Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:
Kelola
Waktu Dengan Bimbingan Tuhan.
Ayat Alkitab yang kita baca hari ini adalah dari Yesaya
28 ayat 23 sampai ayat 29, yang mencatat sebagai berikut:
Pasanglah telinga dan dengarkanlah suaraku; perhatikanlah dan
dengarkanlah perkataanku!
Setiap harikah orang membajak, mencangkul dan
menyisir tanahnya untuk menabur?
Bukankah setelah meratakan tanahnya, ia
menyerakkan jintan hitam dan menebarkan jintan putih, menaruh gandum jawawut dan jelai kehitam-hitaman dan sekoi di pinggirnya?
Mengenai adat kebiasaan ia telah diajari, diberi petunjuk oleh Allahnya.
Sebab jintan hitam tidak diirik dengan eretan pengirik, dan roda gerobak tidak dipakai untuk menggiling jintan
putih, tetapi jintan hitam diirik dengan memukul-mukulnya dengan galah, dan
jintan putih dengan tongkat.
Apakah orang waktu mengirik memukul gandum
sampai hancur? sungguh tidak, orang tidak terus-menerus memukulnya sampai
hancur! Dan sekalipun orang menjalankan di atas gandum itu jentera gerobak dengan kudanya, namun orang tidak akan menggilingnya sampai hancur.
Dan inipun datangnya dari TUHAN semesta alam;
Ia ajaib dalam keputusan dan agung dalam kebijaksanaan.
Apa Yang Telah Kita Baca? Dan Tentang Apa dan Siapa
Bagian terakhir dari Yesaya 28 adalah sebuah puisi
yang menghubungkan pekerjaan Tuhan dan pekerjaan seorang petani.
Para petani Yerusalem diminta untuk mendengarkan
suara Tuhan dan memperhatikan Firman-Nya.
Pekerjaan petani bukan hanya membajak. Dia tahu kapan
harus berhenti membajak, kapan harus meratakan tanah, dan kapan menanam,
termasuk apa yang ditanam, dan bagaimana mengolahnya setelah panen.
Seorang petani akan menggunakan alat yang berbeda,
untuk setiap jenis pekerjaan, bahkan untuk waktu yang berbeda. Semua hal
berbeda yang disebutkan bersama-sama ini, bertujuan untuk menghasilkan panen
yang baik.
Dengan cara yang sama, Tuhan tahu alat apa yang
digunakan untuk hidup kita, dan kapan menggunakannya. Kita tidak perlu ragu
atau menyerah atas apa yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita, karena Dia, ibarat
seorang petani yang terampil, menggunakan kita, dengan segala hikmat-Nya.
Tuhan akan menggunakan alat dan prosedur yang tepat,
pada waktu yang tepat, untuk mencapai satu tujuan-Nya, yaitu kebaikan umat-Nya
yang keras kepala itu.
Ungkapan tentang petani dan pekerjaannya yang luar
biasa ini, mengandung nasihat yang sama yang digunakan dalam Yesaya 9 ayat 6,
untuk menggambarkan Mesias, yang akan muncul sebagai Penasihat Ajaib.
Ilustrasi tersebut memuat pengaturan waktu dan hikmat
yang sempurna, saat Tuhan berkarya dalam hidup kita.
Apa pesan Tuhan bagi kita?
Tuhan
telah berbicara kepada kita melalui Alkitab-Nya, yang memberi kita petunjuk,
jalan mana yang harus kita ambil.
Tuhan
ingin kita mendengarkan dan memperhatikan Firman-Nya dengan sungguh-sungguh.
Karena
setiap orang berbeda, kita masing-masing harus diberi petunjuk tentang apa yang
harus kita lakukan, di mana kita harus melakukannya, dan kapan kita harus
melakukannya. Tuhanlah yang memberikan petunjuk untuk setiap langkah ini.
Kita
harus tunduk kepada Roh Kudus, sama seperti kepada Yesus, agar Tuhan dapat
menggunakan kita sebagai alat-Nya untuk mencapai tujuan-Nya. Tuhanlah yang
mengajari kita semua hal ini, dan dengan melakukan itu, mempersiapkan orang-orang
yang dapat membantu mengajar dan membimbing generasi berikutnya, melalui tugas yang
diberikan secara berdaulat.
Dengan itu Tuhan ingin kita tahu bahwa Dia punya cara
kerja yang berbeda dengan apa yang kita pikirkan, dan semuanya teratur dan
jelas, dan Tuhan ingin kita mengerti dan menerimanya.
Kita hidup di antara waktu dan dalam waktu. Oleh
karena itu kita harus mengetahui bahwa dalam hidup kita, ada waktu yang akan
terus berjalan dan tidak akan terulang, yang disebut Kronos, dan ada waktu yang
diibaratkan kesempatan, yang akan dapat berulang, yang disebut Kairos.
Sama seperti seorang petani yang tidak mengerjakan
ladangnya sepanjang musim, Tuhan menunjukkan kepada kita apa yang harus kita lakukan
juga.
Salomo, dalam Amsal 3 ayat 1 sampai ayat 8, menulis
sebagai berikut:
Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.
Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk
meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam.
ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu
untuk membangun.
ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk
tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari.
ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk
mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari
memeluk.
ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk
membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang.
ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk
menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara.
ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk
membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai.
Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Kita harus menaati pengaturan Tuhan, dan menempuh
jalan yang harus kita tempuh.
Kita harus menyadari bahwa Tuhan lebih mengetahui
perbedaan-perbedaan di antara kita, oleh karena itu petunjuk-petunjuk kepada
kita masing-masing, tidak selalu harus sama. Yang harus kita lakukan adalah
tugas yang menjadi bagian kita, dan kita tidak perlu memaksa orang lain untuk
melakukan hal yang sama seperti kita, asalkan kita sama-sama memiliki satu
tujuan yang telah ditetapkan Tuhan.
Kita harus peka terhadap pimpinan Roh Kudus, sama
seperti kepada Yesus, sehingga Allah dapat menggunakan kita sebagai alat-Nya
untuk mencapai tujuan-Nya.
Kami harus memanfaatkan waktu yang kita miliki dengan
bijaksana, baik itu waktu Kronos atau waktu Kairos.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
Engkau
adalah Penasihat yang ajaib,
Tolong
kami memahami kehendak Tuhan, yang seringkali tidak sesuai dengan apa yang kami
pikirkan.
Tolong
kami untuk fokus kepada panggilan dan tugas yang Tuhan berikan kepada kami, dan
kami dimampukan untuk mengerjakannya dengan kemampuan kami yang terbaik.
Tolong
kami untuk mampu memanfaatkan waktu yang ada, serta mengisinya dengan
bijaksana.
Dalam
nama Tuhan Yesus, kami telah berdoa.
Amin.
Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar