Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Ketuhanan Yesus tidak bergantung pada kesaksian Setan.
Ayat Alkitab, yang kita baca hari ini, adalah dari Lukas 4, ayat 40 sampai ayat 41, yang berbunyi sebagai berikut:
Ketika matahari terbenam, semua
orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam
penyakit. Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan
menyembuhkan mereka.
Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: "Engkau adalah Anak Allah." Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias.
Apa Isi Firman Tuhan ini, dan apa pesan Tuhan bagi kita?
Bagi orang Yahudi, saat matahari terbenam setelah Sabat berakhir, menandai dimulainya hari baru di minggu yang baru. (Lihat penjelasannya di Injil Lukas 4 ayat 31).
Awal pekan yang baru ini, adalah kebebasan umat dari pembatasan Sabat, dalam menjalani hidup dan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, orang-orang mulai berdatangan untuk membawa kerabat mereka yang sakit parah kepada Yesus, untuk disembuhkan.
Sebagian penyebab orang sakit adalah karena mereka dirasuki setan, dan ketika Tuhan Yesus menyembuhkan mereka, setan-setan yang merasuki mereka keluar, berteriak kepada Yesus:
"Engkau adalah Anak Allah."
Yesus melarang Setan untuk berbicara lebih jauh tentang siapa Dia, karena Yesus tidak ingin orang-orang yang hadir saat itu, juga kita yang membaca cerita ini, mengandalkan kesaksian Setan untuk mempercayai Yesus. Kita hanya percaya akan Ketuhanan Yesus, berdasarkan kesaksian Alkitab saja.
Meskipun Yesus adalah sepenuhnya Allah, Dia juga sepenuhnya manusia. Dia juga bisa menjadi lelah dan lapar. Pada hari Sabat itu, Yesus baru saja menyembuhkan ibu mertua Petrus. Sangat mungkin bahwa Yesus perlu istirahat, menjelang malam itu.
Melalui kisah sederhana ini, Allah Bapa melukiskan gambaran sempurna tentang Yesus, Allah-Manusia yang memahami kelemahan dan akan frustrasinya kita. Kisah ini mengungkap Seorang Pribadi, yang mau dan mampu bersimpati terhadap kelemahan kita.
Meskipun Yesus adalah Firman dan Pencipta kita yang kekal, Dia datang untuk hidup di antara ciptaan-Nya, sebagai Manusia yang juga dicobai sama seperti kita, hanya saja Dia tidak berdosa.
Dia diutus untuk memenuhi Hukum dan kitab para nabi, dengan menjalani kehidupan tanpa dosa, sehingga Dia memenuhi syarat untuk mati di kayu Salib, dan membayar harga dosa manusia yang telah jatuh dalam dosa.
Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Sebagai orang berdosa yang hidup di dunia yang rusak, dan karena kita dilahirkan sebagai orang berdosa, kita tidak mungkin memelihara Hukum Allah secara sempurna.
Oleh karena itu kita harus menyadari kelemahan kita, yang mengetahui apa yang jahat dan terlarang, tetapi sering melakukan hal-hal yang kita tahu sebagai salah itu.
Bahkan Paulus telah mengatakan demikian, "aku ingin melakukan apa yang baik, tetapi justru yang jahat, yang tidak aku inginkan, itu yang justru kulakukan,”
dan dalam keputusasaan Paulus berteriak,
Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?
Syukur kepada Allah, aku dibebaskan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.”
Sebagai orang yang telah melanggar hukum Tuhan, bagian kita adalah kematian kekal.
Tidak ada yang bisa kita lakukan, kecuali berpaling kepada Yesus, yang menciptakan kita, untuk membalikkan kutuk menjadi berkat dan menyembuhkan penyakit kita.
Kita hanya bisa percaya bahwa Yesus, Anak Allah, yang datang ke bumi untuk dikutuk menggantikan kita.
Dia datang untuk memenuhi persyaratan hukum yang benar atas nama kita, karena tidak mungkin bagi kita orang berdosa, untuk memelihara Hukum Allah yang sempurna.
Sebagai pelayan Tuhan, sebelum kita melakukan pelayanan kita, apakah mengajar di kelas Sekolah Minggu, atau berkhotbah kepada kaum awam, dan lainnya, kita harus mempersiapkan diri kita dengan baik, dengan waktu, energi, dan perhatian yang sama, atau bahkan lebih besar, daripada yang kita persiapkan untuk pekerjaan kita, di dunia sekuler kita.
Pertama, kita harus mencari kerajaan Allah dan kebenaran-Nya. Setiap kita juga harus mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup kepada Tuhan, dengan menyangkal diri, memikul salib, dan mengikuti Yesus.
Selanjutnya, kita menghampiri Allah Bapa dalam doa, mengakui dosa, baik yang sengaja maupun tidak sengaja, kita lakukan.
Setelah dosa-dosa kita dengan iman diselesaikan oleh Tuhan, kita mempersiapkan diri untuk membaca firman Tuhan. Ini adalah komunikasi dua arah, kita menyampaikan keluhan kita dalam doa kepada Allah, dan Allah menyampaikan maksud dan kehendak-Nya melalui Firman-Nya, yang kita baca dari Alkitab.
Kita juga harus berempati dan berkomunikasi dengan mereka yang dikucilkan, yang kesepian, berduka, dan mereka yang disisihkan oleh masyarakat.
Komunikasi ini untuk meruntuhkan penghalang yang ada, dan menunjukkan bahwa kita peduli pada orang yang membutuhkan sentuhan penuh kasih ini.
Kita harus menyebarkan kabar baik bahwa, Yesus juga peduli pada mereka, dan Yesus membiarkan diri-Nya disalibkan demi mereka juga.
Kita harus peka terhadap bisikan Roh Kudus. Kita harus mengindahkan bimbingan-Nya dalam hidup kita, dan mengikuti petunjuk-Nya ketika Dia mengungkapkan kepada kita apa yang harus kita lakukan melalui firman Tuhan dan ketika Dia mendorong kita.
Kita perlu mengingat bahwa kita hanyalah saluran bagi kuasa Tuhan untuk memanifestasikan diri-Nya. Bukan kita yang menyembuhkan orang. Tuhanlah yang menyembuhkan orang melalui kita. Ketika Roh Kudus membimbing kita, katakan dan lakukan apa yang Roh minta kita katakan dan lakukan, sehingga penyembuhan terjadi.
Tuhan akan mengungkapkan kepada kita, apa yang harus kita lakukan sesuai dengan kehendak-Nya.
Doa Hari Ini...
Tuhan Allah Bapa yang ada di Surga,
Engkau terus membuat kami takjub, karena Engkau telah menyelamatkan kami.
tolong bantu kami untuk memahami otoritas kami di dalam Anak-Mu, Yesus Kristus.
Tolong persiapkan kami untuk menjalani kekudusan yang telah Engkau berikan kepada kami melalui kebenaran Yesus.
Bantu kami untuk berjalan dalam kerendahan hati di hadapan Tuhan, dan menjaga diri kami bersih melalui pertobatan kami.
Tolonglah kami untuk berserah kepada Roh Kudus agar kami dapat lebih sepenuhnya menyerahkan diri kami, hidup kami, dan semua yang telah Engkau tempatkan dalam tanggung jawab kami.
Beri kami lebih banyak keberanian agar kami dapat melakukan pekerjaan yang Yesus lakukan selama pelayanan-Nya, dan bantu kami menjangkau yang terhilang dengan cara yang berkenan di hadapan Tuhan.
Dalam nama Tuhan Yesus, kami telah berdoa.
Amin.
Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar