Langsung ke konten utama

Rahmat Tuhan Selalu Baru, Bagi Mereka yang Merendahkan Diri. Yesaya 33: 1-6

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:

 

Rahmat Tuhan Selalu Baru, Bagi Mereka yang Merendahkan Diri.

 

 

Ayat Alkitab yang kita baca hari ini adalah dari Yesaya 33 ayat 1 sampai ayat 6, yang mencatat sebagai berikut:


Celakalah engkau, hai perusak yang tidak dirusak sendiri, dan engkau, hai penggarong yang tidak digarong sendiri! Apabila engkau selesai merusak, engkau sendiri akan dirusak; apabila engkau habis menggarong, engkau sendiri akan digarong.

 TUHAN, kasihanilah kami, Engkau kami nanti-nantikan! Lindungilah kami setiap pagi dengan tangan-Mu, ya, selamatkanlah kami di waktu kesesakan!

 Waktu mendengar suara gemuruh ketika Engkau bangkit, larilah bangsa-bangsa dan berceraiberailah suku-suku bangsa. 

 Orang mengumpulkan jarahan seperti belalang pelahap menelan makanannya; mereka menyerbunya seperti serbuan kawanan belalang. 

 TUHAN tinggi luhur, sebab Ia tinggal di tempat tinggi; Ia membuat Sion penuh keadilan dan kebenaran.

 Masa keamanan akan tiba bagimu; kekayaan yang menyelamatkan ialah hikmat dan pengetahuan; takut akan TUHAN, itulah harta benda Sion. 

 

 

Apa Yang Telah Kita Baca? Dan Tentang Apa dan Siapa

 

Sebelum invasi Asyur ke Yerusalem, setelah mengalahkan Israel Utara, nabi Yesaya menubuatkan bahwa pasukan Asyur yang tampaknya tak terbendung ini, akan dihentikan oleh penjarah atau perampok lainnya.

Mereka yang melakukan penjarahan disebut orang celaka, karena mereka akan dijarah dan dikhianati oleh orang lain.

Perusak dan perampok, akan juga diperlakukan secara curang oleh perusak dan perampok lainnya.

Namun, setelah tahu betapa mengerikannya ancaman Asyur, umat Tuhan di Yerusalem menyadari bahwa mereka membutuhkan seorang raja yang perkasa, yang dapat membebaskan mereka.

Umat ​​Tuhan tidak lagi berani mengandalkan diri sendiri, atau mengandalkan bangsa lain yang kuat, yaitu bangsa Mesir.

Mereka menyadari bahwa sekarang, mereka hanya bisa mengandalkan Tuhan. Jadi mereka berteriak, "Ya Tuhan, kasihanilah kami."

Oleh karena itu, mereka hanya bisa sabar menunggu Tuhan, dan memandang tangan Tuhan setiap pagi. Mereka percaya bahwa rahmat Tuhan, selalu diperbaharui setiap pagi.

Dalam kitab Ratapan 3 ayat 22 sampai dengan ayat 23, mereka menyatakan keyakinan mereka bahwa,

Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!

Umat Allah di Yerusalem memiliki pengharapan yang pasti di dalam TUHAN. Doa mereka dipenuhi dengan harapan yang indah.

Mereka ingat bagaimana pada zaman nenek moyang mereka, jika Tuhan bangkit untuk berperang, maka bangsa-bangsa melarikan diri, dan suku-suku bangsa yang menjadi lawan mereka tercerai-berai.

Oleh karena itu, ketika umat Tuhan di Yerusalem mengalami masa-masa sulit, mereka segera sadar dan merubah cara pandangnya, untuk kembali kepada Tuhan.

Ketika mereka merasa telah direndahkan oleh keadaan saat itu, maka mata mereka dapat melihat betapa tingginya keluhuran Tuhan.

Mengingat kebaikan Tuhan selama ini, umat Tuhan dengan yakin berdoa, seolah-olah Tuhan telah menjawab dan telah memberikan keselamatan kepada mereka. Doa-doa seperti ini, selain menunjukkan keimanan kepada Tuhan, juga untuk membangkitkan rasa syukur di dalam hati dan mulut mereka.

Doa dengan iman ini menunjukkan bahwa mereka berdoa dengan rasa syukur kepada Tuhan, seolah-olah mereka telah mengucapkan terima kasih sebelum menerima jawaban atas doa mereka.

Mereka percaya pada kebenaran dari Amsal Salomo, yang mengatakan bahwa takut akan Tuhan adalah awal dari hikmat dan pengetahuan tentang Yang Mahakudus, dan mengenal Tuhan adalah pengetahuan.

Itu sebabnya, mereka kembali hidup dengan Takut akan Tuhan, dan percaya bahwa itu adalah kekayaan terbesar, atau modal dasar hidup mereka.

Amsal 9 ayat 10 mengatakan:

Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.

 

 

Apa pesan Tuhan bagi kita?

 

Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita akan ajaran Tuhan Yesus, mengenai prinsip yang sama dengan pesan Tuhan hari ini. Dalam Matius 7 ayat 1 sampai ayat 2, Yesus berkata:

 

"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

 

Tuhan berhak memperlakukan kita sebagaimana kita memperlakukan orang lain, oleh karena itu kita harus memperlakukan orang lain dengan baik, agar Tuhan membalas kita dengan hal baik.

 

Tuhan juga menyatakan bahwa Dia hadir saat kita mengalami kesulitan. Sama seperti umat Tuhan di Yerusalem, ketika kita mengalami kesulitan, kita bisa langsung datang kepada Tuhan, meminta pengampunan dari-Nya, dan berseru meminta pertolongan-Nya.

Kita juga bersyukur karena seolah-olah Tuhan telah menjawab doa-doa kita, tentunya sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh Tuhan sendiri.

 

Kita tidak perlu menunggu sampai Tuhan memenuhi permintaan kita untuk berterima kasih kepada-Nya. Kita dapat, dengan iman, bersyukur kepada-Nya, sebelum kita menerima jawaban yang mengabulkan permohonan kita.

 

Tuhan senang melihat kita menaikkan permintaan doa kita setiap pagi di hari baru, yang menunjukkan bahwa kita tidak tahu apa yang akan terjadi di hari baru itu, dan hanya Tuhan yang tahu.

 

Dari renungan hari ini, kita juga belajar bahwa, kita hanya bisa melihat kebesaran Tuhan, ketika kita merasa kecil dan tidak berdaya, dan sebaliknya, jika kita meninggikan diri, maka kita tidak bisa melihat Tuhan dengan segala kebaikan dan kedahsyatannya.

 

Dan kita juga disadarkan bahwa harta yang paling utama adalah Takut akan Tuhan. Inilah modal awal dan utama bagi kehidupan kita.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

Kita tidak boleh menghakimi siapa pun, agar kita sendiri tidak dihakimi. Karena dengan penilaian yang kita gunakan untuk menilai, begitulah kita akan dinilai, dan dengan standar yang sama yang kita gunakan untuk mengukur orang lain, itu akan diukur kembali kepada kita.

 

Saat kita mengalami berbagai cobaan dan kesulitan, kita bisa datang ke hadapan Tuhan, merendahkan diri dan memohon pengampunan, perlindungan, dan pemulihan Tuhan.

 

Kita harus memanjatkan doa dengan terlebih dahulu mengagungkan Tuhan, memohon rahmat-Nya yang selalu baru setiap pagi, dan penyertaan-Nya sepanjang hari yang baru, serta mengucap syukur kepada Tuhan, yang telah menjawab doa kita, sekali pun belum kita terima.

 

Kita harus memulai hari baru dengan takut akan Tuhan.

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

 

terima kasih untuk pelajaran yang kami dapat dari hubungan Tuhan dengan umat Israel.

Mampukan kami untuk tidak menghakimi sesama kami, dan sebaliknya kami akan selalu melakukan hal baik dan positif kepada orang lain.

Ajar jami untuk merendahkan diri, dan menyadari kebesaran Tuhan dan kedahsyatan Tuhan, sehingga musuh-musuh kami akan menjauh dari kami.

Terima kasih untuk rahmat Tuhan yang selalu baru setiap pagi, sebagai motivasi hidup kami. Biarlah kami hidup untuk hari ini lagi dengan takut akan Tuhan.

Kiranya kami pun selalu diperbaharui oleh rahmat Tuhan yang selalu baru setiap pagi.

 

Dalam nama Tuhan Yesus, kami telah berdoa.

 

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...