Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Misi Yesus, Memperbaiki 5 Kerusakan Akibat Dosa.
Ayat Alkitab, yang kita baca hari ini, adalah dari Lukas 4, ayat 16 sampai ayat 22, yang berbunyi sebagai berikut:
Ia datang ke Nazaret tempat Ia
dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat,
lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:
"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."
Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.
Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."
Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: "Bukankah Ia ini anak Yusuf?"
Apa Isi Firman Tuhan ini, dan apa pesan Tuhan bagi kita?
Awal pelayanan Yesus, dimulai dari kota Nazaret, tempat Ia dibesarkan. Tentu saja, orang-orang di desa tersebut mengenal-Nya, dan mungkin beberapa diantara mereka ada yang pernah menggunakan jasa Yesus dan Yusuf, ayah-Nya, untuk mengerjakan pembuatan mebel atau atau konstruksi bangunan di rumah mereka.
Injil Matius 4 ayat 12 sampai ayat 13 mencatat bahwa, sebelumnya, Yesus telah pindah dari Nazaret ke Kapernaum, di tepi Laut Galilea.
Sebelum memulai pelayanan-Nya, Yesus memiliki kebiasaan berkumpul bersama umat Tuhan di sinagoga pada hari Sabat, untuk beribadah dan membaca Firman Tuhan.
Urutan layanan liturgi yang biasa dilaksanakan di sinagoga, dimulai dengan doa pembukaan dan pujian.
Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Hukum Tuhan, dan pembacaan kitab para nabi, dan dilanjutkan dengan khotbah. Untuk tahap ini, biasa dilakukan oleh siapa pun pengunjung yang terpelajar, yang menghadiri kebaktian pada hari Sabat itu.
Sangat mungkin Yesus telah mengetahui bahwa, kitab para nabi yang dijadwalkan untuk dibacakan pada hari Sabat itu, adalah dari kitab Yesaya pasal 61 ayat 1 dan ayat 2 yang berbunyi:
Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,
untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN…
Kesempatan ini segera digunakan oleh Yesus, sebagai pengunjung terpelajar, untuk membaca dan mengkhotbahkannya dalam bentuk pengajaran.
Kata-kata ‘Roh TUHAN ada padaku,’ ingin menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias atau Kristus Yang Diurapi.
Kata diurapi secara harfiah berarti ditaburi atau diolesi dengan cairan berminyak. Minyak di kepala hanyalah representasi lahiriah dari pekerjaan spiritual nyata yang terjadi di dalam diri orang yang diurapi. Namun dalam hal ini yang dimaksud dengan diurapi dalam kasus Yesus, adalah sebagai tanda dari pengurapan Roh Kudus atas kehidupan dan pelayanan Yesus.
Allah Bapa telah mengurapi Yesus untuk memulihkan lima kerusakan yang disebabkan oleh dosa.
Kerusakan yang diakibatkan oleh dosa sangatlah parah, dan hanya dapat dipulihkan melalui karya besar penebusan oleh Allah sendiri.
Karya penebusan ini meliputi:
Pertama, untuk memberitakan Injil kepada orang miskin. Dosa membuat kita miskin secara rohani, dan Mesias membawa kabar baik bagi kita yang miskin secara rohani.
Kedua, untuk menyembuhkan orang yang patah hati. Dosa menghancurkan hati serta harga diri kita, dan Mesias memiliki kabar baik bagi kita yang patah hati.
Ketiga, untuk memberitakan kemerdekaan kepada para tawanan. Dosa membuat kita tertawan dan diperbudak oleh dosa, dan Mesias datang untuk membebaskan kita dari perbudakan dosa.
Keempat, untuk mengembalikan penglihatan orang buta. Dosa membutakan kita, dan Mesias datang untuk menyembuhkan kebutaan spiritual dan moral kita.
Kelima, untuk membebaskan mereka yang tertindas. Dosa juga menindas siapa saja yang menjadi korbannya, dan Mesias datang untuk membawa kebebasan bagi yang tertindas.
Kalimat penutup bacaan ini yaitu Mesias datang untuk mewartakan bahwa ‘tahun rahmat TUHAN telah datang.’
Kalimat ini ingin menggambarkan konsep tahun Yobel dalam Alkitab Perjanjian Lama. (Baca Imamat 25 ayat 9 sampai ayat 15, dan seterusnya).
Pada tahun Yobel ini para budak dibebaskan, semua hutang dihapuskan, dan segala sesuatu diatur ulang, mulai dari awal yang baru.
Menutup khotbah-Nya, Yesus menunjukkan bahwa nubuatan itu telah digenapi oleh-Nya dengan mengatakan:
"Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."
Dengan kata-kata ini, Yesus menjawab dua pertanyaan yang biasa ditanyakan ketika mendengar sebuah nubuatan.
"Siapa yang dimaksud dengan nubuatan Yesaya?"
Yesus menjawab, "Yesaya menulis tentang Aku."
"Kapan ramalan ini menjadi kenyataan?"
Yesus menjawab, "Nubuatan Yesaya digenapi saat Aku membacanya."
Nubuatan Yesaya yang lengkap tidak berhenti pada kalimat tentang datangnya tahun anugerah Tuhan, tetapi juga menyinggung tentang hari pembalasan Tuhan, yang akan menghibur semua orang yang berdukacita.
Tetapi, bagian ini tidak ikut dibacakan oleh Yesus.
Ini untuk menunjukkan bahwa perikop berikutnya ini, berbicara tentang apa yang akan Yesus lakukan pada kedatangan-Nya yang kedua kali, yaitu hari pembalasan Tuhan kita.
Melalui Firman Tuhan ini, Tuhan menyatakan kasih-Nya yang besar kepada kita, sehingga Dia mengutus Anak-Nya yang tunggal untuk memberitakan Injil kepada kita yang miskin secara rohani, menyembuhkan kita yang patah hati, mewartakan kemerdekaan kita dari keterikatan dosa, memulihkan penglihatan kita, yang buta secara spiritual, dan membalut luka-luka batin kita.
Bahkan Tuhan mengumumkan akan datangnya tahun rahmat Tuhan, kepada semua orang yang percaya kepada-Nya dengan iman.
Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Jika Yesus memiliki kebiasaan pergi ke sinagoga setiap hari Sabat, maka kita harus rajin pergi ke gereja, beribadah, dan mendengarkan Firman Tuhan, minimal seminggu sekali, yaitu pada hari Minggu.
Kita patut bersyukur bahwa Yesus menghentikan bacaannya pada kalimat "tahun rahmat Tuhan", dan tidak melanjutkan dengan membaca tentang "hari pembalasan Allah kita", karena waktunya masih menunggu agar lebih banyak orang yang mau bertobat, dan mengikut Yesus.
Artinya, pelayanan kita harus menjadi perpanjangan dari perkenanan Tuhan, bukan perpanjangan dari murka Tuhan.
Pelayanan kita juga harus termasuk memperbaiki atau memulihkan kelima akibat dosa, yaitu
menyampaikan kabar baik bagi mereka yang miskin secara rohani, menghibur dan merawat mereka yang patah hati, memberitakan tentang Yesus, yang berkuasa untuk membebaskan mereka yang terikat oleh dosa, dan membebaskan mereka yang terpenjara oleh masa lalunya yang kelam.
Meskipun mengikuti Yesus tidak mudah, kita harus berkomitmen untuk terus mengikuti Dia dengan setia.
Doa Hari Ini...
Allah Bapa yang ada di Surga,
Kami takjub karena Engkau begitu mengasihi kami, sehingga Engkau mengutus Tuhan Yesus menjadi Juru Selamat kami, yang rela disakiti bahkan dibunuh dan mati bagi kami yang berdosa ini, dan kami bersyukur karena Yesus memiliki kuasa untuk bangkit kembali dari kematian, pada hari yang ketiga, agar dengan kasih karunia-Nya, dan melalui iman kami kepada-Nya, kami telah ditebus dari kubangan dosa.
Tuhan Yesus, terima kasih telah menyembuhkan kami dari luka-luka kami, membebaskan kami dari belenggu dosa, memberi kami hidup baru di dalam Kristus, dan memampukan kami menemukan peristirahatan kami di dalam hadirat Tuhan.
Semoga kami, menjalani hidup kami dalam ketergantungan penuh, dan dengan rendah hati, hanya kepada Tuhan, hari demi hari.
Dalam nama Yesus, kami telah berdoa.
Amin.
Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar