Langsung ke konten utama

Mereka Yang Memberkati Akan Lebih Diberkati. 3 Yohanes 1: 5-8

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:

 

Mereka Yang Memberkati Akan Lebih Diberkati.

 

 

Ayat Alkitab yang kita baca hari ini adalah dari 3 Yohanes 1 ayat 5 sampai ayat 8, yang menyatakan sebagai berikut:


 Saudaraku yang kekasih, engkau bertindak sebagai orang percaya, di mana engkau berbuat segala sesuatu untuk saudara-saudara, sekalipun mereka adalah orang-orang asing.

 Mereka telah memberi kesaksian di hadapan jemaat tentang kasihmu. Baik benar perbuatanmu, jikalau engkau menolong mereka dalam perjalanan mereka, dengan suatu cara yang berkenan kepada Allah.

 Sebab karena nama-Nya mereka telah berangkat dengan tidak menerima sesuatupun dari orang-orang yang tidak mengenal Allah.

 Kita wajib menerima orang-orang yang demikian, supaya kita boleh mengambil bagian dalam pekerjaan mereka untuk kebenaran. 

 

Apa pesan Tuhan bagi kita?

 

Di sini Yohanes memuji Gayus atas keramahannya. Ini mungkin tampak sepele bagi kita, tetapi tidak bagi Tuhan. Ini adalah implementasi praktis dari perintah esensial untuk saling mengasihi; itu adalah cinta kasih dalam tindakan.

 

Ini pujian yang luar biasa. Gayus setia dalam apa pun yang dia lakukan untuk saudara-saudara dan orang asing dalam perjalanan misionaris mereka.

 

Pada masa itu, para musafir Kristen pada umumnya, dan para pendeta keliling pada khususnya, sangat bergantung pada keramahtamahan umat Kristiani lainnya, di tempat-tempat yang mereka lewati.

 

Yohanes tahu bahwa ketika orang Kristen membantu mereka yang memperjuangkan kebenaran, mereka menjadi rekan kerja untuk kebenaran.

 

Gereja mula-mula dipenuhi dengan misionaris dan pengkhotbah dari berbagai agama, dan mereka sering menghidupi diri sendiri dengan mengambil persembahan dari masyarakat umum. Tetapi Yohanes berkata bahwa para misionaris Kristen ini tidak boleh mengambil apa pun dari orang bukan Yahudi atau non-Kristen. Mereka hanya mengharapkan dukungan dari sesama orang Kristen.

 

Pesan Tuhan kepada kita di sini adalah apapun yang Tuhan berikan untuk kita lakukan, termasuk menyokong orang-orang yang bekerja di ladang Tuhan, kita harus melakukannya dengan setia.

 

Yesus berkata bahwa ketika kita melihat Dia muka dengan muka nanti, kita akan mendengar kata-kata pujian-Nya, yang mengatakan bahwa kita telah melakukan perbuatan baik, dan setia dalam hal-hal kecil. Karena itu Dia akan menjadikan kita tuan atas banyak hal, dan mengundang kita untuk berbahagia bersama Yesus di Surga. Baca Matius 25 ayat 21.

 

Dalam 1 Samuel 30 ayat 21 sampai dengan ayat 25, Raja Daud, telah membuat peraturan yang berlaku sampai sekarang, dimana harta rampasan perang akan dibagi rata, tidak hanya untuk tentara yang berperang, tetapi juga dengan orang yang berada di perbekalan logistik, yang mendukung tentara untuk bertarung dengan tenang.

 

Dengan cara yang sama, Tuhan akan menghargai penginjil dan pendukung dana dan sumber daya, dengan baik, adil dan murah hati.

 

Bahkan dalam Matius 10 ayat 42, Tuhan Yesus berjanji bahwa pertolongan yang diberikan berupa secangkir air dingin, kepada salah seorang anak-Nya yang sedang melakukan pekerjaan misionaris, tidak akan terlupakan ketika Tuhan memberikan upah-Nya.

 

Tidak heran mengapa Yohanes berdoa untuk kemakmuran Gayus, yang telah menggunakan sumber dayanya dengan setia dan dengan cara yang saleh, dan telah menjadi berkat bagi orang lain.

 

Jika Tuhan memberkati kita yang murah hati dengan lebih banyak, berarti orang lain juga akan diberkati lebih banyak.

 

Kita tidak hanya dipanggil untuk membantu pekerjaan Tuhan, tetapi juga untuk membantu dengan cara yang layak bagi Allah. Kita harus melakukan yang terbaik, untuk membantu orang lain dengan sangat baik.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

Kita harus melakukan sesuatu untuk membantu menyebarkan Injil.

 

Kita juga harus memastikan bahwa kita melakukannya dengan cara yang layak bagi Allah. Tuhan memanggil kita semua untuk mengambil bagian dalam amanat agung yang tertuang dalam Matius 28 ayat 19 yang berbunyi:

 

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

 

Kita dapat berpartisipasi dalam melaksanakan Amanat Agung ini dengan pergi menginjili secara individu atau secara online, tetapi kita juga dapat berpartisipasi hanya dengan mendukung kebutuhan dana dan sumber daya, atau apapun yang dibutuhkan mereka yang di garda depan. Dan bagian mana pun yang kita pilih, kita harus melakukannya dengan baik.

 

Sebagai anak-anak Allah, kita harus menjadi seperti Bapa kita di Surga, baik dalam pikiran, perkataan maupun perbuatan.

 

Kita yang dilahirkan dari Roh harus ramah dan berbelas kasih. Kita harus mencerminkan karakter dan sifat Bapa kita di surga Yang lemah lembut, panjang sabar, penuh kebaikan, dengan kebaikan yang besar.

 

Kita harus menunjukkan rasa hormat kepada orang lain, menunjukkan keramahtamahan, dan bertumbuh dalam kasih karunia, tetapi kita juga harus menjauhi kejahatan dan tidak boleh terintimidasi oleh mereka yang meninggikan diri dengan menindas saudara dan saudari kita di dalam Kristus.

 

Kita harus mendemonstrasikan Kasih Ilahi bagi saudara dan saudari kita di dalam Kristus, karena itu adalah demonstrasi anugerah Allah, kasih Kristus, dan persekutuan Roh Kudus, kepada siapa pun yang berhubungan dengan kita.

 

Hanya melalui kuasa Kristus, dan kekuatan supranatural Roh yang mendiami kita, kita dimampukan untuk berbuat baik dan menjauhi kejahatan, karena orang yang berbuat baik adalah dari Tuhan, sedangkan orang yang berbuat jahat bukan dari Tuhan.

 

Semoga kita, yang telah berpindah dari kematian ke kehidupan, mengasihi orang lain seperti Kristus mengasihi kita, dan meneladani kasih karunia Allah dalam hidup kita, mengetahui bahwa mereka yang berbuat baik berasal dari Allah, sedangkan mereka yang berbuat jahat belum dan tidak bisa melihat Allah.

 

Kita harus meng-imani kebenaran Firman Tuhan dalam Matius 10 ayat 40 dan 41 yang berbunyi:

 “barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.”

 

Inilah yang seharusnya memotivasi kita untuk menerima dan membantu mereka yang memberitakan Injil.

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

terima kasih atas kesaksian orang saleh seperti rasul Yohanes, dan teladan rohani seperti Gayus, yang berjalan dalam ketulusan dan kebenaran yang dipimpin oleh Roh Tuhan, untuk kami teladani.

Kami berdoa agar kami dapat mengikuti teladan mereka dan hanya melakukan hal-hal yang benar di mata Tuhan.

Bantu kami untuk menghindari kejahatan, dan jauhkan kami dari pengaruh praktik dunia yang tidak saleh.

Kami berdoa agar kami dapat mencerminkan keindahan dan kebaikan Tuhan dan Juruselamat kami, Yesus Kristus, sehingga nama-Nya dapat dimuliakan melalui hidup kami.

Doa ini kami panjatkan hanya dalam nama Yesus Kristus,

 

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...