Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:
Iman Kita
Haruslah Untuk Keselamatan Bersama.
Ayat Alkitab yang kita baca hari ini adalah dari Yudas
1 ayat 3 sampai ayat 9, yang berbunyi:
Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara
aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita
bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan
menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan
iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus.
Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah
masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah
lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang
menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka,
dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus
Kristus.
Tetapi, sekalipun kamu telah mengetahui
semuanya itu dan tidak meragukannya lagi, aku ingin mengingatkan
kamu bahwa memang Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari tanah Mesir,
namun sekali lagi membinasakan mereka yang tidak percaya.
Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang
tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat
kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai
penghakiman pada hari besar,
sama seperti Sodom dan Gomora dan
kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan
percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung
siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang.
Namun demikian orang-orang yang
bermimpi-mimpian ini juga mencemarkan tubuh mereka dan menghina kekuasaan Allah
serta menghujat semua yang mulia di sorga.
Tetapi penghulu malaikat, Mikhael,
ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai
mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata
hujatan, tetapi berkata: "Kiranya Tuhan menghardik engkau!
Apa Yang Telah Kita Baca? Dan Tentang Apa dan Siapa?
Yudas, adalah saudara tiri Tuhan Yesus Kristus, yang
mengalami transformasi luar biasa setelah menyadari bahwa Yesus, adalah Tuhan
yang hadir sebagai manusia dalam mengemban misi menyelamatkan pendosa.
Awalnya Yudas ingin menulis tentang hal lain, tetapi
sesuatu terjadi, sehingga Yudas merasa perlu untuk menulis surat yang berbeda.
Dapat dikatakan bahwa ini adalah surat yang tidak direncanakannya untuk
ditulis.
Isinya tentang keselamatan bersama, yang tidak umum atau
semua orang memahaminya, karena kita diselamatkan secara bersama-sama, dalam
komunitas.
Tuhan tidak memiliki cara keselamatan khusus untuk
orang kaya, dan cara keselamatan yang berbeda untuk orang miskin, atau cara
yang berbeda untuk orang baik dari orang jahat. Kita semua datang kepada Tuhan
dengan cara yang sama. Jika itu bukan keselamatan yang bersifat umum, itu bukan
keselamatan Tuhan, atau dengan kata lain itu sama sekali bukan keselamatan.
Yudas menasihati kita untuk berjuang dengan
sungguh-sungguh demi iman. Inilah kebutuhan besar yang disisipkan oleh Yudas
dalam suratnya. Kata Yunani kuno untuk perjuangan, menggunakan istilah “bersaing”
yang diambil dari dunia atletik, yaitu bidang gulat.
Ini adalah bentuk kata yang ditekankan, yang berarti
"menderita". Oleh karena itu berjuang atau "bersaing",
berbicara tentang kerja keras dan ketekunan.
Kata berjuang dengan sungguh-sungguh untuk iman,
dimaksudkan untuk dilakukan oleh setiap orang Kristen. Ada banyak cara yang
bisa dilakukan oleh setiap orang Kristen dengan sungguh-sungguh untuk
memelihara iman.
Yudas mengingatkan kita bahwa selama kita ada di
dunia ini, selalu ada hal-hal lain yang tidak bernilai kekal yang diperebutkan
atau disengketakan, tetapi sebagai umat Kristiani, kita harus memperjuangkan
Iman yang telah dimiliki, memperjuangkan kepemilikan itu selamanya.
Peringatan ini didasarkan pada alasan bahwa ada
orang-orang tertentu yang menyelinap masuk ke dalam komunitas tanpa diketahui.
Mereka adalah orang-orang jahat yang telah ditakdirkan untuk dihukum. Kehadiran
mereka yang tidak disadari itulah yang membuat mereka sangat berbahaya. Mereka
tidak melabel dirinya bahwa mereka adalah "Guru Palsu", bahkan mereka
menunjukkan diri mereka lebih alkitabiah daripada orang lain.
Itulah sebabnya mereka disebut fasik, karena mereka
menyangkal Yesus Kristus sebagai satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita. Mereka
menyalahgunakan kasih karunia Allah untuk melampiaskan nafsu daging mereka. Itu
ditandai dengan pementingan diri sendiri.
Menyangkal Yesus Kristus sama dengan menyangkal Allah
Bapa, karena Yesus dan Bapa adalah satu.
Untuk menekankan peringatannya, Yudas mengingatkan
mereka apa yang juga mereka ketahui, yaitu apa yang tertulis dalam Bilangan
pasal 14, tentang bagaimana Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari tanah Mesir,
tetapi ketika mereka tiba di Kadesh-Barnea, Tuhan menghancurkan mereka yang
menolak untuk mempercayai Tuhan, untuk masuk ke Tanah Perjanjian Kanaan. Oleh
karena itu, hampir semua generasi yang lahir di Mesir tidak masuk ke Tanah
Perjanjian. Mereka semua dihancurkan di padang gurun, kecuali Yosua dan Kaleb.
Mazmur 95 ayat 10 dan ayat 11, mencatat bagaimana
reaksi Tuhan terhadap mereka:
Empat puluh tahun Aku jemu kepada angkatan
itu, maka kata-Ku: "Mereka suatu bangsa yang sesat hati, dan mereka itu
tidak mengenal jalan-Ku." Sebab itu Aku bersumpah dalam
murka-Ku: "Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.
Surat Yudas terkenal karena membuat poin
kontroversial, dan di salah satunya, Yudas berbicara tentang malaikat yang jatuh
yang sekarang dipenjara dan menunggu hari penghakiman di masa depan.
Penjelasan dalam Alkitab yang berbicara tentang
malaikat berdosa, dapat dibaca dalam Yesaya 14 ayat 12 sampai ayat 14, dan
Wahyu 12 ayat 4), serta Kejadian 6 ayat 1 dan ayat 2.
Selain menentang Tuhan, para malaikat meninggalkan
tempat tinggal mereka sendiri, dan sangat mungkin melakukan pelanggaran
seksual, karena Yudas memberi tahu kita di ayat berikutnya, di mana Yudas
menulis, sama seperti Sodom dan Gomora, dan kota-kota di sekitarnya. Ini
mengacu pada praktek seksual mereka yang tidak wajar.
Yudas menjelaskan bagaimana Allah menahan para
malaikat dalam rantai kekal di bawah kegelapan untuk penghakiman pada hari
besar itu. Tampaknya beberapa malaikat yang berdosa, telah diikat dengan rantai
kekal, sementara ada malaikat lain yang juga berdosa terhadap Tuhan, tidak
terikat, dan sangat aktif di antara umat manusia, yang berfungsi sebagai Iblis
yang menipu umat manusia.
Selanjutnya Yudas menegur orang-orang tertentu
sebagai pemimpi, karena mereka tidak berhubungan dengan kenyataan. Kemungkinan
besar Yudas merujuk pada mereka yang mengaku mendapat mimpi kenabian, yang
sebenarnya adalah penipu, karena mereka telah menghina kuasa Tuhan.
Mereka juga mengatakan hal-hal yang tidak baik tentang
pejabat gereja, mungkin mengacu pada para rasul atau pemimpin lain di gereja
pada masa itu.
Untuk menjelaskan betapa beraninya para pemimpi itu
menghujat para pejabat gereja, Yudas membandingkannya dengan Michael, Penghulu malaikat
yang setia kepada Tuhan, ketika berdebat dengan Setan tentang tubuh Musa, tidak
berani menghujat Setan yang telah dihukum oleh Tuhan, dan hanya berkata:
"Kiranya Tuhan menghardik engkau!”
Apa pesan Tuhan bagi kita?
Tuhan ingin kita menyadari doktrin-doktrin berbahaya
yang menyusup ke dalam gereja Tuhan, dan menanggapinya dengan serius.
Kita juga diminta untuk peka terhadap pimpinan Roh
Kudus, dan mengharapkan peringatan yang diilhami oleh Roh Kudus, di hari-hari
terakhir ini.
Tuhan ingin kita sebagai individu yang percaya,
menjadi bagian dari komunitas persekutuan jemaat, sehingga orang Kristen yang
lemah akan berdiri dengan orang Kristen yang kuat, dan orang Kristen pengecut
akan berjuang dengan orang Kristen yang berani, dan orang Kristen tua
bergandengan tangan dengan orang muda Kristen.
Tuhan ingin kita menjadi bagian dari pasukan tak
terlihat, yang perkasa, yang membentang dari generasi ke generasi, sampai Tuhan
datang kembali.
Tuhan ingin kita membuang batas-batas antar
denominasi karena kita semua yang ada di dalam Kristus adalah kerabat yang
lebih dekat daripada yang kita ketahui, dan persatuan kita ini kuat dalam
kebenaran yang dalam dan hakiki, sebagai kekuatan yang lebih besar daripada
yang dapat kita bayangkan. Dan itu akan menghasilkan keajaiban.
Melalui surat Yudas, Tuhan mengingatkan kita bahwa
kita tidak bisa menjadi orang Kristen yang baik tanpa pergi ke gereja, karena
kita tidak akan bisa menikmati keselamatan bersama. Mengikuti ibadah daring, hanya
bagi mereka yang kondisinya tidak memungkinkan kita untuk menghadiri ibadah
secara tatap muka di gereja.
Tuhan ingin kita berjuang dengan sungguh-sungguh
untuk mempertahankan iman kita, karena itu berharga. Tidak ada apapun di dunia
ini yang lebih berharga dari iman kita.
“Iman” di
sini, tidak hanya berarti kepercayaan pribadi kita sendiri, atau iman dalam
arti kepercayaan kita kepada Tuhan secara individu, tetapi juga kebenaran injil
yang hakiki yang dimiliki secara bersama-sama oleh semua orang Kristen sejati.
Jika benih iman ditaburkan satu kali, maka benih iman
tidak perlu ditabur lagi, tetapi kita harus menyebarkan kebenaran Injil
berulang kali, karena "Tidak ada Injil yang lain".
Mereka yang mengingkari kebenaran, dan mengajarkan
kebohongan tanpa rasa malu, adalah orang-orang yang memiliki masalah doktrin
dan moral pada saat yang bersamaan.
Kasus Sodom dan Gomora yang diberkati, sebagai tempat
yang istimewa, bahkan dikatakan seperti Taman Tuhan, yang diairi dengan baik,
baca Kejadian 13 ayat 10, menjadi peringatan bagi kita bahwa kemakmuran dapat
membawa kita pada dosa yang akan membawa kita pada penghakiman. Baca
Yehezkiel 16 ayat 49.
Contoh ini memberi kita dua pelajaran.
Pertama, ini meyakinkan kita bahwa orang-orang
tertentu yang menimbulkan masalah akan diadili, tidak peduli berapa banyak
mereka telah diberkati di masa lalu. Sama seperti Sodom dan Gomora yang pernah
diberkati dengan luar biasa tetapi akhirnya menderita hukuman api abadi,
demikian pula dengan kita.
Kedua, memperingatkan kita bahwa kita juga harus
terus berjalan bersama Yesus, sebagai sumber berkat yang sejati, karena berkat
dari masa lalu tidak menjamin keadaan rohani kita di masa depan.
Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Kita harus memperjuangkan iman kita dengan cara yang
positif, ketika kita memberikan kesaksian yang teguh, membuat konten spiritual
di media sosial, mengaktifkan pelatihan duta-duta yang setia untuk Yesus, atau
ketika kita menguatkan tangan para pendeta setia yang menghormati Firman Tuhan
di mimbar mereka. Ini adalah beberapa dari banyak cara kita dapat dengan
sungguh-sungguh memperjuangkan iman dengan cara yang positif.
Kita juga harus memperjuangkan iman dalam arti
praktis, ketika kita menjalani kehidupan Kristen tanpa kompromi dan memuji
Tuhan yang mengubah kita.
Bukan hanya para misionaris dan penginjil yang setia
berjuang dengan sungguh-sungguh untuk membela iman jemaat, tetapi juga para
guru sekolah minggu atau pemimpin kelompok sel di rumah, yang setia kepada
Kitab Suci.
Orang-orang seperti ini, ikut memperjuangkan iman,
sama seperti misionaris garis depan, dan kita masing-masing harus berjuang
untuk Injil, di mana pun Tuhan menempatkan kita.
Kita harus menjauhkan diri dari keinginan akan
kekuasaan dan ingin menonjolkan diri di dalam gereja, karena itu akan membawa
kita untuk menolak otoritas di dalam gereja, dan itu juga berarti kita telah
menolak otoritas Tuhan, sebagai kepala gereja.
Setelah memahami tentang iman untuk keselamatan bersama,
sebagai satu komunitas, dan menyadari bahwa kita selama ini lebih mengandalkan
iman kita sendiri-sendiri, kita perlu lebih memperdalam pemahaman kita tentang
isi Alkitab.
Memahami Firman Tuhan tidak hanya untuk mengajarkan
kita apa yang tidak kita ketahui sebelumnya, tetapi juga untuk menyadarkan kita
pada perenungan yang lebih serius tentang hal-hal yang telah kita pahami,
sehingga pengetahuan kita tidak statis, tetapi bertumbuh.
Kita harus dengan sungguh-sungguh memperjuangkan
Injil di zaman kita, namun kita harus melakukannya dengan kelembutan dan
kekhidmatan. Persatuan harus kita utamakan, sesuai ajaran yang hakiki, dan
biarlah persatuan itu berlandaskan kasih.
Kita pun harus sadar dan waspada, mengetahui bahwa
setan itu seperti singa yang berjalan keliling, mencari siapa yang bisa
ditelannya.
Kita harus mengikuti Yesus sampai akhir, sehingga
kita tidak pernah termasuk orang yang tidak percaya. Ujian terakhir dari
kekristenan kita adalah ketekunan. Jangan pernah memulai pertandingan iman
tanpa pernah menyelesaikannya dengan baik.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
beri kami hikmat dan
pengertian untuk mengetahui bagaimana menghadapi masalah yang menyebabkan
konflik antara saudara dan saudari kita di dalam Kristus. Bantu kami berjuang
dengan sungguh-sungguh untuk iman yang disampaikan kepada orang-orang kudus,
dan yang tercatat dalam Firman Tuhan. Kami berdoa agar kami dapat melakukannya
dengan kelembutan, kebijaksanaan dan cinta.
Mampukan
kami untuk memandang kepada Yesus dan berpijak pada Firman kebenaran agar kami
tidak terpengaruh oleh ajaran sesat dan doktrin setan yang membanjiri gereja
kami saat ini. Berilah kami pengertian untuk mengetahui kebenaran dan hikmat
sehingga mata kami hanya tertuju kepada Yesus, dan tidak diombang-ambingkan
oleh angin doktrin apapun.
Bapa Surgawi, terima kasih
atas peringatan serius terhadap kemurtadan dan ajaran sesat yang begitu
merajalela saat ini. Bantu kami untuk mengetahui kebenaran dan mengidentifikasi
guru dan ajaran palsu yang telah menyusup ke jemaat kami, tanpa kami sadari.
Lindungi umat Tuhan dari mereka yang berusaha menghancurkan iman orang percaya,
dan buka mata mereka yang tersesat dan menghadapi pemisahan kekal dari Tuhan
dan hukuman dalam api penghakiman.
Bapa
Surgawi, terima kasih atas surat Yudas yang menasihati kami untuk berjuang
dengan sungguh-sungguh demi iman dan mempertahankan Injil tanpa kompromi. Bantu
kami untuk mengungkap dan menolak ajaran sesat dan kemurtadan yang marak di
zaman kami ini. Semoga kami memandang kepada Yesus Pengharapan kami dan memberi
kami keberanian untuk berdoa dengan sungguh-sungguh bagi para pemimpin kami,
mendukung yang lemah, membantu yang menderita, dan mencintai serta melayani
semua orang, untuk pujian dan kemuliaan Tuhan.
Dalam
nama Tuhan Yesus, kami telah berdoa.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar