Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:
Jalan
Kudus, Jalan Allah.
Ayat Alkitab yang kita baca hari ini adalah dari Yesaya
35 ayat 5 sampai ayat 10, yang mencatat sebagai berikut:
Pada waktu itu mata orang-orang buta akan
dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan
dibuka.
Pada waktu itu orang lumpuh akan
melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan
bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai
di padang belantara;
tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan
tanah kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat
serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan.
Di situ akan ada jalan raya, yang
akan disebutkan Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak
akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di
atasnya.
Di situ tidak akan ada singa, binatang
buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana;
orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ,
dan orang-orang yang dibebaskan TUHAN
akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita
abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi
mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.
Apa Yang Telah Kita Baca? Dan Tentang Apa dan Siapa
Yesaya 35 berisi kata-kata penghiburan yang puitis,
yang mengandung makna yang sangat kuat, terutama bagi orang-orang buangan
Yehuda yang berduka, yang telah kehilangan bait suci, tanah, dan kedaulatan
mereka.
Penderitaan mereka diwujudkan dalam kata-kata:
“tangan yang lemah lesu”, “lutut yang goyah”, “hati yang tawar”, “mata yang
buta”, “telinga yang tuli, “tubuh yang lumpuh, dan “mulut yang bisu”.
Kalimat sastra yang dibangun dalam Yesaya 35
benar-benar menggambarkan keputusasaan dan kelelahan yang luar biasa. Kapasitas
mereka, yang diperlukan untuk bergerak di dunia ini, telah menyusut dan
menurun. Orang-orang buangan merasakan dukacita Tuhan di dalam tubuh mereka.
Kondisi mereka membuat mereka tidak bisa move-on.
Kabar baiknya adalah bahwa Allah Yakub tidak
meninggalkan umat Allah dalam keputusasaan mereka. Kesedihan mereka akan
berakhir. Tubuh mereka yang sakit akan menemukan kehidupan baru di dalam Tuhan,
yang digambarkan sebagai berikut:
orang-orang tebusan Tuhan akan kembali,
dan datang
ke Sion dengan nyanyian;
sukacita abadi akan berada di atas kepala mereka;
mereka akan
memperoleh sukacita dan kegembiraan,
dan
kesedihan dan keluh kesah akan menjauh.
Lidah yang kelu, akan dilemaskan agar dapat
menyanyikan lagu-lagu kegembiraan dan kebebasan. Sebelumnya, lutut yang lemah
akan mampu berjalan sendiri ke Sion. Hati yang ketakutan akan menatap masa
depan dengan keyakinan, penuh harapan dan keberanian, dan kesedihan maupun
ratapan, akan berlalu.
Apa pesan Tuhan bagi kita?
Saat kita berada dalam kegelapan, kita akan sangat
menghargai setitik cahaya terkecil sekalipun.
Sinar lilin yang kecil, akan memberi harapan yang
besar, bagi mereka yang berada dalam kegelapan yang paling pekat.
Kabar Natal adalah pesan pengharapan dan keselamatan,
khusus bagi orang-orang yang sedang kesepian, tidak berdaya dan putus asa, serta
kehilangan pengharapan, karena tidak mampu melihat masa depan yang lebih baik.
Kabar ini digambarkan seperti hujan yang turun di padang gurun yang kering dan
padang belantara yang gersang, yang akan membawa keceriaan dan kesegaran.
Untuk itu Tuhan sendiri telah datang dalam rupa Yesus
Kristus, untuk memberikan pengharapan dan keselamatan kepada kita, dan untuk
membawa kita yang mau percaya kepada-Nya, untuk menjalani hidup ini bersama
dengan Yesus, yang adalah jalan, kebenaran dan hidup bagi kita.
Nubuatan nabi Yesaya ini dikutip oleh Yesus, ketika
Ia sedang membaca Kitab Suci di sinagoga, di kota Nazaret, untuk menunjukkan
bahwa Ia adalah Mesias yang telah menggenapi nubuatan Yesaya.
Ayat ini digunakan Yesus untuk menjawab pertanyaan
para murid Yohanes Pembaptis yang telah diutus oleh Yohanes, selama Yohanes
dipenjarakan, untuk menanyakan apakah Yesus adalah Mesias yang dijanjikan Allah
melalui nabi-nabi sebelumnya, ataukah mereka harus menantikan yang lain? (Baca
Matius 11 ayat 2 sampai ayat 6).
Yesus menjawab pertanyaan tersebut dengan menyebutkan
bahwa banyak tanda yang ditunjukkan oleh nubuatan Yesaya telah dan mulai
digenapi oleh-Nya. Dengan penjelasan itu, Yesus ingin menunjukkan bahwa Dia
adalah Mesias yang dijanjikan Tuhan. Dan Dialah Tuhan Allah itu.
Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Kita mungkin menjalani hari-hari kita seperti
orang-orang yang secara sadar atau tidak sadar sering menyimpang dari ketaatan
kepada Tuhan.
Oleh karena itu, ketika kita menghadiri kebaktian
Minggu di gereja, saat kita masuk ke sesi pengakuan dosa, kita harus
memanfaatkannya untuk benar-benar mengakui dosa kita.
Kita harus mengakui bahwa kita, yang terikat oleh
dosa, tidak dapat membebaskan diri kita sendiri, dan membutuhkan Yesus untuk
melepaskan kita.
Seolah-olah kita datang kepada Tuhan dalam keadaan
mandul, kering, buta, tuli, lemah, dan lumpuh, yang mengharapkan kuasa ajaib
Yesus datang mengubah kita dan menyembuhkan kita.
Kondisi kita diibaratkan seperti orang yang hidup di
padang pasir, yang membutuhkan air hidup untuk menguatkan lutut kita yang
lelah, dan untuk memperbaharui iman kita yang goyah.
Saat kita mengalami berbagai cobaan dan kesulitan,
jangan sampai membuat kita kehilangan harapan.
Tuhan menyediakan jalan bagi kita untuk kita jalani
bersama Tuhan.
Di ujung jalan ada berkat yang luar biasa, yang Tuhan
Yesus telah siapkan untuk kita.
Oleh karena itu kita harus bertanya pada diri
sendiri, seperti berikut ini:
· Apakah kita sudah berada di Jalan Raya, yang
disebut Jalan kudus itu?
· Apakah kita bersemangat untuk berjalan maju?
· Apakah kita menikmati perjalanan di jalan raya
kekudusan itu?
· Apakah kita mengundang orang lain untuk bergabung
dengan kita, berjalan di jalan Tuhan?
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
Mohon
luruskan jalan hidup kami, agar berkenan kepada Tuhan.
Kami
ingin menjalani hidup kami dalam pelayanan yang rendah hati kepada Tuhan dan sesama.
Kami
juga ingin mempercayakan hidup kami dan kehidupan orang-orang yang kami kasihi
ke dalam tangan Tuhan, terutama di saat penindasan dan kekecewaan.
Bukakan
mata kami untuk bisa melihat seluruh perspektif Tuhan, dan bahwa semuanya
bekerja menuju rencana dan tujuan akhir yang Tuhan tetapkan secara sempurna.
Biarlah
kehendak Tuhan jadi dalam hidup dan mati kami.
Dalam
nama Tuhan Yesus, kami telah berdoa.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar