Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:
Kasih
Allah Diberikan Saat Kita Haus akan Kasih.
Ayat Alkitab yang kita baca hari ini adalah dari Yesaya
30 ayat 18 sampai ayat 26, yang mencatat sebagai berikut:
Sebab itu
TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada
kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah
yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!
Sungguh, hai bangsa di Sion yang diam di
Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan mengasihani
engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan
menjawab.
Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air
serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi
matamu akan terus melihat Dia,
dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari
belakangmu: "Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya," entah kamu
menganan atau mengiri.
Engkau akan menganggap najis patung-patungmu
yang disalut dengan perak atau yang dilapis dengan emas; engkau akan
membuangnya seperti kain cemar sambil berkata kepadanya: "Keluar!"
Lalu TUHAN akan memberi hujan bagi benih yang
baru kamu taburkan di ladangmu, dan dari hasil tanah itu kamu akan makan roti
yang lezat dan berlimpah-limpah. Pada waktu itu ternakmu akan makan rumput di
padang rumput yang luas;
sapi-sapi dan keledai-keledai yang mengerjakan
tanah akan memakan makanan campuran yang sedap, yang sudah ditampi dan
diayak.
Dari setiap gunung yang tinggi dan dari setiap
bukit yang menjulang akan memancar sungai-sungai pada hari pembunuhan yang
besar, apabila menara-menara runtuh.
Maka terang bulan purnama akan seperti terang
matahari terik dan terang matahari terik akan tujuh kali ganda, yaitu seperti
terangnya tujuh hari, pada waktu TUHAN membalut luka umat-Nya dan menyembuhkan bekas
pukulan.
Apa Yang Telah Kita Baca? Dan Tentang Apa dan Siapa
Ketika nabi Yesaya mengatakan bahwa Tuhan sedang
menunggu waktu yang tepat untuk menunjukkan kasih-Nya kepada bangsa Israel,
pasti ada yang bertanya, mengapa Tuhan tidak langsung mengasihi mereka, tanpa
harus menunggu saat yang tepat untuk menunjukkan kasih-Nya?
Setiap kali Tuhan tampaknya menunda untuk menunjukkan
kasih-Nya, selalu ada tujuan kasih di baliknya. Kita sering meremehkan hal-hal
yang tersedia sepanjang waktu, tetapi menghargai sesuatu yang tampaknya langka.
Apalagi kasih yang Tuhan tunjukkan saat bangsa Israel haus akan hal itu.
Tuhan mengasihani orang Israel, supaya Tuhan ditinggikan.
Belas kasihan bukan untuk meninggikan mereka yang menerimanya, tetapi mereka
yang memberikannya.
Misalnya, ketika pengampunan diberikan kepada orang
yang pantas dihukum, belas kasihan akan meninggikan kebaikan orang yang
memberikan pengampunan. Itu akan lebih menunjukkan betapaTuhan itu penuh kasih,
murah hati, dan penuh kasih sayang.
Selain itu, Tuhan ingin menunjukkan keadilan-Nya.
Bagi manusia, belas kasihan dan keadilan tampaknya bertentangan. Misalnya, jika
seorang hakim akan memvonis seorang penjahat yang bersalah, hakim memiliki
pilihan untuk menunjukkan belas kasihan, dan mengurangi masa tahanan, atau
keadilan, dan menentukan hukuman sesuai dengan perbuatan mereka.
Namun Tuhan Yang Maha Pengasih dan juga Maha Adil
dapat menunjukkan keduanya sekaligus, secara bersamaan.
Jadi, kita harus mempercayai waktu Tuhan, bahkan
ketika kita tidak memahaminya.
Karena Tuhan begitu Agung, ada berkat bawaan bagi
mereka yang menantikan Tuhan dengan sabar. Ketika Yesaya mengatakan,
berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Tuhan, bukan berarti menunggu
dengan membuang-buang waktu, tetapi dalam arti sabar menunggu, sambil
mempercayai janji Tuhan.
Saat umat Tuhan menanti-nantikan Tuhan dengan sabar,
dan tetap percaya pada janji-janji-Nya, Tuhan akan mencurahkan kasih
karunia-Nya, dan akan menjawab seruan hati mereka. Meski terasa Tuhan jauh,
sebenarnya Dia mendengar dan berjanji akan mengabulkan permintaan kita, bahkan
yang tak terucap sekalipun.
Ketika Yehuda makmur dan hidup nyaman, mereka tidak
mau mendengarkan Tuhan. Sekarang, ketika mereka menderita, telinga mereka mau
mendengar Tuhan, dan mata mereka ingin melihat Tuhan, dan ingin mengikuti
bimbingan-Nya lagi, walau pun Tuhan memberi mereka roti kesengsaraan dan air
kesengsaraan.
Selalu lebih baik tidak tinggal di zona nyaman,
tetapi berjalan bersama Tuhan, di jalan-Nya, daripada merasa nyaman, tapi tidak
sejalan dengan Tuhan.
Orang-orang Yehuda yang dulunya menyimpan berhala di
rumah mereka, Tuhan jamin bahwa suatu hari nanti, mereka akan menganggap
berhala tersebut najis, dan membuangnya sebagai sesuatu yang sangat kotor.
Alangkah indahnya ketika umat Allah dapat berkata
kepada hal-hal yang jahat dan penyembahan berhala, "Enyahlah kau!"
Bahasa Ibrani literal untuk kenajisan secara harfiah
adalah seperti kain menstruasi. Umat Tuhan akan merasa jijik dan sangat
membenci berhala mereka, sehingga mereka akan membuangnya secepat mereka
membuang kain pembalut.
Ketika Yehuda menyingkirkan berhala-berhalanya, dan
berani percaya janji Tuhan, maka Tuhan akan mengirimkan berkat materi kepada
Yehuda. Bagi bangsa yang hidup sebagai petani, janji Tuhan ini adalah janji
yang luar biasa, untuk membuat mereka makmur berkelimpahan. Janji itu menjadi sulit
dipercayai, karena Tuhan berjanji akan memberikan sungai dan aliran air yang
melimpah, dan janji itu diberikan kepada mereka yang tinggal di tanah kering
dan tandus.
Ketika Tuhan berjanji akan membalut luka umat-Nya,
dan menyembuhkan luka-luka mereka, sebenarnya berkat itu lebih baik dari
sekedar berkat materi dari Tuhan, karena itu juga menunjukkan kepedulian Tuhan
atas mereka, sebagai bukti akan kasih-Nya.
Apa pesan Tuhan bagi kita?
Terang yang berasal dari Tuhan, akan terlihat lebih
cemerlang, ketika terang itu hadir dalam kondisi kita yang paling gelap.
Demikian pula kasih Allah yang Ia tunjukkan ketika
jiwa kita dalam keadaan haus akan kasih sayang, di tengah dunia yang penuh
dengan kebencian akhir-akhir ini. Ibarat orang yang kehausan diberi air minum
yang segar.
Kasih Tuhan yang diberikan pada saat dibutuhkan,
merupakan penghiburan yang besar bagi kita, terutama di saat kita menghadapi
kesulitan di hari-hari yang kita jalani saat ini.
Inilah berita Natal, yang merupakan pesan
pengharapan, bagi bangsa Israel ketika mereka ditawan oleh bangsa lain yang
tidak mengenal Tuhan.
Berita ini tetap actual, juga bagi kita yang hidup di
era digital saat ini, dimana kebohongan lebih dipercaya daripada kebenaran, dan
orang jahat lebih dihormati daripada orang benar.
Di mana janji-janji politisi korup dan licik, lebih
dipercaya daripada pesan kebenaran dari orang Kristen.
Tuhan ingin kita menunjukkan kasih kita di saat
seperti ini, dan memohon berkat bagi mereka yang menganggap kita sebagai musuh
mereka, karena inilah inti berita Natal, yaitu kasih Allah, yang juga ditujukan
kepada mereka.
Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Sebagai orang-orang yang telah diselamatkan oleh
kasih karunia melalui iman dalam karya paripurna Kristus, kita harus prihatin
melihat pemberontakan dan kemurtadan Israel yang masih terus berlangsung.
Kita tidak boleh ikut mengutuk umat pilihan Allah, yang
masih menolak pekabaran Tuhan yang penuh kasih, dan menolak untuk mempercayai
Firman-Nya yang kudus, serta gagal menerjemahkan hubungan perjanjian khusus
mereka dengan Tuhan.
Kita harus lebih percaya pada Firman Tuhan dalam
Alkitab, ketimbang jawaban dari dunia, dan tidak menyimpang dari jalan damai, serta
tidak mengandalkan diri sendiri.
Kita harus belajar dari kegagalan Israel, agar kita
tidak melakukan kesalahan yang sama, dengan mengeraskan hati kita sendiri
terhadap suara lembut dan bisikan Tuhan yang ramah.
Kita patut selalu bersyukur kepada Tuhan, bahwa kasih
karunia-Nya terhadap umat perjanjian-Nya akan terus berlanjut, sampai Yesus
datang untuk mendirikan kerajaan-Nya yang kekal di bumi, di tanah yang
dijanjikan kepada Abraham, Ishak, Yakub, dan umat Israel, karena Dia rindu
untuk bermurah hati kepada semua orang Anak-anaknya, dan menunggu di tempat
tinggi untuk memiliki belas kasihan pada kita semua. Sebab Tuhan adalah Allah
yang adil. Betapa diberkatinya semua orang yang merindukan Dia.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
terima kasih karena Engkau adalah Tuhan dan Juruselamat
kami. Terima kasih atas kasih karunia yang telah Engkau tunjukkan kepada kami
dan kepada semua orang yang percaya kepada Kristus.
Kami juga berdoa untuk umat Israel, agar banyak yang
bertobat dan berbalik kepada Kristus, dengan percaya pada darah-Nya yang
tercurah untuk pengampunan dosa dan hidup yang kekal.
Kami memuji dan berterima kasih atas kesetiaan Tuhan,
yang terus Tuhan berikan, bahkan ketika kami tidak setia.
Terima kasih karena Engkau selalu ada untuk menghindarkan
kami dari jebakan musuh kami.
Lebih dari segalanya, kami berterima kasih kepada
Tuhan, karena Engkau mau menjadi Juruselamat dan Sahabat kami, menjadi Jalan, Kebenaran
dan Hidup kami, Penuntun dan Penghibur kami.
Dalam
nama Tuhan Yesus, kami telah berdoa.
Amin.
Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar