Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:
Ketaatan
Orang Tua kepada Tuhan Menyelamatkan Anak Mereka.
Ayat Alkitab yang kita baca hari ini adalah dari Lukas
2 ayat 21 sampai ayat 24, yang mencatat sebagai berikut:
Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum
Ia dikandung ibu-Nya.
Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut
hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya
kepada Tuhan,
seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan:
"Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah",
dan untuk mempersembahkan korban menurut apa
yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.
Apa Yang Telah Kita Baca? Dan Tentang Apa dan Siapa
Yusuf dan Maria adalah orang tua yang benar-benar
saleh dan patuh. Mereka menaati perintah Allah dalam Imamat 12, ayat 2 sampai
ayat 3, untuk menyunatkan anak laki-laki mereka.
Pelaksanaan sunat itu harus dilakukan pada saat bayi
berusia genap 8 hari, tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih satu hari pun.
Allah yang menjadi manusia dalam wujud Yesus pun,
harus menaatinya, agar Yesus dapat memenuhi setiap aspek hukum itu dalam Imamat
12 itu.
Itu juga menunjukkan bahwa Sunat dan upacara
penyucian, diperlukan sebagai pengingat bahwa kita semua dilahirkan dalam dosa,
sesuai Mazmur 51 ayat 5, yang berbunyi:
Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.
Sebagai Allah, seharusnya Yesus bisa saja dibebaskan
dari hukum ini, karena Dia tidak dilahirkan dalam dosa sebagaimana manusia
umumnya.
Namun, kita melihat bagaimana Yesus bahkan sebagai
seorang bayi, mengidentifikasi diri dengan orang-orang berdosa, seperti yang
Dia juga lakukan kemudian pada saat pembaptisan, dan mati di kayu salib.
Putra sulung Maria adalah seekor anak domba tanpa
cacat dan tanpa noda, yang layak menjadi korban penebusan dosa, mulai
menanggung dosa banyak orang di usia 8 hari. Sejak hari itu Yesus, Yang Kudus
itu, yang memiliki tanda-tanda penebusan kita di dalam tubuh-Nya, mulai membawa
dosa kita ke kayu salib di Golgota.
Yesus yang tidak mengenal dosa, melalui sunat-Nya, bertujuan
untuk mengambil alih dosa kita. Pada saat itu Dia diberi nama Yesus, sesuai
nama yang diberikan kepada Maria, saat mengandung Yesus.
Lukas mencatatnya dalam bentuk hubungan Maria sebagai
yang mengandung Kristus, tanpa referensi apapun untuk Yusuf. Hal ini untuk
menunjukkan bahwa Yesus bukan dikandung dari hubungan pria dan wanita.
Dalam Imamat 12, Allah memerintahkan agar pada saat
kelahiran anak laki-laki sulung, seekor anak domba dipersembahkan sebagai
bagian dari upacara penyucian dan penahbisan. Namun diperbolehkan untuk
mempersembahkan dua burung jika keluarga tidak mampu mempersembahkan seekor
domba.
Persembahan dua merpati sebagai ganti domba, dan
merpati secara teknis disebut Persembahan Orang Miskin.
Ini menunjukkan bahwa, peristiwa ini terjadi sebelum kedatangan
orang majus dari timur, sehingga kondisi ekonomi Yusuf dan Maria tergolong
miskin, karena belum menerima banyak persembahan berharga, yang mengubah
kondisi mereka yang miskin, mendadak menjadi kaya, dan bisa pindah ke Mesir.
Apa pesan Tuhan bagi kita?
Maria dan Yusuf, adalah teladan sempurna bagi kita.
Sebagai orang tua yang miskin dan rendah hati, mereka
telah menaati Firman Tuhan dengan sempurna. Mereka menyunat Yesus “tepat” pada
usia 8 hari, dan memberikan nama Yesus “tepat” sesuai dengan pesan malaikat
kepada Maria ketika dia mengandung bayi Yesus.
Pada akhir empat puluh hari, Maria pergi ke rumah
Tuhan di Yerusalem untuk mempersembahkan korban yang ditentukan untuk penyucian
dirinya. Yusuf juga mempersembahkan bayi suci Yesus, sebagai anak sulung, yang
harus dipersembahkan kepada Allah, dan ditebus menurut hukum Allah.
Ketaatan orang tua Yesus adalah modal awal ketaatan
sempurna Yesus di masa depan terhadap semua hukum, di tengah penderitaan dan
pencobaan, bahkan sampai mati bagi kita di kayu salib.
Melalui perikop Firman Tuhan ini, kita juga belajar
bahwa kemiskinan telah menjadi bagian dari hidup dan pelayanan Tuhan kita di
bumi, sejak masa kanak-kanak sampai mati-Nya di kayu salib.
Yesus dibesarkan dan diasuh sejak bayi, oleh seorang
wanita miskin. Dia melewati tiga puluh tahun pertama hidup-Nya di bumi, di
bawah atap orang miskin. Kita tidak perlu ragu bahwa Tuhan yang kaya, akan
memakan makanan orang miskin, dan mengenakan pakaian orang miskin, dan
melakukan pekerjaan orang miskin, dan ikut menanggung semua kesulitan orang
miskin.
Kerendahan hati seperti itu sungguh luar biasa.
Contoh kerendahan hati seperti itu melewati pemahaman manusia.
Kehadiran Tuhan dalam wujud manusia Yesus, yang lahir
dari seorang wanita miskin, dan menjalani seluruh hidupnya di bumi di antara
orang miskin, membuktikan bahwa "agama Kristen juga untuk orang
miskin".
Di atas segalanya, hal itu harus mendorong setiap
orang beriman, untuk menyadari kemiskinannya saat berada di hadapan singgasana
kasih karunia Allah, yaitu saat kita berdoa kepada Tuhan.
Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Sebagai orang tua, kita wajib mempersembahkan
anak-anak kita kepada Tuhan Yesus, yang telah memberikan kita anak untuk kita besarkan
secara bertanggung jawab.
Kita harus minta kepada Yesus, ketika kita membaptis
anak-anak kita, agar Yesus juga menebus mereka dari dosa dan kematian, dan
menguduskan mereka kepada diri-Nya sendiri.
Sebagai anak-anak Kristiani, marilah kita mewariskan
kebiasaan baik yang telah diwariskan Yusuf dan Maria ini kepada generasi
berikutnya.
Jangan biarkan kebiasaan baik ini dirusak oleh
pergaulan yang buruk, seperti yang dikatakan 1 Korintus 15 ayat 33.
Selain itu, kita harus menggalakkan hidup hemat,
dengan memberikan contoh hidup sederhana yang berpihak pada masyarakat miskin.
Kita harus selalu diingatkan akan ajaran Tuhan Yesus
yang mengatakan:
"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
terima
kasih atas keteladanan indah Maria dan Yusuf, orang tua saleh yang secara taat
memenuhi seluruh hukum yang diwajibkan, agar Yesus, memenuhi syarat untuk menjalankan
misi-Nya sebagai Mesias dan Juruselamat dunia yang dijanjikan.
Izinkan
kami menunjukkan kepada Tuhan pengabdian yang sama seperti Yusuf dan Maria,
karena kami telah dipercaya untuk mendidik dan mengasuh anak-anak, yang Tuhan percayakan
kepada kami.
Temani
dan ajari kami untuk tetap berjalan di jalan-Mu.
Terangi
hati kami, bimbing kemai ke dalam semua kebenaran Tuhan, dan selaraskan pikiran
kami dengan pikiran Tuhan Yesus, sehingga hidup kami memuliakan Tuhan.
Semuanya
ini kami pohonkan dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar