Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:
Tuhan
Akan Menjawab Doa Kita, Dengan Berkat Besar.
Ayat Alkitab yang kita baca hari ini adalah dari Yeremia
33 ayat 1 sampai ayat 9, yang mencatat sebagai berikut:
Datanglah
firman TUHAN untuk kedua kalinya kepada Yeremia, ketika ia masih
terkurung di pelataran penjagaan itu, bunyinya:
"Beginilah firman TUHAN, yang telah
menjadikan bumi dengan membentuknya dan menegakkannya--TUHAN ialah
nama-Nya --:
Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab
engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak
terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.
Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel,
mengenai rumah-rumah di kota ini dan mengenai gedung-gedung istana raja Yehuda
yang dirobohkan untuk dipakai terhadap tembok-tembok pengepungan dan
pedang:
Orang akan masuk pertempuran melawan
orang-orang Kasdim dan kota ini akan penuh dengan bangkai-bangkai manusia yang
telah Kupukul mati karena murka-Ku dan kehangatan amarah-Ku, sebab Aku telah
menyembunyikan wajah-Ku dari kota ini oleh karena segala kejahatan
mereka.
Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan kepada
mereka kesehatan dan kesembuhan, dan Aku akan menyembuhkan mereka dan akan
menyingkapkan kepada mereka kesejahteraan dan keamanan yang berlimpah-limpah.
Aku akan memulihkan keadaan Yehuda dan Israel
dan akan membangun mereka seperti dahulu:
Aku akan mentahirkan mereka dari segala
kesalahan yang mereka lakukan dengan berdosa terhadap Aku, dan Aku akan
mengampuni segala kesalahan yang mereka lakukan dengan berdosa dan dengan
memberontak terhadap Aku.
Dan kota ini akan menjadi pokok kegirangan:
ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku di depan segala bangsa di bumi yang telah
mendengar tentang segala kebajikan yang Kulakukan kepadanya; mereka akan
terkejut dan gemetar karena segala kebajikan dan segala kesejahteraan yang
Kulakukan kepadanya.
Apa Yang Telah Kita Baca? Dan Tentang Apa dan Siapa
Seperti dalam Yeremia pasal 32, kata-kata ini
diucapkan kepada Yeremia tentang pengepungan terakhir yang mengerikan oleh
Babel atas Yerusalem, pada tahun-tahun terakhir pemerintahan Raja Zedekia.
Raja Zedekia memasukkan Yeremia ke dalam penjara
kerajaan, karena Yeremia berkhotbah dalam nama Tuhan, bahwa Babel, musuh
Yehuda, akan berhasil. (Baca Yeremia 32 ayat 1 sampai ayat 5).
Dalam perikop ini ada penekanan yang kuat pada nama
Tuhan Yahwe, yang menekankan hubungan perjanjian-Nya dengan Israel, dimana
Tuhan berbicara tentang kesetiaan Tuhan pada perjanjian-Nya.
Tuhan mengundang Yeremia dan semua yang mau mendengar,
untuk datang kepada-Nya dalam doa penuh iman, dan yakin akan jawaban Tuhan.
Tawaran ini bahkan disampaikan hingga dua kali.
Janji ini luar biasa mengingat penderitaan mereka
yang mengalami teror pengepungan dan pemenuhan yang segera dari penghakiman
yang dijanjikan.
Ketika penghakiman sudah ‘di depan pintu’, Tuhan
mengucapkan kata pengharapan dan ajakan kepada Yeremia dan penduduk Yerusalem, untuk
berdoa dengan iman, agar Tuhan melakukan hal-hal yang besar dan perkasa,
termasuk mengubah pelaksanaan hukuman.
Tuhan berbicara tentang hal ini dengan melihat
rumah-rumah di Yerusalem yang sekarang menjadi reruntuhan, yang telah
dihancurkan untuk menjadi benteng pertahanan terhadap penyerangan Babel.
Sungguh pemandangan yang buruk dan menyedihkan, namun tidak meniadakan
kebenaran janji pemulihan Tuhan.
Mereka mengerahkan banyak tenaga dan orang untuk
mempertahankan kota, tetapi upaya itu sia-sia. Mereka mati dibunuh.
Mereka seharusnya mendengarkan firman Tuhan, yang
sebelumnya mengumumkan penghakiman Tuhan yang tak terhindarkan melalui Babel,
dan juga telah menawarkankan untuk melakukan doa pertobatan, dan meminta Tuhan
untuk membatalkannya.
Yerusalem dipenuhi dengan kehancuran dan kematian,
dan kepada kota ini, Tuhan berjanji untuk membawa kesehatan dan kesembuhan, dan
akan mengungkapkan kepada mereka, kedamaian dan kebenaran yang berlimpah. Janji
itu dinyatakan dengan cara yang sama oleh Nehemia dan nabi Ezra, tetapi itu baru
benar-benar digenapi dalam perjanjian yang baru.
Dalam perjanjian baru, Tuhan akan mengumpulkan
umat-Nya yang tercerai berai dari kerajaan selatan dan utara, dan mempersatukan
mereka kembali.
Dalam perjanjian baru, Tuhan akan memberikan
pengampunan khusus untuk dosa, dimana dosa tidak hanya ditutup, tetapi juga dihapus.
Dalam perjanjian baru, Tuhan akan memulihkan hubungan
dengan umat-Nya sedemikian rupa, sehingga Israel akan memuliakan Dia, dan tidak
akan mencemarkan nama-Nya.
Kontras dari kedua kondisi ini luar biasa. Di satu
sisi, ketika Yeremia membuat tawaran Tuhan ini, umat Tuhan sangat ketakutan dan
gemetar karena kehancuran dan kematian.
Di sisi lain, dalam perjanjian yang baru, umat-Nya
juga akan mengalami takut dan gentar, tetapi disebabkan karena kebesaran berkat
Tuhan, dalam memulihkan umat-Nya. Mereka akan takut dan gentar atas segala
kebaikan dan segala kemakmuran yang Tuhan berikan kepada mereka.
Apa pesan Tuhan bagi kita?
Tuhan mengajak kita untuk selalu berdoa.
Doa adalah solusi untuk mengatasi banyak hal,
terutama untuk mengatasi akibat dari dosa-dosa kita.
Tuhan ingin kita memahami dasar ilahi dari doa. Tanpa
dasar ilahi tentang siapa Tuhan itu, dan apa yang Dia lakukan, doa-doa kita
hanya akan menjadi kata-kata kosong, dan salah arah yang tidak akan
menghasilkan apa-apa.
Tuhan juga ingin kita memahami karakter tertentu dari
Doa.
Hubungan cinta hanya bisa dibangun dan dipelihara
dengan komunikasi setiap waktu. Karena itu, tidak mungkin berjalan dekat dengan
Tuhan hanya dengan berdoa 3 sampai 5 kali saja dalam sehari, tanpa berdoa setiap
saat, dan untuk setiap kondisi yang selalu berbeda.
Tuhan mengungkapkan hal-hal yang besar dan tidak
terselidiki, di mana Tuhan akan membawa kesembuhan, kedamaian, keamanan,
pemulihan, pembersihan, dan pengampunan.
Tuhan sepertinya menunjukkan hubungan antara doa dan
berkat yang Tuhan berikan. Bisa jadi, sedikit doa, sedikit berkat juga. Lebih
banyak doa, lebih banyak berkat.. Namun kita tidak boleh menjadikannya sebagai
rumus baku, karena ingin mendapatkan banyak berkat.
Tuhan memberi kita pengampunan, yang akan membawa
kita kembali ke dalam hubungan dan persekutuan yang baik dengan Tuhan.
Tuhan ingin meninggikan kita, yang pada giliran
berikutnya, kita akan meninggikan nama Tuhan, di hadapan orang lain.
Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Kita harus memiliki iman yang besar ketika kita
berdoa, dan keyakinan itu datang dari apa yang kita ketahui tentang Allah, dan
tentang topik penting yang kita doakan. Semakin banyak kita tahu tentang Tuhan,
semakin kuat keyakinan kita untuk memanggil Dia.
Kita harus memahami dasar ilahi dari berdoa.
Saat kita berdoa, kita tidak memanggil tuhan mana
pun, tetapi kepada Tuhan yang menepati perjanjian dengan kita, yaitu Tuhan,
yang berjanji kepada Abraham, Ishak, Yakub, dan kepada orang-orang Israel
rohani.
Kita berdoa kepada satu-satunya Allah yang hidup dan
benar, yang di hadapan-Nya kita berdiri dalam hubungan perjanjian melalui iman
kepada Yesus Kristus. Itu adalah nama yang berbicara kepada kita tentang kasih
dan anugerah-Nya, dalam membebaskan kita dari perbudakan dan penawanan dosa.
Tetapi ketika kita berseru kepada Tuhan atas dasar
siapa Dia dan apa yang Dia lakukan menurut wahyu-Nya sendiri, kita dapat
memiliki keyakinan yang sempurna, bahwa doa kita pasti akan mencapai banyak
hal!
Kita harus memahami karakter tertentu dari Doa.
Kita harus menaati perintah tersebut dengan berdoa
secara teratur, bukan hanya sebagai rutinitas yang kita lakukan 3 sampai 5 kali
sehari, tetapi sebagai komunikasi yang bermakna dan berkelanjutan dengan Tuhan
dari hati kita.
Berdoa kepada Tuhan, haruslah menunjukkan bahwa kita
benar-benar mengasihi Tuhan Allah, dengan segenap hati, jiwa dan pikiran kita.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
terima
kasih atas kebaikan dan kesetiaan Tuhan, yang Firman-Nya tetap untuk
selama-lamanya. Terima kasih bahwa semua janji Tuhan, baik kepada Israel maupun
kepada Gereja Tuhan sepanjang masa, tetap 'ya' dan 'amin' di dalam Kristus
Yesus Tuhanku. Terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang mendengarkan, Yang
mendengar panggilan dan tangisan kami, dan terima kasih atas banyak janji
berharga yang tidak akan pernah gagal, karena Engkau setia dan setia pada
Firman Tuhan. Terima kasih karena Tuhan memperhatikan kami yang menanggung
ejekan, kesepian, pemenjaraan, dan permusuhan, sehingga kami dapat memiliki
Kitab Suci, untuk membimbing kami ke dalam seluruh kebenaran. Dan terima kasih
bahwa Yesus datang untuk menggantikan dosa-dosa kami, dengan menanggung rasa
sakit dan penderitaan salib, sehingga kami dapat hidup dan memerintah bersama Tuhan
selamanya.
Dalam
nama Tuhan Yesus, kami telah berdoa.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar