Langsung ke konten utama

Segera Sesali Kemurtadan, Sebelum Terlambat. Yeremia 31: 21-25

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:

 

Segera Sesali Kemurtadan, Sebelum Terlambat.

 

Ayat Alkitab yang kita baca hari ini adalah dari Yeremia 31 ayat 21 sampai ayat 25, yang mencatat sebagai berikut:

 

 Dirikanlah bagimu rambu-rambu jalan, pasanglah bagimu tanda-tanda jalan; perhatikanlah jalan raya baik-baik, yakni jalan yang telah kautempuh! Kembalilah, hai anak dara Israel, kembalilah ke kota-kotamu ini!

  Berapa lama lagi engkau mundur maju, hai anak perempuan yang tidak taat? Sebab TUHAN menciptakan sesuatu yang baru di negeri: perempuan merangkul laki-laki."

  Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah orang Israel: "Orang akan mengucapkan perkataan ini lagi di tanah Yehuda dan di kota-kotanya, apabila Aku telah memulihkan keadaan mereka: TUHAN kiranya memberkati engkau, hai tempat kediaman kebenaran, hai gunung yang kudus!

 Di sana akan duduk Yehuda beserta segala kotanya, petani-petani dan orang-orang yang mengembara dengan kawanan ternaknya.

 Sebab Aku akan membuat segar orang yang lelah, dan setiap orang yang merana akan Kubuat puas.

 

 

Apa Yang Telah Kita Baca? Dan Tentang Apa dan Siapa?

 

Nabi Yeremia menjelaskan bahwa orang Israel membutuhkan jalan yang jelas, dengan tanda dan petunjuk jalan yang akan memandu Israel kembali ke tanah mereka, dan memulihkan hubungan mereka dengan Allah Perjanjian.

 

Mereka akan dapat kembali ke hubungan yang pernah mereka miliki, ke cinta pertama mereka dengan Tuhan, dengan cara itu.

 

Bangsa Israel diminta untuk mengarahkan mata hati mereka ke jalan itu.

 

Jika bangsa itu kembali mengingat kasih Allah yang besar, dan pemulihan-Nya, bangsa Israel tidak seharusnya berada dalam keadaan murtad.

 

Karena pemulihan ini telah dijanjikan, mereka harus segera menerimanya dengan iman, dan tidak harus menunggu waktu yang tidak ditentukan di masa depan, untuk dapat kembali.

 

Anak perempuan di sini bisa mewakili seluruh umat Tuhan, baik itu bangsa Israel maupun gereja saat ini. Teguran ini khusus untuk mereka yang ragu untuk menyesali kemurtadan mereka, dan segera berpaling kepada Tuhan, tanpa berlambat-lambat.

 

Makna terbaik dari ungkapan yang sulit ini, bahwa seorang wanita akan memeluk seorang pria, karena adanya janji bahwa Israel akan diberkati dan dijamin dalam pemulihan Allah, sehingga bahkan para wanita di antara mereka dapat melindungi pria, dan semua orang secara keseluruhan.

 

Selanjutnya, melalui nabi Yeremia, Tuhan berbicara tentang suatu hari yang akan datang, ketika berkat ini akan diucapkan oleh orang-orang Yahudi, ketika mereka akan kembali ke Sion dan datang ke Yerusalem sebagai peziarah.

 

Berkat ini menunjukkan bahwa pemerintahan Israel akan diubah, dan akan diperintah dengan benar oleh Mesias, yang menjadikan Yerusalem rumah kebenaran, dan gunung kekudusan.

 

Pada hari itu umat Yahudi tidak hanya diberkati secara rohani, tetapi juga secara materi. Mereka akan dipulihkan baik di kota maupun di pedesaan. Mereka akan tetap sebagai satu bangsa yang diberkati, karena kebersamaan mereka.

 

Tuhan menjanjikan kelimpahan dan kepuasan bagi jiwa yang kosong dan lelah. Jiwa yang penuh dengan kesedihan akan dipenuhi dengan harapan dan kedamaian.

 

Tuhan membuat janji baru, bahwa Tuhan akan berbuat baik kepada mereka, dan tidak akan menghukum anak-anak karena dosa ayah mereka, karena setiap orang mengambil tanggung jawab dosa mereka sendiri.

 

 

Apa pesan Tuhan bagi kita?

 

Ketika kita tersesat, atau bahkan murtad dan meninggalkan hubungan kita dengan Tuhan, Tuhan ingin kita mengingat cinta mula-mula kita kepada Tuhan, dan kita diminta untuk membuat persiapan yang memadai untuk perjalanan pulang kita.

 

Tuhan memberikan gambaran dimana Tuhan akan menjadikan wanita, sebagai simbol orang Yahudi yang lemah dan tidak berdaya, untuk mengalahkan, pria yang kuat, sebagai simbol dari orang Babilonia yang perkasa.

 

Namun bagi kita, gambaran ini juga bisa menunjukkan kondisi dimana pada umumnya laki-laki akan lebih lemah dari perempuan, dan membutuhkan perlindungan dari perempuan.

 

Perempuan dalam penglihatan nabi Yeremia ini, juga untuk menggambarkan kondisi gereja Tuhan yang lemah saat ini, yang suatu saat akan mampu mengalahkan para penantangnya yang kuat. Tentu ketika gereja-gereja kembali ke jalan Tuhan, dan kondisinya tidak terpecah belah.

 

Kita yang dipulihkan, akan menemukan jalan menuju Yerusalem baru, dan kembali menikmati hadirat Tuhan dengan kasih karunia-Nya.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

Kita harus lebih sering membaca Alkitab atau mendengarkan renungan atau khotbah yang benar, agar kita selalu menemukan jalan yang memiliki rambu-rambu jalan yang jelas.

 

Setelah kita melihat pembaharuan dan pemulihan dalam perikop ini, di mana hukum tidak lagi menjadi sesuatu yang lahiriah, tetapi akan tertulis di dalam hati kita, untuk kita cerna dan terapkan sepenuhnya.

 

Kita tidak boleh meragukan kasih Allah yang telah dinyatakan melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, ketika Allah sendiri ingin hadir sebagai manusia di dalam Yesus Kristus.

Tuhan sendiri yang merancang penebusan manusia, dan Tuhan sendiri yang melaksanakan rencana itu sampai selesai.

 

Jika kita tersesat dan murtad, kita harus mengambil keputusan untuk kembali ke kota Tuhan.

 

Sebagai gereja, yang adalah mempelai Allah, kita harus mengindahkan kata-kata nasihat ini, yang diucapkan oleh mulut Tuhan kepada mempelai wanita-Nya Tuhan, yang berbicara dengan otoritas kepada kita, yang sebelumnya telah mempersatukan kita dengan Tuhan dalam ikatan pernikahan.

 

Seperti wanita yang sudah menikah, gereja memiliki telinga yang harus diarahkan untuk mendengar suara suami dan kepala gereja.

 

Gereja ada dalam pikiran Allah sebelum dunia dijadikan, dan bahwa sebelum gereja itu sendiri lahir, itu diberikan kepada Anak Allah untuk menjadi milik-Nya selama-lamanya.

 

Kita telah dipilih di dalam Kristus sebelum dunia dijadikan. Bahkan Tuhan Yesus sendiri mengatakan sebagai berikut:

 

Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu, dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.

 

Jadi, kita melihat bahwa Gereja telah ada dalam pikiran Allah sebelum bumi ada, dan dengan demikian dipilih dalam Kristus dan diberikan kepada Kristus.

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

betapa agung dan mengagumkannya Engkau, ya Tuhan.

Kesetiaan Tuhan kepada umat Tuhan, baik Israel maupun gereja Tuhan, dan janji-janji yang telah Engkau berikan kepada mereka, berada di luar pemahaman kami.

Terima kasih bahwa Yesus datang ke bumi sebagai Mesias Israel, dan Juruselamat dunia non Yahudi, dan melalui iman kepada-Nya, kami telah menjadi anak-anakMu.

Singkirkan penutup mata kuda, dari mata orang-orang pilihan Allah, melalui Yang telah lahir sebagai Juruselamat kita yang berharga, Yang telah mati untuk dosa-dosa kita dan bangkit kembali, agar kita juga dapat bangkit menuju kehidupan kekal.

Tuntunlah kami untuk selalu berada di jalan Tuhan. Tunjukkan pada kami tanda-tanda jalan yang kami butuhkan, agar kami tidak tersesat, ketika kami berjalan kembali kepada Tuhan.

 

Dalam nama Tuhan Yesus, kami telah berdoa.

 

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...