Langsung ke konten utama

Kasih Allah Diberikan Saat Kita Haus Akan Kasih. Yesaya 30: 18-26.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:

 

Kasih Allah Diberikan Saat Kita Haus akan Kasih.

 

 

Ayat Alkitab yang kita baca hari ini adalah dari Yesaya 30 ayat 18 sampai ayat 26, yang mencatat sebagai berikut:


Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!

 Sungguh, hai bangsa di Sion yang diam di Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab.

 Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia, 

 dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: "Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya," entah kamu menganan atau mengiri. 

 Engkau akan menganggap najis patung-patungmu yang disalut dengan perak atau yang dilapis dengan emas; engkau akan membuangnya seperti kain cemar sambil berkata kepadanya: "Keluar!" 

 Lalu TUHAN akan memberi hujan bagi benih yang baru kamu taburkan di ladangmu, dan dari hasil tanah itu kamu akan makan roti yang lezat dan berlimpah-limpah. Pada waktu itu ternakmu akan makan rumput di padang rumput yang luas; 

 sapi-sapi dan keledai-keledai yang mengerjakan tanah akan memakan makanan campuran yang sedap, yang sudah ditampi dan diayak. 

 Dari setiap gunung yang tinggi dan dari setiap bukit yang menjulang akan memancar sungai-sungai pada hari pembunuhan yang besar, apabila menara-menara runtuh. 

 Maka terang bulan purnama akan seperti terang matahari terik dan terang matahari terik akan tujuh kali ganda, yaitu seperti terangnya tujuh hari, pada waktu TUHAN membalut luka umat-Nya dan menyembuhkan bekas pukulan.

 

 

Apa Yang Telah Kita Baca? Dan Tentang Apa dan Siapa

 

Ketika nabi Yesaya mengatakan bahwa Tuhan sedang menunggu waktu yang tepat untuk menunjukkan kasih-Nya kepada bangsa Israel, pasti ada yang bertanya, mengapa Tuhan tidak langsung mengasihi mereka, tanpa harus menunggu saat yang tepat untuk menunjukkan kasih-Nya?

 

Setiap kali Tuhan tampaknya menunda untuk menunjukkan kasih-Nya, selalu ada tujuan kasih di baliknya. Kita sering meremehkan hal-hal yang tersedia sepanjang waktu, tetapi menghargai sesuatu yang tampaknya langka. Apalagi kasih yang Tuhan tunjukkan saat bangsa Israel haus akan hal itu.

 

Tuhan mengasihani orang Israel, supaya Tuhan ditinggikan. Belas kasihan bukan untuk meninggikan mereka yang menerimanya, tetapi mereka yang memberikannya.

Misalnya, ketika pengampunan diberikan kepada orang yang pantas dihukum, belas kasihan akan meninggikan kebaikan orang yang memberikan pengampunan. Itu akan lebih menunjukkan betapaTuhan itu penuh kasih, murah hati, dan penuh kasih sayang.

Selain itu, Tuhan ingin menunjukkan keadilan-Nya. Bagi manusia, belas kasihan dan keadilan tampaknya bertentangan. Misalnya, jika seorang hakim akan memvonis seorang penjahat yang bersalah, hakim memiliki pilihan untuk menunjukkan belas kasihan, dan mengurangi masa tahanan, atau keadilan, dan menentukan hukuman sesuai dengan perbuatan mereka.

 

Namun Tuhan Yang Maha Pengasih dan juga Maha Adil dapat menunjukkan keduanya sekaligus, secara bersamaan.

 

Jadi, kita harus mempercayai waktu Tuhan, bahkan ketika kita tidak memahaminya.

 

Karena Tuhan begitu Agung, ada berkat bawaan bagi mereka yang menantikan Tuhan dengan sabar. Ketika Yesaya mengatakan, berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Tuhan, bukan berarti menunggu dengan membuang-buang waktu, tetapi dalam arti sabar menunggu, sambil mempercayai janji Tuhan.

 

Saat umat Tuhan menanti-nantikan Tuhan dengan sabar, dan tetap percaya pada janji-janji-Nya, Tuhan akan mencurahkan kasih karunia-Nya, dan akan menjawab seruan hati mereka. Meski terasa Tuhan jauh, sebenarnya Dia mendengar dan berjanji akan mengabulkan permintaan kita, bahkan yang tak terucap sekalipun.

 

Ketika Yehuda makmur dan hidup nyaman, mereka tidak mau mendengarkan Tuhan. Sekarang, ketika mereka menderita, telinga mereka mau mendengar Tuhan, dan mata mereka ingin melihat Tuhan, dan ingin mengikuti bimbingan-Nya lagi, walau pun Tuhan memberi mereka roti kesengsaraan dan air kesengsaraan.

 

Selalu lebih baik tidak tinggal di zona nyaman, tetapi berjalan bersama Tuhan, di jalan-Nya, daripada merasa nyaman, tapi tidak sejalan dengan Tuhan.

 

Orang-orang Yehuda yang dulunya menyimpan berhala di rumah mereka, Tuhan jamin bahwa suatu hari nanti, mereka akan menganggap berhala tersebut najis, dan membuangnya sebagai sesuatu yang sangat kotor.

 

Alangkah indahnya ketika umat Allah dapat berkata kepada hal-hal yang jahat dan penyembahan berhala, "Enyahlah kau!"

 

Bahasa Ibrani literal untuk kenajisan secara harfiah adalah seperti kain menstruasi. Umat ​​Tuhan akan merasa jijik dan sangat membenci berhala mereka, sehingga mereka akan membuangnya secepat mereka membuang kain pembalut.

Ketika Yehuda menyingkirkan berhala-berhalanya, dan berani percaya janji Tuhan, maka Tuhan akan mengirimkan berkat materi kepada Yehuda. Bagi bangsa yang hidup sebagai petani, janji Tuhan ini adalah janji yang luar biasa, untuk membuat mereka makmur berkelimpahan. Janji itu menjadi sulit dipercayai, karena Tuhan berjanji akan memberikan sungai dan aliran air yang melimpah, dan janji itu diberikan kepada mereka yang tinggal di tanah kering dan tandus.

 

Ketika Tuhan berjanji akan membalut luka umat-Nya, dan menyembuhkan luka-luka mereka, sebenarnya berkat itu lebih baik dari sekedar berkat materi dari Tuhan, karena itu juga menunjukkan kepedulian Tuhan atas mereka, sebagai bukti akan kasih-Nya.

 

Apa pesan Tuhan bagi kita?

 

Terang yang berasal dari Tuhan, akan terlihat lebih cemerlang, ketika terang itu hadir dalam kondisi kita yang paling gelap.

Demikian pula kasih Allah yang Ia tunjukkan ketika jiwa kita dalam keadaan haus akan kasih sayang, di tengah dunia yang penuh dengan kebencian akhir-akhir ini. Ibarat orang yang kehausan diberi air minum yang segar.

Kasih Tuhan yang diberikan pada saat dibutuhkan, merupakan penghiburan yang besar bagi kita, terutama di saat kita menghadapi kesulitan di hari-hari yang kita jalani saat ini.

Inilah berita Natal, yang merupakan pesan pengharapan, bagi bangsa Israel ketika mereka ditawan oleh bangsa lain yang tidak mengenal Tuhan.

Berita ini tetap actual, juga bagi kita yang hidup di era digital saat ini, dimana kebohongan lebih dipercaya daripada kebenaran, dan orang jahat lebih dihormati daripada orang benar.

Di mana janji-janji politisi korup dan licik, lebih dipercaya daripada pesan kebenaran dari orang Kristen.

 

Tuhan ingin kita menunjukkan kasih kita di saat seperti ini, dan memohon berkat bagi mereka yang menganggap kita sebagai musuh mereka, karena inilah inti berita Natal, yaitu kasih Allah, yang juga ditujukan kepada mereka.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

Sebagai orang-orang yang telah diselamatkan oleh kasih karunia melalui iman dalam karya paripurna Kristus, kita harus prihatin melihat pemberontakan dan kemurtadan Israel yang masih terus berlangsung.

 

Kita tidak boleh ikut mengutuk umat pilihan Allah, yang masih menolak pekabaran Tuhan yang penuh kasih, dan menolak untuk mempercayai Firman-Nya yang kudus, serta gagal menerjemahkan hubungan perjanjian khusus mereka dengan Tuhan.

 

Kita harus lebih percaya pada Firman Tuhan dalam Alkitab, ketimbang jawaban dari dunia, dan tidak menyimpang dari jalan damai, serta tidak mengandalkan diri sendiri.

 

Kita harus belajar dari kegagalan Israel, agar kita tidak melakukan kesalahan yang sama, dengan mengeraskan hati kita sendiri terhadap suara lembut dan bisikan Tuhan yang ramah.

 

Kita patut selalu bersyukur kepada Tuhan, bahwa kasih karunia-Nya terhadap umat perjanjian-Nya akan terus berlanjut, sampai Yesus datang untuk mendirikan kerajaan-Nya yang kekal di bumi, di tanah yang dijanjikan kepada Abraham, Ishak, Yakub, dan umat Israel, karena Dia rindu untuk bermurah hati kepada semua orang Anak-anaknya, dan menunggu di tempat tinggi untuk memiliki belas kasihan pada kita semua. Sebab Tuhan adalah Allah yang adil. Betapa diberkatinya semua orang yang merindukan Dia.

 

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

terima kasih karena Engkau adalah Tuhan dan Juruselamat kami. Terima kasih atas kasih karunia yang telah Engkau tunjukkan kepada kami dan kepada semua orang yang percaya kepada Kristus.

 

Kami juga berdoa untuk umat Israel, agar banyak yang bertobat dan berbalik kepada Kristus, dengan percaya pada darah-Nya yang tercurah untuk pengampunan dosa dan hidup yang kekal.

 

Kami memuji dan berterima kasih atas kesetiaan Tuhan, yang terus Tuhan berikan, bahkan ketika kami tidak setia.

Terima kasih karena Engkau selalu ada untuk menghindarkan kami dari jebakan musuh kami.

Lebih dari segalanya, kami berterima kasih kepada Tuhan, karena Engkau mau menjadi Juruselamat dan Sahabat kami, menjadi Jalan, Kebenaran dan Hidup kami, Penuntun dan Penghibur kami.

 

Dalam nama Tuhan Yesus, kami telah berdoa.

 

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...