Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Misteri Allah, Di Alam Supranatural.
Ayat Alkitab, yang kita baca hari ini, adalah dari Ayub 1, ayat 13 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:
Pada suatu hari, ketika anak-anaknya yang lelaki dan yang perempuan makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung,
datanglah seorang pesuruh kepada Ayub dan berkata: "Sedang lembu sapi membajak dan keledai-keledai betina makan rumput di sebelahnya,
datanglah orang-orang Syeba menyerang dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan."
Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Api telah menyambar dari langit dan membakar serta memakan habis kambing domba dan penjaga-penjaga. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan."
Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Orang-orang Kasdim membentuk tiga pasukan, lalu menyerbu unta-unta dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan."
Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Anak-anak tuan yang lelaki dan yang perempuan sedang makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung,
maka tiba-tiba angin ribut bertiup dari seberang padang gurun;
rumah itu dilandanya pada empat penjurunya dan roboh menimpa orang-orang muda
itu, sehingga mereka mati. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat
memberitahukan hal itu kepada tuan.
Apa Isi Firman Tuhan ini, dan apa pesan Tuhan bagi kita?
Ayat Alkitab hari ini dibuka dengan kata-kata, "Pada suatu hari", yang mengacu pada satu waktu, setelah Tuhan memberikan izin kepada Setan, untuk mencobai Ayub.
Setan memanfaatkan kesempatan ini, dengan mendatangkan malapetaka pada Ayub, hanya dalam rentang waktu beberapa jam, di hari yang sama.
Dalam waktu yang terbatas itu Ayub kehilangan lembunya, para pelayannya, dombanya, untanya, dan bahkan semua anak laki-laki dan anak perempuannya.
Ayub, yang tadinya adalah orang terkaya pada masanya, bangkrut dan jatuh miskin, hanya dalam beberapa jam, di hari yang sama.
Ini menunjukkan kepada kita bahwa, Setan sangat fokus untuk memaksimalkan keuntungan bagi dirinya sendiri.
Ketika dia diizinkan Tuhan untuk mencobai Ayub, Setan akan melakukannya dengan cara yang paling efektif.
Oleh karena itu, kesempatan apa pun yang kita berikan kepada Setan, sangatlah berbahaya. Kita harus menyadari bahwa Setan akan selalu memaksimalkan setiap kesempatan yang diberikan kepadanya, untuk segera dimanfaatkan sepenuhnya.
Tragedi yang menimpa Ayub, disebabkan karena berbagai sebab, namun kita tahu bahwa penyebab sebelumnya, adalah hasutan dan pekerjaan setan.
Kita belajar sesuatu tentang cara Setan bekerja. Dia tidak bergerak dengan memaksa orang-orang Syeba dan orang-orang Kasdim, untuk melakukan hal-hal yang pada dasarnya tidak ingin mereka lakukan terhadap Ayub yang saleh. Namun Setan mencapai tujuan jahatnya dengan merayu dan mengeksploitasi sisi jahat dari sifat manusia, yang pada dasarnya adalah manusia berdosa.
Malapetaka juga menimpa putra-putri Ayub, ketika mereka berpesta di rumah kakak laki-laki tertua mereka.
Kita tahu, dalam renungan sebelumnya, yang mencakup Ayub 1, ayat 4 dan ayat 5, dimana Ayub secara khusus, selalu mempersembahkan korban bakaran bagi putra-putrinya, pada hari-hari ketika pesta baru saja berakhir, untuk menghindari murka Tuhan, jika ada kesalahan putra putrinya.
Namun, doa Ayub, atas nama anak-anaknya ini, tidak dapat mencegah malapetaka itu. Ini membuat krisis yang dialami, semakin terlihat misterius, dan dirasakan bermasalah bagi Ayub.
Dalam hal ini kita belajar tentang, betapa kejam dan liciknya setan, terlihat dalam hal memilih waktu untuk bertindak, yaitu pada saat putra-putri Ayub sedang mengadakan pesta, agar setan bisa membinasakan mereka, secara sekaligus.
Kita juga belajar bahwa dalam beberapa hal, Setan memiliki pengaruh atas cuaca, (seperti mendatangkan angin ribut), dan dapat meniru fenomena yang biasanya dikaitkan dengan Tuhan, yaitu sama seperti Tuhan, mengirimkan api dari langit.
Para hamba Ayub mengira, bahwa Tuhanlah yang mengirimkan api ini, tetapi itu hanya benar dalam arti yang sangat tidak langsung, dalam arti bahwa, Tuhan mengizinkannya, dengan meniadakan batasan proteksi, yang ada sebelumnya memagari Ayub.
Ini menunjukkan betapa liciknya Iblis, setidaknya untuk beberapa kasus, di mana Iblis ingin bekerja sedemikian rupa, sehingga atas apa yang dilakukannya, yang akan disalahkan, dan menjadi kambing hitam, adalah Tuhan.
Sampai batas tertentu, dan sejauh yang Tuhan izinkan, Setan memiliki kekuatan besar atas cuaca. Ini berarti bahwa, Setan juga memiliki kekuatan supranatural, yang dapat dia gunakan untuk mengarahkan unsur-unsur fisik, untuk mencapai tujuan jahatnya.
Benar atau salahnya, apa yang Tuhan izinkan atau lakukan secara aktif, hanya bisa dinilai dari ukuran kekekalan, bukan untuk dinilai menurut ukuran hidup kita di dunia ini.
Kita hanya memercayai apa yang tercatat dalam Alkitab, yaitu penjelasan Abraham akan pemahamannya tentang Tuhan, yang dicatat dalam Kejadian 18, ayat 25, sebagai berikut:
Jauhlah kiranya dari pada Tuhan untuk berbuat demikian, membunuh orang benar, bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian dari pada Tuhan! Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?
Inilah Misteri Tuhan di Alam Gaib, yang hanya bisa kita pahami dengan menggunakan sudut pandang supranatural.
Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Kita harus tetap melayani Tuhan, meskipun Tuhan mengijinkan kekuatan gelap mencobai kita, dan kita harus tetap percaya bahwa, pelayanan kita tidak akan pernah sia-sia.
Kita harus melayani Tuhan, karena kita mengasihi Tuhan. Jadi, meskipun kita kehilangan segalanya, rumah, mobil, harta benda lainnya, pekerjaan, bahkan orang yang kita cintai, kita harus tetap menjaga komitmen kita, untuk terus beribadah dan melayani Tuhan.
Kita harus tetap melayani Tuhan, meskipun sama sekali tidak menerima manfaat fisik, sebagai ibalannya.
Kita harus melihat bahwa ini adalah panggilan pemuridan sejati. Yesus mengajarkan hal ini ketika Ia memanggil kita untuk menjadi murid-murid-Nya.
Kita harus ingat bahwa, bagaimana Yesus tidak menawarkan rumah untuk ditinggali, kepada murid-murid-Nya. Yesus juga tidak menawarkan kenyamanan, atau kekayaan kepada kita, sebagai murid-Nya.
Bahkan Yesus menawari kita, sebuah batu untuk dijadikan bantal tidur, dan bahkan penganiayaan, karena memberitakan namanya.
Kita harus membuktikan bahwa, seperti halnya para Rasul, untuk melayani Tuhan, seturut dengan kehendak-Nya.
Bahkan, menurut apa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus, kita harus menyangkal diri, memikul salib kita, dan mengikuti Dia. (Baca Matius 16 ayat 24).
Kita harus sama seperti Ayub, yang dicatat dalam akhir bab 1, bacaan Alkitab hari ini, dimana dikatakan:
“Dalam kesemuanya itu, Ayub tidak berbuat dosa, dan tidak menuduh Allah berbuat salah, atau hal-hal yang kurang patut.”
Inilah tujuan pelayanan kita, melalui penderitaan kita, melalui tragedi, dan melalui berbagai pencobaan.
Kita tidak boleh berbuat dosa, dan tidak boleh menuduh Tuhan telah melakukan kesalahan. Kita harus melayani Tuhan dengan mengabaikan keegoisan kita. Tuhan harus dilayani dan disembah sebagaimana adanya. Dia adalah Tuhan. Dia adalah Pencipta Yang Mahakuasa. Hidup kita, hanyalah untuk Tuhan. Sembahlah dia, dan kasihilah Dia, dengan segenap hati, pikiran dan jiwa kita.
Doa Hari Ini...
Tuhan Yesus,
terima kasih atas pelajaran luar biasa yang dapat kami pelajari dari Ayub.
Kami berterima kasih, atas semua berkat yang telah Engkau berikan kepada kami, di sepanjang hidup kami.
Kami berdoa, agar kami mampu melihat bahwa hal-hal di dunia ini, tidak ada artinya dibandingkan dengan kasih Tuhan.
Kami menyadari bahwa semua yang kami miliki, adalah milik Tuhan.
Kami menyadari bahwa, tidak ada yang pantas untuk kami dapatkan.
Tak satu pun dari yang kami miliki, adalah dari hasil tangan kami sendiri, karena kami datang ke dunia, dengan telanjang dan tidak membawa apa-apa.
Semua yang kita miliki sejak lahir telah diberikan kepada kami oleh tangan Tuhan.
Ajari kami untuk memiliki iman yang kuat seperti Ayub.
Baik kami kaya, atau pun miskin, memiliki banyak harta atau memiliki sedikit harta, atau ketika kami bersukacita atau berduka, ketika Tuhan memberi atau mengambil, kami berdoa agar kami selalu dipenuhi dengan sukacita, dan selalu bersyukur atas semua kebaikan Tuhan, dan mengakui bahwa Engkau adalah Tuhan dan Juruselamat Kami, yang mati bagi kami, agar kami dapat hidup, dan semuanya hanya untuk Pujian dan kemuliaan, bagi nama Tuhan.
Dalam nama Tuhan Yesus, kami telah berdoa.
Amin.
Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar