Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Dampak Buruk Kebencian, Menjadikanmu Pembunuh.
Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari 1 Yohanes 3, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:
Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi;
bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar.
Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu.
Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.
Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.
Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.
Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa?
Kebencian adalah emosi kuat, yang dapat menghabiskan seseorang, membuat mereka melakukan hal-hal buruk.
Ibarat api, kebencian itu juga dapat menyebar, dan menyebabkan kerusakan pada individu, dan komunitas yang tak terhitung jumlahnya.
Dalam perikop hari ini, rasul Yohanes mengingatkan kita tentang sifat kebencian yang merusak, dan sebaliknya mengajak kita untuk saling mengasihi.
Dalam 1 Yohanes 3, ayat 11 sampai ayat 15, Yohanes menyatakan, bahwa mereka yang membenci saudara laki-laki dan perempuan mereka, adalah pembunuh, dan bahwa dosa ada di dalam hati setiap orang yang diliputi oleh kebencian.
Ini adalah satu pernyataan yang kuat, yang menyoroti konsekuensi parah dari kebencian.
Kebencian mengarah pada kekerasan berbahaya, dan pada akhirnya dapat menyebabkan kematian. Namun bukan hanya kematian jasmani yang dibicarakan Yohanes di sini. itu juga kematian rohani. Ketika kita membenci orang lain, kita tidak hidup dalam ketaatan kepada Tuhan, dan kita tidak mengalami kepenuhan hidup, yang Tuhan inginkan bagi kita.
Yohanes juga mengingatkan kita, bahwa setiap orang mampu, atau punya peluang, untuk membenci.
Hal itu tidak hanya terbatas pada individu atau kelompok tertentu, tetapi itu adalah kondisi manusia.
Kita semua bergumul dengan godaan untuk membenci. Tapi, ini tidak berarti kita ditakdirkan untuk hidup dalam kebencian.
Yohanes memanggil kita untuk mengasihi satu sama lain, dan dengan melakukan itu, kita dapat mengatasi dampak destruktif dari kebencian.
Penting untuk diingat, bahwa cinta kasih bukan hanya perasaan, itu adalah tindakan. Mengasihi orang lain, membutuhkan pengorbanan, dan tidak mementingkan diri sendiri.
Itu membutuhkan kesediaan kita untuk menempatkan kebutuhan dan kesejahteraan orang lain di atas kebutuhan kita sendiri.
Itu membutuhkan upaya aktif untuk memahami dan berempati dengan mereka yang mungkin berbeda dari kita. Dan itu membutuhkan pengampunan dan kasih karunia.
Sebaliknya, kebencian itu mudah. Sangat mudah untuk membenci mereka yang menyakiti kita, mereka yang tidak setuju dengan kita, atau mereka yang kita anggap berbeda dari kita.
Tapi, sesuatu yang mudah bukan berarti benar. Penting bagi kita untuk secara aktif memilih untuk mengasihi orang lain, meskipun itu sulit. Dengan melakukan itu, kita dapat mengatasi efek destruktif dari kebencian, dan membawa pemulihan serta rekonsiliasi dalam hubungan dan komunitas kita.
Penting juga untuk dicatat bahwa, dengan mengasihi, tidak berarti bahwa kita harus mentolerir atau membiarkan perilaku berbahaya. Kita boleh membenci perbuatan buruk seseorang, tetapi bukan orangnya.
Kasih membutuhkan Batasan, dan membela apa yang benar. Tapi, itu harus selalu dilakukan dalam semangat cinta kasih dan kasih karunia.
Kesimpulannya, kebencian adalah emosi yang kuat yang dapat menghabiskan kita dan membuat kita melakukan hal-hal buruk. Tapi, kita tidak harus menyerah padanya. Kita dapat memilih untuk mencintai sebagai gantinya. Dengan mengasihi satu sama lain, kita dapat mengatasi dampak merusak dari kebencian dan hidup dalam ketaatan kepada Allah. Marilah kita berusaha untuk mencintai sebagaimana Tuhan mencintai kita, dan marilah kita menahan keinginan untuk membenci, demi jiwa kita sendiri dan jiwa orang-orang di sekitar kita. Amin.
Apa Pesan Tuhan Untuk Kita?
Pesan Tuhan untuk hidup kita hari ini adalah, untuk saling mengasihi, dan bukan saling membenci. Bagian ini menekankan pentingnya mengasihi orang lain, sebagai cara untuk menunjukkan ketaatan kita kepada Allah, dan untuk mengatasi pengaruh kebencian yang merusak.
Itu juga mengingatkan kita bahwa, mengasihi orang lain bukan hanya soal perasaan, tetapi itu adalah tindakan, yang membutuhkan pengorbanan, dan tidak mementingkan diri sendiri, membutuhkan empati, dan pengampunan serta rahmat.
Selain itu, dinyatakan bahwa, setiap orang mampu dan mudah untuk membenci, karena dosa yang hadir di hati kita akan cenderung memicu kebencian, tetapi kita dapat memilih untuk mengasihi, dan dengan melakukan itu, kita dapat membawa kesembuhan dan rekonsiliasi, ke dalam hubungan dan komunitas kita.
Pesan Tuhan untuk hidup kita hari ini adalah, untuk aktif memilih cinta kasih di atas kebencian, dan menjalani hidup dalam ketaatan kepada Tuhan, dengan mencintai sesama, seperti Tuhan telah lebih dahulu mengasihi kita.
Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Cinta Kasih bukan hanya menyangkut perasaan, itu adalah juga tindakan. Kita dapat mempraktikkan kasih aktif, dengan menempatkan kebutuhan dan kesejahteraan orang lain di atas kebutuhan kita sendiri, dan secara aktif berusaha memahami dan berempati dengan mereka yang mungkin berbeda dari kita, dan memaafkan serta menunjukkan kasih karunia kepada orang lain.
Kita harus menghindari kebencian dan melawan keinginan untuk membenci orang lain. Kita harus berusaha untuk membangun hubungan berdasarkan cinta kasih, pengertian dan kasih sayang.
Cinta membutuhkan pengorbanan dan tidak mementingkan diri sendiri. Kita dapat menerapkan ini dengan rela menempatkan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan kita sendiri dan berkorban untuk orang lain bila perlu.
Kita harus mengusahakan kesembuhan dan rekonsiliasi. Cinta membawa penyembuhan dan rekonsiliasi. Kita dapat menerapkannya dengan berusaha memperbaiki dan menyelesaikan konflik dalam hubungan dan komunitas kita.
Kita harus membela kebenaran. Cinta kasih membutuhkan batasan dan membela apa yang benar, tetapi itu harus selalu dilakukan dalam semangat cinta dan kasih karunia.
Kita harus berusaha untuk hidup dalam ketaatan kepada Tuhan, yaitu dengan mengasihi orang lain, sama seperti Tuhan telah mengasihi kita.
Doa Hari Ini...
Tuhan Yesus,
Kami bersyukur atas kasih yang Tuhan ajarkan dan tunjukkan kepada kami, sebagai contoh bagi kami agar kami dapat saling mengasihi. Kami menyadari bahwa cinta kasih bukan hanya masalah perasaan, tetapi tindakan yang membutuhkan pengorbanan dan tidak mementingkan diri sendiri, penuh empati, pengampunan dan rahmat.
Kami meminta keberanian untuk mempraktikkan welas asih aktif dalam kehidupan kami sehari-hari, untuk menempatkan kepentingan dan kesejahteraan orang lain, di atas kepentingan kami sendiri, untuk secara aktif berusaha memahami dan berempati dengan mereka yang mungkin berbeda dari kami, dan untuk memaafkan dan menunjukkan kasih karunia, kepada orang lain.
Kami meminta kekuatan untuk menolak kebencian di dalam diri kami, dan berusaha untuk membangun hubungan berdasarkan cinta kasih, pengertian, dan kasih sayang. Bantu kami untuk tidak mementingkan diri sendiri, dan mencari penyembuhan dan rekonsiliasi dalam hubungan dan komunitas kami.
Kami juga meminta hikmat dan kearifan, untuk membela apa yang benar, tetapi selalu dalam semangat cinta dan kasih karunia.
Kami berkomitmen untuk hidup dalam ketaatan kepada Tuhan, dengan mencintai sesama seperti Tuhan mencintai kami, dan kami percaya bahwa melalui cinta kasih Tuhan, kami dapat mengatasi dampak destruktif dari kebencian dalam hidup kami, agar kami tidak menjadi pembunuh.
Dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, kami telah berdoa.
Amin.
Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar