa ini, dan untuk memperingatkan mereka tentang hukuman Tuhan
yang akan datang atas kemurtadan besar mereka, yaitu pembuangan mereka ke
Babel, dan pengasingan mereka yang tak terelakkan. Namun peringatan Yeremia
tentang disiplin suci ini diabaikan oleh kebanyakan orang.
Oleh karena itu Tuhan memberikan penglihatan kepada
nabi Yerenia, agar nabi Yeremia bisa menerawang ke masa depan. Hasil terawangannya,
yang ditulis dalam bentuk puisi, menggambarkan Rahel, ibu dari Yusuf dan
Benyamin, nenek moyang suku terkemuka Israel, yang menangisi anak-anak mereka.
Kita tahu bahwa Rahel adalah istri yang paling
dikasihi oleh Yakub atau Israel. Sesaat setelah melahirkan Benyamin, Rahel
meninggal dan dimakamkan di Rama. Baca 1 Samuel 10 ayat 2.
Dalam gambaran puitis ini, Rahel bangkit dari kubur
dan melihat bahwa keturunannya telah dibawa pergi ke pengasingan dan penawanan.
Dia sangat berduka, dan menolak untuk dihibur.
Melalui nabi Yeremia, Tuhan memberi Rahel kata-kata
penghiburan yang kuat, yang ditulis secara puitis, yang berbunyi sebagai
berikut:
Cegahlah suaramu dari menangis, dan matamu dari
mencucurkan air mata.
Allah memerintahkan penghiburan bagi mereka yang
menolak untuk dihibur.
Penghiburan Tuhan untuk Rahel tidaklah kosong. Ia
dapat terhibur karena ada pahala atas pekerjaannya, yaitu pemulihan
keturunannya. Anak-anaknya akan kembali dari pengasingan dan dari penahanan di negeri
musuh.
Janji Tuhan akan pemulihan, menggambarkan bahwa masih
adanya harapan di masa depan, bagi bangsa Israel.
Intinya, tangis dan air mata hanya dikeluarkan oleh
mereka yang hanya terpaku melihat kondisi hari ini, dan tidak mampu melihat
rencana Tuhan, dan pengharapan di balik rencana Tuhan yang tersedia di masa
depan.
Untuk itulah nabi Yeremia dipanggil Tuhan, yaitu untuk
juga menyampaikan kabar sukacita, berupa pengharapan di masa depan.
Apa pesan Tuhan bagi kita?
Penglihatan nabi Yeremia ini mengingatkan kita
peristiwa di Betlehem dan sekitarnya, yang ditulis dalam Matius 2 ayat 16
sanpoai ayat 18, saat raja Herodes, yang ketakutan akan kelahiran raja Yahudi,
telah melakukan pembantaian mengerikan atas anak-anak Balita.
Matius, sang penulis Injil, memahami bahwa penglihatan
nabi Yeremia ini ada hubungannya pembantaian anak-anak Balita yang dilakukan
oleh raja Herodes.
Pesan Tuhan kepada kita di minggu-minggu adventus
ini, yaitu bahwa kesedihan dan kedukaan bukanlah kata terakhir,
Selain itu bahwa Tuhan akan selalu memberikan
penghiburan berupa pengharapan, bahkan kepada setiap orang percaya, yang
mungkin menolak untuk dihibur.
Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Ketika kita membaca Alkitab atau mendengar khotbah
yang menegur hati kita, kita harus melakukan evaluasi diri dan introspeksi
diri, serta meminta pengampunan atas dosa-dosa kita.
Kita tidak boleh berharap bahwa perjalanan hidup kita
di dunia ini akan selalu mulus. Selama kita masih hidup di dunia, kita semua
akan selalu dihadapkan pada kesengsaraan dan berbagai cobaan.
Kita juga mengalami saat-saat menangis dan kesedihan
yang mendalam. Ketika itu terjadi, kita tidak boleh hanya terpaku pada kondisi
saat ini, tetapi kita harus melihat janji Tuhan yang tersedia di depan, dan
memiliki pengharapan di dalam Kristus.
Kita harus percaya bahwa janji Tuhan akan selalu
membawa sukacita nantinya.
Yesus adalah akar Isai, dan Dia adalah Anak Israel.
Dialah yang bangkit dengan kesembuhan pada sayap-Nya. Dialah yang akan datang
untuk memerintah bangsa-bangsa dan memperbaiki semua kesalahan dan kepada-Nya
bangsa-bangsa akan berharap, karena Kristus adalah Harapan Semua orang yang
menaruh kepercayaan mereka kepada-Nya.
Karena kita tahu bahwa harapan itu masih ada, jangan hanya
meratapi hidup ini, jangan putus asa, dan jangan menyerah. Teruslah menapaki
perjalanan hidup ini bersama Yesus.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
terima kasih untuk semua
tulisan kenabian dari orang-orang kudus Tuhan, seperti Yeremia, yang harus
menanggung rasa sakit dan penderitaan sedemikian rupa sehingga kami dapat
menerima Firman Tuhan secara tertulis.
Terima kasih atas banyak
janji yang Engkau berikan kepada umat Tuhan, baik kepada Israel maupun kami
sebagai Israel Perjanjian Baru, meskipun kami semua mungkin bisa, atau bahkan telah
murtad.
Terima kasih atas pengharapan
yang kami semua miliki di dalam Kristus Yesus, Mesias dan Juruselamat kami.
Terima kasih bahwa Yesus
datang kembali untuk memperbaiki semua kesalahan dan bahwa dengan kasih karunia-Nya,
Tuhan telah memberi tahu kami sebelumnya, mengenai akhir hidup kami yang penuh
pengharapan.
Terima kasih bahwa harinya
akan tiba, ketika Tuhan akan menghapus semua air mata dari mata kami, dan
Kristus akan kembali untuk memerintah sebagai Raja di atas segala raja dan Tuhan
di atas segala tuan.
Bantu
kami untuk mempelajari semua pelajaran yang akan Anda ajarkan kepada kami, dan
bantu kami untuk menopang pengharapan kami di dalam Kristus.
Dalam
nama Tuhan Yesus, kami telah berdoa.
Amin.
Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar