Langsung ke konten utama

Berhala Tersembunyi, Kekejian di Mata Tuhan. Yehezkiel 8:1-6. SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Berhala Tersembunyi, Kekejian di Mata Tuhan.

 

 

Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Yehezkiel 3, ayat 16 sampai ayat 21, yang berbunyi sebagai berikut:

 


 Pada tahun keenam, dalam bulan yang keenam, pada tanggal lima bulan itu, waktu aku duduk di rumahku berhadap-hadapan dengan para tua-tua Yehuda, kekuasaan Tuhan ALLAH meliputi aku di sana,

 dan aku menerima penglihatan: Sungguh, ada kelihatan yang menyerupai seorang laki-laki, dari yang menyerupai pinggangnya sampai ke bawah kelihatan seperti api dan dari pinggangnya ke atas kelihatan seperti cahaya, seperti suasa mengkilat. 

 Dia mengulurkan sesuatu yang berbentuk tangan dan dipegang-Nya jambul kepalaku. Lalu Roh itu mengangkat aku ke antara langit dan bumi dan membawa aku dalam penglihatan-penglihatan ilahi ke Yerusalem dekat pintu gerbang pelataran dalam yang menghadap ke utara, di mana terdapat berhala cemburuan, yang menimbulkan cemburu itu. 

 Lihat, di sana tampak kemuliaan Allah Israel, seperti penglihatan yang kulihat di lembah itu. 

 Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, lihatlah ke utara!" Aku melihat ke utara, sungguh, di sebelah utara gerbang mezbah, dekat jalan masuk, terdapat berhala cemburuan tadi. 

 Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, kaulihatkah apa yang mereka perbuat, yaitu perbuatan-perbuatan kekejian yang besar-besar, yang dilakukan oleh kaum Israel di sini, sehingga Aku harus menjauhkan diri dari tempat kudus-Ku? Engkau masih akan melihat perbuatan-perbuatan kekejian yang lebih besar lagi."

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa?

 

Yehezkiel 8, ayat 1 sampai ayat 6, menceritakan tentang Tuhan yang menunjukkan kepada Yehezkiel, berhala-berhala yang ada di Tempat Kudus di Yerusalem.

Dosa-dosa ini sangat mengecewakan Tuhan, seperti cara ibadah yang salah, dan melupakan Tuhan.

Tuhan menunjukkan kepada Yehezkiel berbagai bentuk dosa, termasuk penyembahan berhala dan kemaksiatan, yang justru dilakukan dalam bungkus Kekudusan.

Ini menunjukkan bahwa dosa bisa muncul di mana saja, bahkan di tempat maha suci sekalipun.

Berhala-berhala ini melambangkan berbagai bentuk ibadah yang salah, dan dosa yang terjadi di masyarakat Israel saat itu.

Namun, dosa-dosa tersebut tidak hanya terjadi di masa lalu, tetapi juga terjadi dalam kehidupan kita saat ini.

Sama seperti di zaman Yehezkiel, berhala masih ada dalam kehidupan kita saat ini. Itu mungkin tidak selalu berupa patung, tetapi bisa berupa keinginan, ambisi, atau hal-hal lain yang menjauhkan kita dari Tuhan.

Kita mungkin tidak membuat berhala secara fisik, tetapi kita mungkin menyembah hal-hal seperti,

Kekuasaan dan uang, yang bisa menjadi berhala modern, yang kita kejar dan prioritaskan dalam hidup kita, melebihi fokus kita kepada Tuhan. Bahkan ada yang rela meninggalkan Tuhan, demi kekuasaan dan uang ini.

Kekayaan dan harta benda, bisa menjadi berhala modern yang kita kejar, dan utamakan dalam hidup kita, melebihi cinta kita kepada Tuhan.

Kekuatan pribadi, seperti kecerdasan, kecantikan, atau kekuatan fisik, dapat menjadi idola modern yang kita puja, kejar dan banggakan dalam hidup kita, yang membuat kita tidak lagi, atau tidak terlalu, mengandalkan Tuhan.

Karir dan prestasi, bisa menjadi idola modern yang kita puja, kejar dan prioritaskan dalam hidup kita, dan bukan lagi Tuhan, yang kita idolakan.

Teknologi dan media sosial bisa menjadi idola modern yang kita kagumi, kejar dan utamakan dalam hidup kita, melebihi kekaguman kita kepada Tuhan.

Tanpa kita sadari, semuanya ini, bisa mejadi berhala tersembunyi bagi kita, yang menjauhkan kita dari Allah.

Dosa-dosa tersembunyi ini, bisa sangat merusak, menodai tempat suci hidup kita, dan menjauhkan kita dari Tuhan.

Namun, melalui Firman Tuhan hari ini, Tuhan ingin menunjukkan kepada kita dosa-dosa ini, dan membantu kita melepaskannya.

Dalam berurusan dengan dosa pribadi, penting untuk diingat bahwa kita tidak dapat membersihkan diri kita, dengan kekuatan kita sendiri. Kita membutuhkan kuasa dan pertolongan Tuhan, untuk mengatasi dosa dalam hidup kita.

Selain itu, kita juga harus memahami ibadah yang benar. Ibadah sejati adalah mengabdikan hidup kita kepada Tuhan dan mengikuti perintah-perintah-Nya.

Ibadah yang sejati bukan hanya sekedar melakukan ritual atau persembahan, tetapi juga mengabdikan hidup kita kepada Tuhan dan mengikuti perintah-Nya.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk merenungkan apakah ada berhala dalam hidup kita yang harus disingkirkan, dan meminta bantuan Tuhan untuk mengatasi dosa-dosa pribadi kita.

Kita juga harus memahami bahwa ibadah yang benar tidak hanya dilakukan di gereja atau tempat ibadah saja, tetapi juga dalam segala aspek kehidupan kita.

Kita juga harus ingat bahwa Yesus ingin menjadi Tuhan yang benar-benar diutus dalam hidup kita. Kita harus mengabdikan diri kita kepada Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan pikiran kita.

Mari kita renungkan kembali dan evaluasi hidup kita, apakah kita masih terjebak dalam berhala-berhala yang mengalihkan perhatian kita dari Tuhan.

Dan dengan tuntunan Tuhan, marilah kita mengambil langkah nyata untuk menghilangkan dosa dari hidup kita dan menjadi lebih dekat dengan Tuhan. Mari kita mohon pertolongan Tuhan untuk dapat mengenali dosa-dosa kita dan memiliki kekuatan untuk meninggalkannya. Kita juga harus berusaha untuk menjadi lebih baik dalam memahami dan menjalankan ibadat yang benar sesuai dengan ajaran Tuhan. Mari kita berdoa dan berserah kepada Tuhan untuk membantu kita membuat pilihan yang tepat dan menjalani hidup yang kudus.

 

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita?

 

Pelajaran yang bisa kita ambil dari peristiwa ini adalah, pentingnya selalu berhati-hati terhadap dosa tersembunyi dalam hidup kita.

Dalam ayat-ayat bacaan kita hari ini, Tuhan menunjukkan kepada kita, penglihatan Yehezkiel tentang berhala yang digunakan oleh orang Israel. Tuhan menunjukkan bahwa perbuatan ini adalah kekejian di mata-Nya, dan bahwa Dia tidak akan membiarkan dosa-dosa ini.

Tuhan ingin menggunakan perbuatan dosa, yang dilakukan Israel di masa lalu ini, sebagai peringatan, dan menjadi perhatian dalam kehidupan kita saat ini.

Pesan ini penting bagi kita saat ini, karena kita juga bisa terjebak dalam berhala-berhala modern seperti karir, uang, harta benda, teknologi, atau bahkan khotbah-khotbah kemakmuran yang bisa mengalihkan fokus kita dari pada Tuhan.

Kita harus menyadari bahwa Tuhan harus menjadi prioritas utama dalam hidup kita dan kita harus menempatkan Dia di atas segalanya. Kita harus memutuskan untuk tidak menyembah berhala modern yang mungkin tidak kita sadari dan mengambil langkah untuk mengatasinya.

Pesan lain dari Yehezkiel 8, ayat 1 sampai ayat 6, adalah pentingnya memahami ibadah yang benar. Tuhan ingin kita menyembah Dia dengan sepenuh hati dan bukan hanya secara lisan. Kita harus berusaha untuk meningkatkan ibadah dan penyembahan kita kepada Tuhan.

Tuhan ingin kita selalu ingat, bahwa Tuhan sangat mencintai kita, dan ingin kita menjadi sempurna. Dengan tuntunan Tuhan, mari kita mengambil langkah nyata untuk menghilangkan dosa dari hidup kita, dan menjadi sosok yang lebih baik di hadapan Tuhan.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

Kita harus memahami pentingnya menempatkan Tuhan sebagai prioritas utama dalam hidup kita. Dalam pasal ini, Tuhan menunjukkan betapa murkanya Dia terhadap umat-Nya, yang menyembah berhala di tempat-tempat suci. Hal ini mengingatkan kita akan pentingnya untuk tidak mengalihkan perhatian kita dari Tuhan, dan selalu menempatkan Dia sebagai fokus utama hidup kita.

Kita harus mengenali berhala modern yang mungkin tidak kita lihat sebagai kekejian di mata Tuhan. Seperti kekaguman kita akan kekayaan, karir, kekuasaan, harta benda, teknologi, dan lain lain.

Kita harus menghindari perbuatan dosa di tempat-tempat suci.

Kita harus menghargai pesan dari Tuhan ini, dan berdoa memohon kekuatan dan bimbingan Tuhan, agar kita dimampukan untuk meninggalkan berhala modern, yang secara sadar mau pun tidak sadar, telah kita sembah, dan telah mengalihkan perhatian kita, dari pada Tuhan.

Kita harus memahami seperti apa ibadah yang benar, dan meningkatkan ibadah dan penyembahan kita yang benar kepada Tuhan.

Kita patut bersyukur atas kasih dan pengampunan Tuhan yang tak bersyarat.

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

kami datang kepada-Muu dengan hati yang tulus dan hormat. Kami memahami bahwa kami sering terjebak dalam berhala-berhala modern yang mengalihkan perhatian kami dari-Muu. Kami mohon pengampunan Tuhan, atas tindakan berdosa kami, dan kami bertekad untuk mengatasinya.

Kami berterima kasih atas pesan yang Tuhan berikan melalui Yehezkiel 8, ayat 1 sampai ayat 6, yang mengingatkan kami akan pentingnya menempatkan Tuhan sebagai prioritas utama dalam hidup kami. Kami berdoa kiranya Tuhan memberi kami kekuatan dan bimbingan untuk meninggalkan berhala-berhala modern yang telah kami sembah, dan telah mengalihkan perhatian kami, kepada-Muu.

Kami juga berdoa agar Tuhan membuka hati kami untuk memahami ibadah yang benar dan membimbing kami untuk meningkatkan ibadah dan penyembahan kami kepada-Muu. Kami berterima kasih atas kasih dan pengampunan-Muu yang tanpa syarat.

Kami pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...